Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-19 of 19

Analytics

Dian Rimayanti; Prisca Trifena Puspita; Sinta Tri Hapsari; Felisya Natalia Purwanto; Tries Ellia Sandari

Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen 2026 CV. Aksara Global Akademia

Kecurangan (fraud) di sektor perbankan daerah merupakan ancaman serius yang dapat merugikan keuangan negara dan menurunkan kepercayaan publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis kasus korupsi pengadaan iklan pada Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) menggunakan pendekatan Fraud Triangle Theory yang mencakup tiga elemen utama: tekanan (pressure), kesempatan (opportunity), dan rasionalisasi (rationalization). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, didukung oleh studi literatur dari berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kasus Bank BJB mencerminkan interaksi ketiga elemen Fraud Triangle secara simultan. Tekanan bersumber dari kebutuhan dana non-budgeter yang besar dalam pengelolaan anggaran promosi senilai Rp409 miliar. Kesempatan muncul akibat lemahnya sistem pengendalian internal, tidak adanya verifikasi dokumen yang memadai, serta penyimpangan dalam proses pengadaan. Rasionalisasi terbentuk melalui persepsi pelaku bahwa praktik tersebut merupakan hal yang lazim dalam lingkungan birokrasi dan korporasi. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pemahaman teoritis dan praktis terkait pencegahan fraud di lembaga keuangan daerah Indonesia, khususnya melalui penguatan tata kelola perusahaan dan sistem pengawasan internal.

Reni Isuntari

Jurnal Manajemen Riset Inovasi 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study aims to examine the level of regional financial independence and various financial ratios in assessing the performance of regency and city governments in the Special Region of Yogyakarta (DIY) for the 2019–2024 period. The method employed is a descriptive qualitative approach supported by quantitative data in the form of Budget Realization Reports (LRA). Performance measurement was conducted through several key indicators, including independence, effectiveness, efficiency, and growth ratios. The results indicate that the level of fiscal independence remains relatively low, characterized by a high dependency on transfer funds from the central government. On the other hand, the effectiveness ratio shows good achievement, as most regions were able to meet their revenue targets, particularly from Local Own-Source Revenue (PAD). However, the efficiency of expenditure management remains uneven across regions. Furthermore, the revenue growth ratio shows fluctuations influenced by economic conditions, including the impact of the pandemic. Overall, regional financial performance still needs to be improved, especially in strengthening fiscal independence and optimizing PAD potential.

Ade Budi Setiawan; Siti Rachma; Haklima Bintang Wulandari; Pitriani Dwi Agustin; Ristya Cahya Khaerunissa +2 more

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Regional government financial performance is a strategic indicator for assessing the success of regional autonomy implementation, particularly in managing public finances in an effective, efficient, transparent, and accountable manner. This study aims to analyze the financial performance of the Government of West Nusa Tenggara Province (NTB) during the 2018–2022 period using a regional financial ratio analysis approach. The research employs a descriptive quantitative method utilizing secondary data obtained from the Budget Realization Reports (LRA) and the Regional Government Financial Statements (LKPD) that have been audited by the Audit Board of the Republic of Indonesia (BPK). The analysis is conducted by calculating regional financial ratios, including the financial independence ratio, the effectiveness ratio of Regional Original Revenue (PAD), the efficiency ratio of regional finances, the activity ratio (expenditure harmony), and the revenue growth ratio. The results indicate that the financial performance of the Government of West Nusa Tenggara Province has generally improved. The regional financial independence ratio falls within the participatory category with an average value of 57.81%, reflecting a gradual reduction in dependence on central government transfer revenues, particularly in 2022. The effectiveness ratio of PAD is categorized as moderately effective, with an average of 92.84%, although it fluctuates due to increases in revenue targets that were not fully matched by actual revenue realization. The regional financial efficiency ratio consistently remains in the efficient category, indicating the local government’s ability to control expenditures relative to revenues. Furthermore, the activity ratio analysis shows a shift in expenditure composition from operating expenditure toward capital expenditure, indicating an increased orientation toward development and long-term investment. The growth ratio reveals a significant increase in PAD in 2022, accompanied by a decline in transfer revenue growth.

Yohanes Frederik Gesi Kedang; Andreas Rengga; Konstantinus Pati Sanga

Nian Tana Sikka : Jurnal ilmiah Mahasiswa 2025 Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Nusa Nipa

The research aim was to examine the regional financial performance of the Local Government of Sikka Regency. This research employed a descriptive quantitative method. The population of this study consisted of Budget Realization Reports (APBD) of the Local Government of Sikka Regency, with the sample covering five fiscal years from 2019 to 2023. Data were collected through documentation. The financial performance of the Local Government of Sikka Regency, as measured by the independence ratio, was categorized as very low with an instructive relationship pattern, where the role of the central government was more dominant than the independence of the local government. The effectiveness of the regional financial performance of Sikka Regency in 2019 – 2023 had an average of 85,90%, which fell into the less effective category. The allocation of funds in Sikka Regency was still unbalanced, as most of the APBD was allocated to operational expenditures with an average of 68,48%, while capital expenditures accounted for only an average of 13,4%. The revenue growth of the Sikka Regency Government from 2019 to 2023 tended to fluctuate, which occurred due to the suboptimal revenue received by the local government

Satrio Budi Prakoso; Uus MD Fadli

Pajak dan Manajemen Keuangan 2024 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Menganalisis rasio kemandirian daerah, rasio efektivitas, dan rasio efisiensi untuk melihat bagaimana kinerja keuangan pemerintah daerah Kabupaten Karawang. TujuanMenganalisis kinerja fiskal pemerintah daerah Kabupaten Karawang. Pemerintah melakukan analisis kinerja keuangan untuk mengukur efisiensi mereka, mengidentifikasi bidang-bidang yang perlu ditingkatkan, menilai kesehatan keuangan mereka saat ini dan di masa depan, menentukan apakah mereka dapat memenuhi kewajibannya, dan memantau kepatuhan terhadap rencana pengeluaran. Para peneliti dalam penelitian ini mengandalkan teknik kuantitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen penelitian dan dianalisis secara kuantitatif dan statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan, seperti yang dijelaskan oleh Sugiyono (Kuantitatif, 2016). Metode penelitian ini berlandaskan pada filsafat positivisme..tahun anggaran 2020 sebesar 72.01% 2021 rasio kemandirian keuangan daerah 68,14% dengan tahun anggaran 2022 persentasenya mengalami kenaikan 70,80% rasio efektifitas 2020 sebesar 119,22% 2021 115,74% dikategorikan sangat efektif 2022 99,76% dikategorikan cukup Efektif.efisiensi badan pendapatan daerah Kabupaten Karawang tahun anggaran 2020 sebesar 95,31% 2021 rasio efektifitas mengalami penaikan 94,32% anggaran 2022 mengalami penaikan signifikan yaitu 100,09% dikategorikan tidak efisienDari tahun 2020 hingga 2022, persentase pasien dengan RKKD pada lutut adalah 2020 72,01% ,2021 68,14% & 2022 70,80%,REPAD secara berurutan: 119,22%, 115,74% & 99,76% dari tahun 2020 hingga 2022 Dari tahun 2020 hingga 2022, angka REKD adalah 95,31%,94,32%dan 100,09%. Hal ini disebabkan karena dengan PAD, Realisasi Belanja Daerah Pemerintah pemerintah kabupaten karawang dari tahun 2020 sampai dengan tahun 2022  

Renny Oktafia; Vivi Kustieni; Sri Windari; Doni Tri Susanto

Jurnal Ekonomi dan Keuangan 2024 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

This research is motivated by the existence of a high level of public trust in banking is closely related to the assessment of banking performance in terms of liquidity ratio analysis. The purpose of the study is to determine the level of bank liquidity and what policies will be carried out by banks against the ratio results. The method used in the research is the literature review method with data in the form of references to evaluate liquidity ratios in banking. The results obtained in this study from Table RQ1 the types of liquidity ratios that are often used in measuring the level of banking liquidity are the quick ratio and cash ratio. While Table RQ2 the advice that can be given is that banks must be able to pay attention and evaluate their assets. So it can be concluded that in general the types of liquidity ratios that are often used to calculate the level of bank liquidity are the quick ratio and cash ratio and further banking policy suggestions to use more diverse types of liquidity ratios. Ajmadayana, C. P., Akmalia, Z., & Hasibuan, A. F. (2022). Analisis Rasio Likuiditas dan Solvabilitas pada Bank Muamalat Indonesia Periode 2019-2020. Jurnal Ekobistek, Volume 11 No.3, 179-185. Fathurrahman. (2022, March). Banking Perfomance Analysis Based On Liquidity Ratio. Nusantara Hasana Journal, Vol.1 No.10, 141-145. Harahap, & Safitri, S. (2015). Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada. Harianto, S. (2017). Rasio Keuangan dan Pengaruhnya Terhadap Profitabilitas Pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah di Indonesia. Jurnal Bisnis dan Manajemen, 41-48. Iryani, L. D., & Herlina. (2015). Analisis Rasio Likuiditas, Solvabilitas, dan Profitabilitas dalam Mendukung Pembiayaan pada PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk. Jurnal Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi, Volume 1 No. 2, 32-40. Jumingan. (2006). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Bumi Aksara. Kasmir. (2015). Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Kasmir. (2017). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT. Rajagfrindo Persada. Khotimah, I. C. (2021). Analisis Dampak Pandemi Covid-19 Bagi Rasio Likuiditas Bank Bukopin Syariah. Jurnal LARIBA Jurnaal Perbankan Syariah, Vol. 2 No. 02, 28-41. Masita, N., Hariatih, & Nianty, D. A. (2023). Analisis Kinerja Keuangan Menggunakan Rasio Likuiditas dan Profitabilitas pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Jurnal Manajemen dan Akuntansi, Vol. 1 No. 2, 203-214. Nurul, Suharti, T., & Nuhayati, I. (2020, Mei). Analisis Kinerja Keuangan Berdasarkan Rasio Likuiditas, Solvabilitas, dan Rentabilitas Pada Sektor Perbankan. Jurnal Ilmu Manajemen, Vol.3 No.2, 146-159. Ottay, M. C., & Alexander, S. W. (2015). Analisis Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan Pada PT. BPR Citra Dumoga Manado. Jurnal EMBA, Volume 3 No.1, 923-932. Pangemanan, I. W., Karamoy, H., & Kalalo, M. (2017). Analisis Rasio Likuiditas, Leverage dan Profitabilitas Untuk Menilai Kinerja Keuangan Pada PT. Bank Central Asia, Tbk. Cabang Manado. Jurnal Riset Akuntansi Going Concern, Volume 12 No. 2, 25-34. Permana, I. S., Halim, R. C., Nenti, S., & Zein, R. N. (2022). Analisis Rasio Likuiditas, Solvabilitas, dan Profitabilitas dalam Mendukung Pembiayaan pada PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk. Jurnal Aktiva: Riset Akuntasi dan Keuangan, Volume 3 No.3, 132-139. Ramadhanty, T. N., Musriha, & Noviandri, I. (2021). Analisis Rasio Keuangan terhadap Kinerja Keuangan pada PT.Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Volume 1 Nomor 3, 183-188. Setia, I., Clasissa, R., Nenti, S., & Zein, R. N. (2022). Analisis Kinerja Keuangan dengan Menggunakan Rasio Likuiditas, Solvabilitas, dan Profitabilitas pada PT. Bank BNI (Persero) Tbk. Jurnal Aktiva: Riset Akuntansi dan Keuangan, Vol.3 No.3, 132-139. Sihombing, C., Damanik, E. O., & Sriwiyanti, E. (2019). Pengaruh Rasio Likuiditas Terhadap Kinerja Keuangan Pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Eka Prasetya Pematangsiantar. Jurnal of Accounting USI, Volume 1 No. 1, 12-22.  

Magdalena; Andreas Rengga; Cicilia Ayu Wulandari Nuwa

Jurnal Projemen UNIPA 2023 Universitas Nusa Nipa Maumere

  Latar belakang penelitian ini adalah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang bergerak dalam distribusi air bersih bagi masyarakat. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) adalah salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi penilaian kinerja keuangan pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Wair Pu’an Kabupaten Sikka menurut keputusan menteri dalam negeri nomor 47 tahun 1999 periode tahun 2017-2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis rasio keuangan menggunakan 10 indikaror menurut surat keputusan menteri dalam negeri nomor 47 tahun 1999. Dari hasil perhitungan rasio keuangan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Wair Pu’an Kabupaten Sikka periode 2017-2021 bahwa dari 10 (sepuluh) hasil perhitungan rasio dari tahun 2017-2020 adalah cukup, Sedangkan hasil perhitungan rasio dari tahun 2021 adalah kurang, hal ini disebabkan karena pendapatan tahun 2021 menurun sedangkan beban usaha meningkat. Kriteria dengan nilai tertinggi adalah 29 terdapat ditahun 2017 sedangkan di tahun 2018-2021 nilai kinerja keuangan berkisar antara 26,27, dan 28.

Devinci Antasena; Yosefina Crisstin; Dalena Silawati

Nian Tana Sikka : Jurnal ilmiah Mahasiswa 2023 Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Nusa Nipa

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi dan tingkat efektivitas pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Sikka. Penelitian dilaksanakan di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sikka (BPKAD) yang beralamat di Jalan Kartini No. 26, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Analisis dilakukan dengan menghitung rasio efisiensi dan rasio efektivitas keuangan daerah. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kabupaten Sikka tahun 2016-2020. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian yaitu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Sikka tahun anggaran 2016- 2020. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten SikkaTahun 2016-2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efisiensi pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Sikka tahun 2016-2020 tergolong kurang efisien dengan rata-rata sebesar 97,50% ini menunjukan bahwa proses perencanaan angaran belum maksimal serta besarnya pengeluaran belanja yang didominasi belanja pegawai. Sedangkan tingkat efektivitas pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Sikka tahun 2016-2020 tergolong efektif dengan rata-rata sebesar 96,48% ini menunjukkan bahwa program dengan target yang telah ditetapkan tercapai, ini terlihat dari terlaksananya program yang di targetkan pemerintah yaitu peningkatan sumberdaya manusia.

Maria Yasinta Eka; Andreas Rengga; Magdalena Silawati Samosir

Nian Tana Sikka : Jurnal ilmiah Mahasiswa 2023 Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Nusa Nipa

Latar belakang penelitian ini adalah adanya hambatan efektivitas dalam pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja di Desa Ribang,terkait dengan perubahan dan ketidaksesuaian regulasi antara tiga kementerian terkait.Hal ini menyulitkan proses penyusunan anggaran desa dan menyebabkan revisi dalam pelaksanaannya. Pendapatan desa juga terpengaruh karena tidak sesuai dengan target penerimaan Pendapatan Asli Desa dan dana transfer dari tingkat daerah maupun pusat, menyebabkan defisit anggaran desa dan menghambat pelaksanaan program.Sementara itu, kendala pada belanja desa terkait dengan keterlambatan pencairan dana dan kegiatan yang tidak terealisasi pada tahun berkenaan,sehingga mengakibatkan sisa lebih perhitungan anggaran pada tahun berikutnya.Tujuan penelitian ini untuk megukur tingkat efisiensi dan efektifitas anggaran pendapatan dan belanja Desa Ribang. Populasi dalam penelitian adalah Laporan keuangan pertanggungjawaban Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa di Desa Ribang, Kecamatan Koting maka sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah data time series selama 7 tahun 2016-2022.Data dikumpulkan melalui data sekunder dan dianalisis menggunakan rasio efisiensi dan efektivitas. Hasil analisis rasio efisiensi anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) kantor desa ribang dalam kondisi kurang efisien karena rata-rata efisien > 90% yaitu 97,46%.Rasio efektivitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) kantor Desa Ribang dalam kondisi efektif karena rata-rata  efektif >90% yaitu 92,41%.

Syamsurizal Syamsurizal; Chalid Imran Musa; Nurman Nurman; Muh. Ichwan Musa; Andi Mustika Amin

Jurnal Manajemen Riset Inovasi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This research aims to determine the level of efficiency and level of financial independence of the Soppeng Regency government in financing its government activities. The type of data used in this research is quantitative data obtained from direct observation and documentation studies of financial reports relating to the realization of regional expenditure. The data is analyzed using the quantitative descriptive analysis method, namely by carrying out calculations on the financial data obtained. The results of this research show that the average value of the Soppeng Regency government's efficiency level from 2018 to 2022 shows that the efficiency ratio is inefficient because it is above 100 percent, which indicates that the regional government is inefficient. At the level of independence, the Soppeng Regency regional government is still in the category of instructive relationship patterns. This means that the regional government is not yet independent in financing its government activities and the role of the central government is still very dominant, which indicates that the level of dependence of the Soppeng Regency government is still high on the central government

Maria Ernestina C. C. Emma Lengary; Andreas Rengga; Cicilia Ayu Wulandari Nuwa

Nian Tana Sikka : Jurnal ilmiah Mahasiswa 2023 Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Nusa Nipa

Kinerja keuangan adalah suatu prestasi yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melakukan dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur dan menilai kinerja keuangan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Lembata berdasarkan alat ukur rasio keuangan yang mengacu pada Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 1999.  Penelitian ini menggunakan metode pendekatan dekriptif kuantitatif yang dilakukan dengan meneliti laporan keuangan pertahun. Peneliti menggunakan alat analisis yaitu indikator penilaian kinerja aspek keuangan yang tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 1999 terdiri dari sepuluh rasio keuangan dari setiap aspek ditambah dua nilai bonus rasio (Rasio Laba terhadap Aktiva Produktif dan Rasio Laba terhadap Penjualan). Berdasarkan hasil perhitungan rasio keuangan pada Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Lembata berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 1999 memperoleh kategori kinerja keuangan dari tahun 2018, 2020-2022 adalah “Cukup”, sedangkan untuk tahun 2019 memperoleh kategori “Kurang”. Dari hasil penelitian ini dapat dikemukakan bahwa perhitungan rasio keuangan sangat bermanfaat bagi perusahaan untuk menilai hasil kinerja keuangannya sebagai acuan untuk mengambil keputusan di masa sekarang dan masa yang akan datang. Kinerja keuangan adalah suatu prestasi yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melakukan dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur dan menilai kinerja keuangan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Lembata berdasarkan alat ukur rasio keuangan yang mengacu pada Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 1999.  Penelitian ini menggunakan metode pendekatan dekriptif kuantitatif yang dilakukan dengan meneliti laporan keuangan pertahun. Peneliti menggunakan alat analisis yaitu indikator penilaian kinerja aspek keuangan yang tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 1999 terdiri dari sepuluh rasio keuangan dari setiap aspek ditambah dua nilai bonus rasio (Rasio Laba terhadap Aktiva Produktif dan Rasio Laba terhadap Penjualan). Berdasarkan hasil perhitungan rasio keuangan pada Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Lembata berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 1999 memperoleh kategori kinerja keuangan dari tahun 2018, 2020-2022 adalah “Cukup”, sedangkan untuk tahun 2019 memperoleh kategori “Kurang”. Dari hasil penelitian ini dapat dikemukakan bahwa perhitungan rasio keuangan sangat bermanfaat bagi perusahaan untuk menilai hasil kinerja keuangannya sebagai acuan untuk mengambil keputusan di masa sekarang dan masa yang akan datang.  

Magdalena Y. Devinci; Yosefina Andia Dekrita; Magdalena Silawati Samosir

Jurnal Projemen UNIPA 2023 Universitas Nusa Nipa Maumere

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi dan tingkat efektivitas pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Sikka. Penelitian dilaksanakan di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sikka (BPKAD) yang beralamat di Jalan Kartini No. 26, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Analisis dilakukan dengan menghitung rasio efisiensi dan rasio efektivitas keuangan daerah. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kabupaten Sikka tahun 2016-2020. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian yaitu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Sikka tahun anggaran 2016-2020. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten SikkaTahun 2016-2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efisiensi pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Sikka tahun 2016-2020 tergolong kurang efisien dengan rata-rata sebesar 97,50% ini menunjukan bahwa proses perencanaan angaran belum maksimal serta besarnya pengeluaran belanja yang didominasi belanja pegawai. Sedangkan tingkat efektivitas pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Sikka tahun 2016-2020 tergolong efektif dengan rata-rata sebesar 96,48% ini menunjukkan bahwa program dengan target yang telah ditetapkan tercapai, ini terlihat dari terlaksananya program yang di targetkan pemerintah yaitu peningkatan sumberdaya manusia.

Magdalena Y. Devinci; Yosefina Andia Dekrita; Magdalena Silawati Samosir

Nian Tana Sikka : Jurnal ilmiah Mahasiswa 2023 Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Nusa Nipa

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi dan tingkat efektivitas pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Sikka. Penelitian dilaksanakan di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sikka (BPKAD) yang beralamat di Jalan Kartini No. 26, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Analisis dilakukan dengan menghitung rasio efisiensi dan rasio efektivitas keuangan daerah. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kabupaten Sikka tahun 2016-2020. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian yaitu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Sikka tahun anggaran 2016-2020. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten SikkaTahun 2016-2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efisiensi pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Sikka tahun 2016-2020 tergolong kurang efisien dengan rata-rata sebesar 97,50% ini menunjukan bahwa proses perencanaan angaran belum maksimal serta besarnya pengeluaran belanja yang didominasi belanja pegawai. Sedangkan tingkat efektivitas pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Sikka tahun 2016-2020 tergolong efektif dengan rata-rata sebesar 96,48% ini menunjukkan bahwa program dengan target yang telah ditetapkan tercapai, ini terlihat dari terlaksananya program yang di targetkan pemerintah yaitu peningkatan sumberdaya manusia.

Arya Ramadhan; Iskandar Sam; Fredy Olimsar

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan pemerintah daerah Kabupaten Merangin Tahun 2018-2021 dilihat dari: (1) Rasio Kemandirian Keuangan Daerah, (2) Rasio Efektivitas dan Efisiensi Pendapatan Asli Daerah, (3) Rasio Keserasian dan (4) Rasio Pertumbuhan.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif  deskriptif. Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dokumentasi. Teknik Analisis Data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan rumus: Rasio Kemandirian Keuangan Daerah, Rasio Efektivitas dan Efisiensi Pendapatan Asli Daerah, Rasio Keserasian dan Rasio Pertumbuhan. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Merangin dilihat dari: (1) Rasio Kemandirian Keuangan Daerah pola hubungannya tergolong  dalam pola hubungan instruktif  karena rata-rata rasionya sebesar 8,14%. (2) Rasio Efektivitas dan Efisiensi Pendapatan Asli Daerah diketahui efektivitas PAD tergolong cukup efektif dengan rata-rata rasio sebesar 98% dan rasio efisiensi PAD tergolong tidak efisien dengan rata-rata rasio sebesar 102%. (3) Rasio Keserasian diketahui bahwa rata-rata belanja operasi daerah masih sangat tinggi dengan rata-rata sebesar 82% dibandingkan dengan rata-rata belanja modal sebesar 18% sehingga dapat dikatakan bahwa Kabupaten Merangin masih kurang memperhatikan pembangunan daerahnya. (4) Rasio Pertumbuhan diketahui bahwa pertumbuhan PAD secara rata-rata mengalami pertumbuhan positif namun masih dalam kategori rendah

Puspita Geatri Br Perangin-Angin; Erisma Adi Natalian; Risma Wira Bharata

Manajemen Kreatif Jurnal (MAKREJU) 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

By doing this research aims to examine the financial performance of the local government of Central Java Province. This analysis uses regional financial independence ratios, financial efficiency ratios, PAD effectiveness ratios, and growth ratios to assess financial performance. This study is included in the category of quantitative descriptive research. The data used comes from the Financial Report of the Central Java Provincial Government for the 2019-2022 budget period. Financial ratio analysis is the method used to perform this analysis. As shown by the research results, the financial performance of the Central Java Provincial Government is still far from optimal. Regional Original Revenue Management has proven successful, but regional finances are still inefficient. In addition, the level of regional independence is still low, as shown by the increase in central government assistance compared to the regional original income of Central Java Province.

Nila Ayu Pratiwi; Oktavianindita Putri Utami; Risma Wira Bharata

Jurnal Mutiara Ilmu Akuntansi (JUMIA) 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Analisis Rasio Keuangan pada Badan Layanan Umum Rumah Sakit Umum Daerah Sukoharjo Periode 2020-2021.Penelitian ini bertujaun untuk mengetahui bagaimana rasio keuangan pada Badan Layanan Umum Rumah Sakit Umum Daerah Sukoharjo pada periode 2020-2021. Metode yang digunakan pada penelitian mengguanakan jenis data kuantitatif dan data sekunder, serta metode analisis yang digunakan yaitu analisis rasio keuangan yang terdiri dari analisis likuiditas, analisis solvabilitas, analisis aktivitas dan analisis profitabilitas. Hasil penlitian ini menunjukkan bahwa rasio keuangan pada penyajian Laporan Keuangan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sukoharjo Tahun Anggaran 2020-2021 mengalami kenaikan.

Anhesa Rinta Deidrayanti Putri; Ratna Sefitriya; Risma Wira Bharata

Jurnal Mutiara Ilmu Akuntansi (JUMIA) 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pemerintah daerah sebagai pihak yang diberi wewenang menjalankan kegiatan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat, serta berkewajiban untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban keuangan daerahnya dalam bentuk laporan keuangan yang disusun berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan Nomor 1 tentang Penyajian Laporan Keuangan. Pemeriksaan internal pelaksanaan keuangan yang ada di daerah selain mengawasi urusan kas atau uang, juga mengawasi penerapan rencana, kegiatan dan pengelolaan perencanaan yang dibuat oleh pemerintah daerah melalui efektifitas dan efektivitasnya yang selanjutnya dapat mempengaruhi kesehatan dan kinerja keuangan daerah. Pemantauan ini dapat dilakukan oleh otoritas di bidangnya untuk laporan pelaksanaan anggaran yang transparan dan akurat. Sampel pada penelitian ini yaitu laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Tegal periode 2020 hingga 2022 dengan menggunakan metode analisis deskriptif, dimana dengan menghitung rasio-rasio yang digunakan untuk mengukur kinerja keuangan pemerintahan. Pada rasio desentralisasi fiskal Pemerintah Kabupaten Tegal menunjukkan bahwa pemerintah daerah tersebut belum masuk dalam kategori sebagai daerah yang mandiri dikarenakan pada hasil perhitungan rasio tersebut terlihat bahwa rasio desentralisasi fiskal mengalami fluktuasi setiap tahunnya dan rata-ratanya berada pada kategori rendah, ini dapat diartikan bahwa pemerintah daerah belum mampu mengelola sumber-sumber Pendapatan Asli Daerahnya dengan baik.

Arista Puji Utami; Pramudya Wardana; Risma Wira Bharata

Jurnal Mutiara Ilmu Akuntansi (JUMIA) 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kinerja keuangan Yayasan Panti Yatim Indonesia Al Fajr tahun anggaran 2018 sampai dengan tahun 2021. Perhitungan ini dilakukan dengan memanfaatkan rasio keuangan yang meliputi rasio kemandirian, rasio efektivitas, rasio efisiensi, dan analisis pertumbuhan pendapatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan analisis rasio. Data sekunder yang digunakan dalam analisis ini yaitu Laporan Keuangan dari Yayasan Panti Yatim Indonesia Al Fajr Tahun 2018-2021. Berdasarkan hasil penelitian bahwa rasio kemandirian YPYI tahun anggaran 2018-2021 sudah baik, rasio efektivitas menunjukkan sangat efektif, rasio efisiensi menunjukkan kurang efisien, sementara analisis pertumbuhan pendapatan tahun anggaran 2018-2021 menunjukkan ketidakstabilan pada tahun anggaran tersebut.Yayasan Panti Yatim Indonesia Al Fajr diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan pendapatan dengan meningkatkan potensi ekonomi daerah, kualitas sumber daya.  

Shella Bunga Slamet Lantini; Diffa Ayu Nindyatami Savitrri; Risma Wira Bharata

Jurnal Mutiara Ilmu Akuntansi (JUMIA) 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Analisis kinerja keuangan desa dengan menggunakan rasio keuangan daerah menjadi sangat relevan dalam mengidentifikasi masalah keuangan, melihat kinerja desa, serta langkah-langkah perbaikan yang diperlukan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kinerja keuangan Desa Sarimekar menggunakan rasio keuangan daerah yang telah terstandarisasi. Dengan menggunakan rasio keuangan daerah, peneliti akan mengevaluasi tingkat kemandirian keuangan desa, efisiensi pengelolaan anggaran, dan efektivitas dana desa.Dalam penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan kualitatif dan kuantitatif. Sumber data pada penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu Laporan Pertanggungjawaban Realisasi Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Sarimekar tahun anggaran 2020-2022. Rasio keuangan daerah yang digunakan adalah Rasio Kemandirian Keuangan, Rasio Efektivitas, Rasio Efisiensi, Rasio Belanja, dan Rasio Pertumbuhan.Dari hasil tabel perhitungan dapat dilihat bahwa rasio kemandirian Desa Sarimekar masih tergolong sangat rendah, Desa Sarimekar pada tahun 2020 sebesar 56,74% dalam hal ini efektivitas Desa Sarimekar tergolong tidak efektif dan pada tahun 2021-2022 rasio efektivitas sebesar 100% dengan kategori efektif, efisiensi Desa Sarimekar tergolong kurang efisien, belanja Desa Sarimekar tergolong kurang maksimal, dan rasio pertumbuhan tergolong kurang maksimal.Rasio Kemandirian sangat rendah dikarenakan belum maksimalnya pendapatan asli desa yang diterima terdapat beberapa sumber pendapatan yang pengelolaannya belum dilaksanakan secara maksimal dan pada tahun 2020 tidak efektif dan pada tahun 2021-2020 efektif karena telah mencapai target, pada setiap tahunnya tidak signifikan karena tidak ada pertumbuhan, pada tahun 2021 mengalami penurunan yang drastis sehingga tidak terjadi pertumbuhan di Desa Sarimekar.