Publication Search

72,574 articles from 669 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-11 of 11

Analytics

Hamidah Sri Supriati; Abulkhair Abdullah; Muhammad Hidayat

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2021 Universitas Muhamadiyah Manado

Tanaman Kayu Kambing Garuga floribunda,Decne merupakan tanaman yang banyak terdapat di wilayah Sulawesi Utara yang belum banyak diteliti. Penelusuran metabolit sekunder daun tanaman kayu kambing menggunakan metode maserasi dengan etanol 70% . Kemudian dipartisi dengan menggunakan n-heksan. Ekstrak yang diperoleh pada fase etanol dan n-heksan kemudian diuji metabolit sekunder dan antibakterinya dengan menggunakan bakteri Eschericia coli dan  Staphylococcus aureus. Metabolit sekunder fase etanol diperoleh hasil positif pada senyawa metabolit sekunder Alkaloid, Saponin, Flavonoid, Steroid dan Tanin sedangkan fase n-heksan hasil positif pada Alkaloid dan Steroid. Aktivitas antibakteri pada E.coli memberikan zona hambat rata-rata 8,7 mm, pada Staphylococcus aureus zona hambat terbesar rata-rata 10,2 mm.  

Febri isnawati; Alfi Muklis Kurniawan; Vian Nova Erika

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2021 Universitas Muhammadiyah Manado

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan tanaman kaya manfaat dan mudah dibudidayakan. Budidaya TOGA merupakan salah satu alternatif cerdas di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang tidak menentu. Tujuan dari pengabdian ini adalah agar masyarakat mendapatkan pengetahuan tentang tanaman obat dan manfaatnya, serta dapat membudidayakan TOGA dengan baik. Metode pengabdian yang digunakan adalah ceramah, diskusi, praktik langsung, dan pendampingan kepada masyarakat Dusun Besar, Desa Sidomulyo. Kegiatan budidaya ini diikuti oleh tiga keluarga mitra. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa semua peserta bisa membudidayakan TOGA dengan baik. Hal ini terbukti dari tanaman obat yang ditanam dirawat dengan baik dan mulai tumbuh tunas baru.

Alfi Muklis Kurniawan; Fitrian Prila Warndani; Widji Dias Astuti

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2021 Universitas Muhammadiyah Manado

Pertanian organik adalah teknik budidaya tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia. Untuk meningkatkan keberhasilan budidaya sayuran organik, cara penanamannya dapat memanfaatkan pupuk kandang, pupuk hijau, endapan minyak, bahan-bahan organg belum tercemar baik didalam maupun diluar lahan, dan kompos yang terdiri dari mineral yang kaya nutrisi. Hal tersebut bertujuan untuk memperbaiki kesuburan tanah dan memenuhi nutrisi yang diperlukan oleh tanaman. Kerusakan tanah bisa dihindari melalu pemeliharaan tanah, kualitas sumber air dan lingkungan lahan pertaniah, serta perlindungan kontinuitas produksi lahan. Sedangkan hasil yang berkualitas, aman dan sehat bisa dilakukan dengan upaya pengendalian pada saat penanaman, pengendalian secara fisik, serta pengendalian secara alamiah baik pada hama maupun gulma yang merugikan.Secara singkat, pertanian organik tidak hanya untuk mempertahankan keseimbangan kondisi alamiah lingkungan dan menghasilkan sayuran yang sehat dan aman, tapi juga untuk mempertahankan kontinuitas penggunaan lahan pertanian.

Supriyono, Supriyono

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Jahe merupakan salah satu jenis tanaman obat yang dikembangkan sebagai bahan obat tradisional. Namun produktivitas jahe merah mengalami penurunan. Tujuan kegiatan ini memberikan pengetahuan pesemaian jahe merah.  Kegiatan dilakukan Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar. Metode yang digunakan yaitu sosialisasi dan pelatihan. Kegiatan dilaksanakan dengan beberapa tahapan sebagai berikut: 1) Koordinasi dengan tokoh masyarakat dan petani mitra; 2) Sosialisasi tentang hasil penelitian tahun 2020; 3) Penyuluhan tentang pesemaian jahe merah, dan 4) Pelatihan pesemaian jahe merah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa petani sangat tertarik dan berminat dalam budidaya jahe merah, yang tercermin dari keaktifan dalam berdiskusi maupun dalam melaksanakan pelatihan. Hasil demplot pada pelatihan menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang dengan proporsi tanah: pupuk kandang 2:1 baik pada lahan maupun polybag meningkatkan persentase daya kemunculan tanaman dan pertumbuhan tanaman, sehingga hal ini dapat direkomendasikan pada tingkat petani jahe merah.

Silalahi, Gabriella Arsani Linggom

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Kegiatan pengabdian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan perkembangan saraf motorik anak-anak difabel melalui kegiatan bercocok tanam melalui media tanam hidroponik. Kegiatan pengabdian ini dilakukakn di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Surakarta dengan mengadakan kegiatan mengedukasi, prakktek, dan ppembinaan. Pentuk edukasi yang diberikan kepada mitra terfokus pada apa itu hidroponik, bagaimana cara merawat tanaman yang menggunakan media tanam hidroponik, bagaimana menyemai benih yang ada sehingga menjadi bibit yang bisa dipindahkan ke instalasi hidroponik, dan lainnya. Hasil kegiatan pengabdian ini dari kegiatan mengedukasi, praktek, dan pembinaan adalah memhaminya dan dapat mempraktekan ilmu yang didapat dengan baik, dan dapat membantu mereka untuk tetatp produktif dengan adanya kegiatan ini dimasa pandemi

Rachmawanto, Eko Hari; Hadi, Heru Pramono

Dinamik 2021 Universitas Stikubank

Di Indonesia jagung sering digunakan sebagai komoditas utama makanan pokok selain nasi. Tanaman jagung memiliki potensi terkena penyakit ataupun serangan hama kapan saja yang menyebabkan gagal panen. Penyakit yang dapat menyerang tanaman jagung bisa dilihat dari perubahan daun. Deteksi dini terhadap penyakit dapat mencegah penyakit menyebar lebih luas, salah satunya dengan perubahan yang terjadi pada daun jagung. Penelitian ini mencoba melakukan identifikasi daun yang tidak sehat dengan cara ekstraksi ciri dan warna pada citra untuk mendeteksi penyakit daun tanaman jagung yaitu hawar, bercak dan karat. Proses klasifikasi citra dilakukan melalui akusisi citra menjadi data latih dan uji, kemudian menghitung nilai hasil fitur ekstraksi warna dan ekstraksi ciri. GLCM (Gray-Level Cooccurrence Matrix) sebagai ekstraksi ciri dan HSV sebagai ekstraksi warna. KNN (K Nearest Neighbors) dengan jarak Euclidean untuk klasifikasi. Dari 160 data citra latih dan 40 citra uji menggunakan algoritma KNN-HSV-GLCM didapatkan hasil akurasi terbaik.yaitu 85% dengan menggunakan dengan nilai k adalah 3 dan jarak piksel 1 dan akurasi terendah dengan nilai k adalah 3 dan jarak piksel 3 sebesar 70%.

Luthfiyan, Itmamur Roghib; Nurraharjo, Eddy; Yulianton, Heribertus

Dinamik 2021 Universitas Stikubank

Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) merupakan komoditas pangan yang sangat diminati masyarakat selain kandungan nutrisinya yang tinggi jamur tiram juga dapat diolah menjadi berbagai ragam makanan, Jamur tiram tumbuh baik pada temperatur 16 - 30°C dan kelembaban relatif 80 – 95%, Intensitas cahaya yang optimum bagi jamur tiram yaitu intensitas cahaya rendah, atau bahkan tanpa adanya cahaya. Akan tetapi, pada saat fase tubuh buah dewasa jamur tiram tidak dapat tumbuh pada kondisi cahaya gelap, melainkan dapat tumbuh dengan optimal pada lingkungan yang agak terang. Menyikapi masalah diatas maka dari itu penulis ingin mencoba melakukan percobaan penelitian dengan menerapkan pencahayaan dalam ruangan (box) dengan tiga jenis warna lampu yaitu merah (Red), hijau (green) dan biru (blue). dan perlu adanya suatu alat yang dapat melakukan monitoring, serta pendataaan pertumbuhan tanaman jamur tiram yang kemudian akan diambil datasetnya. Alat monitoring dan pendataan secara realtime dengan menggunakan multi sensor berbasis arduino untuk pendataan pertumbuhan jamur tiram ini dibuat sistem aplikasi android sebagai media untuk pemantauanya, data yang ditampilkan di aplikasi monitoring adalah hasil pembacaan dari beberapa sensor yang dipakai antara lain dari sensor load cell, sensor ultrasonik, serta sensor LDR dan sensor DHT11, Sistem monitoring dan pendataan multi sensor ini juga memiliki fitur untuk melakukan penyimpanan data, hasil data disimpan di penyimpanan internal smartphone, sehingga dari data tersebut dapat digunakan sebagai bahan untuk mengambil keputusan dari obyek yang sedang dimonitoring tersebut.

Toria Sangadji; Ira P. Ely; Wasni Husain

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Rimpang lengkuas (Alphinia purpurata k.schum) adalah jenis tanaman anggota familia zingiberaceae. Alkaloid, flavonoid, fenol dan terpenoid merupakan kandungan senyawa aktif yang terdapat di dalam rimpang lengkuas (Alphinia purpurata k.schum). Senyawa fenol yang berfungsi sebagai antiseptik, antijamur, dan antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya daya hambat ekstrak rimpang lengkuas (Alphinia purpurata k. schum) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Metode ekstraksi yaitu tercapai keseimbangan antara konsentrasi senyawa dalam pelarut dengan konsentrasi dalam sel tanaman. Setelah proses ekstraksi, pelarut dipisahkan dari sampel dengan penyaringan. Metode difusi sumuran dimana dibuat sumuran pada media agar yang telah ditanami dengan mikroorganisme kemudian diinkubasi dan diberi agen antimikroba yang akan di uji. Hasil penelitian: Uji aktivitas antibakteri dapat dilihat bahwa zona hambat yang dihasilkan dari berbagai konsentrasi rimpang lengkuas (Alphinia purpurata k. schum) yaitu 70%, 80%, 90%, & 100% terhadap bakteri Escherichia coli. Memiliki diameter yang berbeda-beda dan memiliki kekuatan yang berbeda pula. Pada konsentrasi 70% dengan diameter zona hambat sebesar 16 mm (intermediet), konsentrasi 80% diameter zona hambat sebesar 19 mm (sensitif), konsentrasi 90% diameter zona hambat sebesar 21 mm (sensitif), dan konsentrasi 100% dengan diameter zona hambat sebesar 25 mm (sensitif). Hal ini menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak rimpang lengkuas pada konsentrasi 80%, 90% & 100% mengandung antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Kesimpulan: Ekstrak rimpang lengkuas (Alphinia purpurata k.schum) memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan semakin besar konsentrasi yang diberikan, maka semakin luas zona hambat yang terbentuk.  

Risman Tunny; Wiwi Rumaolat; Mitha Soumena

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Batang gaharu (Aquilaria malaccensis L.) merupakan salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri yang diperlukan tubuh untuk melawan bakteri patogen. Potensi antibakteri yang dimiliki batang gaharu disebabkan adanya kandungan senyawa kimia didalamnya.  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa kimia batang gaharu (Aquilaria malaccensis L.) serta mengetahui zona hambat dari antibakteri ekstrak etanol batang gaharu (Aquilaria malaccensis L.) yang dilakukan dengan menggunakan metode difusi sumuran. Pada penelitian ini dilakukan uji skrining fitokimia menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstraksi batang gaharu dilakukan dengan menggunakan metode maserasi. Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol batang gaharu (Aquilaria malaccensis L.) menunjukan adanya senyawa flavonoid, alkaloid, dan terpenoid. Hasil uji efektifitas antibakteri ekstrak etanol batang gaharu  (Aquilaria malaccensis L.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus diperoleh konsentrasi 15% dengan diameter zona hambat 11 mm, konsentrasi 30% dengan diameter 13 mm, dan konsentrasi 60% dengan diameter 14 mm.

Nopiyanti, Vivin; Sunarni, Titik; Harjanti, Reslely; Aisiyah, Siti; Suhartinah, Suhartinah

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Cairan pencuci piring merupakan cairan kental bening berwarna yang berfungsi untuk membersihkan peralatan makan seperti piring, gelas, sendok/garpu. Kecenderungan pemakaian produk pencuci cair dari waktu ke waktu semakin meningkat. Hal ini menunjukkan jika pola pencucian peralatan rumah tangga mulai bergeser dari cara yang lama/tradisional dengan abu gosok dan sabun colek menuju cara baru yang lebih praktis. Adanya bentuk beruipa cairan menjadikan praktis dan mudah digunakan serta aroma produk yang khas menjsdikan cairan pencuci piring mempunyai nilai lebih dibandingkan produk pencuci piring yang lain. Bahan tanaman kaya akan senyawa yang mempunyai aktivitas antibakteri di antaranya minyak lemon. Selain digunakan sebagai zat aktif antibakteri, minyak lemon juga dapat dimanfaatkan untuk memberikan bau aromatic pada sediaan cairan pencuci piring.Bahan-bahan baku pembuatan cairan pencuci piring ini mudah diperoleh dengan bahan-bahan golongan sabun, garam, emulgator, pewangi dan pewarna. Cara pembuatannya juga sederhana dengan menggunakan prinsip melarutkan antar bahan yang digunakan. Oleh karena itu, berdasarkan dari uaraian di atas cairan pencuci piring mempunyai potensi dapatdikembangkan sebagai produk usaha mandiri yang dipasrkan secara komersial.Tujuan dari program kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan pembautan cairan pencuci piring kepada kader PKK lingkungan Suko Mulyo kelurahan Kadipiro Banjarsari Surakarta. Selain itu juga diadakan pelatihan terkait peluang untuk dikembangkan sebagai usaha mandiri warga. Kegiatan pengabdian dibagi menjadi beberapa tahapan dimulai dari survei dan observasi, dilanjutkan dengan pelatihan berupa tutorial kemuadian dilakukan pendampingan dari tim pengabdi dan diakhiri dengan evaluasi kegiatan.

Muhammad Kadir

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Akibat adanya Pandemi Covid-19, aktifitas masyarakat dari rumah meningkat, maka anggota kelompok PKK Mandalle digiatkan pemeliharaan berbagai jenis tanaman hias lokal maupun import. Terdapat banyak jenis tanaman Hias “berumbi” atau “berbatang bonggol” yang sangat popular dan nilai ekonomi yang cukup tinggi, seperti jenis Alocasia_sp maupun Aglonema_sp. Pelatihan bertujuan membekali masyarakat pengetahuan  teknis perbanyakan dengan cacah bonggol menggunakan Media Non-Tanah (Soilless). Pelatihan dilakukan dengan ijin Satgas Covid19 Kabupaten Pangkep. Pasca pelatihan dilakukan pendampingan anggota kelompok mengenai pasca pembiakan tanaman yaitu Transplanting tanaman kedalam Pot yang baru serta pemeliharaan tanaman yang baik. Tingkat keberhasilan rata-rata lebih dari 80% dimana setiap anggota yang diberi bekal minimal 5 buah bonggol Cacah mampu menumbuhkan setidaknya 4 atau bahkan 5 bonggol menjadi tanaman hias yang ditransplanting dan dipelihara.  Pelatihan Pembiakan Umbi/bonggol tanaman Hias system cacah dan Metode Tanpa Tanah (Soilless) mampu memberi pengetahuan bagi masyarakatdan diharap berlanjut pada masa yang akan datang.