SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

41,520 articles from 397 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-5 of 5

Analytics

Achmad Fadli Erlangga; Rizqi Alghiffary

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik 2026 Pusat riset dan Inovasi Nasional

This study analyzes a 10-floor multi-story lecture building in Lombok, focusing on the impact of concrete quality degradation on the building's performance. Due to limited material access, the actual on-site concrete quality changed from the design quality of fc 30 MPa to fc 24.9 MPa. The building structure was modeled in 3D using ETABS v22 software, and two structural models were compared: one with the design concrete quality (fc' 30 MPa) and one with the actual quality (fc' 24.9 MPa). The analysis evaluated dynamic performance, inelastic displacements, P-Delta effects, and reinforcement requirements. The comparison aimed to assess the impact of concrete degradation on structural stiffness, inter-story displacements, and reinforcement needs. The results show that concrete quality deterioration increases the structure's vibration period, inelastic displacement, and lateral forces due to P-Delta effects. While beam reinforcement requirements remain mostly unchanged, column reinforcement significantly increases, especially in columns with large axial forces. This study provides valuable insights into the technical consequences of concrete quality degradation and serves as a reference for evaluating structural redesigns in projects facing material limitations.

Erdiansyah Putra, B; Indra Gunawan; Muh. Jamaludin; M Ikraman

Jurnal Teknik Sipil 2024 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

. Perancangan dan pemodelan struktur merupakan unsur yang esensial pada suatu bangunan agar dapat menghasilkan struktur yang kuat, stabil, dan awet. Pada dasarnya struktur adalah benda kontinum yang memiliki derajat kebebasan tak terhingga sehingga harus dinyatakan sebagai model derajat kebebasan banyak. Tujuan Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kinerja struktur Gedung 2 Universitas Muhammadiyah Bima. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan pendekatan secara analisis menggunakan pemodelan struktur yang meliputi pemilihan jenis struktur yang digunakan, penentuan material dan dimensi elemen struktur, sistem pembebanan pada struktur (beban mati, beban hidup, beban gempa dan lain-lain), analisis struktur, pengecekan kekuatan struktur. Hasil Analisis tegangan azial yang terjadi pada kolom sebesar -1475,761 kN, Gaya geser yang dihasilkan oleh balok dan kolom masing-masing sebesar 72,430 kN dan 62,080 kN. Momen lentur yang dihasilkan oleh balok dan kolom masing-masing sebesar 63.0184 kN-m dan 120,1879 kN-m. Momen torsi yang dihasilkan oleh balok sebesar 9,5972 kN-m. Lendutan yang terjadi pada balok dan sebesar 2,085599 mm lebih kecil dari L/360 batas yang diijinkan. Dari hasil perhitungan analisis struktur bahwa dimensi balok, kolom dan pelat layak digunakan untuk struktur konstruksi gedung.

Suprapto, Rhisa Aidilla; Sofyan, Amir Fatah; Hudanto, Yusril Akhmad

Jurnal Teknik Sipil 2023 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Indonesia merupakan daerah yang sering mengalami gempa bumi karena itu, konstruksi bangunan harus didesain sesuai dengan standar peraturan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku struktur dan skema terjadinya plastifikasi pada elemen struktur, serta menentukan level kinerja struktur gedung agar tetap kokoh saat terjadi gempa. Analisis pushover dengan displacement coefficient methode FEMA 440 (2005) yang berbasis statik nonlinier digunakan untuk mengetahui level kinerja struktur bangunan. Studi kasus dilakukan pada gedung beton bertulang RND PT Bernofarm Sidoarjo yang berfungsi sebagai kantor dan laboratorium di bidang farmasi. Gedung tersebut dibangun pada tahun 2015 dengan 6 lantai dan tinggi 28 meter. Sendi plastis baru dapat diketahui dengan melakukan analisis pushover. Digunakan program ETABS v.19 dan SAP2000 v.22 untuk analisis pushover sehingga diperoleh nilai perpindahan untuk arah X dan Y sebesar 0,311 m sehingga level kinerja struktur gedung ialah Damage Control. Pada kategori ini, bila terjadi gempa, elemen struktural gedung mengalami kerusakan minimal sehingga gedung masih dapat digunakan setelah terjadi gempa, namun fasilitas atau kelengkapan operasional gedung mungkin ada yang tidak dapat digunakan sehingga diperlukan perbaikan sebelum digunakan kembali. Ancaman terhadap korban jiwa sangat kecil.

Muhaiminul Aziz, Aat; Ridwan, Mochamad; Wardoyo, Tri

Jurnal Teknik Sipil 2023 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Indonesia merupakan daerah yang sering mengalami gempa bumi karena itu, konstruksi bangunan harus didesain sesuai dengan standar peraturan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku struktur dan skema terjadinya plastifikasi pada elemen struktur, serta menentukan level kinerja struktur gedung agar tetap kokoh saat terjadi gempa. Analisis pushover dengan displacement coefficient methode FEMA 440 (2005) yang berbasis statik nonlinier digunakan untuk mengetahui level kinerja struktur bangunan. Studi kasus dilakukan pada gedung beton bertulang RND PT Bernofarm Sidoarjo yang berfungsi sebagai kantor dan laboratorium di bidang farmasi. Gedung tersebut dibangun pada tahun 2015 dengan 6 lantai dan tinggi 28 meter. Sendi plastis baru dapat diketahui dengan melakukan analisis pushover. Digunakan program ETABS v.19 dan SAP2000 v.22 untuk analisis pushover sehingga diperoleh nilai perpindahan untuk arah X dan Y sebesar 0,311 m sehingga level kinerja struktur gedung ialah Damage Control. Pada kategori ini, bila terjadi gempa, elemen struktural gedung mengalami kerusakan minimal sehingga gedung masih dapat digunakan setelah terjadi gempa, namun fasilitas atau kelengkapan operasional gedung mungkin ada yang tidak dapat digunakan sehingga diperlukan perbaikan sebelum digunakan kembali. Ancaman terhadap korban jiwa sangat kecil.

Muhammad Babul Uyun; Titin Sundari; Totok Yulianto; Agus Wiyono

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Rumah sakit Toeloengredjo terletak di Kecamatan Pare, Kediri dengan luas bangunan sebesar ±981,199 m2 yang memiliki ruang klinik pada lantai satu dan dua, dan ruang meeting room pada lantai 3. Gedung Rumah Sakit Toeloengredjo mengacu pada SNI 2847 : 2013, SNI 1727 : 2013, dan SNI 1726 : 2012. Dalam tugas akhir ini gedung Rumah Sakit Toeloengredjo di analisis dengan SNI 2847 : 2019, SNI 1727 : 2018, dan SNI 1726 : 2019. Struktur atas terdiri dari kolom, balok dan pelat, sedangkan sloof dan pile cap dengan pondasi tiang pancang adalah struktur bagian bawah. Dengan menggunakan software SAP 2000 untuk analisis struktur diperoleh hasil perhitungan yaitu struktur pelat tipe S1 ø10 – 150 mm, balok tipe B.1 5 D16 dan 4 D16, kolom tipe K.1A 12 D19.