SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

41,336 articles from 397 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-2 of 2

Analytics

Al Firdaus, Nazarian Azmi

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2025 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Tanah ekspansif merupakan jenis tanah bermasalah yang memiliki potensi mengembang dan menyusut secara signifikan akibat perubahan kadar air, sehingga dapat menimbulkan kerusakan pada struktur perkerasan jalan, pondasi bangunan, maupun infrastruktur lainnya. Upaya stabilisasi kimia merupakan metode yang umum digunakan untuk meningkatkan sifat teknis tanah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas campuran semen dan magnesium carbonate (MgCO₃) dalam meningkatkan karakteristik fisik dan mekanis tanah ekspansif. Metodologi penelitian mencakup pengambilan sampel tanah ekspansif dari lapangan, pengujian sifat fisik serta pengujian mekanis meliputi uji pemadatan dan uji CBR. Variasi campuran semen sebesar 5% dan MgCO₃ sebesar 5-15% dari berat kering tanah. Hasil penelitian menunjukkan penambahan semen dan MgCO₃ mampu menurunkan plastisita, meningkatkan kepadatan dan nilai CBR secara signifikan dibandingkan kondisi tanah asli. Variasi paling efektif diperoleh pada 5% semen dan 15% MgCO₃ dengan nilai CBR unsoaked sebesar 16,35% dan CBR soaked sebesar 7,13%. Hasil ini menunjukkan MgCO₃ berperan sebagai aktivator mineral yang mempercepat reaksi pozzolanik dan meningkatkan pembentukan matriks pengikat pada butiran tanah. Campuran semen dan MgCO₃ dapat menjadi alternatif bahan stabilisasi yang efektif untuk perbaikan tanah ekspansif.

Faizal Mahmud; Hendra Masvika; Kukuh Wisnuaji Widiatmoko; Fahrudin Ahmad

Jurnal Teknik Sipil 2024 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Stabilisasi tanah merupakan suatu langkah untuk meningkatkan sifat-sifat dan kekuatan pada tanah. Salah satu metode untuk meningkatkan daya dukung tanah adalah dengan menambah atau mencampur dengan material yang memiliki nilai daya dukung yang tinggi. Penelitian akan difokuskan pada daya dukung tanah dengan menambah atau mencampur pasir kasar menggunakan pengujian Atterberg Limits dan Proctor yang diharapkan dapat meningkatkan daya dukung tanah terhadap kepadatannya. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mekanika Tanah Fakultas Teknik Univesitas Semarang dengan cara membuat sampel dari hasil pemadatan standar, kemudian sampel diberikan penambahan pasir kasar dengan persentase penambahan sebesar 0%, 10%, 30%, dan 50% untuk mendapatkan nilai Atterberg Limits dan Proctor maksimum setelah dilakukan penambahan pasir kasar. Pada masing-masing pengujian didapatkan hasil bahwa pada tanah tersebut mengalami peningkatan daya dukung setelah dilakukan stabilisasi, sehingga dapat disimpulkan bahwa pasir kasardapat digunakan untuk bahan stabilisasi. Pada masing-masing pengujian didapatkan hasil bahwa proses stabilisasi tanah optimum berada pada campuran 50%, hal ini terjadi karena sifat dari pasir kasar yang befungsi sebagai bahan pengisi tetapi tidak memiliki sifat mengikat, sehingga ketika volume pasir kasar telah memenuhi rongga-rongga tanah dan memiliki sisa, maka sisa pasir kasar tersebut akan menumpuk dan memadat bersama tanah sehingga lebih menstabilkan ikatan tanah yang telah terbentuk.