Publication Search

72,574 articles from 669 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-2 of 2

Analytics

Senda, Siprianus Soleman; Undad, Rikardus; Ergon, Isfilus; Sipho Sewa Uma, Pietro Yustiniano; Kuki, Irene Sunirma +3 more

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2026 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Artikel ini bertolak dari kenyataan bahwa banyak umat telah mendengar sabda Allah dalam Liturgi dan pengajaran Gereja, namun belum sepenuhnya menghidupinya dalam kehidupan sehari-hari. Situasi ini menegaskan pentingnya katekese sebagai proses pembinaan iman yang berkelanjutan, yang tidak hanya menekankan aspek pengetahuan, tetapi juga penghayatan dan perwujutan iman dalam tindakan nyata. Tulisan ini bertujuan merefleksikan katekese sebagai jalan pembinaan iman umat yang menuntun dari sabda menuju kehidupan. Fokus kajian artikel ini adalah peran katekese dalam membantu umat dewasa mengintegrasikan sabda Allah kedalam realitas hidup sehari-hari, baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun kehidupan sosial. Metode yang digunakan adalah refleksi teologis pastoral dengan pendekatan kualitatif melalui studi literatur gereja dan pengalaman hidup umat. Pendekatan ini menekankan ketertarikan antara pewartaan sabda, pendampingan iman, serta partisiasi aktif umat dalam proses pembinaan. Hasil refleksi menunjukkan bahwa katekese yang kontekstual, dialogis, dan berpusat pada sabda Allah, mampu menumbuhkan iman yang lebih dewasa, sadar, dan tanggung jawab. Melalui katekese, umat tidak hanya memahami ajran iman secara intelektual, tetapi juga didorong untuk menghidupinya dalam sikap kasih, pelayanan, dan kesaksian di tengah masyarakat. Pembinaan iman yang berkelanjutan menjadi sarana penting untuk membentuk umat yang tangguh dalam menghadapi tantangan zaman dan tetap berakar pada nilai-nilai injil. Dengan demikian, katekese sebagai jalan pembinaan iman memiliki peran strategis dalam menjembatani sabda Allah dengan kehidupan konkrit umat. Pembaharuan metode dan pendekatan katekese yang relevan dengan konteks umat masa kini sangat diperlukan agar proses dari sabda menuju kehidupan dapat berlangsung secara nyata, mendalam, dan berkelanjutan dalam kehidupan Gereja. Kata kunci: katekese, sabda Allah, pembinaan iman, umat dewasa, kehidupan kristen

Hardianta, Rbg Widhi Nugraha Agus Gembong; Wijaya, Michelle

Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi 2026 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini mengkaji kisah perjumpaan Yesus dengan pemuda kaya dalam Injil Matius 19:16–30, Injil Markus 10:17–31, dan Injil Lukas 18:18–30 dalam perspektif teologi perdamaian dan keadilan sosial. Latar belakang penelitian ini bertolak dari realitas ketimpangan sosial-ekonomi yang semakin meningkat di era modern, yang ditandai oleh kesenjangan antara kelompok kaya dan miskin serta kemiskinan struktural yang terus berlangsung. Dalam konteks tersebut, kisah Yesus dan pemuda kaya dipahami tidak hanya sebagai ajaran moral mengenai keterikatan terhadap harta, tetapi juga sebagai kritik profetis terhadap struktur sosial-ekonomi yang tidak adil. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) dan hermeneutika kontekstual. Data primer diperoleh dari teks Alkitab dalam ketiga Injil Sinoptik, sedangkan data sekunder berasal dari buku, jurnal ilmiah, dan literatur teologi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep shalom dalam teologi perdamaian mencakup keadilan relasional, kesejahteraan sosial, dan solidaritas terhadap kaum marginal. Perintah Yesus kepada pemuda kaya untuk menjual hartanya dan membagikannya kepada orang miskin menunjukkan bahwa iman Kristen tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab sosial. Kekayaan dipahami sebagai stewardship yang harus digunakan demi kesejahteraan bersama. Penelitian ini menegaskan bahwa gereja dipanggil untuk menjadi agen transformasi sosial melalui praksis keadilan, pemberdayaan ekonomi, pendidikan perdamaian, dan solidaritas sosial di tengah masyarakat Indonesia yang plural dan masih menghadapi ketimpangan sosial-ekonomi.