Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 1-3 of 3

Analytics

Wayong, Irrenne

Jurnal Manajemen Pendidikan Kristen 2022 Institut Agama Kristen Negeri Manado

Tujuan penelitian ini yaitu memperoleh  gambaran tentang perilaku mengajar kontekstual guru bahasa Indonesia  di SMP Negeri 1 Tomohon untuk memaksimalkan proses belajar siswa dilihat dari aspek perencanaan, proses, dan hasil pembelajaran yang dikembangkan oleh guru di SMP Negeri 1 Tomohon untuk memaksimalkan proses belajar siswa. Pendapat guru Bahasa Indonesia tentang perilaku, strategi, dan hasil pelaksanaan pembelajaran kontekstual dikaitkan dengan apa itu pengajaran Bahasa Indonesia, bagaimana buku tes atau bahan ajar yang digunakan, tujuan PBI, peranan guru, siswa dalam PBM Bahasa Indonesia dikelas yang konstrktive, tidak terbukti pelaksanaannya dikelas ketika pengamatan dilakukan. Indikator-indikator perilaku mengajar kontekstual guru SMP Negeri 1 Tomohon yang diperlukam untuk memaksimalkan proses belajar siswa, pada umumnya hanya sedikit muncul proses belajar mengajar Bahasa Indonesia. Artinya perilaku mengajar mereka yang kontekstual  dapat dikatakan sangat kurang untuk memaksimalkan proses belajar dikalangan siswa. Indikator pembelajaran kontekstual yang sama sekali tidak muncul dalam proses pembelajaran adalah: (1) siswa terlibat secara aktif dalam merancang, melakukan dan mengevaluasi kegiatan pembeajaran; (2)siswa didorong untuk  belajar dari siswa yang lain melalui kegiatan belajar dan kerjasama, kerja tim dan refleksi diri. Kemampuan kerjasama menjadi dorongan utama dalam belajar; (3) pembelajaran dihubungkan dengan kegiatan di dunia nyata atau dihubungkan dengan isu yang disimulasikan dengan masalah konkret sekitar diri siswa ;(4) Pemanfaatan dan pengembangan konteks kehidupan siswa yang sangat variatif dan pengetahuan awal siswa sangat penting untuk dimanfaatkan dalam belajar;dan (5) Guru bertindak sebagai fasilitator dalam pembelajaran siswa . Indikator konstruktif linnya memang muncul dalam proses pembelajaran tetapi tidak banyak atau hanya sedikit frekuensinya.

Deri Saputra; Andarweni Astuti; Gunawan Gunawan

Sike Rabano adalah dzikir yang menggunakan alat musik rebana. Sike rabano pada awalnya berfungsi  untuk mengajak masyarakat untuk berdzikir melalui hiburan untuk penyebaran agama Islam. Tujuan dari penelitian ini ditinjau dari (1), Sejarah kemunculan kesenian ini. (2), perkembangan dan perubahan nilai yang terjadi di masyarakat Koto Tuo Ujung Pasir. (3), dan Strategi dalam pelestarian kesenian tradisonal Sike Rabano di tengah perubahan sosial masyarakat. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi, observasi. Hasil penelitian ditemukan bahwa (1), Sike rabano muncul diperkirakan pada awal abad ke-13 M. Kemunculan sike rabano dikaitkan dengan munculnya penyebaran agama islam di Kabupaten Kerinci. (2). Perkembangan dan perubahan dari kesenian sike rabano ini meliputi perubahan dalam pelaksanaan, perubahan pada syair dan perubahan pada segi nilai yang terjadi pada masyarakat. (3). Strategi untuk pelestarian sike rabano dengan solidaritas antar warga, kesadaran dan regenerasi pengajaran sike rabano secara turun temurun pada masyarakat Koto Tuo Ujung Pasir.

Deri Saputra; Andarweni Astuti; Gunawan Gunawan

Sike Rabano adalah dzikir yang menggunakan alat musik rebana. Sike rabano pada awalnya berfungsi  untuk mengajak masyarakat untuk berdzikir melalui hiburan untuk penyebaran agama Islam. Tujuan dari penelitian ini ditinjau dari (1), Sejarah kemunculan kesenian ini. (2), perkembangan dan perubahan nilai yang terjadi di masyarakat Koto Tuo Ujung Pasir. (3), dan Strategi dalam pelestarian kesenian tradisonal Sike Rabano di tengah perubahan sosial masyarakat. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi, observasi. Hasil penelitian ditemukan bahwa (1), Sike rabano muncul diperkirakan pada awal abad ke-13 M. Kemunculan sike rabano dikaitkan dengan munculnya penyebaran agama islam di Kabupaten Kerinci. (2). Perkembangan dan perubahan dari kesenian sike rabano ini meliputi perubahan dalam pelaksanaan, perubahan pada syair dan perubahan pada segi nilai yang terjadi pada masyarakat. (3). Strategi untuk pelestarian sike rabano dengan solidaritas antar warga, kesadaran dan regenerasi pengajaran sike rabano secara turun temurun pada masyarakat Koto Tuo Ujung Pasir.