Publication Search

80,083 articles from 753 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 802

Analytics

Rini, Wafia Silvi Dhesinta; Sugiarto, Fiona Felicia

Ethos and Pragmatic Law Review (EPLR) 2026 Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Implementasi Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022 berpotensi menyebabkan terjadinya ketidakadilan terhadap pekerja di sektor batu bara, khususnya terkait isu pengakhiran dini masa operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Indonesia. Pelaksanaan kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan misinformasi atau bahkan sampai pada pengakhiran masa kerja  bagi pekerja yang bergantung pada operasional PLTU. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum bagi para pekerja pada sektor batu bara, khususnya di PLTU dalam kaitannya dengan rencana pensiun dini PLTU karena adanya transisi energi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi yang ada belum sepenuhnya mengakomodasi perlindungan yang memadai, khususnya terkait mitigasi risiko PHK serta penyediaan program peningkatan kompetensi dan penyesuaian peran bagi pekerja terdampak. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penyusunan kebijakan yang komprehensif dan berkeadilan sosial guna menjamin perlindungan hak-hak pekerja. Pelatihan dan juga kajian atas pengakhiran masa operasional PLTU perlu  melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pekerja yang merupakan bagian integral dalam mewujudkan transisi energi yang inklusif, tanpa mengorbankan kesejahteraan pekerja di sektor batu bara. 

Anggraini, Rini; Junaidi; Amanda, Meilani Rizki; Ketrin, Nabila Apriliya; Talia, Ela +1 more

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pelanggaran jam operasional kendaraan bertonase besar di kawasan Simpang Patal Kota Palembang masih sering terjadi dan menyebabkan kemacetan, risiko kecelakaan, serta kerusakan jalan. Penelitian ini bertujuan menganalisis alternatif kebijakan yang paling tepat untuk penertiban mobil barang di kawasan tersebut. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, sedangkan evaluasi kebijakan menggunakan pendekatan Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) berdasarkan kriteria William N. Dunn. Terdapat tiga alternatif kebijakan yang dianalisis, yaitu mempertahankan kebijakan yang berlaku (status quo), revisi Perwali Nomor 26 Tahun 2019 dan implementasi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), serta penyediaan kantong parkir (holding area) di kawasan Pelabuhan Sungai Lais. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif penyediaan kantong parkir (holding area) memperoleh skor tertinggi sebesar 91 dengan rata-rata 4,55 sehingga dinilai paling optimal dalam mengurangi pelanggaran, kemacetan, dan risiko kecelakaan serta mendukung transportasi perkotaan yang lebih tertib dan berkelanjutan.

Widia Ningsih; Yeye Suhaety; Lilis Marlina

JURNAL RISET MANAJEMEN (JURMA) 2026 Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

This study examines the partial and simultaneous effects of promotional strategies, risk perception, and resale price perception on public interest in gold investment at PT Pegadaian Dompu Branch. The research employed a quantitative explanatory approach involving 96 respondents selected from a population of 50,000 customers using purposive sampling. Data were collected through a structured questionnaire based on a five-point Likert scale and analyzed using multiple linear regression with SPSS version 26. The findings reveal that promotional strategies have a positive and significant influence on public interest in gold investment, indicating that effective promotional activities encourage customers to invest. Risk perception also shows a positive and significant effect, suggesting that customers with better understanding and management of investment risks are more inclined to invest in gold. In addition, resale price perception positively and significantly affects investment interest, reflecting the importance of customers' confidence in obtaining favorable resale values. Simultaneous testing using the F-test confirms that the three independent variables jointly have a significant effect on public interest in gold investment. The coefficient of determination shows an Adjusted R Square value of 33.9%, meaning that promotional strategies, risk perception, and resale price perception explain 33.9% of the variation in investment interest, while the remaining 66.1% is influenced by other factors not included in this research model.

Qutlubey Seyyeroh; Zahrotul Maulidia; Maghfirah Maghfirah; Renafilatus Sakinah; Ahmad Budi Susetyo

Jurnal Pajak dan Analisis Ekonomi Syariah 2026 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Financial technology growth via digital wallets in Indonesia offers transaction convenience but challenges Sharia compliance. The main issues involve managing floating funds and cashback rewards, which risk exposure to riba. This study aims to examine and compare riba risk mitigation strategies in both areas. Employing normative legal research with qualitative, comparative, and conceptual approaches, it utilizes library research from DSN-MUI Fatwas, the Qur’an, Hadith, and fiqh muamalah literature. The findings reveal that floating fund riba risks can be minimized by depositing assets in Islamic financial institutions using wadiah or mudharabah contracts to avoid riba nasi’ah. Meanwhile, cashback riba risks are prevented by shifting the contract from qard to ju’alah or hibah mu’allaq, treating incentives as transaction rewards rather than loan benefits. Comparative analysis shows floating fund mitigation is structural, while cashback is reconstructive. Both work effectively under Sharia Supervisory Board monitoring. In conclusion, compliance requires practical execution via appropriate contracts, transparent supervision, and public education. Therefore, contract standardization by DSN-MUI and OJK, alongside enhanced Islamic financial literacy, is necessary.

Annisa Dwi Sandy; Febby Maharani; Sarah Adelia Hasibuan; Abdurrozzaq Hasibuan

VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum 2026 STIKES Columbia Asia Medan

Industrial hygiene is a branch of public health research that aims to prevent illness and promote Industrial hygiene is an aspect of public health that prioritizes health protection measures for workers through the identification, evaluation, and control of various elements of the work environment that can cause health problems. The goal of implementing industrial hygiene is to prevent work-related illnesses and create a safe, healthy work environment that supports workers’ well-being. Industrial Safety and Health (IS&H) encompasses these various components, including risk identification, risk assessment, risk mitigation, and worker health monitoring, waste management, and emergency response planning. Workplace risks can include physical, chemical, biological, psychological, and ergonomic hazards. Hazard analysis is a crucial step in industrial hygiene as it helps identify and document potential health risks in the workplace. The hazard analysis process includes hazard identification, risk assessment, hazard prioritization, and risk control. The implementation of Occupational Safety and Health aims to ensure the protection of employees’ safety and health from potential hazards arising from work, while ensuring a safe and sustainable work environment. The implementation of OSH and environmental health also provides broad strategic benefits such as worker protection, cost efficiency, increased productivity, regulatory compliance, and enhanced corporate reputation.  

Arnelia Putri Pratiwi; Dini Selasi

Maslahah : Jurnal Manajemen dan Ekonomi Syariah 2026 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

This research aims to analyze the gap between the profit-sharing principle as the normative foundation of Islamic economics and the risk management practices applied in sharia cooperatives, considering the ongoing inconsistencies in the implementation of the risk-sharing principle. The research method employs a qualitative approach thru literature study with thematic and comparative analysis techniques on relevant academic literature. The results and discussion indicate that sharia cooperatives tend to adopt a conventional risk management paradigm oriented toward institutional stability, thereby triggering the dominance of non-profit-sharing contracts and the shift of the concept of risk sharing to risk shifting in operational practices. The gap is influenced by structural factors, including limitations in managerial capacity, information asymmetry, potential moral hazard, and pressures of institutional sustainability. This study concludes that the risk management practices of sharia cooperatives do not fully reflect the principles of Islamic economics, thus necessitating a reconstruction of a more integrative and contextual risk management model. As a suggestion, sharia cooperatives need to develop a risk management framework based on risk sharing that is adaptive to operational risks without disregarding the values of justice and partnership as the main characteristics of Islamic economics.

Lestari, Mustika Ayu; Zulniati; Herawati, Meitia

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Anemia pada ibu hamil merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih memiliki prevalensi tinggi di Indonesia dan berkontribusi terhadap meningkatnya risiko komplikasi pada ibu maupun janin. Penanganan anemia memerlukan asuhan kebidanan yang komprehensif melalui pendekatan keluarga dan komunitas untuk meningkatkan pengetahuan, kepatuhan konsumsi tablet tambah darah, serta perbaikan pola makan ibu hamil.  Memberikan asuhan kebidanan komunitas pada keluarga Tn. S dengan kasus anemia ringan pada ibu hamil di Dusun Pegading Luar, Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah melalui penerapan manajemen kebidanan sehingga masalah kesehatan dapat diidentifikasi, ditangani, dan dievaluasi secara komprehensif. Laporan ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan asuhan kebidanan komunitas. Proses asuhan meliputi pengkajian data subjektif dan objektif, identifikasi masalah, penetapan diagnosis, penyusunan rencana asuhan, pelaksanaan intervensi berupa edukasi gizi, anjuran konsumsi tablet tambah darah, pemantauan kondisi ibu, serta evaluasi hasil asuhan. Asuhan kebidanan komunitas menunjukkan bahwa ibu hamil dengan anemia ringan memerlukan edukasi berkelanjutan mengenai pemenuhan nutrisi kaya zat besi, kepatuhan mengonsumsi tablet Fe, serta dukungan keluarga dalam penerapan perilaku hidup sehat. Pendekatan berbasis keluarga dan komunitas membantu meningkatkan pemahaman ibu dan keluarga mengenai pencegahan komplikasi anemia selama kehamilan serta mendukung keberhasilan asuhan kebidanan. Penerapan asuhan kebidanan komunitas pada keluarga Tn. S dengan anemia ringan pada ibu hamil dapat dilaksanakan secara sistematis melalui manajemen kebidanan. Pendekatan promotif, preventif, edukatif, dan kolaboratif berperan penting dalam meningkatkan kesehatan ibu hamil, mencegah komplikasi kehamilan, serta mewujudkan keluarga yang lebih mandiri dalam menjaga kesehatan

Julio Warmansyah; Safrial Safrial; Alam Supriatna; Wiwit Thoyyibah

JURNAL PENELITIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN SAINS (JPTIS) 2026 Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Hypertension is one of the leading non-communicable diseases contributing significantly to cardiovascular morbidity and mortality worldwide. Despite the availability of extensive electronic medical record data in healthcare institutions, these data are often utilized only for administrative reporting rather than predictive analysis. Consequently, opportunities to identify age groups with a higher probability of developing hypertension remain underutilized. This study aims to implement the Naïve Bayes classification algorithm to analyze age distribution and classify the risk of hypertension among patients using healthcare data. The research adopted the Cross-Industry Standard Process for Data Mining (CRISP-DM) methodology, including business understanding, data understanding, data preparation, modeling, evaluation, and deployment. Patient medical record data consisting of demographic and clinical attributes, including age, systolic blood pressure, diastolic blood pressure, body weight, gender, and hypertension status, were processed using the Naïve Bayes algorithm. Model performance was evaluated using a confusion matrix by measuring accuracy, precision, recall, specificity, and balanced accuracy. The implementation demonstrates that the Naïve Bayes algorithm is capable of classifying hypertension risk efficiently while providing probabilistic information regarding age groups with a higher tendency to experience hypertension. The resulting classification model offers an effective decision-support tool for healthcare providers in conducting targeted screening, preventive interventions, and evidence-based health planning. The findings also indicate that data mining techniques can transform routinely collected medical records into valuable clinical knowledge for early hypertension prevention and healthcare decision-making.

Puji P.M, Mostien Adi; Salim, Agus; Soebroto, Handoyo Ganda; Setyono, Endik Catur

Amphibious Journal 2026 Akademi Angkatan Laut

Wilayah perbatasan Ambalat merupakan kawasan strategis NKRI yang rawan terhadap pelanggaran kedaulatan dan ancaman keamanan. Satuan Tugas (Satgas) Ambalat Korps Marinir menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan teknologi pengawasan konvensional. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi pemanfaatan teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) untuk meningkatkan efektivitas pengamanan perbatasan oleh Satgas Ambalat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam dengan 4 narasumber (Komandan Skuadron Udara 700, pilot UAV, Dansatgas Ambalat, dan personel komunikasi Satgas Ambalat), serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles & Huberman. Penelitian menunjukkan bahwa (1) UAV belum dimanfaatkan secara langsung oleh Satgas Ambalat, pengamanan masih mengandalkan patroli konvensional dan drone non-militer; (2) tantangan utama meliputi keterbatasan personel terlatih, belum adanya program pelatihan formal, keterbatasan sarana prasarana (Ground Control Station, sistem komunikasi), serta kekosongan regulasi operasional; (3) UAV tipe ScanEagle dan Camcopter S-100 dinilai paling sesuai untuk kebutuhan Satgas Ambalat karena daya tahan terbang lama dan sensor canggih. Pemanfaatan UAV dapat memperluas jangkauan pengawasan, menyediakan data real-time, mengurangi risiko personel, serta meningkatkan efisiensi operasional. Diperlukan pendekatan terintegrasi berupa penyusunan regulasi, pengadaan sarana dan pelatihan personel bertingkat dan berlanjut. Teknologi UAV memiliki potensi strategis untuk memperkuat sistem pengamanan perbatasan Ambalat. Rekomendasi meliputi dukungan kebijakan pemerintah, pengembangan doktrin TNI AL, pembentukan unit UAV Korps Marinir, serta pelatihan personel secara berkelanjutan.

Laras Eka Nur Hasanah; Fadean Stefany; Dwi Intan Pakuwita AR

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2026 Universitas Muhamadiyah Manado

This study aimed to examine the association between physical activity and nutritional status as risk factors for noncommunicable diseases among women of reproductive age. A descriptive quantitative study with a cross-sectional approach was conducted in Kranggan Village involving 35 respondents selected through purposive sampling. Data on physical activity were collected using questionnaires, while nutritional status was assessed based on Body Mass Index (BMI). The findings showed that most respondents had moderate physical activity levels (51.4%), followed by low physical activity levels (42.8%). Regarding nutritional status, the majority of respondents were classified as overweight (51.4%) and obese (28.6%). Statistical analysis demonstrated a significant relationship between physical activity and nutritional status (p = 0.003). The results indicate that inadequate physical activity is associated with increased nutritional status problems, particularly overweight conditions. Therefore, low physical activity and excessive body weight represent interconnected risk factors contributing to the development of noncommunicable diseases among women of reproductive age. This study highlights the importance of promoting regular physical activity and maintaining balanced nutritional status as preventive strategies to reduce the risk of noncommunicable illnesses.

Haryanto; Yunasti, A. Audia; Ulfaidah, Novi; Ramadhani, Besse; Ratna Dewi Angraeni, Sri +4 more

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Daun prasman (Euphatorium triplinerve Vahl) merupakan tanaman herbal yang diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi memberikan aktivitas biologis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai LC₅₀ dan mengklasifikasikan tingkat toksisitas ekstrak metanol daun prasman menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) terhadap larva Artemia salina Leach. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Uji toksisitas dilakukan pada konsentrasi 10, 100, 500, 1.000, 5.000, dan 10.000 ppm dengan masing-masing perlakuan diamati selama 24 jam. Data kematian larva dihitung dalam bentuk persentase mortalitas dan dianalisis menggunakan metode probit untuk menentukan nilai LC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kematian larva meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, yaitu 0% (10 ppm), 2,94% (100 ppm), 7,69% (500 ppm), 31,81% (1.000 ppm), 52,38% (5.000 ppm), dan 80,95% (10.000 ppm). Analisis probit menunjukkan bahwa nilai LC₅₀ ekstrak metanol daun prasman berada pada rentang 1.000–10.000 mg/L lebih tepatnya 2.103 ppm. Berdasarkan klasifikasi toksisitas, ekstrak metanol daun prasman termasuk dalam kategori sedikit beracun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun prasman memiliki aktivitas toksik terhadap larva Artemia salina serta berpotensi menjadi sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui penelitian farmakologi dan toksikologi lanjutan.

Sari, Dian Vita; Fatmawati, Fatmawati; Junaedy, Junaedy; Damayanti, Siti; Apriani, Fitri

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Background: Stunting remains one of the public health problems that requires early prevention through health education and growth monitoring in children under five years old. Lack of parental knowledge regarding balanced nutrition, child feeding practices, hygiene, and routine physical examination can increase the risk of growth disorders in toddlers. Purpose: Physical examination in toddlers is important to identify early signs of growth and developmental problems, including body weight, height or length, nutritional status, and general physical condition. Method: This community service activity was conducted face-to-face using health education, discussion, and direct physical examination methods. The stages of activity included preparation, delivery of educational materials about stunting, physical examination of toddlers, recording the results, and providing simple counseling to parents. Results: The activity showed that mothers were enthusiastic in participating in counseling and toddler physical examination. Before the education was given, several mothers still had limited understanding about the causes, impacts, and prevention of stunting. After the activity, mothers began to understand the importance of balanced nutrition, routine weighing, height measurement, immunization, hygiene, and regular visits to posyandu or health facilities. Conclusion: Education about stunting and physical examination of toddlers can increase parental awareness regarding early prevention of growth disorders. This activity is useful in encouraging families to monitor toddler growth regularly and implement healthy childcare practices.

Fatarum, Syeika N. F.; Ruwiah; Meliahsari , Renni

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Konsumsi UPF dalam jumlah besar yang terjadi secara terus menerus dalam jangka waktu panjang dapat berdampak pada peningkatan risiko obesitas dan berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes tipe 2, kardiovaskular, sindrom metabolik, dan kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paparan iklan media sosial, kebiasaan membaca label pangan, dan teman sebaya dengan konsumsi UPF pada mahasiswa gizi Universitas Halu Oleo. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah mahasiswa aktif Program Studi gizi Universitas Halu Oleo. Sampel penelitian ini terdiri dari 165 mahasiswa gizi yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan dengan pengisian kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan 62,4% responden terpapar iklan media sosial, 69,7% responden memiiki kebiasaan membaca label pangan baik, 57% responden terpengaruh teman sebaya, dan 52,1% responden sering mengonsumsi produk UPF. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara paparan iklan media sosial (p=0,024) dan teman sebaya (p=0,013) dengan konsumsi UPF. Tidak terdapat hubungan kebiasaan membaca label pangan dengan konsumsi UPF (p=0,3397). Paparan iklan media sosial dan teman sebaya memiliki hubungan signifikan dengan konsumsi UPF. Kebiasaan membaca label pangan tidak ada hubungan dengan konsumsi UPF.

Putri, Nurdiyanti; Farradika, Yoli

Bali Health Published Journal (BHPJ) 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Background: South Tangerang City has experienced an increase in the prevalence of diarrhea in children under five years old over the past three years. In 2023, South Tangerang City prevalence of the incidence of diarrhea in under five years old 17,68%. Purpose: This study aims to determine the distribution of diarrhea incidence in children under five years old based on risk factors through a spatial analysis approach in South Tangerang City in 2023. Methods: This study employs a quantitative, descriptive approach with an ecological design. The study was conducted from November 1, 2024, to July 31, 2025. The population and sample of this study consist of all seven sub-districts in South Tangerang City in 2023, using a total sampling technique. The variables studied included diarrhea incidence in children under five years old, population density, safe sanitation access, supervised drinking water facilities according to standards, and vitamin A supplementation coverage. Secondary data was obtained from the Health Department and the Central Statistics Agency of South Tangerang City in 2023. Results: The study results showed that in 2023, Pamulang Subdistrict had the highest number of diarrhea incidences in children under five years old. The area is also known to have a very high population density, safe sanitation access that is still below the national target, the percentage of supervised drinking water facilities and vitamin A coverage that has reached the national target. Conclusion: Most subdistricts in South Tangerang City in 2023 have high and low rates of diarrhea in children under five years old, and safe sanitation access is still below the national target.

Apriani, Putu Yuli; Suarniti, Ni Wayan; Erawati, Ni Luh Putu Sri

Bali Health Published Journal (BHPJ) 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Background: Cesarean section (CS) is a mode of delivery frequently used in women with high-risk pregnancies. Over the past two decades, the rate of CS has increased significantly worldwide. Although CS can be a life-saving intervention when performed based on appropriate medical indications, it may also result in adverse outcomes for both mothers and infants and increase the clinical and economic burden on healthcare systems. Limiting CS rates can be achieved through the control of modifiable risk factors. Purpose: This study aimed to describe the factors contributing to the occurrence of cesarean section. Method: This study employed a descriptive cross-sectional design and was conducted at Singasana Regional General Hospital, Tabanan Regency, from February to May 2025. The study sample consisted of 259 women who underwent cesarean delivery during the period 2020–2024. Data were collected through a review of medical records using a checklist instrument. Univariate analysis was performed to describe maternal characteristics and indications for cesarean section. Result: Most cesarean deliveries occurred in women aged 20–35 years (77.99%) and in multiparous women (48.65%). The most dominant maternal factor was a previous cesarean section (37.6%), while the most common fetal factor was fetal distress (42.7%). Conclusion: Maternal age of 20–35 years, multiparity, a history of previous cesarean section, and fetal distress were the dominant factors associated with cesarean delivery. These findings highlight the importance of early antenatal risk screening and optimal labor management to reduce unnecessary cesarean sections and improve maternal and neonatal safety.

Saputro, Bambang Rinanto Adi; Novitasari, Dian; Febriana, Riska; Pujiastuti, Anasthasia

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Anemia masih menjadi masalah kesehatan yang banyak terjadi pada remaja putri dan wanita usia subur. Rendahnya pengetahuan mengenai pentingnya konsumsi tablet tambah darah dan vitamin B kompleks dapat meningkatkan risiko terjadinya anemia yang berdampak pada kesehatan dan produktivitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya konsumsi tablet tambah darah dan vitamin B kompleks sebagai upaya pencegahan anemia. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan melalui media leaflet yang dilaksanakan pada masyarakat Gintungan RT 06/RW 02, Desa Gogik, Ungaran Barat. Kegiatan diikuti oleh 37 peserta yang terdiri atas remaja putri, wanita usia subur, ibu hamil, ibu menyusui, dan masyarakat umum. Materi yang diberikan meliputi pengertian anemia, faktor risiko, manfaat tablet tambah darah dan vitamin B kompleks, aturan konsumsi, efek samping, faktor yang memengaruhi penyerapan zat besi, serta pola makan bergizi untuk mencegah anemia. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 35,1% setelah penyuluhan. Peserta juga menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai manfaat suplemen, cara konsumsi yang benar, dan upaya pencegahan anemia. Penyuluhan menggunakan media leaflet efektif sebagai sarana edukasi dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan anemia.

Ramadhan, Aditya Galang; Hidayati , Fajrina; Perdana, Silvia Mawarti; Lesmana, Oka

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Kondisi fisik rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan dapat meningkatkan risiko terjadinya penularan tuberkulosis paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi fisik rumah dan Personal Hygiene dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Talang Bakung Kota Jambi Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain case control dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian berjumlah 46 responden yang terdiri dari 23 kasus dan 23 kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, pengukuran menggunakan lux meter, thermohygrometer, meteran, serta wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda metode Backward LR. analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pencahayaan rumah dengan kejadian tuberkulosis paru (p=0,039; OR=4,286; 95%CI=1,240–14,730) dan kelembaban rumah dengan kejadian tuberkulosis paru (p=0,018; OR=5,313; 95%CI=1,498–18,840). Sementara itu, luas ventilasi (p=0,429; OR=0,521), kepadatan hunian (p=0,343; OR=0,216), dan Personal Hygiene (p=0,167; OR=3,550) tidak berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa kelembaban rumah merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru (p=0,010; OR=5,312; 95%CI=1,498–18,840). penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pencahayaan dan kelembaban rumah dengan kejadian tuberkulosis paru. Kelembaban rumah merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Talang Bakung Kota Jambi Tahun 2026. Disarankan kepada masyarakat untuk meningkatkan kualitas lingkungan rumah, terutama menjaga kelembaban dan pencahayaan agar memenuhi standar kesehatan guna mencegah penularan tuberkulosis paru.

Ramadani, Rahma; Effendy, Devi Savitri; Nurfadillah, Siti

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Computer Vision Syndrome (CVS) merupakan sekumpulan gangguan pada mata dan penglihatan yang terjadi akibat penggunaan komputer atau perangkat digital dalam waktu yang lama. Pekerja yang menggunakan komputer sebagai sarana utama dalam bekerja memiliki risiko tinggi mengalami CVS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan komputer, durasi penggunaan komputer, dan waktu istirahat dengan kejadian Computer Vision Syndrome (CVS) pada pekerja kantoran Bank Sultra Tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja bidang Teknologi Informasi (IT) Bank Sultra yang menggunakan komputer sebagai alat utama dalam bekerja sebanyak 52 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Fisher's Exact Test dengan tingkat kemaknaan ? = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 44 responden (84,6%) mengalami Computer Vision Syndrome (CVS). Sebagian besar responden memiliki intensitas penggunaan komputer kategori rendah (63,5%), durasi penggunaan komputer kategori tinggi (67,3%), dan waktu istirahat kategori kurang baik (75,0%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara intensitas penggunaan komputer dengan kejadian CVS (p=0,694) dan tidak terdapat hubungan antara durasi penggunaan komputer dengan kejadian CVS (p=0,248). Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara waktu istirahat dengan kejadian CVS (p=0,002). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa waktu istirahat berhubungan dengan kejadian Computer Vision Syndrome (CVS), sedangkan intensitas dan durasi penggunaan komputer tidak berhubungan dengan kejadian CVS pada pekerja bidang Teknologi Informasi (IT) Bank Sultra. Penerapan waktu istirahat yang cukup selama bekerja perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan CVS.

Hayatli, Miftahurrahmah El; Azzahrah, Sarah Haq; Harahap, Diva Nazwa; Annisa, Fadilah; Sitorus, Rezki Alya Mawaddah

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Malaria masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang berdampak terhadap angka kesakitan, kematian, dan produktivitas masyarakat. Perilaku pencegahan menjadi faktor penting dalam menurunkan risiko penularan malaria. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku pencegahan terhadap risiko kejadian malaria pada masyarakat di Kabupaten Asahan. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 50 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mencakup penggunaan kelambu, penggunaan anti nyamuk, penggunaan pakaian pelindung, kebiasaan keluar rumah pada malam hari, kebersihan lingkungan, dan perilaku pencarian pengobatan. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki perilaku pencegahan yang baik (62,0%) dan risiko kejadian malaria yang rendah (66,0%). Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku pencegahan dengan risiko kejadian malaria (p=0,003). Responden dengan perilaku pencegahan kurang memiliki peluang 6,88 kali lebih besar mengalami risiko malaria tinggi (OR=6,88; 95% CI=1,84–25,68). Disimpulkan bahwa perilaku pencegahan berhubungan signifikan dengan risiko kejadian malaria di Kabupaten Asahan.

Fajri, Al’; Hidayati , Fajrina; Nasutio, Helmi Suryani; Lesmana, Oka

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Rendahnya Angka Bebas Jentik (ABJ) menunjukkan tingginya potensi penyebaran nyamuk dan risiko kejadian DBD. Berdasarkan observasi awal di wilayah kerja Puskesmas Aur Duri ditemukan adanya jentik nyamuk pada sebagian besar rumah yang diperiksa serta adanya kasus positif DBD di wilayah tersebut.Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti di wilayah kerja Puskesmas Aur Duri Kota Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional dan pendekatan kuantitatif.Populasi penelitian sebanyak 7.723 rumah tangga, dengan sampel 121 rumah tangga yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, pengukuran lingkungan, dan wawancara terstruktur menggunakan lembar observasi.. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (? = 0,05), serta besar hubungan dinilai menggunakan Prevalence Ratio (PR). hasil uji Chi-square menunjukkan bahwa hanya variabel warna TPA yang memiliki hubungan signifikan dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti (p=0,00; PR=3,31; 95%CI=1,40–2,47), sedangkan variabel lain seperti letak TPA (p=0,80; PR=1,01), sumber air (p=0,70; PR=1,10), jumlah TPA (p=0,75; PR=1,10), suhu TPA (p=0,08; PR=1,45), kelembaban (p=0,99; PR=1,01), dan pH air (p=0,50; PR=0,76) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti. Hasil analisis menunjukkan bahwa hanya warna TPA yang memiliki hubungan dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti.