Publication Search

80,206 articles from 775 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-6 of 6

Analytics

Sitti Normawati

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Radiation protection is a branch of science and engineering that discusses environmental health which is related to providing protection to a person or group of people from the possible negative consequences of ionizing radiation. This research aims to determine the implementation of radiation protection in the Radiology Installation at Dadi Hospital, South Sulawesi Province. This study uses research methods, namely conducting observations and interviews at the hospital. Based on the research results, it was concluded that the implementation of radiation protection in the Radiology Installation room at Dadi Hospital, South Sulawesi province was not in accordance with Bapeten's operational standards so its implementation was not optimal.

Dino Ramandha Ashari

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Perubahan iklim membawa dampak terhadap semua lapisan kehidupan manusia. Perubahan iklim secara langsung atau tidak langsung merubah lingkungan fisik manusia di mana mereka tinggal dan melakukan kegiatan kesehariannya. Perubahan iklim juga memberikan dampak terhadap perubahan parameter iklim (suhu udara, suhu radiasi, kelembaban, kecepatan angin) kota, kawasan di sekitar bangunan, serta parameter iklim di dalam bangunan itu sendiri. Dalam pencapaian kenyamanan fisik manusia, suhu udara luar yang tinggi perlu diselesaikan dengan rancangan bangunan dengan pertimbangan parameter iklim sehingga perlu kiranya untuk segera dimodifikasi. Bangunan diciptakan untuk melindungi penggunanya dari bahaya yang berasal dari alam. Dengan demikian, dalam mendesain sebuah bangunan, penting untuk banyak belajar dari alam, Cabang ilmu pengetahuan ini muncul disebut "Biomimikri" yang berarti (Simulasi Alam) adalah metode inovasi yang mencari solusi berkelanjutan dengan meniru pola alam. Paper ini memberikan gambaran contoh model ornament arsitektural Biomimikri dalam bangunan guna merespon perubahan iklim yang terjadi, agar kebutuhan kenyamanan fisik manusia tetap tercapai, dan permasalahan pemanasan bumi dapat diminimalkan.    

Clara Gusti Crisania Purba; Putu Irma Wulandari; I Kadek Sukadana

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Percutaneous Coronary Intervention (PCI) dikenal dengan angioplasty, merupakan prosedur non bedah yang dilakukan untuk mengobati arteri koroner stenotik (penyempitan) pada penderita jantung koroner. Pemeriksaan PCI dilakukan dengan menggunakan fluoroskopi dengan durasi fluorotime yang relatif lama dan resiko radiasi yang diterima semakin tinggi sehingga perlu adanya optimisasi dosis. Diagnostic Reference Level (DRL) merupakan salah satu alat yang digunakan untuk optimasi dosis radiasi. Tujuan  dari Diagnostic Reference Level (DRL) adalah untuk mengoptimalkan proteksi dan keselamatan radiasi pasien, dan mencegah paparan radiasi yang tidak perlu. Nilai DRL Nasional ditentukan pada nilai kuartil 3 (75 persentil) dari data sebaran dosis yang didapat dari fasilitas kesehatan. Penelitian ini menggunakan data retrospektif, Data dosis yang digunakan untuk membandingkan DRL dalam Penelitian ini menggunakan data sekunder dari aplikasi Sistem Informasi Data Dosis Pasien (SiINTAN) tahun 2021 dengan total 187 pasien pada pemeriksaan Coronary Angiography. Dengan tujuan untuk mengevaluasi dosis radiasi DAP (Dose Area Product) dan Air Kerma pada pasien pemerisaan PCI. Dari perhitungan statistik 75 persentil (kuartil ke 3) pemeriksaan PCI pada dosis DAP yaitu 146.48 Gy.cm2 dan pada Air Kerma yaitu 2385 mGy, dan pada pasien yang sama tetapi terlebih dahulu melakukan pemeriksaan coronary angiography di RSUP Prof.Dr. I.G.N.G Ngoerah di tahun 2021 memiliki nilai persentil 75 pada DAP yaitu 45.83 Gy.cm2 dan pada dosis Air Kerma nilai yaitu 609 mGy. Perbandingan dengan negara lain nilai DRL Jepang 2020 bernilai 59 Gy.cm2 dan 700 mGy,  Finland 2016 30 Gy.cm2.  

Demami, Aliviana; Rizal, Fuad

Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 2022 Institut Teknologi Indonesia

Kualitas kenyamanan termal dalam ruang pada suatu bangunan dipengaruhi banyak aspek, mulai dari skala makro seperti kondisi cuaca dan lingkungan hingga skala mikro seperti orientasi bangunan, letak ruang, dan material bangunan yang digunakan. Suhu udara memiliki peran dominan terhadap kualitas kenyamanan termal dalam ruang. Intensitas suhu udara itu sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor terutama intensitas radiasi matahari yang diterima oleh bangunan. Radiasi matahari dapat diantisipasi oleh beberapa cara, namun untuk mengetahui cara yang tepat untuk mengantisipasi radiasi matahari tersebut perlu dilakukan kajian terhadap aspek-aspek tersebut diatas. Untuk mengetahui secara pasti tingkat efektivitas dari usulan solusi yang ditawarkan, perlu dilakukan pembuktian melalui rumus ataupun pemanfaatan aplikasi yang tepat terhadap beberapa parameter terkait hingga ditemukan rumusan yang tepat, sesuai dengan situasi,  dan kondisi objek penelitian terpilih.

Bryan Wakita

Jurnal Sains dan Teknologi 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Hal pertama yang perlu diperhatikan dalam merancang antenna adalah frekuensi yang digunakan. Frekuensi berpengaruh terhadap ukuran antenna. Semakin kecil antenna maka dimensi ukuran antenna semakin besar, begitu pula sebaliknya. Frekuensi yang digunakan pada penelitian ini adalah frekuensi UHF (600 MHz).  antenna yang dirancang berjenis antenna yagi yang berdasarkaan frekuensi tersebut maka ukuran antenna terbilang besar. Untuk dapat mereduksi ukuran fisik antena dengan mempertahankan atau meningkatkan performansi antena tersebut, salah satu teknik yang dapat diterapkan adalah teknik fraktal Kurva Koch. Dari hasil simulasi antenai, diperoleh parameter karakteristik antena yaitu gain sebesar 12.9 dBi, VSWR 1.4, dan pola radiasi unidireksional. Setelah diterapkan teknik fraktal Kurva Koch iterasi 1 diperoleh kenaikan gain sebesar 7.3%, VSWR 1.18, pola radiasi unidireksional dan penurunan panjang fisik linear antena sebesar 7.4%.

Riski Handayani

JURNAL TEKNIK MESIN, INDUSTRI, ELEKTRO DAN INFORMATIKA 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pintu Geser Otomatis ditemukan hampir di tiap bangunan yang banyak dilalui oleh orang. Pintu Geser Otomatis dianggap menambah efisiensi waktu tiap orang yang melaluinya. Pintu Geser Otomatis memiliki komponen utama berupa sensor pergerakkan manusia dan motor penggerak mekanik pintu. Pintu Geser Otomatis dalam aplikasi ini menggunakan sensor pergerakkan manusia yang mendeteksi pergerakkan berdasarkan pancaran radiasi infra merah, dan motor DC sebagai penggerak mekanik pintunya. Sensor PIR (Passive Infra-Red), yaitu sensor yang dapat mendeteksi pergerakan manusia berdasarkan pantulan cahaya yang melintas di sekitarnya. Modul ini sangat baik digunakan untuk aplikasi-aplikasi yang memerlukan sensor yang dapat mendeteksi adanya gerakan manusia. Modul inilah yang menjadi sensor utama yang digunakan dalam Aplikasi ini. Untuk CPU (Central Processing Unit) –nya digunakan DI-Smart AVR System yang adalah sistem mikrokontroler yang berbasis ATmega8535(L).