SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

44,347 articles from 397 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-3 of 3

Analytics

Ta'at Putra Wahana; supeni, siti; Trisiana, Anita

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2024 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

ABSTRAK Pendidikan memainkan peran penting dalam pembentukan karakter siswa, termasuk menginternalisasi nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara. Namun, implementasi Pancasila di sekolah menghadapi banyak tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara pemahaman nilai-nilai Pancasila dan karakter disiplin siswa di MAN 1 Surakarta pada tahun pelajaran 2023/2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana pemahaman siswa tentang nilai-nilai Pancasila mempengaruhi pembentukan karakter disiplin mereka serta memberikan rekomendasi untuk peningkatan implementasi pendidikan Pancasila dalam kurikulum. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan metode korelasi dilakukan di kelas XI F-5 MAN 1 Surakarta. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman nilai-nilai Pancasila dan kuesioner karakter disiplin, kemudian dianalisis menggunakan korelasi sederhana dan uji hipotesis. Hasil analisis menunjukkan bahwa, dengan nilai thitung lebih rendah dari ttabel, koefisien korelasi produk moment adalah -0,109, menunjukkan bahwa pengaruh pemahaman nilai-nilai Pancasila terhadap karakter disiplin siswa tidak signifikan. Kesimpulannya, meskipun pemahaman nilai-nilai Pancasila siswa cukup baik, tidak ada hubungan signifikan yang terdeteksi dengan pembentukan karakter disiplin. Penelitian ini menyarankan perlunya pengembangan strategi pendidikan karakter yang lebih efektif untuk meningkatkan kedisiplinan siswa.

Latifatul Qulub

Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia 2023 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Pengembangan sektor pertanian di pedesaan seringkali menghadapi berbagai kendala dan tantangan. Kendala dalam pembangunan pertanian ini dapat berupa berbagai factor seperti factor manusia maupun lingkungan yang dapat terjadi di Desa Cupak, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang. Desa Cupak memiliki potensi bidang pertanian dan peternakan yang cukup baik. Potensi yang ada di desa ini antara lain ketersediaan lahan pertanian, adanya sektor perkebunan, dan tanaman pangan, ketersediaan SDM pertanian, dan adanya kegiatan kelompok tani yang cukup aktif. Sayangnya, potensi ini tidak diimbangi dengan pengembangan kemampuan petani dalam meningkatkan kemampuan Bertani sehingga hanya terbatas pada pengelolaan umbi porang yang seharusnya bisa dijadikan produk tertentu. Dengan masalah tersebut perlu diadakan serangkaian pelatihan bagi petani porang desa cupak.  

Robingun Suyud El Syam; M. Yusuf Amin Nugroho; Siti Lailiyah; Muhammad Saefullah

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Artikel ini bertujuan untuk merefleksi satu abad nahdhatul ulama: dialektika capaian dan tantangan. Dengan menggunakan setting teoretik, penelitian menyimpulkan: bahwa Nahdhatul Ulama dalam satu abad, setidaknya memperoleh lima capaian: 1) sebagai organisasi pelestari tradisi, NU sukses mempertahankan diri sebagai organisasi dengan pengikut terbesar di Indonesia, bahkan dunia, 2) berhasil memainkan peran elok dalam percaturan politik Indonesia, dari pra-kemerdekaan, kemerdekaan, pasca kemerdekaan hingga saat ini, 3) dalam konteks pendidikan, berhasil mengintegrasikan sistem pendidikan modern dengan tetap mempertahankan identitas pesantren, 4) pada dimensi budaya, menjadi garda depan sebagai aktor pelestari kebudayaan berbasisi lokal, menjadi media dakwah 5) menjadi penyokong utama beragam agenda pemerintah, terkait isu radikalisme beragama di Indonesia, dan secara gemilang berhasil menjadi representasi Islam rahmatan lil alamin bagi dunia luar.  Adapun tantangan kedepan meliputi: 1) memiliki kelemahan di bidang ekonomi maupun SDM terutama terkait riset dan teknologi, 2) meski selalu berperan penting dalam setiap peristiwa politik Tanah Air, namun kerap ditinggal ketika berbicara sharing kekuasaan, 3) pesantren berhasil eksis hingga saat ini, namun masih kental asumsi hanya melahirkan ulama yang menguasai kitab kuning dan memimpin ritual keagamaan, perlu kurikulum yang berorientasi pada penguasaan teknologi informasi, 4) Secara ekonomi, masih basis massa berada di kelas menengah ke bawah sehingga pekerjaan besar ke depan menciptakan para saudagar baru di NU dengan memobilisasi etos pemberdayaan ekonomi.