Publication Search

70,857 articles from 621 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1-3 of 3

Analytics

Emilia Kurniawati; Nur Ainiyah; Nurdiana Fitri Isnaini

Akuntansi dan Ekonomi Pajak: Perspektif Global 2025 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

This study aims to examine the effect of liquidity, profitability, leverage, and accounts receivable turnover on financial distress. The sample used in this study is banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2021-2024 period. The population sample in this study is 47 companies. The sample was determined using a purposive sampling method, resulting in 10 companies. The type of data for this study is secondary data obtained from www.idx.co.id. The analytical method used was multiple regression analysis. The results of this study indicate that simultaneously, the variables liquidity, profitability, leverage, and accounts receivable turnover significantly influence financial distress. Partially, the liquidity variable has a negative and significant effect on financial distress, while the profitability variable has a negative and significant effect on financial distress. Leverage and accounts receivable turnover have no effect on financial distress. Furthermore, the Adjusted R-square coefficient is 95.3%, indicating that 4.7% is influenced by other variables. These findings suggest that companies with better liquidity and profitability levels have a lower probability of experiencing financial distress. This aligns with the theory that high liquidity ensures the availability of cash to meet short-term obligations, while strong profitability supports operational sustainability and investor confidence. On the other hand, leverage and accounts receivable turnover did not significantly affect financial distress, which may indicate that banking companies have a more stable debt structure and effective credit management, reducing their influence on distress conditions. This research provides practical insights for company management, investors, and regulators. For managers, maintaining optimal liquidity and profitability levels is essential to prevent financial difficulties. For investors, liquidity and profitability indicators can serve as reliable references for investment decision-making.

Dewi Ratna Sari; Sunu Priyawan

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pengkajian memiliki tujuan guna mengetahui efektifitas pengelolaan piutang terhadap pengendalian piutang tak tertagih pada PT. Sarayu Garuda Elektrindo dalam lima bulan terakhir dan untuk mengetahui pengelolaan yang efektif dalam pengendalian piutang tak tertagih pada PT. Sarayu Garuda Elektrindo. Metode yang dipakai pada pengkajian ini ialah deskriptif kuantitaif dalam sumber data melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi berupa laporan penjualan juga laporan piutang. Rasio pengukuran pada pengkajian ini ialah rasio Receivable Turn Over (RTO), rasio Average Collectiod Period (ACP), rasio tunggakan, serta rasio penagihan. Berdasarkan perolehan pengkajian dapat disimpulkan jika pengelolaan piutang pada PT. Sarayu Garuda Elektrindo belum efektif, dilihat dari kebijakan kredit yang masih diloggarkan dengan tidak adanya batasan kredit untuk pelanggan, tidak adanya denda jika pelanggan terlambat melunasi kewajibannya, dan tidak adanya analisis 5C yang digunakan perusahaan untuk mengevaluasi calon pelanggan, serta terdapat hasil perhitungan rasio RTO dan ACP yang terdapat dibawah standar yang ditentukan pada perusahaan ialah pada bulan Juni perputaran piutang sebanyak 9,86 kali dan memerlukan waktu 37 hari guna mengganti piutang sebagai kas, bulan Juli perputaran piutang sebanyak 2,12 kali dan memerlukan waktu 170 hari guna menggantu piutang sebagai kas, di bulan Agustus perputaran piutang sebanyak 2,36 kali dan memerlukan waktu 153 hari untuk mengubah piutang menjadi kas, bulan September perputaran piutang sebanyak 2,26 kali dan memerlukan waktu 153 hari untuk mengubah piutang menjadi kas. Sedangkan pada bulan Oktober perputaran piutang sebanyak 1,34 kali dan memerlukan waktu 268 hari guna mengganti piutang sebagai kas. Untuk rasio tunggakan mengalami fluktuasi dari bulan Juni sebesar 20%, bulan Juli terjadi peningkatan menjadi 63%, bulan Agustus terjadi penyusutan menjadi 55%, di bulan September rasio tunggakan kembali naik menjadi 57%, dan di bulan Oktober juga mengalami kenaikan menjadi 67%. Sedangkan untuk rasio penagihan pada bulan Juni adalah yang paling tinggi sebesar 80%, pada bulan Juli mengalami penurunan penerimaan kas menjadi 37%, di bulan Agustus kembali mengalami kenaikan sebesar 45%, namun di bulan September kembali mengalami penurunan sebesar 43%, dan penurunan kembali terjadi di bulan Oktober sebesar 33%. Pada analisis umur piutang juga menunjukkan hasil yang terus mengalami kenaikan taksiran kerugian piutang, di bulan Juni taksiran kerugian piutang sebesar Rp. 6.307.900, bulan Juli sebesar Rp. 18.750.200, bulan Agustus sebesar Rp. 33.781.200, bulan September sebesar Rp. 66.930.480, dan bulan Oktober sebesar Rp. 115.103.920.

Mayang Sari; H. Zafril Abdi Nasution; H. Kaharuddin

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh perputaran piutang terhadap return on equity (ROE) pada CV. Parulian Sojuangon Panggabean Group Kabupaten Tapanuli Tengah. Penulis menggunakan metode penelitian dalam deskriptif kuantitatif untuk membahas permasalahan yang dihadapi oleh keuangan perusahaan. analisis data dijelaskan penggunaan hasil beberapa analisis sub-data yang linear mengenai perputaran piutang (rasio lancer) terhadap return on equity (ROE) (Y). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang positif antara perputaran piutang dan return on equity pada CV. Parulian sojuangon panggabean Group Kabupaten Tapanuli Tengah sebesar 0,322, sehimgga apabila diimterpretasikan dalam skala nilai dapat dikategorikan rendah. Persamaan regresi yang diperoleh Y= 0,143 + 0,134X  yang menunjukkan pengaruh perputaran piutang terhadap return on equity pada cv. Parulian sojuangon panggabean Group Kabupaten Tapanuli Tengah. Uji t menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan ditolak (tidak signifikan) kebenarannya, dimana t hitung 0,590>2,07387, yang berarti return on equity belum tentu bertanbah sebesar koefisien regresi/slop (0,319) apabila variable perputaran piutang ditambah dengan satu satuan. Sementara koefisien determinasi  diketahui bahwa perputaran piutang hanya berperan sebesar 10,4 % terhadap return on equity pada CV.parulian Sojuangon Panggabean Group Kabupaten Tapanuli Tengah dan sisanya sebesar 89,6% dipengaruhi factor lain yang tidak dimasukkan dalam model.