Publication Search

67,732 articles from 582 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-9 of 9

Analytics

Berli Isreal Titahena; Eka Sasmitha; Mei Anista Ririmasse; Bervi Latuserimala; Samsul Bahri Loklomin +1 more

Jurnal Pengabdian dan Kesejahteraan Masyarakat 2024 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This activity focuses on the socialization and simulation of earthquake disaster mitigation at SMA Negeri 14 Ambon. The aim was to increase students' awareness and preparedness in facing disasters, especially earthquakes. The methods used included material presentations using PowerPoint and simulations. This activity was attended by high school students with an age range of 15-18 years, who are at an ideal stage of cognitive development to receive and apply knowledge about disaster mitigation. The results showed that students had high enthusiasm and a good understanding of earthquake disaster mitigation after attending the socialization. This activity succeeded in increasing students' knowledge about actions to be taken before, during and after a disaster occurs. In conclusion, disaster mitigation socialization at the high school level is a strategic step in building a disaster resilient community. This activity can be a model for the development of similar programs in other schools, supporting the government's efforts in building community resilience to disasters.

Rahmad Rahmad; M. Uliah S; Hairuddin Hairuddin; A. Miftahul U; M. Arifin +1 more

JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN 2024 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

The natural disaster is one of the phenomena that can occur at any time, anywhere and anytime. The most common disasters are floods, landslides, tornadoes and earthquakes, which can cause damage, loss of life and even loss of life. The conditions of Tabaroge Village and its surroundings are prone to flooding geographically, geologically, hydrologically and demographically. The condition of the East Luwu Regency area is at the confluence of several earth tectonic plates. Therefore, most of the potential disaster threats are in the Tabaroge Village area and its surroundings. Based on the occurrence of natural disasters in East Luwu Regency in recent years, which occurred in several villages. Judging from the characteristics of the Tabaroge Village area, Efforts to Reduce Disaster Risk in Rural Areas by Utilising Remote Sensing Imagery aims to provide information on locations that have disaster risk. This research uses the analysis methods of Standardised Precipitation Index (SPI), Normalised Difference Vegetation Index (NDVI), Normalised Difference Water Index (NDWI), Soil Adjusted Vegetation Index (SAVI) and Inverse Distance Weighted (IDW) for data exploration using Arcmap (GIS). In future development, it is expected to be able to implement disaster risk reduction by utilising remote sensing imagery in Tabaroge Village, East Luwu Regency.

Luluk Baikuna; M. Harun Rifai; Rizqi Trisnaningtyas

Globe: Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan 2024 Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

The application of Geographic Information Systems (SIG) has become an important tool in combating the risk of flood disasters in many areas, including Demak City. This research aims to explore and evaluate the possible benefits of implementing SIG to reduce the danger of flooding in Demak City. The study approaches used include stakeholder interviews, field surveys, and geographic data analysis. The research results show how useful SIG is for creating early warning systems, identifying air flow patterns, and mapping areas vulnerable to flooding. The use of SIG also enables improved coordination of flood mitigation and management among various interconnected entities. This study makes a significant contribution to our understanding of the function of geospatial information technology in disaster management and provides useful insights for stakeholders to create more effective methods for mitigating flood hazards in Demak City.

Hariani Hariani; Rahdyanti Rahdyanti; Moh Ali Murad; Risnawati Risnawati

JURNAL EKONOMI MANAJEMEN AKUNTANSI 2023 sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dharma Putra Semarang

Efforts in disaster risk reduction have not been carried out optimally. In this case, the socialization of disaster risk reduction in Dusun II Kalukau, West Sibalaya Village is one of the efforts to provide direct education informally to the community. This study aims to produce information about public understanding and awareness of disaster risk reduction. This research was conducted with a qualitative approach. Data sources come from observation, discuccion focus groups, and active participation. The results showed that public understanding of disasters was relatively good, the implementation of disaster risk reduction socialization was considered good as an educational effort for disaster mitigation.

Nurmaulia Khotmi

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2023 Universitas Muhammadiyah Manado

Bencana merupakan peristiwa atau serangkaian peristiwa yang dapat menimbulkan kerugian baik fisik, materi maupun psikologis yang disebabkan oleh faktor alam, non alam dan disebabkan oleh manusia. Tujuan dari sosialisasi ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat sehingga dapat meminimalisisr resiko yang terjadi akibat bencana. Pre dan postes diberikan sebelum dan setelah pemaparan materi, digunakan untuk mengetahui tingkat pengetahuan subjek terhadap kesiap siagaan bencana. Hasil kegiatan ini bahwa subjek mempu meningkatkan pengetahuan terkait kesiap siagaan bencana dalam menghadapi dampak/resiko bencana.

Meyvia Puspita Dewi; Kartika Rinakit Adhe; Eka Cahya Maulidiyah; Nurhenti Dorlina Simatupang

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Banjir merupakan suatu peristiwa alam yang sering terjadi ketika musim penghujan. Di Mojokerto tepatnya di desa Tempuran terjadinya banjir diakibatkan oleh air sungai yang meluap dan kurangnya daerah resapan air di daerah Tempuran. Anak-anak merupakan korban yang paling rentan terkena dampak banjir ini akibat dari kurangnya edukasi tentang penyelamatan diri ketika bencana banjir tersebut terjadi. Maka edukasi sejak dini tentang mitigasi bencana banjir pada anak usia dini harus dikenalkan sebagai upaya menumbuhkan kesadaran siaga bencana sebagai upaya mengurangi resiko bencana. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan dan mendeskripsikan kemampuan berfikir logis mengenai mitigasi bencana banjir  pada media pop up book untuk anak usia 5-6 tahun. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan atau R&D (Research and Development) dengan model pengembangan ADDIE. Desain uji produk pada peneitian ini menggunakan one group pretest dan posttest. Subjek penelitian ini menggunakan 30 anak di TK Negeri Pembina II Sooko Mojokerto. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisoner dan observasi. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan N-Gain. Hasil penilaian dari para ahli memperoleh 88,24% dari ahli media sedangkan  dari ahli materi memperoleh skor sebesar 86,76%. Hasil efektifitas produk dari 30 anak sebesar 0,74  yaitu g ≥ 0,7 yang berarti nilai N-Gain yang diperoleh lebih besar sehingga media dinyatakan layak dan berpengaruh dalam memberikan pengetahuan mitgasi bencana banjir pada anak usia 5-6 tahun.

Ida, Ida

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Abstrak Bencana tanah longsor dapat mengakibatkan ancaman serius bagi masyarakat yang dapat menjadi situasi darurat bencana. Situasi darurat bencana ialah suatu peristiwa atau serangkaian peristiwa yang telah mengakibatkan ancaman yang kritis terhadap kesehatan, keselamatan, keamanan atau kesejahteraan suatu masyarakat atau sekelompok besar orang. Salah satu wilayah dengan resiko tinggi bencana tanah longsor adalah Desa pernah terjadi bencana tanah longsor dan pada tahun 2018 yang menimbulkan kerugian mulai dari kerusakan infrastruktur, kehilangan aset, beban psikis pasca bencana, korban luka-luka bahkan merenggut korban jiwa. Fasilitas sekolah atau sarana Pendidikan juga mengalami kerusakan sehingga mengganggu proses pembelajaran terhadap siswanya. Kegiatan ini melibatkan Siswa remaja dengan tujuan untuk mengoptimalkan pengetahuan dan pemahaman remaja Sirnaresmi dalam menghadapi bencana longsor dan mengoptimalkan pengetahuan dan pemahaman Standar Oprasional Prosedur (SOP) Manajemen Bencana Dalam Kesiapsiagaan Remaja Menghadapi Bencana Tanah Longsor. Metode yang digunakan yaitu Sosialisasi SOP Tanggap Darurat Dalam Manajemen Bencana Di Sekolah daerah rawan bencana Desa Sirnaresmi Kabupaten Sukabumi. Hasil penelitian adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang SOP tanggap darurat dalam manajemen bencana pada remaja di Sirnaresmi.

Harsoyo Harsoyo

Public Service And Governance Journal 2020 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki beragam potensi bencana, ditinjau dari aspek geografis, klimatologis dan demografis. Negara kita terletak diantara dua samudera (Samudera Indonesia dan Samudera Pasifik) dengan jumlah pulau lebih kurang sebanyak 17.000 pulau yang kaya potensi alam, hutan, laut, bahan tambang- mineral dan sekaligus kerawanan bencana. Dari  aspek geologis,  terletak  pada tiga (3) lempeng utama, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Asutralia dan Lempeng Pasifik yaang menjadikan   kaya   cadangan mineral dan sekaligus memiliki potensi bencana gempa, tsunami dan tanah longsor. Selain itu, terdapat puluhan gunung berapi yang masih aktif dan berpotensi meletus dan menimbulkan bencana gunung berapi tetapi juga memebrikan kesuburan lahan dan potensi alam yang beragam. Sedangkan secara klimatologis memiliki potensi bencana angin ribut/puting beliung, gelombang pasang naik di  wilayah pesisir/rob, perubahan iklim, banjir  dan kekeringan yang berdampak pada berbagai  bidang kehidupan masyarakat. Dengan kondisi tersebutperlu dilakukan kajian analisis resiko bencana sebagai upaya untuk mengantisipasi dan menanggulangi resiki-resiko yang muncul akibat bencana alam. Urusan bencana ada urusan kita semua oleh karena itu partisipasi dan keterlibatan semua unsur baik pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan stakeholder lainnya perlu ditumbuhkan dan dioptimalkan, Dengan peran serta semua pihak diharapkan Indonesia menjadi negara yang Tangguh dalam menghadapi bencana alam.

Dewi, Ratih Puspita; Handitcianawati, Wiwin; Hermawan, Roby

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Gempabumi (earthquake) merupakan suatu fenomena alami yang terjadi pada kulit bumi berupa bergoncangnya atau bergetarnya bumi karena adanya pergerakan pada lapisan batuan secara tiba-tiba disebabkan karena lempeng tektonik. International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (2010) menyebutkan bahwa perempuan dan anak pada umumnyamerupakan korban utama dalam bencana alam, hal ini dikarenakan korban yang tewas lebih tinggi pada perempuan dan anak perempuan, penyebabnya karena kendala budaya berupa mobilitas perempuan, kurangnya ketrampilan yang dimiliki perempuan dibandingkan dengan laki-laki, serta kekuatan fisik perempuan yang lebih kecil dibandingkan dengan laki-laki. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meminimalkan resiko jatuhnya korban perempuan dalam bencana gempabumi dengan upaya meningkatkan kesadaran, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan terhadap bencana gempabumi. Metode pelaksanaannya dengan melakukan sosialisasi  kesiapsiagaan  bencana  gempabumi  di  Pimpinan  Cabang  Nasyiatul  Aisyiyah Klaten Selatan. Target luaran dari kegiatan ini adalah (1) menumbuhkan kesadaran kepada kaum perempuan terhadap pentingnya pemahaman mitigasi bencana gempabumi baik sebelum,  saat  tanggap  darurat  maupun  pasca  bencana,  (2)  menumbuhkan  kewaspadaan bahwa bencana gempabumi dapat terjadi sewaktu-waktu sehingga kaum perempuan harus siap  bencana  kapan  saja  dan  dimana  saja,  dan  (3)  meningkatkan  kesiapsiagaan  kaumperempuan terhadap bencana gempabumi sehingga mengurangi resiko terjadinya korban bencana dari pihak perempuan.Kata kunci: gempabumi, perempuan, kesiapsiagaan