Publication Search

73,099 articles from 684 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-10 of 10

Analytics

Satriadi Satriadi; Ranti Utami; Agus Tina; Kinanti Rahmadhani; Mohammad Hammam +1 more

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menjadi dewasa. Pada masa ini mereka mengalami perubahan baik secara fisik ataupun pola pikir. Para remaja menjadi lebih aktif apalagi terkait dengan perkembangan teknologi. Namun disini, pemanfaatan mereka akan teknologi hanya sebatas untuk hiburan seperti bermain game, menonton video dan lain sebagainya. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang bertujuan untuk membantu remaja khususnya remaja di Kelurahan Melayu Kota Piring agar lebih berkreativitas dalam berkarya melalui pemanfaatan teknologi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah workshop dengan sasarannya adalah remaja yang tergabung dalam Forum Anak Kelurahan Melayu Kota Piring serta siswa-siswi SMPN 2 Tanjungpinang yang berjumlah 50 orang. Hasil kegiatan ini yakni meningkatnya kreatvitas dan pola pikir remaja di Kelurahan Melayu Kota Piring dalam hal menjadi seorang influencer. Terlebih lagi sulitnya lapangan kerja pada masa sekarang memaksa kita untuk bisa dalam berbagai hal dan melakukan kegiatan yang dapat menghasilkan pendapatan. Melalui kegiatan ini remaja juga sekaligus diajarkan untuk menjadi wirausaha dan bahkan bisa membuka peluang untuk lapangan pekerjaan.

Dina Rahmawati; Inna Solihati Embrik; Zahrah Maulidia Septimar

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2022 Universitas Muhamadiyah Manado

Saat menuju dewasa, yaitu usia 10 sampai 19 tahun (WHO, 2018). Banyak hal yang dapat mempengaruhi sikap dan perilaku remaja sehingga akan berakibat terhadap kesehatan reproduksi. Seperti menjelang menstruasi. Gejala yang timbul adalah rasa tidak nyaman yang terjadi pada waktu singkat,mulai dari beberapa jam sampai beberapa hari, dan dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Gangguan yang sering terjadi menjelang menstruasi yakni premenstruasi sindrome (PMS) (Suparman, Pertiwi dalam Isramilda & Purwati, 2020). Tujuan umum pada penelitian ini yaitu agar dapat mengetahui hubungan antara aktivitas fisik pada remaja putri. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. deskriptif korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap hubungan korelatif antar variabel (Sugiyono, 2012). Karakteristik responden pada penelitian ini yang dapat disajikan terdiri dari umur responden, jenis kelamin responden. Karakteristik merupakan ciri atau tanda khas yang melekat pada diri responden dalam hal ini remaja putri.

Suprapti, Eka; Adriana, Vivi; R.K, Maria Kurnyata; Yusfira, Yuliana

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: Menstrual cycle disorders that are not treated promptly and properly will result in various health problems. The purpose of this study was to determine the correlation of physical activity and body mass index with the menstrual cycle of young girls in Balangtaroang village, Bulukumba Regency Methods: The sampling method used in this study is non-probability sampling with a total sampling technique of 25 respondents. The test used in this research is the Somers'd statistical test. Results: Where the results of the research for the variable physical activity on the menstrual cycle based on the Somers'd test results obtained p value = 0.044 <? = 0.05 and an average value of 2.120, this means that H0 is rejected and Ha is accepted, and for the body mass index variable on the menstrual cycle based on the Somers'd test results, p value = 0.133> ? = 0.05 and an average value of 1,400 Conclusion: Based on the results of the research above, it can be concluded that there is a correlation between physical activity and the degree of the menstrual cycle and there is no correlation between body mass index and the menstrual cycle.

Nilawati Nilawati; Ninsah Mandala Putri Sembiring

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Adolescence between the ages of 10-19 years, is a transitional period experienced by a person with physical and psychological changes. One of the health problems that occur in adolescents is anemia. This study aims to determine the incidence of anemia, the relationship between knowledge and menstrual history in the Working Area of ​​the Stungkit Health Center, Wampu District, in 2022. This type of research is an analytical survey with a cross sectional method approach. The number of samples used was 40 people. The data analysis technique uses the Chi Square test. the results obtained from 40 respondents, obtained a value of p = 0.001 (P> 0.05) this means that there is a relationship between knowledge and the incidence of anemia in young women. p value = 0.000 (P > 0.05) this means that there is a relationship between menstrual history and the incidence of anemia in young women. 

Yuni Astuti; Tuti Anggarawati; Afriza Prima Safira; Salsabila Lintang W; Riskha Esnawati +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Menstruasi adalah masa perdarahan yang terjadi secara teratur setiap bulan yang disebabkan oleh pelepasan telur yang tidak dibuahi dari ovarium atau indung telur. Remaja putri yang sedang menstruasi harus menjaga kebersihan diri dan hygiene merupakan upaya untuk menjaga kebersihan diri dan kesehatan melalui perawatan diri. Perilaku hygiene saat menstruasi merupakan hal yang penting untuk diperhatikan oleh remaja SMP, jika remaja tidak melakukan personal hygiene saat menstruasi seperti tidak mengganti celana dalam saat mengganti pembalut, mengganti pembalut saat sudah penuh saja, dan jarang mandi dapat menimbulkan gangguan pada fungsi reproduksi. Hasil wawancara dengan salah pengurus PKK menyatakan bahwa siswa di RW 03 Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tembalang belum pernah mendapatkan penyuluhan kesehatan tentang perilaku personal hygiene pada saat menstruasi. Kegiatan   pendidikan   kesehatan   ini   bermanfaat   bagi   pengembangan   pengetahuan dan keterampilan masyarakat khususnya remaja putri pada saat mendapatkan menstruasi. Dari hasil kegiatan ini pengetahuan remaja putri meningkat dari 30% menjadi 70% sedangkan keterampilan meningkat dari 20% menjadi 80%. Saran untuk kegiatan ini dapat ditindaklajuti secara simultan dan melibatkan seluruh elemen yang ada di keluarga dan masyarakat.    

Chandrayani Chandrayani; Marry H. Rimporok; Irne Wida Desiyanti

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2022 Universitas Muhamadiyah Manado

Pendahuluan. Nyeri dismenore dapat menimbulkan rasa yang kurang nyaman pada seseorang dikarenakan oleh nyeri yang timbul untuk mengurangi rasa nyeri tersebut maka diberikan senam dismenore. Senam dismenore dapat meningkatkan pasokan oksigen sehingga nyeri dapat berkurang. Tujuan. Penelitian ini mengetahui apakah ada pengaruh senam dismenore terhadap penurunan dismenore. Metode. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian Pre-Eksperimental. Sampel diambil berdasarkan jumlah responden sebanyak 10 orang dengan menggunakan Accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi. Selanjutnya data yang telah terkumpul diolah dengan menggunakan program SPSS versi 16.0 untuk di analisa dengan uji statistik T-Dependen. Hasil. Hasil Uji T Dependen didapatkan p value = 0,000 artinya statistic ada perbedaan signifikan penurunan skala nyeri sebelum dan sesudah melakukan senam. Kesimpulan. dalam penelitian ini terdapat pengaruh senam dismenore terhadap penurunan dismenore pada remaja putri di SMA Muhammadiyah Manado. Diharapkan senam dismenore dapat diterapkan oleh siswi putrid sehingga dapat mengurangi dismenore saat haid.  

Sri Wahyuni, Rika

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

ABSTRACT Background: Cancer is a disease that arises due to abnormal growth of body tissue cells that turn into cancer cells. Breast cancer is one type of cancer with the highest percentage among other cancers. The number of breast cancer in adolescents aged 15-24 years as many as 16 people was recorded in the records of the Riau Provincial Health Office in 2015. The results of medical research at the Johns Hopkins Research Center in America stated that 40% of cancer patients who were detected early through regular home self-examinations were successful. healed. Purpose: This study aims to determine the relationship between knowledge and action on early detection of breast cancer. Methods: This research is quantitative with an analytical design that uses primary data. The research sample was 84 young women using the Proportionate Stratified Random Sampling technique. Data for knowledge and action for early detection of breast cancer were obtained by using a questionnaire and analyzed by univariate and bivariate using chi square test with SPSS. Results: The results of the univariate analysis were 50 (60%) young women with sufficient knowledge, and 69 (82%) young women did not do early detection of breast cancer. The results of the chi square test show that there is no relationship between knowledge and action on early detection of breast cancer. Every young woman is expected to increase knowledge related to early detection of breast cancer so as to raise awareness to carry out breast self-examination.   Keywords: Knowledge, Action, Early Detection of Breast Cancer   ABSTRAK Latar Belakang: Penyakit kanker adalah penyakit yang timbul akibat pertumbuhan tidak normal sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker dengan persentase tertinggi diantara penyakit kanker lainnya. Jumlah kanker payudara pada remaja berusia 15-24 tahun sebanyak 16 orang tercatat dalam catatan Dinas Kesehatan Provinsi Riau Tahun 2015. Hasil penelitian medis John Hopkins Research Centre di Amerika menyebutkan bahwa 40% penderita kanker yang terdeteksi sejak dini melalui pemeriksaan sendiri di rumah secara teratur berhasil sembuh. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan tindakan terhadap deteksi dini kanker payudara. Metode: Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain analitik yang menggunakan data primer. Sampel penelitian sebanyak 84 orang remaja putri dengan menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Data untuk pengetahuan dan tindakan deteksi dini kanker payudara diperoleh dengan menggunakan kuisioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square dengan SPSS. Hasil: Hasil analisis univariat terdapat 50 orang (60%) remaja putri dengan pengetahuan cukup, serta 69 orang (82%) remaja putri tidak melakukan deteksi dini kanker payudara. Hasil uji chi square menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan tindakan terhadap deteksi dini kanker payudara. Setiap remaja putri diharapkan meningkatkan pengetahuan terkait deteksi dini kanker payudara sehingga menimbulkan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri.   Kata Kunci :Pengetahuan, Tindakan, Deteksi Dini Kanker Payudara

Ummu Khalishah, Andriani

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

ABSTRACT Background: Diet is aiming to lose weight can be done in various ways.During the adolescent anxiety problems against weight loss arising more happens than the other.The physical changes that occur in particular weight and body shape increases the risk of someone worrying about her weight. Purpose: This research was conducted aiming to know the behavior of young women about diet in SMA Negeri 5 Pekanbaru. Method: This research is quantitative type with anlitik design with coss sectional approach. This type of research is quantitative and deskriftif design. The population of this research as much as 444 people with 82 samples of respondents with the method of sampling Simple Random Sampling using univariate analysis.This research instrument using questionnaires and engineering research with primary data. Results: Based on the results of research that young women in SMA Negeri 5 Pekanbaru knowledgeable low as much as 42 respondents (51%), being negative as much as 43 respondents (52%), and the actions that go on a diet as much as 58 respondents (71%). Conclusion: For the respondent is expected to be more positive about the diet, and can do the diet properly and healthily.   Keywords: Behavior, Young Women, Diet   ABSTRAK Latar Belakang: Diet merupakan usaha yang bertujuan untuk menurunkan berat badan yang dapat dilakukan dengan berbagai cara. Pada masa remaja masalah kecemasan terhadap berat badan timbul lebih banyak terjadi dibandingkan masa kehidupan lainnya. Perubahan fisik yang terjadi khususnya berat badan dan bentuk tubuh meningkatkan risiko seseorang mencemaskan berat badannya. Tujuan:  Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui perilaku remaja putri tentang diet di SMA Negeri 5 Pekanbaru. Metode: Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dan berdesain deskriftif. Populasi penelitian ini sebanyak 444 orang dengan sampel 82 responden dengan metode pengambilan sampel Simple Random Sampling dengan menggunakan analisa univariat. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dan teknik penelitian ini dengan data primer. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian bahwa remaja putri di SMA Negeri 5 Pekanbaru berpengetahuan rendah sebanyak 42 responden  (51%), bersikap positif sebanyak 43 responden (52%), dan tindakan yang melakukan diet sebanyak 58 responden (71%). Kesimpulan: Bagi responden diharapkan dapat bersikap yang lebih positif mengenai diet, dan dapat melakukan diet dengan benar dan sehat.  Kata kunci      :  Perilaku, Remaja Putri, Diet  

P Novi Sagitarini

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: Globally, cervical cancer ranks fifth and ranks second in all cancers in women in Indonesia. One of the factors that influence the incidence of cervical cancer is the age of first sexual intercourse. About 33.3% of female adolescents started dating when they were not yet 15 years old, at that age it was feared that they did not have adequate life skills, so they were at risk of having unhealthy dating behaviors such as premarital sex. Providing information related to HPV vaccination can increase their knowledge so that it will affect how young women behave towards prevention of cervical cancer through HPV vaccination. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes of young women to prevent cervical cancer through HPV vaccination. Methods: The cross sectional survey was conducted on 269 people. Data was collected in December 2016-January 2017 using questionnaire. Bivariate data analysis using Rho Spearman test to determine the relationship between knowledge and attitudes of young women to prevent cervical cancer through HPV vaccination. Results: The results showed that there was a significant relationship between knowledge and attitudes of young women towards the prevention of cervical cancer through HPV vaccination with p values <0.05 and r = 0.859. Conclusion: The attitude of young women towards the prevention of cervical cancer through HPV vaccination is related to the knowledge possessed by the teenager.Keywords: Attitude; HPV vaccination; Knowledge; Teenage girl

Kadek Agus Dwija Putra

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: The prevalence of anemia in adolescent girls in Indonesia according to WHO reaches 30%, and in the 2013 Riskesdas report recorded 18.4% of adolescents have anemia with the highest percentage in the female sex of 23.9%. Anemia in adolescents can cause delay in physical growth and behavior and emotional disorders. This study aims to determine the relationship between knowledge about anemia and nutritional status with the incidence of anemia in young women in Badung Regency. Method: This study uses analytic cross sectional design with a sample of 106 adolescent girls aged 15-18 years in high school, Badung Regency. Data collection was carried out directly on respondents in each school, for anemia data was collected by examining blood samples or hematology panels (hemograms) with an Hematology Autoanalyzer tool, data on knowledge of anemia was carried out by means of interviews using questionnaire guidelines, and nutritional status data was carried out by how to measure anthropometry (body weight and height) to get a IMT value. The analysis conducted is univariate analysis to determine the distribution and frequency of variables and bivariate analysis using the Kai-Kuadrat/Chi-Square test with the help of the SPSS program. Result: The prevalence of anemia in young women is 13.2%. Most had normal nutritional status of 77.4%, while others were categorized as abnormal / malnutrition (2.8% thin, 17.0% fat, 2.8% obese). For the level of knowledge obtained, the majority of 77.4% have a good level of knowledge in the category of anemia. Kai-Square / Chi-Square test results showed that, there was a significant relationship between knowledge about anemia and anemia in adolescent girls (95% CI: 1.93-20.77; p = 0.003). There was no significant relationship between nutritional status and anemia in adolescent girls (p = 0.301). Conclusion: Poor knowledge about anemia is associated with the incidence of anemia in young women, whereas nutritional status is not related to the incidence in young women. It is expected that related parties make a policy regarding anemia screening and education activities especially for young women. Keywords: Anemia; Knowledge; Nutritional status