Publication Search

71,002 articles from 638 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-15 of 15

Analytics

Putra Kembaren, Bastanta Eka; Riana Handayani Silalahi; Deafani Clara Sinaga; Ellyta E. Tambunan

Jurnal Suara Pengabdian 45 2025 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul “Peningkatan Kapasitas SDM dalam Pengelolaan Website sebagai Strategi Pemasaran Digital Desa Wisata River Side Juma Bulu, Ajibata” bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat lokal dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana promosi pariwisata. Melalui pendekatan partisipatif berupa sosialisasi, pelatihan teknis pengelolaan website berbasis WordPress, serta pendampingan pembuatan konten digital, kegiatan ini berhasil menghasilkan website resmi Desa Wisata River Side Juma Bulu (https://riversidejumabulu.id/) yang berfungsi sebagai pusat informasi, promosi, dan reservasi wisata. Hasil evaluasi menunjukkan 90% peserta menyatakan puas terhadap pelatihan, dengan dampak berupa meningkatnya kapasitas SDM lokal, terbentuknya tim pengelola digital desa, dan penguatan daya saing destinasi wisata

Abdulloh Kafabbih; Fajar Prihesnanto; Setyo Supratno; Rika Sylviana

Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Transformasi Kesejahteraan 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

The advancement of digital technology plays a crucial role in fostering regional economic growth and tourism. Bekasi Regency, recognized as Indonesia’s largest industrial area, has vast potential to develop its tourism sector and creative economy. However, limited public understanding of digital utilization remains a major challenge, particularly in promoting village potential and local products in Sukamurni. To address this issue, and the socialization of the Industrial Tourism Portal was carried out to improve community skills and awareness of technology as an effective promotional tool. The program adopted a participatory approach through counseling, training, and direct practice, enabling active engagement of participants throughout the process. The residents of Sukamurni Village became the main actors in using the portal to highlight local tourism and broaden the market reach of MSME products. The outcomes indicated that participants not only gained theoretical knowledge but also practical competence in accessing and applying portal features effectively. Moreover, the activity successfully raised awareness of the significance of digitalization in enhancing business competitiveness and long-term sustainability. With this important initiative, and Sukamurni Village is expected to strengthen its position as an innovative, productive, and technology-adaptive tourism village, while also actively supporting sustainable community welfare and inclusive regional development.

Rizqy Salsabilah Fadhilah; Benny Bintarjo; Muhammad Faisal

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2024 Universitas 17 Agustus 1945

Pariwisata merupakan salah satu sumber pendapatan bagi daerah yang memiliki lokasi objek wisata dengan mengembangkan potensi pariwisata sebagai salah satu upaya mengoptimalkan pendapatan daerah. Umumnya Kawasan wisata memiliki ciri khas tersendiri sehingga penyediaan sarana dan prasarana maupun hiburan atau wahana wisatanya berkaitan agar dapat dinikmati pada Kawasan tersebut. Untuk atraksi pariwisata masih perlu adanya pengembangan fasilitas penunjang potensi pariwisata pada kawasan ini. Metode penelitian diawali dengan mengumpulkan data lapangan, kemudian melakukan tinjauan Pustaka mengenai daya tarik objek wisata Benteng Kastela. Konsep dasar pada fasilitas ini yang didapatkan adalah “Memoria Heroic dan Nostalgia” dengan konsep pendekatan Memorabilia. Konsep memorabilia diterapkan dengan merencanakan gaya dan karakter visual bangunan. Konsep ini diharapkan dapat memaknai lokasi Benteng Kastela sebagai lokasi yang historical dan potensi daya tarik wisatawan. Adapun penerapan konsep memorabilia dalam pengembangan fasilitas penunjang ini berupa gubahan massa, bentuk aktifitas, dan penonjolan gaya arsitektur beserta ciri dan karakter gaya arsitektur tersebut.

Novanda Alim Setya Nugraha; Siti Khomsah; Rima Dias Ramadhani

jurnal ABDIMAS Indonesia 2023 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Desa Wisata Adiluhur memiliki potensi wisata yang beragam dan mendapatkan berbagai penghargaan karena pengelolaan desa wisatanya yang maju. Sayangnya, popularitas Deswita Adiluhur belum diimbangi dengan sinergitas branding yang kuat dengan kegiatan event/festival yang digelar atau diselenggarakan oleh Pengelola Desa Wisata Adiluhur. Adanya festival/event yang rutin diselenggarakan sebagai sarana menarik wisatawan agar dapat berkunjung secara rutin. Event yang dibuat nanti harus dapat mengedepankan aspek humanis serta mudah diimplementasikan oleh pengelola Deswita Adiluhur. Adapun Festival yang diimpelementasikan adalah Sport Tourism Festival, English Day Festival, dan Festival Desa Wisata. Ketiga festival tersebut dapat berjalan dengan baik dan mampu mengangkat branding Desa Wisata Adiluhur untuk mendatangkan jumlah wisatawan yang lebih massif.

Kamaluddin Kamaluddin; Muhammad Taufiq; Haeril Haeril

Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI 2023 Universitas 17 Agustus 1945

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebijakan pembangunan Pemerintah Daerah Kabupaten Bima dalam menanggulangi kemiskinan masyarakat pesisir. Pemilihan daerah pesisir sebagai obyek dari pengentasan kemiskinan adalah karena karakteristik lingkungan, ekonomi, sosial, dan budaya yang unik dengan sumber daya alam yang melimpah namun masih banyak masyarakat pesisir yang hidup serba kekurangan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini berada di Dinas Pariwisata, Dinas Kelautan dan Perikanan, dan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sosial Kabupaten Bima, lokasi tersebut sangat strategis dalam melihat studi kasus dan permasalahan yang terjadi. Subyek penelitian ini dipilih melalui purposive sampling. Teknik pengumpulan data terdiri atas observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menjawab berbagai permasalahan di dalam pengentasan kemiskinan nampaknya tidak bisa hanya menggunakan pendekatan satu solusi. Begitu juga untuk kemiskinan masyarakat pesisir di Kabupaten Bima yang memiliki kehidupan kompleks baik secara struktural, kultural maupun natural. Pendekatan secara struktural yaitu lebih ke arah teknis, di mana penyediaan sarana prasarana serta alat produksi yang mendukung dan memperlancar kegiatan produksi masyarakat pesisir. Kemudian pendekatan yang dilakukan secara kultural yaitu memberikan pengetahuan, informasi dan ketrampilan kepada masyarakat pesisir agar terbuka wawasannya sehingga bisa meningkatkan kualitas diri dan lebih berdaya. Selain itu juga perlunya pengembangan kelembagaan dalam bentuk misalnya kelompok nelayan secara permanen sebagai sarana untuk saling berbagi pengalaman, informasi, kerjasama dalam berlayar hingga proses produksi. Yang terakhir pendekatan pengentasan kemiskinan disebabkan karena natural yang terkait dengan alam akibat gangguan iklim dan cuaca dapat di atasi dengan memberikan alternatif-alternatif pekerjaan yang dapat dilakukan selama musim tidak dapat diandalkan untuk berlayar.

Neni Lusianah; Ade Irma Purnamasari; Bani Nurhakim

Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen (EBISMEN) 2023 FEB Universitas Maritim Semarang

Akomodasi merupakan orientasi sosial yang bermakna keutuhan sosial demi menjauhi serta mendamaikan kegentingan, pertikaian yang saling berkaitan. Seumpama bentuk kegiatan akomodasi yang bermanfaat mempersiapkan perlengkapan guna melengkapi keperluan. provinsi jawa barat terdapat tempat wisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan nusantara dan mancanegara oleh sebab itu pengunjung menggunakan fasilitas akomodasi yang tersedia di setiap daerah, wisatawan nusantara ramai menginap di villa sedangkan wisatawan mancanegara lebih memilih hotel berbintang. Penelitian ini memfokuskan bagaimana pengelompokan wisatawan daerah wisata akomodasi dan jenis wisatawan terbanyak yang ramai berkunjung menggunakan algoritma k-means, analisis ini memakai metode Knowledge Discovery in Database (KDD). Teknik pengumpulan data atau pengumpulan data bersumber dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat. Dengan tujuan kiranya menjadi pengetahuan untuk wisatawan serta mampu mempublikasikan wisata di media sosial dan diharapkan akan lebih meningkat jumlah wisatawan yang berkunjung dan meningkatnya pembangunan sarana dan prasarana di setiap daerah akomodas.Hasil dari penelitian ini bahwa daerah akomodasi yang ramai dikunjungi adalah Kota Bandung dengan jenis wisatawan yang datang yaitu pengunjung  dalam negeri (Nusantara).

Tika Riyanto; Dadang Mashur

Jurnal Media Administrasi 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

Salah satu upaya pemanfaatan sumber daya lokal yang ada di Desa Rantau Langsat yang optimal adalah dengan mengembangkan pariwisata dengan konsep ekowisata dalam hal ini wisata yang dilakukan memiliki bagian yang tidak terpisa kan dengan upaya – upaya konservasi, pemberdayaan ekonomi local dan mendorong rasa peduli yang lebih tinggi terhadap kultur atau budaya. Hal tersebut yang mendasari perbedaan antara konsep ekowisata dengan model wisata konvensional yang telah ada sebelumnya. Tujuan diadakannya penelitian ini yaitu untuk melihat bagaimana strategi pengembangan yang dilakukan oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Indargiri Hulu dalam mengembangkan ekowisata di Desa Rantau Langsat dan factor – factor apa saja yang mempengaruhi strategi pengembangan yang dilakukan oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Indargiri Hulu dalam mengembangkan ekowisata di Desa Rantau Langsat. Penelitian ini berlokasi di Desa Rantau Langsat dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data nya melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu membuktikan bahwa dalam mengembangan ekowisata di Desa Rantau Langsat masih memiliki banyak kendala, serta factor penghambat dalam mengembangkan ekowisata yaitu sumber daya (anggaran), sumber daya manusia, sarana dan prasarana serta partisipasi masyarakat.  

AYYUB HAMDANU BUDI NURMANA MULYANA SLAMET; Sugiarto Sugiarto

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2022 UNIVERSITAS STEKOM

With the choice of tourists increasing and giving each other the concept of trust, with almost similar values, this makes tourists more curious and confused. The influence of quality, quality, price and persuasive persuasion will influence tourists continuously in weighing which one is the best, which is more in his heart. However, on the other hand, this condition actually shows the weakness of the Tourism Office that tourists are a determining factor for the future of one of the tourist attractions, with the confidence of tourists supporting the economy of the people in tourist sites, especially under the Semarang Regency Tourism Office. Currently the Semarang Regency Tourism Office uses posters and advertises through yellowpages as a medium for delivering information, from the promotional methods carried out there are still obstacles, including the use of posters and through yellowpages advertising, which is very limited in terms of size and information to be conveyed. Therefore, it requires a promotional media that is able to provide complete information about tourism profiles to potential tourists

Didik Ikhwanto

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, 1) Bagaimanakah latar belakang terbentuknya desa wisata 2) Bagaimanakah bentuk-bentuk kegiatan pengelolaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata dan dampaknya terhadap masyarakat sekitar. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan 1)Terbentuknya desa wisata di Desa Tlogoweru berawal dari gagasan pemerintah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta bantuan Program PNPM Mandiri Pariwisata, kemudian dikelola masyarakat setempat dengan tantangan dari pihak-pihak yang kurang mendukung adanya desa wisata. Justru hal tersebut menjadi tantangan bukan penghalang. Dengan kata lain, pemerintah membangunkan tidur panjang masyarakat dengan mendorong dan memfasilitasi adanya Desa Wisata Tlogoweru yang dikenal dengan ikon Penangkaran burung hantu. Pengelolaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata yang dilakukan oleh pengelola dalam hal ini Pokdarwis Tlogoweru diterapkan dalam bidang atraksi dan akomodasi wisata. Pengelolaan masyarakat dalam bidang tersebut adalah dengan menyelenggarakan, a) pertemuan, b) pendampingan, c) bantuan modal sebagai stimulan, d) pembangunan sarana prasarana, e) pembentukan klompok sadarwisata (Pokdarwis), f) kerja bakti, g) Pemasaran. Pengembangan Desa Wisata Tlogoweru berdampak pada bidang ekonomi yang meliputi peningkatan pendapatan masyarakat serta penciptaan lapangan pekerjaan baru. Desa Wisata Tlogoweru dengan ikonnya Penangkaran burung hantu yang menyimpan mitos ternyata membawa berkah kesejahteraan bagi warga sekitar setelah adanya upaya pengelolaan wisata.Pengembangan Desa Wisata Tlogoweru memiliki dampak sosial-budaya mencakup peningkatan kualitas SDM, perubahan perilaku masyarakat agraris ke masyarakat pariwisata, pelestarian kebudayaan lokal berupa pelestarian seni wayang beber yang sudah langka ditemukan di Jawa, namun di sisi lain menimbulkan konflik perebutan kepengelolaan.

Ahmad Mudzakir Hafidzi

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Penelitian ini dilakukan pada Taman Nasional Tanjung Puting yang bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh harga dan sarana pariwisata terhadap minat wisatawan berkunjung  yang mana mengalami kondisi kuranng baik meliputi harga paket wisata terlalu mahal bagi wisatawan lokal maupun turis asing serta ada beberapa sarana prasaran pariwisata yang memasih kurang memadai. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner dan wawancara. Sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 88 responden. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pihak pengelola maupun minat wisatawan berkunjung. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik kuantitatif. Analisis kuantitatif menggunakan analisis regresi berganda untuk mengetahui pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent, uji model, uji hipotesis, dan  namun sebelum dilakukan uji tersebut dilakukan dahulu uji validitas dan uji reliabilitas. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa peningkatan harga dan sarana pariwisata terhadap wisatawan berkunjung. Maka  hasil uji analisis regresi berganda menunjukkan nilai F yang signifikan, dengan nilai korelasi determinasi adjusted R2 square sebesar 0,605. Hal ini menunjukkan bahwa semua harga dan sarana pariwisata mempengaruhi secara nyata terhadap minat wisatawan berkunjung secara bersama-sama dengan keeratan hubungan sebesar 60,5%. Hal ini menunjukkan bahwa untuk meningkatkan minat wisatawan berkunjung perlu adanya peningkatan seluruh harga yang kompettitf dan sarana pariwisata yang baik dan nyaman.

Muhammad Dandi Yahya; Eko Nursanty; Wawan Destiawan

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2022 Universitas 17 Agustus 1945

Pengembangan Wisata Air Bendungan Logung di Kudus ini mempunyai latar belakang mengembangkan area wisata air di sekitar bendungan. Mengangkat sektor pariwisata untuk wisatawan yang berkunjung ke Kudus dengan menggunakan konsep perancangan dasar sebagai tumpuan untuk membantu menopang ekonomi daerah dan masyarakat sekitar Kabupaten Kudus. Tujuan perancangan untuk meningkatkan ekowisata yang ada pada Bendungan Logung serta mengedukasi masyarakat untuk menjaganya serta meningkatkan kualitas dan kuantitas dari sarana prasarana yang  tersedia di kawasan wisata air Bendungan Logung di Kudus. Memiliki kondisi tapak yang berkontur sangat membantu Analisa desain untuk menentukan zoning dan gubahan massa pada desain bangunan. Menggunakan konsep Arsitekur Neo Vernakular yang mengusung tema kearifan lokal pada Kabupaten Kudus, sehingga membuat hasil perancangan pada desain semakin menarik dan membuat terciptanya nuansa kearifan lokal pada desain. Material yang digunakan juga menjadi daya tarik dengan menggunakan batu bata ekspos dan kayu. Perancangan Pengembangan Kawasan Wisata Air Bendungan Logung yang berlokasi di Kudus adalah sebuah kawasan wisata air yang berada di lingkungan Bendungan Logung yang terdiri dari beberapa wahana watersport, restoran, cottage, dan fasilitas pendukung lainnya yang diharapkan berguna untuk daya tarik dari sektor pariwisata dan perekonomian. Pengaplikasiannya dilakukan secara zoning, denah, sirkulasi, maupun fasad. Diharapkan rancangan ini berguna dan memberikan inspirasi bagi pembaca.

Kusjuniati, Kusjuniati

ABSTRAK Pemberdayaan ekonomi masyarakat diartikan sebagai kegiatan ekonomi yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat itu sendiri dengan cara mengelolah sumberdaya apa saja yang dikuasainya, dalam rangka memenuhi kebutuhan dasarnya dan keluarganya. Pemberdayaan masyarakat hanya bisa terjadi apabila masyarakat itu sendiri ikut pula berpartisipasi. Pemberdayaan diarahkan guna meningkatkan ekonomi masyarakat secara produktif sehingga mampu menghasilkan nilai tambah yang tinggi dan pendapatan yang lebih layak. Hasil pemberdayaan ekonomi warga banjar Angansari, yaitu dari hasil usaha tani dan ternak, pengadaan homeindustri sebagai usaha sampingan dan penunjang menambah pendapatan keluarga serta pengadaan koperasi syariah sebagai sarana pendanaan usaha bagi warga banjar Angansari yang membutuhkan modal dalam rangka membuka usaha. Dengan adanya pemberdayaan potensi ekonomi diharapkan warga banjar Angansari memiliki peningkatan dalam pendapatan dan bersiap menyongsong pembukaan sektor pariwisata desa Kutuh Kintamani Bangli. ABSTRACT Community economic empowerment is defined as economic activities that are carried out independently by the community itself by managing whatever resources they control, in order to meet their basic needs and that of their families. Community empowerment can only occur if the community itself also participates. Empowerment is directed at improving the community's economy productively so that it is able to produce high added value and more decent income. The results of the economic empowerment of Banjar Angansari residents, namely from the results of farming and livestock, procurement of home industry as a side business and support to increase family income and the provision of sharia cooperatives as a means of business funding for Banjar Angansari residents who need capital in order to open a business. With the empowerment of economic potential, it is hoped that the residents of Banjar Angansari have an increase in income and are ready to welcome the opening of the tourism sector in Kutuh Kintamani Bangli village.

Agil Muhammad Firmansyah; Astari Wulandari; Djudjun Rusmiatmoko

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2021 Universitas 17 Agustus 1945

Semarang juga menjadi central atau pusat dari berbagai aktivitas perdagangan, perkantoran dan perbankan di Jawa tengah, hal ini mendasari pemerintah untuk membangun kota Semarang dari berbagai sektor. Dari sektor pariwisata misalnya, saat ini Kota semarang memiliki Pariwisata yang beragam seperti wisata bangunan bersejarah, wisata keluarga, wisata kuliner, wisata religi serta wisata alam. Penambahan kapasitas Bandara Ahmad  Yani Semarang dan terus meningkatnya jumlah wisatawan di Kota Semarang masih belum dimbangi dengan adanya fasilitas- fasilitas pendukung di sekitarnya, contohnya Hotel Transit. Hotel Transit Bandara Ahmad Yani di Semarang dibuat sebagai sarana akomodasi yang mampu memberikan pelayanan yang cepat, efektif dan efisien, serta dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas, baik pokok maupun penunjang, yang dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan kepada para pengunjung hotel, terutama pengunjung yang merupakan Penumpang Bandara Ahmad Yani Semarang. Perancangan Hotel Transit Bandara Ahmad Yani Semarang, direncanakan sebagai bangunan yang memiliki filosofi bangunan komersial yang memperlihatkan penampilan fisik yang menarik dan memperlihatkan ciri khas daerah tetapi tidak mengurangi aspek fungsinya sebagai tempat yang menyediakan  jasa  penginapan,  makan  dan  minum  serta  jasa  lainnya  yang dimaksudkan untuk dapat memenuhi kebutuhan para konsumen. Pengaplikasiannya dilakukan secara zoning, denah, sirkulasi, maupun fasad. Diharapkan rancangan ini berguna dan memberikan inspirasi bagi pembaca.

Ikhwanto , Ikhwanto

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, 1) Bagaimanakah latar belakang terbentuknya desa wisata? 2) Bagaimanakah bentuk-bentuk kegiatan pengelolaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata dan dampaknya terhadap masyarakat sekitar. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan 1)Terbentuknya desa wisata di Desa Tlogoweru berawal dari gagasan pemerintah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta bantuan Program PNPM Mandiri Pariwisata, kemudian dikelola masyarakat setempat dengan tantangan dari pihak-pihak yang kurang mendukung adanya desa wisata. Justru hal tersebut menjadi tantangan bukan penghalang. Dengan kata lain, pemerintah membangunkan tidur panjang masyarakat dengan mendorong dan memfasilitasi adanya Desa Wisata Tlogoweru yang dikenal dengan ikon Penangkaran burung hantu. Pengelolaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata yang dilakukan oleh pengelola dalam hal ini Pokdarwis Tlogoweru diterapkan dalam bidang atraksi dan akomodasi wisata. Pengelolaan masyarakat dalam bidang tersebut adalah dengan menyelenggarakan, a) pertemuan, b) pendampingan, c) bantuan modal sebagai stimulan, d) pembangunan sarana prasarana, e) pembentukan klompok sadarwisata (Pokdarwis), f) kerja bakti, g) Pemasaran. Hal ini relevan dengan teori benntuk-bentuk kegiatan pengelolaan masyarakat menurut Hutomo, namun terdapat bebarapa tambahan poin penting yang belum diungkapkan pada teori tersebut, misalnya pemasaran dan kerja bakti seperti yang terjadi pada Desa Wisata Tlogoweru. Sedangkan, Pengimplementasian bentuk-bentuk kegiatan pengelolaan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dalam rangka mempercepat terwujudnya keberdayaan dan kesejahteraan masyarakat Desa Wisata Tlogoweru. Pengembangan Desa Wisata Tlogoweru berdampak pada bidang ekonomi yang meliputi peningkatan pendapatan masyarakat serta penciptaan lapangan pekerjaan baru. Desa Wisata Tlogoweru dengan ikonnya Penangkaran burung hantu yang menyimpan mitos ternyata membawa berkah kesejahteraan bagi warga sekitar setelah adanya upaya pengelolaan wisata.Pengembangan Desa Wisata Tlogoweru memiliki dampak sosial-budaya mencakup peningkatan kualitas SDM, perubahan perilaku masyarakat agraris ke masyarakat pariwisata, pelestarian kebudayaan lokal berupa pelestarian seni wayang beber yang sudah langka ditemukan di Jawa, namun di sisi lain menimbulkan konflik perebutan kepengelolaan.

Harisman; Djatmiko Waloejono; Djoko Darmawan

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2020 Universitas 17 Agustus 1945

Pada saat ini pariwisata merupakan salah satu industri yang banyak dikembangkan di berbagai negara sebagai salah satu sumber pendapatan negara atau daerah, sekaligus untuk penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat. Pariwisata adalah suatu kegiatan yang secara langsung menyentuh dan melibatkan masyarakat, sehingga membawa berbagai manfaat terhadap masyarakat setempat. Bahkan pariwisata dikatakan mempunyai potensi yang luar biasa, yang mampu membuat masyarakat setempat mengalami perubahan dalam berbagai aspeknya. Manfaat pariwisata dapat dilihat dari berbagai aspek/segi yaitu manfaat pariwisata dari segi ekonomi, sosial budaya, lingkungan hidup, nilai pergaulan & ilmu pengetahuan, peluang & kesempatan kerja. Obyek wisata Danau Sipin menawarkan pemandangan alam yang cukup bagus. Potensi yang dimiliki Danau Sipin berupa panorama alam yang indah dan alami dengan kondisi air cukup tenang. Namun hingga saat ini sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan wisata pada Danau Sipin belum tersedia. Tujuan perancangan pusat rekreasi adalah untuk menyediakan wadah wisata rekreasi bagi warga Kota Jambi dan sekitarnya untuk berekreasi serta menciptakan kesadaran wisatawan tentang konservasi sumber daya alam melalui pemanfaatan sumber daya wisata secara berkelanjutan dan menciptakan pencegahan dampak negatif lingkungan. Kawasan Wisata Danau Sipin di Kota Jambi dibangun menggunakan konsep Arsitektur Neo Vernakular yang akan diterapkan pada site maupun bentuk-bentuk fisik bangunannya.