Publication Search

73,455 articles from 714 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 622

Analytics

Anggie Pebriani; Dhiny Easter Yanti; Christin Angelina Febriani

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2026 Universitas Muhamadiyah Manado

Personal hygiene practices during menstruation is important to maintaining the reproductive health of adolescent girls and preventing reproductive organ infections. Poor hygiene causes post-menstrual problems in 5.2 million adolescents in Indonesia, such as reproductive tract infections, urinary tract infections, pathological vaginal discharge, fungal infections, genital area irritation, and unpleasant odor. Factors influencing personal hygiene practices during menstruation include knowledge, perceptions, attitudes, and infrastructure. This study was aimed determine the relationship between knowledge, perceptions, attitudes, and infrastructure and personal hygiene practices during menstruation among female students at the Daarussa'adah Qur'an Tahfidzil Islamic Boarding School in Pesawaran in 2026. This study was quantitative with a cross-sectional approach. The population was all female students at the Daarussa'adah Qur'an Tahfidzil Islamic Boarding School in Pesawaran, and a sample of 74 respondents was selected using total sampling. Data analysis used the chi-square test with a significance level of 95%. The results of the study showed a relationship between knowledge (p-value = <0.001; OR = 279.000), perception (p-value = <0.001; OR = 620.000), attitude (p-value = <0.001; OR = 165.333), and infrastructure (p-value = <0.001; OR = 0.002) and personal hygiene behavior during menstruation. Suggested for the Islamic boarding schools include routinely improving reproductive health education regarding personal hygiene during menstruation and providing adequate infrastructure to support the development of good knowledge, perceptions, and attitudes, so that female students can optimally implement personal hygiene behaviors during menstruation.

Neng Aisah; Isyana Rahayu

JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN (JISE) 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

The development of the internet and social media has encouraged e-commerce companies to utilize digital platforms as a marketing tool, one of which is Shopee through TikTok social media. The high frequency of digital advertising is thought to influence consumer attitudes, especially among Generation Z as active TikTok users. To determine the impact of Shopee's digital advertising frequency on consumer attitudes using promotions as a mediating variable on Generation Z TikTok social media users in Tasikmalaya, this study employed quantitative, descriptive, and verification techniques. A total of 100 respondents were sampled using purposive sampling techniques. An online questionnaire with a Likert scale of 1 to 5 was used to collect research data. Data were analyzed using Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) with the help of SmartPLS 4. The results showed that advertising frequency significantly and positively influenced consumer attitudes and promotions. In addition, promotions can mediate the effect of advertising frequency on consumer attitudes and have a beneficial and significant impact. These results indicate that consumer opinions towards Shopee will be more positive if advertisements are displayed more frequently and supported by appropriate promotions. This study serves as an academic reference and information source for businesses seeking to optimize social media-based digital marketing strategies.

Alvy Nur Hidayati; Ayu Aminatussyadiah; Rara Febrian Aurilawati

Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan 2026 PPNI UNIMMAN

A common health problem, especially in developing countries, is anemia. This is common among adolescent girls due to their lack of knowledge about anemia. This puts them at risk of developing anemia, particularly because menstruation is a contributing factor. Providing health education is expected to change behaviors toward a healthy lifestyle and contribute to preventing anemia among adolescent girls. This community service activity was held on May 26, 2026, at SMK Bhakti Indonesia Medika, and was attended by female students of childbearing age. The methods used included lectures, discussions, question-and-answer sessions, and sharing sessions. Pretests and posttests were used as evaluation materials to measure the increase in students' knowledge. The average pretest score was 7, while the average posttest score was 12, indicating a 5 point increase in knowledge about anemia among adolescent girls. The students demonstrated interest and enthusiasm during this activity. The results and conclusions of the e-booklet-based education program proved to be an effective alternative medium for increasing students' knowledge about anemia prevention. It is hoped that similar education can be implemented sustainably to improve the quality of healthy life in adolescent girls.

Mohamad Hisyam; Aynun Naim

Penelitian ini mengkaji strategi Kepala Madrasah MA Bali Bina Insani Tabanan dalam membentuk toleransi siswa melalui penguatan moderasi beragama di tengah masyarakat Hindu dengan guru lintas agama. Tujuannya: (1) mendeskripsikan strategi kepala madrasah, (2) menganalisis pengaruh moderasi beragama terhadap toleransi siswa di lingkungan multikultural, dan (3) mengidentifikasi faktor pendukung serta hambatan.Metode yang digunakan adalah kualitatif fenomenologi melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan triangulasi untuk uji keabsahan data.Hasil penelitian menunjukkan: (1) Strategi kepala madrasah mencakup pembelajaran, pengembangan karakter, kemitraan, lingkungan inklusif, dan evaluasi partisipatif. (2) Moderasi beragama tercermin pada komitmen kebangsaan, sikap anti kekerasan, serta penghormatan tradisi lokal yang membentuk toleransi siswa. (3) Faktor pendukung meliputi keterlibatan guru Hindu, praktik toleransi sehari-hari, dan dukungan masyarakat. Hambatan muncul dari perbedaan latar siswa, keterbatasan fasilitas, serta keraguan orang tua terhadap guru non-Muslim, namun diatasi dengan komunikasi persuasif, keteladanan, dan kolaborasi pasca Bali Democracy Forum 2016.

Johan Juliawan Adhi; Matheus Mangentang; Stenly Reina Paparang

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2026 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

This article examines the influence of cell group (komsel) leadership, Christian lifestyle, and discipleship on the growth of the congregation at Christian Ministry Church (CMC) Jakarta. Employing a quantitative correlational design with 140 respondents, the study operationalizes three independent variables (X₁ = cell leadership; X₂ = lifestyle; X₃ = discipleship) against the dependent variable (Y = congregational growth). Pearson correlation analysis reveals significant correlations between cell leadership and lifestyle (r = .800, p < .01) and between cell leadership and discipleship (r = .591, p < .01), whereas direct correlations with Y were non-significant individually. Multiple regression yielded R = .752 and R² = .566, indicating that collectively the three predictors account for 56.6% of variance in congregational growth. These findings reinforce the argument that organic church growth is multidimensional and that the synergistic interaction of cell leadership, moral integrity, and discipleship constitutes a coherent growth ecosystem. Theological and pastoral implications are discussed within frameworks of contemporary missiology and cell ecclesiology.

Simanjuntak, Ayub; Kurniawan, Martha Mulyani

Jurnal Silih Asah 2026 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi strategi manajemen kesiswaan berbasis nilai Kristiani serta kontribusinya terhadap pembentukan karakter peserta didik dalam lingkungan pendidikan multikultural di SDS Unity Primary School. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya kompleksitas keberagaman di lingkungan sekolah yang menuntut adanya pengelolaan peserta didik yang tidak hanya berorientasi administratif, tetapi juga mampu membangun sikap toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, dan karakter yang kuat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara, dan analisis dokumentasi sekolah, kemudian dianalisis menggunakan kerangka SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kesiswaan di SDS Unity Primary School diimplementasikan melalui integrasi nilai-nilai Kristiani, seperti kasih, integritas, tanggung jawab, kerendahan hati, dan pelayanan ke dalam berbagai kebijakan dan program kesiswaan. Keberagaman peserta didik yang terdiri atas berbagai agama dan etnis dikelola melalui pendekatan inklusif yang mendorong interaksi lintas budaya dan lintas agama. Analisis SWOT menunjukkan bahwa identitas spiritual sekolah, program pembinaan rohani, kegiatan ekstrakurikuler, serta dukungan orang tua menjadi kekuatan utama dalam pembentukan karakter peserta didik. Di sisi lain, keterbatasan pembina rohani dan tantangan sekularisasi menjadi faktor yang perlu diantisipasi. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa harmonisasi program kerohanian, ekstrakurikuler, dan program anti-perundungan berbasis pendekatan restoratif berkontribusi terhadap terciptanya iklim sekolah yang aman, toleran, dan harmonis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi manajemen kesiswaan berbasis nilai Kristiani efektif mendukung pembentukan karakter peserta didik serta dapat menjadi model pengelolaan pendidikan multikultural yang inklusif dan berorientasi pada pengembangan karakter secara holistik.

Trismanto; Sri Muryati; Bekti Setio Astuti; Sogimin; Gurendi Wiwoho

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membekali siswa SMK Negeri 11 Semarang dengan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dibutuhkan untuk bekerja di Jepang. Kegiatan dilaksanakan melalui metode penyuluhan dan workshop yang melibatkan 50 siswa kelas XII jurusan Teknik Grafika, Animasi, dan Pengembangan Game. Materi mencakup tiga pilar utama: kemampuan bahasa Jepang (minimal N5/JLPT), sikap kerja (disiplin, tanggung jawab, sopan santun, dan pantang menyerah), serta keterampilan teknis (hard skill, soft skill, dan survival skill). Tiga jalur ke Jepang diperkenalkan yaitu magang teknis (Ginou Jisshuu), Specified Skilled Worker (SSW), dan sekolah sambil bekerja (Ryuugakusei). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman dan motivasi siswa untuk mengejar peluang karier di Jepang. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan SMK di pasar kerja internasional.

Wiwit Zuriati Uno; Rifka Anggraini Anggai; Lisa Efriani Puluhulawa; Amelia Regina Arsyad

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman lokal yang kaya protein, vitamin, dan mineral, serta berpotensi mendukung pemenuhan gizi anak apabila diolah dalam bentuk yang lebih diterima. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui inovasi pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera) berbasis data empiris masyarakat sebagai permen pendukung gizi anak. Kegiatan dilaksanakan di Desa Tinelo, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, dengan sasaran ibu yang memiliki anak usia 5–12 tahun. Tahap awal dilakukan pengumpulan data empiris melalui wawancara semi-terstruktur untuk mengidentifikasi pola pemanfaatan daun kelor dan tingkat penerimaan anak. Selanjutnya dilakukan kegiatan edukasi mengenai manfaat gizi daun kelor serta pendampingan pembuatan permen herbal kelor sebagai inovasi pengolahan pangan berbasis kearifan lokal. Evaluasi kegiatan dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan kondisi pra dan pasca kegiatan terhadap perubahan pengetahuan, sikap, dan penerimaan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ibu terhadap manfaat gizi daun kelor, dukungan terhadap inovasi pengolahan, penerimaan anak terhadap konsumsi kelor, partisipasi aktif masyarakat, serta minat untuk mengolah daun kelor secara mandiri. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan pemberdayaan berbasis data empiris dan inovasi pangan lokal efektif dalam meningkatkan pemanfaatan daun kelor sebagai pendukung gizi anak.

Zaskia Nazwa; Anwar Sidik

Jurnal Pendidikan dan Kewarganegara Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Indonesia’s multicultural diversity poses serious challenges in maintaining social harmony, marked by increasing cases of intolerance driven by differences in ethnicity, religion, and culture. Education, particularly civics (PPKn), plays a strategic role in instilling tolerance values from an early age. This study aims to analyze the strategies used by elementary school teachers in cultivating tolerance attitudes through PPKn  learning, identify the implementation of tolerance values in classroom activities and student social interactions, and reveal the challenges faced by teachers along with effective and contextual learning strategies. This study employed a qualitative descriptive approach based on library research, collecting data from accredited scientific journals published between 2021 and 2025, sourced from databases including google scholar, DOAJ, and sinta- indexed journals. Data were analyzed using descriptive qualitative analysis through stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing, with source triangulation appliet to ensure validity. The findings reveal that affective teachers employ a holistic approach encompassing cognitive, affective, and psychomotor domains, consistent with Bloom’s revised taxonomy. Teachers serve not only as knowledge transmitters but also as moral role models, as supported by Bandura’s Social Learning Theory. Implementation is carried out through three channels: intracurricular, co-curricular, and extracurricular activities. Key challenges include dominance of cognitive approaches, limited understanding of multicultural education, and negative influencesof social media. This study implies the urgent need for continuous professional training for PPKn teachers, differentiated and inclusive learning design, and active collaboration between schools and families to strengthen the internalization of tolerance values in elementary school students.

Stefany, Fadean; Ghazali, Imam; Hanina Trisnanda, Salma; Maulidia, Putri

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Anemia masih menjadi problematika gizi utama pada remaja putri di Indonesia yang berdampak buruk terhadap performa akademik serta kesehatan reproduksi jangka panjang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran gizi terkait pencegahan anemia melalui intervensi edukasi sadar gizi di SMAN 1 Sampang. Metode yang diterapkan berbasis pendekatan partisipatif interaktif, meliputi ceramah, pemanfaatan media visual (leaflet dan poster), simulasi penyusunan menu sehat kaya zat besi, serta kuis edukatif. Evaluasi program diukur secara kuantitatif melalui instrumen pre-test dan post-test, serta secara kualitatif melalui observasi keaktifan peserta. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan mengenai definisi, dampak, dan pencegahan anemia, serta perubahan sikap positif terhadap pola konsumsi seimbang dan kepatuhan sarapan. Kesimpulannya, edukasi gizi yang terstruktur dan interaktif terbukti efektif dalam membangun kesadaran kesehatan remaja, sehingga dapat dijadikan strategi preventif yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Krismiyarsi; Hadi Karyono; Kunarto; Mahmuda Pancawisma Febriharini

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kenakalan remaja merupakan fenomena sosial yang semakin kompleks dan menjadi tantangan serius dalam kehidupan masyarakat, khususnya di lingkungan panti sosial pelayanan anak. Berbagai bentuk kenakalan remaja seperti pelanggaran tata tertib, pergaulan bebas, penyalahgunaan media digital, hingga tindakan yang berpotensi melanggar hukum menunjukkan pentingnya pembinaan karakter dan kesadaran hukum sejak dini. Kurangnya pemahaman tentang norma hukum, lemahnya kontrol diri, serta pengaruh lingkungan sosial menjadi faktor yang mendorong terjadinya perilaku menyimpang pada remaja. Kegiatan penyuluhan hukum yang dilaksanakan oleh Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus (UNTAG) Semarang di Panti Sosial Pelayanan Anak Tawangmangu, Karanganyar bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum, membangun karakter positif, serta memberikan pemahaman kepada remaja mengenai konsekuensi hukum dari setiap tindakan yang dilakukan. Metode yang digunakan berupa pendekatan edukatif dan partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, dan simulasi kasus sederhana yang dekat dengan kehidupan remaja. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan hukum mampu meningkatkan pemahaman remaja terhadap norma hukum dan sosial, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya perilaku disiplin dan tanggung jawab, serta mendorong terbentuknya sikap preventif terhadap tindakan kenakalan. Dengan demikian, penyuluhan hukum menjadi salah satu strategi efektif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kenakalan remaja melalui pembinaan kesadaran hukum dan penguatan karakter sejak usia dini.

Popi Permata; Rada seftika

DHARMA EKONOMI 2026 sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dharmaputra Semarang

This study aims to analyze the effect of financial literacy on financial management behavior through financial attitudes among students of Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI). The background of this research is the increasing importance of financial understanding among students in managing their personal finances effectively. This study uses a quantitative approach with a survey method, where data were collected through questionnaires distributed to UKRI students. The data were analyzed using statistical methods to examine both direct and indirect relationships between variables. The results indicate that financial literacy has a positive and significant effect on financial management behavior. Furthermore, financial attitudes are proven to mediate the relationship between financial literacy and financial management behavior, indicating that better financial knowledge shapes positive attitudes, which in turn improve financial behavior. The findings imply that improving financial literacy and fostering positive financial attitudes are essential in promoting better financial management among students. Therefore, educational institutions are encouraged to enhance financial education programs to support students in achieving financial well-being.

Senda, Siprianus Soleman; Undad, Rikardus; Ergon, Isfilus; Sipho Sewa Uma, Pietro Yustiniano; Kuki, Irene Sunirma +3 more

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2026 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Artikel ini bertolak dari kenyataan bahwa banyak umat telah mendengar sabda Allah dalam Liturgi dan pengajaran Gereja, namun belum sepenuhnya menghidupinya dalam kehidupan sehari-hari. Situasi ini menegaskan pentingnya katekese sebagai proses pembinaan iman yang berkelanjutan, yang tidak hanya menekankan aspek pengetahuan, tetapi juga penghayatan dan perwujutan iman dalam tindakan nyata. Tulisan ini bertujuan merefleksikan katekese sebagai jalan pembinaan iman umat yang menuntun dari sabda menuju kehidupan. Fokus kajian artikel ini adalah peran katekese dalam membantu umat dewasa mengintegrasikan sabda Allah kedalam realitas hidup sehari-hari, baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun kehidupan sosial. Metode yang digunakan adalah refleksi teologis pastoral dengan pendekatan kualitatif melalui studi literatur gereja dan pengalaman hidup umat. Pendekatan ini menekankan ketertarikan antara pewartaan sabda, pendampingan iman, serta partisiasi aktif umat dalam proses pembinaan. Hasil refleksi menunjukkan bahwa katekese yang kontekstual, dialogis, dan berpusat pada sabda Allah, mampu menumbuhkan iman yang lebih dewasa, sadar, dan tanggung jawab. Melalui katekese, umat tidak hanya memahami ajran iman secara intelektual, tetapi juga didorong untuk menghidupinya dalam sikap kasih, pelayanan, dan kesaksian di tengah masyarakat. Pembinaan iman yang berkelanjutan menjadi sarana penting untuk membentuk umat yang tangguh dalam menghadapi tantangan zaman dan tetap berakar pada nilai-nilai injil. Dengan demikian, katekese sebagai jalan pembinaan iman memiliki peran strategis dalam menjembatani sabda Allah dengan kehidupan konkrit umat. Pembaharuan metode dan pendekatan katekese yang relevan dengan konteks umat masa kini sangat diperlukan agar proses dari sabda menuju kehidupan dapat berlangsung secara nyata, mendalam, dan berkelanjutan dalam kehidupan Gereja. Kata kunci: katekese, sabda Allah, pembinaan iman, umat dewasa, kehidupan kristen

Siti Rahma; Syamzaimar Syamzaimar

Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2026 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

This research used a qualitative approach with a descriptive analytical research type through a literature study method. The research data were obtained from various written sources such as scientific journals, books, research articles, and other documents relevant to the research topic. Data collection techniques were carried out through documentation by reading, recording, and classifying data according to the focus of the research. Data analysis was conducted descriptively and qualitatively through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that Civic Education has an important role in instilling tolerance values in students through materials related to diversity, democracy, human rights, and Pancasila values. Civic Education learning helps students understand the importance of respecting differences in ethnicity, religion, culture, and opinions in everyday life. In addition, teachers also play an important role in fostering tolerance through group discussions, teamwork, and presentation activities that train students to respect and cooperate with one another. However, there are still obstacles in implementing tolerant attitudes, such as environmental influences and the lack of awareness among some students. Therefore, cooperation between teachers, schools, and parents is needed to continuously foster students’ attitudes of tolerance.

Aprillyani, Naila; Lismayanti, Lilis

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Exclusive breastfeeding is a crucial step in improving infant health, yet it remains under-practiced in Indonesia. This is primarily due to a lack of knowledge and positive attitudes among mothers. Health education using leaflets has become a popular strategy in community-based nursing due to its simplicity and ease of understanding. The purpose of this study was to evaluate the effectiveness of leaflets in improving maternal knowledge, attitudes, and practices regarding exclusive breastfeeding. A systematic literature search was conducted using the PRISMA methodology. Data were collected from scientific articles published between 2020 and 2025 that met the inclusion criteria for intervention studies using information leaflets with pregnant, breastfeeding, and postpartum women. Twenty original articles meeting these criteria were analyzed. The results showed that most studies found a significant increase in maternal knowledge after distribution of information leaflets (p < 0.005). Furthermore, improvements in attitudes toward exclusive breastfeeding were observed, although practices varied. Many studies have shown that audiovisual materials are more effective than leaflets, although leaflets are easier to use and distribute. Factors such as social support and infrastructure influence the success of exclusive breastfeeding. This study concluded that leaflets were effective in improving mothers' knowledge and attitudes toward exclusive breastfeeding and remained valuable inhome care, especially when combined with other educational methods

Aprillyani, Naila; Lismayanti, Lilis

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Exclusive breastfeeding is a crucial step in improving infant health, yet it remains under-practiced in Indonesia. This is primarily due to a lack of knowledge and positive attitudes among mothers. Health education using leaflets has become a popular strategy in community-based nursing due to its simplicity and ease of understanding. The purpose of this study was to evaluate the effectiveness of leaflets in improving maternal knowledge, attitudes, and practices regarding exclusive breastfeeding. A systematic literature search was conducted using the PRISMA methodology. Data were collected from scientific articles published between 2020 and 2025 that met the inclusion criteria for intervention studies using information leaflets with pregnant, breastfeeding, and postpartum women. Twenty original articles meeting these criteria were analyzed. The results showed that most studies found a significant increase in maternal knowledge after distribution of information leaflets (p < 0.005). Furthermore, improvements in attitudes toward exclusive breastfeeding were observed, although practices varied. Many studies have shown that audiovisual materials are more effective than leaflets, although leaflets are easier to use and distribute. Factors such as social support and infrastructure influence the success of exclusive breastfeeding. This study concluded that leaflets were effective in improving mothers' knowledge and attitudes toward exclusive breastfeeding and remained valuable inhome care, especially when combined with other educational methods

Resti Yulastri; Putri Ramadhon; Annisa Annisa; Dwi Herliani; Siti Saroh Hasibuan

Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The rapid transformation of education driven by globalization and technological advancement demands adaptive learning approaches that align with the characteristics of Generation Z learners. This generation is known for its curiosity, independence in thinking, and openness to diverse perspectives, yet it is also vulnerable to misinformation and negative online influences. Within the context of Islamic education, learning is not solely oriented toward cognitive development but also emphasizes the cultivation of moral values, particularly tolerance. This study aims to explore how contextual teaching methods can contribute to fostering tolerant attitudes among Generation Z students in Islamic educational settings. The research employs a qualitative approach through library research, utilizing a descriptive-analytical framework. Data were collected from various sources, including academic journals, books, and previous studies related to contextual learning, multicultural education, and Generation Z characteristics. The data collection technique involved document analysis, followed by content analysis procedures such as data reduction, categorization, and conclusion drawing. The findings indicate that contextual learning effectively promotes tolerance by engaging students in discussion, problem-solving, reflection, and real-life experiences. The integration of multicultural values and the role of teachers as facilitators and role models further strengthen this process. However, challenges remain, including limited teacher understanding, the persistence of conventional methods, inadequate supporting facilities, and the influence of social media. Overall, contextual learning presents a relevant strategy for developing open-minded, balanced, and socially adaptive Generation Z learners.

Dumar, Bergita; Wahyuni, Ida; Astarina Prajayanti, Ni Made Dwi; Yahya Fujianti, Mery Eka; Mulyani, Sri

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Bullying di lingkungan sekolah merupakan permasalahan yang berdampak pada kesehatan mental dan perkembangan psikososial anak. Tingginya kejadian bullying, baik secara fisik, verbal, maupun digital, menyebabkan siswa merasa tidak aman, mengalami kecemasan, serta penurunan interaksi sosial dan prestasi belajar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai bahaya bullying serta upaya pencegahannya. Metode  pengabdian  yang  dilakukan  berupa  pemberian  penyuluhan  kesehatan menggunakan participatory  action  research (PAR)  dengan  tema “Edukasi Kesehatan Tentang Bullying Pada Anak: “Berani Baik, Bukan Berani Membuli“. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa tentang bentuk, dampak, dan cara mencegah bullying, serta meningkatnya sikap empati dan keberanian untuk melaporkan kejadian bullying. Selain itu, siswa menjadi lebih mampu mengenali perilaku bullying dan berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman. Kesimpulannya, kegiatan edukasi melalui pengabdian masyarakat efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa terkait bullying, sehingga perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan mental anak.

Azis Bagus Saputra; Khoirunnisa Tri Setiowati; Umi Nur Azizah Aini

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

This study aims to analyze the role of Islamic educational philosophy in shaping religious moderation among the younger generation and to identify challenges in its implementation. This research employs a qualitative approach using a library research method through content analysis of relevant literature and academic sources. The findings reveal that Islamic educational philosophy has a significant role in promoting the values of tawazun (balance), tasamuh (tolerance), i’tidal (justice), and wasathiyah (moderation) as the foundation of moderate religious attitudes and behaviors. The implementation of these values is reflected through curriculum integration, inclusive learning processes, and the development of a supportive school culture that encourages mutual respect and diversity. Nevertheless, several obstacles still hinder its effectiveness, including narrow religious understanding, low levels of digital literacy, the spread of radical narratives in social media, and limited teacher competence in implementing moderation-based education. Therefore, strengthening religious moderation requires synergy among philosophical concepts, educators, families, communities, and the national education system.

Puji Lestari; Rispantyo Rispantyo

Jurnal Manajemen Sosial Ekonomi 2026 LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - Studi Ekonomi Modern

This study aims to examine the role of financial literacy, risk perception, and financial attitudes in influencing investment decisions of accounting students at private universities in Surakarta. A quantitative approach was applied by distributing online questionnaires to 88 respondents selected through purposive sampling. The collected data were analyzed using several statistical procedures, including validity and reliability testing, followed by classical assumption tests and multiple linear regression analysis to examine the relationships between variables. The findings reveal that financial literacy does not play a significant role in shaping students’ investment decisions. In contrast, risk perception and financial attitude demonstrate a positive and significant influence. These results suggest that students tend to rely more on their understanding of potential risks and their financial behavior when making investment decisions, rather than solely on their level of financial knowledge