Publication Search

72,574 articles from 669 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-8 of 8

Analytics

Nayla Fazila Nadin; Ardi Mustakim

Inovasi Kesehatan Global 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Ethnopharmacy is a field of study that examines traditional medicinal practices based on local knowledge along with their underlying biochemical foundations, and it is increasingly recognized for its role in preserving local wisdom while contributing to the development of modern healthcare solutions. Among the Suku Anak Dalam community, the use of medicinal plants has been practiced for generations as a means of preventing and treating various diseases, reflecting a deep empirical understanding of the therapeutic properties of natural remedies available in their surrounding environment. This study aims to examine the biochemical basis of ethnopharmaceutical practices applied by the Suku Anak Dalam community and to analyze their application in daily life. Data were collected through direct field observations, structured interviews with community members knowledgeable about traditional medicine, and literature reviews related to the bioactive compound content of the most commonly used medicinal plants. The results indicate that many of the plants utilized contain active compounds with anti-inflammatory, antimicrobial, and antioxidant properties, which play an important role in supporting community health. These findings highlight the complexity and scientific value of traditional knowledge and emphasize the importance of integrating ethnopharmaceutical practices with modern biochemical research to develop natural medicines, preserve cultural heritage, and sustainably improve public health quality.

Ovie Yanti

Kajian Administrasi Publik dan ilmu Komunikasi 2025 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

This research describes the Implementation of Population Administration Policies on Administrative Vulnerable Populations (Study on Suku Anak Dalam in Bungo Regency, Jambi Province). Based on the results of the research, it can be concluded that the implementation of population administration in administratively vulnerable populations such as Suku Anak Dalam (SAD) has been implemented by the Bungo District Government through the Bungo District Population and Civil Registration Office, but only a small proportion of SAD residents are recorded and obtain population documents. This is due to the absence of specific regulations governing the data collection and recording of administratively vulnerable populations such as SAD. In addition, the causes of the lack of optimal administration of administratively vulnerable populations such as SAD in Bungo Regency, Jambi Province are limited resources and funds, as well as natural factors due to the distance from the city, a nomadic and closed lifestyle, plus language problems that are difficult to understand. Therefore, in order to achieve Orderly Population Administration specifically for vulnerable populations such as SAD, there needs to be a policy that applies specifically to SAD residents in addition to policies that apply generally in population administration data collection. In addition, the relevant agencies can carry out cross-sectoral cooperation and need to make special plans regarding the financing of data collection and form a Special Officer Unit to carry out data collection of administratively vulnerable populations such as SAD in the Bungo Regency area.

Deddy Rahmat Saputra; Vanessa Gaffar; Amung Ma'mun

JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN (JISE) 2024 CV. ALIM'SPUBLISHING

Mengamati kehidupan manusia, khususnya kehidupan suku anak dalam dari lahir hingga terlibat dalam kehidupan, sangat menarik karena suku anak dalam hidup di lingkungan alam mereka. Kondisi ini sangat berbeda dengan yang ada, apalagi di kota. Studi ini melihat latar belakang suku anak, jenis aktivitas motorik, dan faktor pendukung dan penghambat. Penelitian dilaksanakan di pemukiman suku anak dalam, tepatnya di Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun Jambi. Untuk mengumpulkan data, observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan. Model Spradley digunakan untuk menganalisis data kualitatif. Prilaku dan aktivitas gerak suku anak dalam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sangat berbeda dengan masyarakat umum. Orang tua atau kelompok mengajari motorik atau gerak bawaan mereka lebih banyak daripada yang mereka lakukan sendiri. Ini karena kebutuhan hidup dan kelangsungan hidup kelompok dipengaruhi. Hasil penelitian ditemukan bahwa: (1) Suku anak dalam yang ada di Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam merupakan keturunan dari tiga daerah yaitu Kerajaan  Pagaruyung (Minang Kabau); (2) Aktivitas motorik suku anak dalam meliputi bermain, berjalan, berlari, melompat, memanah, menembak dan memanjat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya; (3) Hal-hal yang mengganggu perkembangan motoriknya, seperti pembukaan lahan yang tidak bertanggung jawab, komunikasi sosial yang tidak efektif dan kurangnya perhatian pemerintah (4) Suku anak dalam terus memegang adat istiadat dan kepercayaan mereka.

Romita Romita; Jose Samaloisa; Markus Landena

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2024 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This article discusses the changes experienced by Sundanese children during puberty and the important role of the gospel spirit companion in guiding them. Sundanese society has unique and interesting characteristics that must be observed in its spiritual growth and understanding of the concept of salvation. Although Sundanese society already has good morals and a high spirit of tolerance, to achieve soul salvation according to the concept of Christian salvation, faith in Jesus Christ is needed. Unfortunately, children are often neglected in evangelism, and the lack of service to them is a problem that must be overcome. Therefore, the "Child Reureuh" activity was held to provide an understanding of the teachings of the Bible and the concept of salvation to Sundanese children. The research method used was qualitative descriptive, and this activity was carried out at Wisma Karang Tumaritis, Parompong, West Bandung. Involving children in evangelism is expected to build a strong foundation of faith from an early age and have a positive impact on their lives. This article aims to explore the role of contextual teams in introducing the love of Jesus Christ to Sundanese children and its impact on their ministry, as well as provide a comprehensive overview of contextual approaches in religious and humanitarian contexts.

Muhammad Muhammad; Kaspul Anwar US; Sya`roni Sya`roni; Jamrizal Jamrizal; Sumirah Sumirah

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2023 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

This research is to discuss the leadership strategy of the head of the community learning activity center in developing life skills for the inner children in Bajubang District, Batang Hari Regency, as for the problems that can be encountered in this study are: how the leadership of the head of the community learning activity center in developing life skills for the inner tribe, how the strategy of the head of the community learning activity center in developing life skills These and what are the supporting and inhibiting factors in developing life skills for the Orang Rimba tribe? This research uses a qualitative approach by taking data derived from primary and secondary data through observation, interviews and documentation. Which is then analyzed using the usual stages so as to get the correct results efficiently. The results of this study are to answer the formulation of the problem that has been raised, with the hope that the results of this study can provide an explanation of the stages and strategies of a leader in developing life skills even in formal and non-formal education.

Debby Riana Hairani

Indonesia merupakan bangsa yang terdiri dari ribuan pulau, dengan berbagai macam Suku,ras, etnis, bahasa, dan Agama yang berbeda-beda. Dari gugusan Indonesa barat hingga ujung timur, keberagaman tersebut menjadi sebuah harmoni. Tentunya dibalik keberagaman dan kekayaan yang ada di Indonesia adakalanya diwarnai dengan berbagai permasalahan yang dapat memicu terjadinya perpecahan baik dari segi Suku,budaya Ras dan Agama. Oleh karena itu, moderasi beragama menjadi hal yang dewasa ini terasa sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai nasionalisme dan juga nilai moderasi beragama menjadi penting untuk ditanamkan dan diterapkan sedini mungkin, terlagi kepada anak sejak dini,hal tersebut ditujukan agar anak dapat memahami dan mengamalkan nilai-nilai moderasi beragama di elingkungannya baik di lingkungan TK dan masyarakat. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan hal tersebut. Hal ini dikarenakan guru menjadi pihak yang bersentuhan secara langsung dengan dengan anak selama di TK. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunkan Teknik pengumpulan data yakni Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukan bahwa penerapan nilai-nilai Moderasi beragama pada anak usia dini yakni Bertoleransi, Bersikap Adil dan saling menghormati dapat ditanamkan melalui berbagai Strategi antara lain pembiasaan – pembiasaan yang dapat ditiru anak secara langsung dari Gurunya serta berbagai metode pembelajaran seperti Bernyani, Bercerita, Tanya jawab, Bermain secara berkelompok dan Outing Class.

Siti Maisarah

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini berjudul “Kajian Nilai dalam Tradisi sunatan Masyarakat Suku Sakai kelurahan Pematang Pudu Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis”. Bagi masyarakat suku Sakai, sunatan merupakan kewajiban bagi setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan, tanpa disunat masyarakat Sakai menganggap keislaman seseorang tidak sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan tradisi khitan pada masyarakat Sakai dan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi sunatan bagi kehidupan sosial masyarakat Sakai. Penelitian ini menggunakan metode etnografi. Dari penelitian yang telah dilakukan, ditemukan beberapa hal di bawah ini: Pertama, proses pelaksanaan tradisi sunatan pada masyarakat suku Sakai dilakukan dalam tiga prosesi yaitu persiapan, pelaksanaan dan pasca pelaksanaan. Kedua, nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi sunat suku Sakai meliputi aspek: religi, identitas sosial, solidaritas sosial dan harmonisasi tradisi leluhur dengan ajaran Islam, nilai keimanan, nilai kesehatan, nilai turun temurun. Ketiga, tradisi khitanan sudah mulai jarang dilakukan untuk mengiringi praktik sunatan. Pasalnya, ada cara baru yang lebih mudah dan nyaman untuk menyunat anak laki-laki, yaitu orang tua hanya perlu membawa anaknya ke dokter atau rumah sakit untuk disunat.  

Nurul Aina Tarigan; Sri Listiana Izar

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dan nilai budaya yang terdapat dalam pedah-pedah pada pernikahan adat suku Karo dengan kajian semantik. Sumber data penelitian ini adalah  video pernikahan adat suku Karo yang telah didokumentasikan ke dalam sebuah DVD yang diambil dari desa Lau Kersik, kecamatan Gunung Sitember, kabupaten  Dairi.  Data dari penelitian ini adalah makna dan nilai budaya pedah-pedah yang diutarakan atau disampaikan oleh pihak Kalimbubu, Senina ataupun Anak Beru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah dokumentasi video pedah-pedah yang disampaikan Kalimbubu, senina dan Anak Beru.  Teknik analisis data penelitian ini menggunakan tenik reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menyimpulkan terdapat makna konotatif dan makna denotatif dalam pedah-pedah pada pernikahan adat suku Karo. Dan juga terdapat nilai budaya  dalam pedah-pedah pada pernikahan adat suku Karo yang terdiri dari nilai budaya komitmen, nilai budaya religi, nilai budaya kerukunan dan penyelesaian konflik, nilai kesopansantunan, nilai budaya pendidikan, dan nilai budaya kerja keras.