Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 1-7 of 7

Analytics

Nayla Zahra Basyalwi; Dwi Astuti Wulandari; Qiara Kaila Ayynda; Shella Mitha Adelia; Kamil Ghiffary Abdurrahman

Jurnal Pengabdian dan Perubahan Sosial 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Educational inequality in Indonesia remains a significant challenge, as reflected in the low proportion of citizens with higher education degrees and the predominance of high school graduates as the highest educational attainment. University students, as part of the educated minority, hold a moral responsibility to redistribute the academic privilege they possess to the broader community. This article presents a report on a Community Service Program (PKM) titled It’s English Buddy, an online English-teaching initiative launched by students of the International Relations Study Program at UPN Veteran Jakarta. The program offers individual and group English conversation sessions at affordable prices, adopting a non-distributing profit approach to ensure operational sustainability. Supported by literature on the effectiveness of online learning in enhancing academic performance through flexibility and accessibility, the program has successfully reached participants of various ages and backgrounds. The results show that most participants are women and were recruited primarily through personal networks, highlighting the importance of public communication strategies and trust-building. Overall, It’s English Buddy demonstrates the potential of student-led grassroots educational initiatives as a meaningful contribution to expanding learning opportunities within society.

Zagoto, Alfin Susanto

Jurnal Pengabdian Sosial 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

The creative Sunday School teaching program at GKSI Imanuel Teretek was implemented as a community service initiative focused on increasing children’s enthusiasm for participating in spiritual activities. The program was motivated by initial findings showing that many children exhibited declining interest due to monotonous learning methods that lacked creative engagement. Therefore, the service team designed a series of activities based on creative approaches, including the use of visual media, educational games, art activities, and interactive storytelling to align learning with the developmental needs of children. The implementation process was carried out through several stages, including observation, material planning, activity execution, and evaluation. The results showed a significant increase in attendance, active participation, and positive responses from the children. They appeared more engaged, more willing to ask questions, and better able to remember biblical messages through enjoyable and easy-to-understand activities. Additionally, Sunday School teachers gained new insights regarding creative teaching strategies that can be applied sustainably. These findings affirm that innovation in teaching methods has a real impact on children’s learning motivation and strengthens the church’s role in nurturing faith from an early age.

Edy Firmansyah; Arham Syaukani; Dea Okviar Egano Napitupulu; Ficha Aulia Nanda; Ilhamsyah Siregar +1 more

Jurnal Pelayanan Masyarakat 2024 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Madrasah Tsanawiyah Azzidin Medan is a junior high school in Medan Denai District that promotes not only through manual media, but also through social media. However, during the period of 2023, the number of students who want to attend Madrasah Tsanawiyah Azzidin has decreased from 85 students in 2022 to 73 students in 2023. This is because there are still many teachers, education staff and school marketing staff who are unable to convey good and positive communication to prospective consumers through e-wom facilities, so they are less able to give a positive impression when conducting promotions. As a result, promotions with e-wom have not been utilized optimally, which makes parents of students as consumers unable to communicate carefully every message and positive impression through the school, because they still prioritize manual promotions, so that many of these prospective consumers have not been moved, so they decide not to attend Madrasah Tsanawiyah Aidin Medan Denai so that training and teaching are needed regarding the implementation of e-WOM. The method of implementing this training is done by conducting lecture methods, as well as through real presentations and simulations in implementing e-WOM applications on social media to carry out promotional activities in order to increase the number of students attending Madrasah Tsanawiyah Azzidin Medan. From the results of community service in the form of training on implementing e-WOM marketing applications, it can be seen that 37 education personnel, teachers and marketing personnel at Madrasah Tsanawiyah Azzidin Medan can improve their ability to implement the use of e-WOM applications when conducting promotions to increase the number of students who will attend Madrasah Tsanawiyah Azzidin Medan.

Ika Febriana; Febrina Panggabean; Ibrena Br Tarigan; Josua Al CH Sinaga; Win Sara Diwa

Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa 2024 Universitas Maritim AMNI Semarang

This study aims to analyze the implementation of Indonesian language in teaching Physical Education and its impact on the effectiveness of learning in students of the Physical Education, Health, and Recreation Study Program. The use of Indonesian language as a medium of instruction is expected to improve students' understanding of concepts, involvement, and active participation in academic activities. This study collected data through observations and questionnaires distributed to third-semester students. The results of the study indicate that the effective use of Indonesian language in teaching physical education, health, and recreation contributes positively to students' understanding of the material, increases involvement in class discussions, and facilitates better communication between lecturers and students. These findings provide important insights for the development of teaching strategies at the higher education level, especially to improve the quality of learning in the field of Physical Education.    

Marizka, Rivana Dinda; Permatasari, Mutiara; Santi, Wike Kusnia Nira; Maharani, Kinanthi Asta; Sutarto, Sutarto

Jurnal Ilmiah multidisiplin 2024 Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Pengembangan sikap profesional guru IPA merupakan faktor krusial dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Sikap profesional mencakup kompetensi, etika kerja, dan komitmen terhadap profesi. Guru yang profesional mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif, berperan sebagai komunikator yang efektif dan fasilitator yang mendukung keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi sikap profesional guru IPA, termasuk pendidikan formal, pelatihan berkelanjutan, dan lingkungan sekolah yang mendukung. Selain itu, strategi pengembangan profesionalisme guru, seperti mentorship dan program pelatihan, juga dibahas. Evaluasi diri dan pemberian umpan balik konstruktif merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas pengajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan lembaga pendidikan dan kolaborasi antar sekolah berperan signifikan dalam pengembangan sikap profesional guru IPA.

Tetty Nur Intan Rifia

Jurnal Mutiara Ilmu Akuntansi (JUMIA) 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui partisipasi pelaku UMKM di lokasi wisata Ciung Wanara kabupaten Ciamis dalam menumbuhkembangkan ekonomi kreatif pasca pandemi Covid 19. Penelitian dilakukan pada tanggal 21 hingga 23 Oktober 2022 kepada 25 pelaku UMKM. Metode yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diolah menggunakan observasi lapangan, wawancara dan studi Pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku UMKM optimis dan yakin mampu bangkit Kembali dan dapat meningkatkan pendapatan usahanya. Pelaku UMKM perlu mengupgrade skill kemampuan dengan melakukan penguasaan digital marketing serta melengkapi legalitas ijin usaha berupa Nomor Induk Berusaha (NIB). Strategi yang dilakukan antara laian membantu para Wirausahawan (pemilik warung) yang berada di dalam lingkungan tempat Wisata Ciung Wanara dengan membantu mereka dalam pembuatan Kartu NIB (Nomor Induk Berusaha) untuk Legalitas usaha mereka. Selain itu memberikan pengajaran dalam hal Kewirausahaan (baik bagi mereka yang sudah menjadi Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif & UMKM atau Wirausahawan) maupun bagi mereka yang baru akan memulai menjadi Wirausahawan. Lalu dengan memberikan pelatihan bagi semua Pelaku Usaha (Wirausahawan) yang ada di tempat Wisata Ciung Wanara berupa pembuatan Catatan Pengelolaan Keuangan untuk usaha yang sedang mereka jalankan  

Rahmat Hidayat; Asrindah Nasution; M.amri Nasution

Jurnal Nusantara Berbakti 2023 Universitas Kristen Indonesia Toraja

Saat ini, banyak orang memperhatikan peningkatan jumlah orang terpelajar yang mempelajari siswa dan mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif. Seiring kemajuan teknologi, orang lebih cenderung menggunakan smartphone daripada belajar dan membaca buku. Karena buku adalah kumpulan ilmu. Hal inilah yang dialami oleh Sekolah Mitra Tim Pengusul. Selain meningkatkan motivasi belajar siswa, terdapat strategi pengajaran yang dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap suatu mata pelajaran, khususnya bahasa Inggris. Hal ini berdasarkan temuan observasi awal yang dilakukan oleh tim pengusul. Permasalahan mitra yaitu perpustakaan sekolah tersebut dapat dikatakan masih sangat jauh dari kata layak, baik dari kuantitas siswa atau kualitas pemebelajarannya.             Sistem pembelajaran yang menggunakan metode kolot membuat siswa kurang semangat untuk mempermainkan dan menerima pembelajaran seolah-olah. Oleh karena itu, tim tutor ingin menerapkan metode paper-hanging untuk meningkatkan kosa kata dan tata bahasa, serta menulis dan belajar bahasa Inggris. Selain pengembangan strategi pembelajaran yang lebih baik, permasalahan mitra yang terlihat di lorong adalah minimnya perlengkapan sekolah. Hal ini terlihat saat guru mengamati kelas untuk pertama kalinya. Guru memperhatikan bahwa guru tidak menggunakan papan tulis selama pelajaran. Guru menggunakan media untuk membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan efektif. Dengan penambahan media pembelajaran, kemampuan belajar siswa meningkat, meskipun pembelajaran hanya dilakukan secara terbatas. Tidaklah sulit bagi seorang guru untuk menciptakan sebuah media yang dapat menginspirasi siswa agar lebih tertarik untuk belajar. Guru harus mencermati media yang digunakan saat mengajar siswa. Diharapkan inisiatif Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dapat memberikan solusi bagi sekolah untuk meningkatkan kinerjanya dengan memperbolehkan guru menggunakan teknologi pendidikan sekaligus memperbolehkan siswa menggunakan teknologi pendidikan selama di sekolah.