SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

29,653 articles from 386 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-11 of 11

Analytics

Sebastian Yordan Pa; Ni Putu Rai Yuliartini; Dewa Gede Sudika Mangku

Perspektif Administrasi Publik dan hukum 2026 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

This article explores the concept and implementation of restorative justice in Indonesia, an approach currently at a crucial crossroads within the criminal justice system. Rather than solely focusing on punishment, restorative justice offers a path towards repairing relationships between victims, offenders, and the community, seeking solutions oriented around conflict resolution. Through comprehensive analysis, this paper identifies the philosophical foundations and regulations supporting the adoption of restorative justice, while dissecting the dynamics of its application across various levels of legal processes in Indonesia. However, this noble endeavor is not without its challenges, ranging from institutional resistance and uneven understanding to harmonization with the conventional criminal law framework. Behind every case lies a human story yearning for more substantive justice. Therefore, this article argues that the success of restorative justice does not merely lie in its legal umbrella, but in our ability to understand and embrace the human dimension in every dispute resolution process. Consequently, this paper recommends adaptive and collaborative strategies to strengthen the role of restorative justice, ensuring it can guide our criminal justice system towards a more just and dignified future for all parties.

Bagus Acung Billahi; Kukuh Wisnuaji Widiatmoko

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2025 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Beban gempa merupakan representasi dari beban statik ekuivalen yang diaplikasikan pada seluruh bagian struktur bangunan atau pada bagian tertentu, dengan tujuan menirukan efek gerakan tanah akibat aktivitas seismik. Di antara berbagai metode analisis, analisis time history dikenal sebagai teknik yang paling presisi dalam memprediksi respons struktur terhadap gempa. Namun, penerapan metode ini memerlukan proses perhitungan yang kompleks dan cukup menyita waktu. Untuk menyederhanakan proses tersebut, digunakan pendekatan analisis statik ekuivalen, yang terbukti cukup efektif, khususnya pada struktur bangunan yang bersifat simetris. Prosedur perhitungan dalam metode ini mencakup evaluasi gaya geser serta simpangan antar lantai, dengan studi kasus berupa gedung perkantoran yang berlokasi di Kota Semarang. Perangkat lunak SAP2000 dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam melakukan analisis tersebut. Berdasarkan hasil analisis, gaya geser dan simpangan antar lantai yang diperoleh telah sesuai dan memenuhi ketentuan yang ditetapkan dalam standar SNI 1726:2019 untuk bangunan gedung.

Aisyah Sukmaayu Jatiningsih; Ayu Hapsari, Rahma Nindya

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2025 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Bangunan yang berada di daerah rawan gempa dengan tanah lunak cenderung memiliki tingkat kerentanan yang lebih tinggi. Dalam merancang struktur bangunan bertingkat, beban gempa menjadi salah satu parameter utama yang sangat berpengaruh. Kekuatan sebuah bangunan ditentukan oleh elemen-elemen struktur yang menopangnya dan kolom merupakan elemen struktur yang memiliki peran penting dalam konstruksi. Jika kolom mengalami kegagalan, bangunan yang ditopangnya berpotensi runtuh. Oleh karena itu, rendahnya ketahanan konstruksi di wilayah ini tetap menjadi permasalahan yang sedang diteliti saat ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh variasi dimensi kolom terhadap struktur bangunan terhadap gempa, sehingga diperoleh ukuran dimensi kolom yang paling optimal. Pada penelitian ini, objek yang digunakan adalah bangunan 8 lantai yang terdiri dari lantai 1-3 merupakan kantor dan lantai 4-8 merupakan hunian. Pada perencanaan ulang bangunan ini berpedoman pada persyaratan beton struktural (SNI 2847:2019), perencanaan ketahanan gempa (SNI 1726:2019), dan beban minimum untuk perancangan bangunan gedung dan struktur lain (SNI 1727:2020), dengan pemodelan menggunakan software ETABS V.22. Redesain bangunan ini untuk mengetahui ukuran dimensi kolom yang paling optimal. Hasil penelitian perubahan dimensi kolom terhadap kekuatan struktur bangunan yakni dengan memperbesar dimensi kolom, kapasitas penampang bertambah yang dapat meningkatkan ketahanan kolom terhadap beban gempa. Selain itu, dimensi yang lebih besar juga membantu mengurangi tegangan aksial pada kolom, sehingga menurunkan risiko kegagalan akibat tegangan berlebih atau kelelahan material. Semakin besar dimensi kolom yang digunakan maka semakin kecil nilai simpangan yang dihasilkan. Artinya dengan dimensi kolom yang lebih kecil memiliki resiko yang lebih tinggi, sebab nilai simpangan lebih dekat dengan batas yang diijinkan. Akan tetapi hasil analisis menunjukkan bahwa dimensi kolom dengan berbagai variasi masih aman dari pengaruh delta izin.

Aulia, Yuris; Hadi, Suprapto

Jurnal Teknik Sipil 2025 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Persimpangan jalan merupakan titik pertemuan pada jaringan transportasi di mana dua atau lebih ruas jalan bertemu, yang dapat menimbulkan konflik arus kendaraan. Kondisi lalu lintas sangat mempengaruhi kinerja jalan, terutama pada persimpangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja Simpang Tiga Yogya Mall Kota Tegal melalui evaluasi lalu lintas dan simulasi, dengan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi kemacetan. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan untuk mengumpulkan data volume arus kendaraan dan geometrik jalan, serta perhitungan kapasitas jalan menggunakan metode PKJI 2023. Simulasi dilakukan dengan aplikasi Vissim, dengan kalibrasi dan validasi parameter perilaku pengemudi untuk mendekati kondisi aktual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja simpang pada kondisi eksisting sesuai dengan standar PKJI 2023 memiliki tingkat pelayanan D dengan derajat kejenuhan (DJ) rata-rata 0,81 dan tundaan rata-rata 38,66 detik per kendaraan. Hasil simulasi menunjukkan peningkatan ke tingkat pelayanan C dengan tundaan yang lebih rendah (28,84 detik). Implikasi dari hasil penelitian ini adalah rekomendasi untuk mengoptimalkan arus lalu lintas di simpang tersebut melalui penerapan pengaturan sinyal yang lebih efisien dan penyesuaian geometrik simpang, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi kemacetan di Simpang Tiga Yogya Mall Kota Tegal

Gavin Berylian Josepto; Marvin Donald Richardo Aronggear; Rafif Dhia Yusrana; Jadiaman Parhusip

Teknik: Jurnal Ilmu Teknik dan Informatika 2024 LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - Studi Ekonomi Modern

Penelitian ini menganalisis distribusi dan variasi alokasi anggaran APBN 2024 di tingkat provinsi di Indonesia menggunakan pendekatan statistik deskriptif. Data diolah untuk menghitung rata-rata dan simpangan baku anggaran setiap provinsi guna mengidentifikasi ketimpangan alokasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya ketimpangan signifikan, dengan DKI Jakarta memiliki rata-rata anggaran tertinggi sebesar Rp. 2,4 triliun, sedangkan provinsi lain seperti Gorontalo dan Maluku Utara berada jauh di bawahnya. Selain itu juga, ketimpangan internal juga ditemukan, terutama di wilayah Papua. Temuan ini mengindikasikan perlunya kebijakan redistribusi anggaran yang lebih merata untuk mendukung pembangunan yang merata di seluruh wilayah Indonesia.

Ali, Zahdan Ferdian; Mulatsih, Retno; Amalia, Listiati

Jurnal Universal Technic (UNITECH) 2024 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Persimpangan merupakan simpul dalam jaringan transportasi dimana duaatau lebih ruas jalan bertemu dan pada simpang inilah terdapat potensi konflik lalulintas yang mungkin akan terjadi. Terutama pada simpang empat bersinyal Hangtuah kota Tegal, dimana salah satu upaya untuk mengurangi konflik lalu lintas dengan melakukan pengaturan ulang waktu siklus dan fase pada simpang. Simpang diberi pengaturan APILL bertujuan untuk menghindari terjadinya konflik lalu lintas sehingga dapat meningkatkan keselamatan, dan sebagai upaya untuk mempertahankan kapasitas jalan. Metode yang digunakan dalam analisis kinerja simpang adalah menggunakan  perhitungan menggunakan MKJI dan software PTV VISSIM.Sedangkan untuk analisis konflik lalu lintas dengan melakukan pengamatan langsung dan dibandingkan dengan software SSAM untuk mengetahui jumlah konflik yang terjadi. Langkah selanjutnya yaitu dengan memberikan rekomendasi penanganan dari permasalahan konflik lalu lintas dengan menggunakan softwarePTV VISSIM.

Marwan Lubis; Hamidun Batubara; Deni Maulana

Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil 2024 Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Intersections are the most important factor in determining the capacity and travel time on a road section. The development of transportation in the city of Medan has had an impact on increasing the movement of people, goods and services. This also greatly demands increased transportation facilities and infrastructure in the city of Medan. The increase in the number of vehicles that is not balanced with infrastructure will cause conflicts on roads, especially at the intersection of three Jalan-Sisingamangaraja Jalan .Alfalah To anticipate This requires further study or research. In this research, analysis of intersection performance calculations uses the 1997 (MKJI) guidelines. The survey was carried out on Monday 14 August 2023 to 20 August 2023. Then the peak hours were searched for the volume of vehicle flow crossing the three intersections. Then create a new cycle time for the intersection. The results of the analysis in this research, from survey results, by looking for new cycle times to reduce queue lengths and delays (Delay). The new cycle time obtained to reduce queue lengths and delays for the three intersections on the northern approach is 859.927 seconds/intersection. Then at the southern approach with a total delay of 2,056,013 sec/intersection and at the western approach with a delay of 307,555 sec/intersection. For existing conditions the queue length (QL) is 1321 meters for the northern approach, (QL) 1372 meters for the southern approach and (QL) 1321 meters for the west

Rido Muhamad Affandi; Marwan Lubis; Hamidun Batubara

Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil 2024 Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Special stopping space for motorbikes is one of the facilities for motorbikes to stop at intersections during the red phase. This special stopping space has been tested on a limited scale to support the movement of motorbikes at signalized intersections in large cities in Indonesia. This research aims to evaluate the intersection and then plan a special stopping room according to the number of motorbikes piling up during the red phase at the intersection. Intersection evaluation is carried out based on primary data and secondary data. The calculation method is guided by the 1997 Indonesian Road Capacity Manual (MKJI) and Technical Planning Guidelines for Special Stop Spaces (RHK) for Motorcycles at Signalized Intersections in Urban Areas.The traffic behavior of the existing intersection is, west approach capacity 335 pcu/hour, DS (Degree of Saturation) 1,878, queue length 97 m and average delay 157 sec/pcu. East approach capacity is 342 pcu/hour, DS (Degree of Saturation) is 2,295, queue length is 97 m, and average delay is 169.3 sec/pcu. North approach capacity is 600 pcu/hour, DS (Degree of Saturation) is 0.546, queue length is 157 m, and average delay is 69.2 sec/pcu. South approach capacity is 941 pcu/hour, DS (Degree of Saturation) 0.987, queue length 245 m, and average delay 111.6 sec/pcu.The special stopping space design on the northern approach is 2 lanes with an approach lane and an area of ​​84 m2; on the southern approach, namely 2 lanes with an approach lane and an area of ​​84 m2; on the western and eastern approaches do not meet the 2012 Age Work Department Service standards in RHK planning.

Suseno, Dhony Priyo; Syahputra, Muhammad Reza

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2023 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Abstract. Persimpangan merupakan area di mana tiga atau lebih jalan bertemu, berpotongan atau bersilangan. Rambu lalu lintas pada setiap persimpangan menggunakan ruang jalan pada persimpang. Persimpangan juga merupakan salah satu bagian terpenting dari jalan raya, dimana sebagian besar kapasitas lalu lintas, kecepatan, waktu perjalanan, keamanan dan kenyamanan akan tergantung pada perencanaan persimpangan tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kinerja persimpangan pada simpang jrakah Kota Semarang dengan melakukan survei lapangan untuk memperoleh data geometri persimpangan, waktu sinyal, jumlah volume kendaraan.Untuk dilakukan analisis data dengan menggunakan MKJI 1997 untuk memperoleh hasil analisis berupa, kapasitas pendekat simpang bersinyal, derajat kejenuhan, panjang antrian, tundaan rata-rata, dan indeks tingkat pelayanan pada simpang bersinyal dengan APILL. Hasil analisis berdasarkan MKJI 1997 dan permen KM no 14 tahun 2006 di peroleh Indeks Tingkat Pelayanan (ITP)  simpang jrakah Kota Semarang, berdasarkan nilai derajat kejenuhan (DS) untuk tingkat pelayanan berdasarkan data hasil analisis di peroleh tingkat pelayanan E untuk pendekat simpang SI ST dan HA RT tingkat pelayanan D untuk pendekat simpang WO RT dan WO ST sedangkan untuk tingkat pelayanan berdasarkan data hasil survey di peroleh tingkat pelayanan C untuk pendekat simpang SI ST dan WO ST tingkat pelayanan D untuk pendekat simpang HA RT dan WO RT. Keywords: APILL; Derajat Kejenuhan; ITP; MKJI; Pendekat Simpang.

Roma Andika

Jurnal Universal Technic (UNITECH) 2022 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Persimpangan merupakan simpul dalam jaringan transportasi dimana dua atau lebih ruas jalan bertemu dan pada simpang inilah terdapat potensi konflik lalu lintas yang mungkin akan terjadi. Terutama pada simpang empat bersinyal Maya kota Tegal, dimana salah satu upaya untuk mengurangi konflik lalu lintas dengan melakukan pengaturan ulang waktu siklus dan fase pada simpang. Simpang diberi pengaturan APILL bertujuan untuk menghindari terjadinya konflik lalu lintas dan sebagai upaya untuk mempertahankan kapasitas jalan. Metode yang digunakan dalam analisis kinerja simpang adalah menggunakan perhitungan pada MKJI dan menggunakan software PTV VISSIM. Sedangkan untuk analisis konflik lalu lintas dengan melakukan pengamatan langsung dan dibandingkan dengan software SSAM untuk mengetahui jumlah konflik yang terjadi. Langkah selanjutnya yaitu dengan memberikan rekomendasi penanganan dari permasalahan konflik lalu lintas dengan menggunakan software PTV VISSIM. Rekomendasi penanganan yang dilakukan yaitu dengan melakukan pengaturan ulang waktu siklus menggunakan pengaturan 3 fase dan 4 Fase, yang selanjutnya akan dibandingkan dengan kondisi awal. Dari rekomendasi yang telah dilakukan menggunakan software PTV VISSIM, didapatkan rekomendasi yang paling tepat adalah menggunakan pengaturan 3 Fase. Hasil dari simulasi pengaturan 3 fase, ternyata efektif mengurangi jumlah konflik lalu lintas dan tingkat pelayanan masih dalam kondisi baik.

Sarwanta, Sarwanta; Abdulgani, Hamdani

Jurnal Teknik Sipil 2022 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Persimpangan jalan sebidang  merupakan tempat pertemuan  arus kendaraan dari berbagai arah,  baik yang menuju  dan yang meninggalkan persimpangan. Hal ini mengakibatkan terjadinya konflik antar kendaraan yang pada saat bersamaan berada pada titik yang sama. Pada umumnya pengendara akan mengurangi kecepatan, hal ini akan mengakibatkan terjadinya tundaan. Evaluasi kinerja persimpangan perlu dilakukan, untuk mengetahui kinerja persimpangan terkini. Langkah antisipasi dapat segera dilakukan agar kinerja simpang dapat dijaga dan dipertahankan dalam kondisi baik. Dalam penelitian ini, akan dilakukan analisis kinerja persimpangan dengan menggunakan perangkat lunak Vissim, yang berlokasi pada simpang tidak bersinyal pasar butun, kota Balikpapan. Data yang diperlukan untuk masukan ke dalam model meliputi data arus lalu lintas pada jam sibuk atau jam puncak kepadatan dan data geometri persimpangan. Keluaran yang dihasilkan oleh model adalah informasi kinerja simpang berupa parameter Degree of Saturation (DS) pada kondisi eksisting yaitu sebesar 1,70 dan untuk kondisi 5 tahun yang akan datang 2,20.  Parameter panjang antrian dan waktu tundaan pada kondisi eksisting adalah 33,0 m dan 3,65 detik/smp dan untuk proyeksi 5 tahun yang akan datang adalah 87 m dan waktu tundaan 189 detik/smp.