SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

41,520 articles from 397 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-4 of 4

Analytics

Syaharani, Tiara Putri; Vendy, Vicky

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Ekonomi 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This study aims to analyze the e-invoice creation procedure in the management of “zak” cement transportation at PT Semen Indonesia Logistik (SILOG), as part of the digital transformation in the billing system based on the urgency of the company's need for a more efficient and accurate billing system to reduce the risk of late payments and improve operational efficiency. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews, direct observation, and documentation of four informants involved in the e-invoice creation process. The e-invoice creation procedure at SILOG involves the integration of the CSMS, FIOS, SAP, and PORTAL systems. The results of the study indicate that the implementation of e-invoices brings a number of advantages such as accelerating the billing process, time efficiency, reducing dependence on physical documents, and increasing data accuracy through a computerized system. However, this study also found significant technical constraints, especially in the accuracy of geofence data and unloading destinations that impact the validity of e-invoices. The FIOS system that is not yet optimal causes vehicle location data to sometimes not match the unloading point that should be. This constraint requires additional manual processes that can hinder the effectiveness of the system. Therefore, this study recommends improving the information system and technical training for users to reduce errors and increase the effectiveness of e-invoice use as a whole.

Nurul A’enaya Qalbi; Wira Bharata

Jurnal Penelitian Manajemen dan Inovasi Riset 2025 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

In facing the changes that occur, companies have difficulty following new regulations because of differences with previous regulations. Companies must be able to optimize functions in all parts of the company organization in order to maintain long-term competitiveness and achieve sustainable success. These rules are formed in standard operational procedures which contain operational procedures to ensure consistency, efficiency, minimize errors and safety in every work activity in the company so that it can run effectively and efficiently. This research aims to know the procedures for creating a Work Procedure System at PT Kilang Pertamina International Refinery Unit V Balikpapan and to find out the supporting and inhibiting factors in the procedure for creating a Work Procedure System. This research uses a descriptive qualitative approach. The technique used in this research involved conducting interviews, observation and documentation supported by 2 informants. Based on the results of this research, the procedure for creating a Work System at PT Kilang Pertamina International Refinery Unit V Balikpapan consist of eight structured stages, starting from preparation to the implementation below 1%. The suggestions provided to maximize performance emphasize the importance of effective communication and management commitment to overcoming obstacles in the creation of the Work System at PT Kilang Pertamina International Refinery Unit V Balikpapan.

Dewi Juliyati; Abdul Rahman

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan gambaran yang akurat tentang 1) Tinjauan proses pembuatan kerajinan tenun tembe nggoli di Desa Leu Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, 2) Cara pengadaan bahan pokok yang digunakan pada kain tenun tembe nggoli Bima dan, 3) Strategi pemasaran produk kain tenun tembe nggoli Bima. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif desriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu, observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Adapun pengecekan keabsahan data triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, secara umum prosedur pembuatan kain tenun tembe nggoli melalui beberapa tahap yaitu, 1) Mengambil kapas (wunta na’e) di pohonnya, 2) Kapas dijemur pada sinar matahasi yang panas, 3) Melakukan wenti, yaitu pemisahan kapas dangan bijinya menggunakan tangan dan dibentuk menjadi tipis dan selebar yang diinginkan, 4) Kapas yang sudah di Wenti dan sudah kering, lalu diratakan menggunakan kayu papan berbentuk raket/dipukul, 5) Pemolesan, yaitu kapas diratakan dalam bentuk tipis dan dipoles dengan menggunakan tangan hingga menjadi bentuk benang setengah jadi, 6) Medi, yaitupengolahan benang setengah jadi dengan menggunakan alat tenun tradisional, yaitu Langgiri dan Janta (bentuknya mirip seperti alat kincer angin dan kincer air), 7) Setelah jadi benang, maka dilakukan penenunan dengan kisaran waktu sebulan untuk sehelai sarung. Cara pengadaan bahan pokok kain tenun tembe nggoli, yaitu 1) kapas (wunta na’e), 2) kepompong ulat sutera, 3) lilin sarang lebah dan akar serai wangi, bahan pewarna kain tenun terbuat dari bahan-bahan alami yang ada dialam dan warna yang digunakan pada kain tenun ini adalah warna merah, hijau, kuning, hitam, biru dan coklat. Strategi pemasaran produk kain tenun tembe nggoli Bima, yaitu 1) Para penenun melakukan penjualan produknya dengan cara menitipkan kepada toko-toko tradisional, 2) Mereka melalukan penjualan kain tenun tembe nggoli dengan memanfaatkan sosial media, seperi facebook, instagram, watsApp dan lain-lain, 3) Mereka mempromosikan produknya dari mulut-kemulut, mulai dari tetangga, keluarga dan kerabatnya.

A. Rasul; Subhanudin Subhanudin; Habibi Sutirta

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kerajinan tenun Tembe Nggoli Masyarakat Bima Dompu di Kabupaten Mimika Provinsi Papua. Fokus masalah pada penelitian ini adalah proses pembuatan, motif dan warna, dan makna simbolik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptiff kualitatif. Data tersebut diperoleh dengan cara observasi, wawacara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu instrumen pendukung berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data data adalah triangulasi sumber. Tahapan analisis data penelitian yang digunakan adalah dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Prosedur pembuatan tenun Tembe Nggoli (benang pakan dan benang lungsi). Proses pembuatan terdiri dari empat tahap: a) pembuatan pola, b) memasang benang lungsi pada alat tenun, c) membentuk moti pada tenun, dan d) finishing. 2) Motif dan warna yang diterapakan pada kerajinan kain tenun Tembe Nggoli Masyarakat Bima Dompu di Kabupaten Mimika Provinsi Papua adalah: a) Motif kain tenun Tembe Nggoli, 1) Nggusu Waru, 2) Gari atau garis, 3) Nggusu Upa, 4) Bunga Samobo. b) Warna yang digunakan tenun Tembe Nggoli Masyarakat Bima Dompu di Kabupaten Mimika Provinsi Papua yaitu kuning, merah, merah muda, biru, hijau, putih, dan hatam. 3) Makna simbolik kain tenun Tembe Nggoli, diantaranya: a) kain tenun Tembe Nggoli Nggusu Waru adalah delapan sifat yang harus dimiliki manusia yaitu berbudi pekert luhur, suka membantu, sopan, jujur, bekerja keras, dan mempunyai jiwa pemimpin. b) kain tenun Tembe Nggoli Gari atau garis adalah melambangkan sikap jujur dan tegas dalam melaksanakan tugas. c) kain tenun Tembe Nggoli Nggusu Upa adalah melambang empat sifat utama yaitu suka membantu, jujur, berhati mulia, dan bekerja keras. d) kain tenun Tembe Nggoli Bunga Samobo adalah memiliki akhlak mulia yang bermafaat bagi orang-orang sekitar.