Publication Search

65,449 articles from 545 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-7 of 7

Analytics

Ira P. Ely; Aulia Debby Pelu; Lukman La Bassy

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Pumpkin (Cucurbita moschata) is an important vegetable because of its nutritional value and health benefits. This plant is a rich source of carotenoids, which are rich in water-soluble vitamins, phenolics, flavonoid polysaccharides, mineral salts, and vitamins, all of which are beneficial for health. Pumpkin fruit has a very thick and hard skin, so it can act as a barrier to the rate of respiration, the release of water through the evaporation process, and the entry of air that causes the oxidation process. The purpose of this study was to determine the antibacterial activity of pumpkin seed extract (curcubita moschata). ) against the inhibition of staphylococcus aureus bacteria by well diffusion method. This type of research is a true experimental laboratory using the well diffusion method. The ethanol extract of pumpkin seeds (curcubita moschata) which was tested using the well method was then divided into several concentrations including 10%, 15%, 20%, and 25%. On the NA media that has been made then smeared with Staphylococcus aureus bacteria which had been previously sterilized, then four wells were made in a petri dish after which pumpkin seed extract was added to each concentration. Chloramphenicol was used as a positive control as a positive control. It was then incubated at 37o for 24 hours, then the inhibition zone formed was then measured. The result of this research is pumpkin seed extract (curcubita moschata) has antibacterial activity in the presence of inhibition around the wells of each extract concentration. At a concentration of 10% extract with an inhibitory diameter of 19 mm, a concentration of 15% in an inhibitory diameter of 20 mm, a concentration of 20% in an inhibitory diameter of 21 mm and for a concentration of 15% with an inhibitory diameter of 24 mm, it can be concluded that the extract of pumpkin seeds (curcubita) moschata.) has antibacterial activity against Staphylococcus aureus.

Aulia Debby Pelu; Hamka Sangkala; Akbar Mahfudz Ismail

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2022 Universitas Muhamadiyah Manado

Jackfruit leaves are one of the medical plants that have many benefits. In general, jackfruit leaves are known as animal feed, but behind their function as animal feed, jackfruit leaves have health benefits because jackfruit leaves contain antimicrobials including flavonoids, tannins, saponins that can dissolve in water and can work to damage cytoplasmic membranes and denature cell proteins bacteria. Staphylococcus aureus is a gram-positive bacterium and is arranged in clusters (like grapes). Some infectious diseases caused by these bacteria are impetigo, boils, acne, wound infections, toxic shock syndrome, and other types of pathogenic. This study was conducted to determine the effect of jackfruit leaf extract dissolved using 70% ethanol as a solvent on the growth of staphylococcus aureus bacteria. The method used is the maceration method for the phytochemical screening test, and the disc diffusion method for the antibacterial activity test. The results of the phytochemical screening contained secondary metabolite compounds in jackfruit leaves and for the results of the antibacterial activity test of jackfruit leaf ethanol extract against the growth of staphylococcus aureus bacteria there was antibacterial activity inhibition with high inhibition at 80% concentration with a diameter of 13mm.

Risman Tunny; Aulia Debby Pelu; Sultina Syari

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Rumput laut atau alga (euceuma cottanii) telah dimanfaatkan penduduk pantai di Indonesia untuk bahan pangan dan obat-obatan. Negara kepulauan, Indonesia dapat memanfaatkan sumber daya perairan dengan maksimal untuk di jadi suatu produk farmasi. ,mengandung senyawa biokimia sebagai metabolik sekunder salah satunya sebagai aktivitas antibakti, Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol pada Eucheuma Cottonii dapat menghambat bakteri Staphylococcus Aureus. Metode yang di gunakan yaitu difusi sumuran dan metode in nova. Pada penelitian ini dilakukan uji skrining fitokimia dan uji aktivitas antibakteri ekstrak rumput laut hijau (euceuma cottanii) dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Ekstraksi rumput laut hijau (euceuma cottanii) dilakukan dengan menggunakan metode maserasi untuk mendapatkan ekstrak. Hasil uji skrining fitokimia ekstrak etanol 70% rumput laut hijau (euceuma cottanii) memiliki kandungan metabolit sekunder seperti : flavonoid dan steroid. Ekstrak rumput laut hijau (euceuma cottanii) mempunyai kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri staphylococus aureus dengan diameter zona hambat terbesar yaitu pada kosentrasi 30% sebesar 19 mm, dan diameter yang terkecil pada kosentrasi 10% sebesar 15 mm. Maka dapat di Simpulkan bahwa Hasil uji skrining fitokimia ekstrak etanol 70% rumput laut hijau (euceuma cottanii) memiliki kandungan metabolit sekunder seperti : flavonoid dan steroid. Ekstrak rumput laut hijau (euceuma cottanii) mempunyai kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri staphylococus aureus dengan diameter zona hambat terbesar yaitu pada kosentrasi 30% sebesar 19 mm, dan diameter yang terkecil pada kosentrasi 10% sebesar 15 mm.

Yurisna, Vincentia Chandra; Nabila, Fitria Syehrin; Radhityaningtyas, Dara; Listyaningrum, Fauzia; Aini, Nur

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2022 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) adalah salah satu flora khas yang berasal dari Ternate, Maluku dengan ciri kelopak bunga yang berwarna ungu, putih, merah muda, maupun biru. Bunga telang banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional sebab memberikan banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Selain itu, bunga telang juga sering diaplikasikan pada produk pangan sebagai pewarna alami. Bunga telang kaya akan komponen-komponen bioaktif, seperti flavonoid, tannin, dan antosianin. Potensi bunga telang sebagai zat anti bakteri disebabkan oleh keberadaan komponen bioaktif pada bunga telang yang memiliki kemampuan untuk menghambat aktivitas biologis mikroorganisme. Ekstrak bunga telang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Klebsiella pneumonia, Bacillus subtilis, Pseudomonas aeruginosa, Streptococcus agalactiae, Escherichia coli, Aeromonas hydrophila, Aeromonas formicans, Bacillus cereus, Salmonella typhi, Staphylococcus aureus, dan Proteus vulgaris. Ekstraksi bunga telang diperoleh dengan menggunakan metode maserasi. Metode maserasi mampu menghindari kerusakan senyawa-senyawa termolabil karena dilakukan pada temperatur rendah. Potensi bunga telang sebagai zat antimikroba banyak diterapkan di bidang pangan, baik dalam bentuk penambahan ekstrak pada produk pangan maupun mikrokapsul antosianin.

Alice Luhulima; Amelia Niwele; Sartika Sari Kadimas

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Anggur laut (Caulerpa racemosa) merupakan salah satu jenis tumbuhan yang bermanfaat untuk pengobatan terapi, anggur laut (Caulerpa racemosa) mengandung senyawa kimia yang berfungsi sebagai antibakteri seperti alkaloid, flavanoid, tanin, saponin dan steroid. Antibakteri adalah zat yang menghambat dan membunuh. Bakteri Staphylococcus aureus merupakan bakteri gram positif yang menyebabkan infeksi bernanah pada kulit manusia. Penelitian ini merupakan penelitian experimental laboratorium. Penelitian menggunakan ekstrak kental etanol 70% anggur laut (Caulerpa racemosa), variasi konsentrasi ekstrak yaitu 20%, 40%, 60%, dan 80%, untuk kontrol negatif menggunakan aquades dan untuk kontrol positif menggunakan cloramphenicol. Pada pengujian antibakteri ekstrak etanol 70% anggur laut (Caulerpa racemosa) terhadap bakteri Staphylococcus aureus menunjukan bahwa pada konsentrasi 80% dan 60% sensitif untuk menghambat pertumbuhan bakteri dengan diameter zona hambat sebesar 32 mm dan 29 mm, sedangkan konsentrasi 20% dan 40% intermedian menghambat pertumbuhan bakteri dengan diameter zona hambat 24 mm dan 26 mm. Kontrol negatif tidak terjadi aktifitas antibakteri dan tidak memiliki diameter zona hambat, kontrol positif mempunyai diameter zona hambat yaitu sebesar 30 mm. Dari hasil tersebut maka anggur laut (Caulerpa racemosa)berfungsi sebagai antibakteri.

Lisa Potti; Amelia Niwele; Arni Mardiana Soulisa

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tanaman obat merupakan tanaman yang sangat popular yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional dan jamu, yang bila dikonsumsi akan meningkatkan kekebalan tubuh (immune system). Salah satu jenis tanaman yang berkhasiat obat adalah tanaman pepaya, mulai dari daun, buah hingga bijinya. Salah satu bagian dari pepaya yang ternyata juga memiliki khasiat sebagai bahan obat adalah kulit dari buah pepaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder yang ada di dalam kulit buah pepaya (carica papaya L.) Serta mengetahui aktivitas antibakteri ekstral etanol kulit buah pepaya (carica papaya L.) Terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Ekstraksi dilakukan dengan menggunakan metode maserasi selama 3 hari dan remaserasi selama 1 hari dengan pelarut etanol 96%. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorium. Metode difusi agar sumuran digunakan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit buah pepaya (carica papaya L.) Larutan dibuat dengan variasi konsentrasi yaitu 50% 100% dan 150% dalam b/v dengan kontrol positif kloramfenikol dan kontrol negatif aquadest. Pengamatan yang dilakukan untuk uji skrining fitokimia ekstrak etanol kulit buah pepaya asal Desa Negeri Lima mengandung senyawa tanin, alkaloid dan saponin. Hasil uji antibakteri ekstrak etanol kulit buah pepaya memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus pada konsentrasi 50% sampai dengan 150% dengan rata-rata diameter zona hambat 16,00 mm sampai dengan 21,50 mm dengan kategori kuat hingga sangat kuat. Hal ini menunjukan bahwa ekstrak kulit buah pepaya (carica papaya L.) Mempunyai pengaruh terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.

Anatje J. Pattipeilohy; Cut Bidara Panita Umar; Mnhammad Taip Pattilouw

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The tapak dara plant is known as an ornamental plant that is efficacious for relieving muscle pain , antidepressant , medicine for various diseases ( ie relieving swelling caused by wasp stings , nosebleeds and sore throats ), antidote , antibacterial , and lowering blood pressure in humans . Purpose of   Research of this is to identify the content of the chemical from the leaves of tread virgin ( Catharantus roseus ), which serves as an antibacterial and to test the activity of antibacterial extract ethanol leaves tread virgin ( Catharantus roseus ) against the growth of bacteria Staphylococcus aureus by using the method of diffusion in order. Method which are used in research this is experimental by using the method of diffusion in order. This study used concentrations of 5%, 20%, 60%, and 80%. Positive control (+) chloramphenicol antibiotic , negative control (-) aquadest . Results of the study is the extract of leaves of Tread Dara ( Catharantus roseus ) can inhibit the growth of bacteria in a concentration of 80% by having an average zone of inhibition of which is 21 mm including the category is very strong and the concentration of 60% at 20 mm.