SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

42,209 articles from 397 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-7 of 7

Analytics

Alvian George Devandrie; Windhu Nugroho; Lucia Litha Respati; Agus Winarno; Harjuni Hasan

Globe: Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan 2026 Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

This research aims to compare coal quality based on proximate analysis in two seams with varying depths in Pit North and evaluate the relationship between depth and coal quality parameters. The research method includes taking representative samples at each seam and proximate analysis laboratory testing including inherent moisture, ash content, volatile matter, and fixed carbon. The results showed that seam 1 at an average depth of 59.8 m had an inherent moisture value of 13.51%, ash 4.68%, volatile matter 39.93%, and fixed carbon 41.88%, while seam 2 at an average depth of 82.1 m had inherent moisture 13.42%, ash 4.59%, volatile matter 40.15%, and fixed carbon. 41.84%. Correlation analysis shows that the relationship between depth and coal quality parameters is relatively weak with correlation coefficient values ​​ranging from −0.36 to 0.25 and a low coefficient of determination, so that variations in depth do not have a significant influence on coal quality at the research location.

Mustamin Ibrahim; Devi Bunga Pagalla; Abubakar Sidik Katili; Nurul Fajryani Usman

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman 2025 Pusat riset dan Inovasi Nasional

The Damahu waxy corn (Zea mays L. var. Damahu) is a local variety traditionally cultivated by the Gorontalo community and possesses significant potential for the development of functional food products. This study aimed to determine the nutritional composition of the Damahu waxy corn variety originating from Bontula Village, Asparaga District, Gorontalo Regency, through proximate analysis. The corn samples were dried, milled, and analyzed using standard analytical procedures to quantify moisture, ash, fat, protein, and carbohydrate contents. The results indicated that Damahu waxy corn flour contained 83.32% carbohydrates, 5.93% protein, 1.67% fat, 8.84% moisture, and 0.24% ash. This composition characterizes the Damahu variety as a good energy source. However, its protein content does not yet meet the minimum requirement set by the Indonesian National Standard (SNI) for corn-based processed products. The nutritional profile highlights the potential of Damahu waxy corn for the development of nutritious and competitive local food products. This study provides an initial contribution to the documentation of Gorontalo’s indigenous corn varieties and offers a scientific foundation for the utilization of local germplasm to strengthen regional food security.

Nurhidayah, Enung; Hidayati, Darimiyya; Habiba , Risqina Amily; Maulidya, Syafira

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2024 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Javanese long pepper (Piper retrofractum Vahl) is a native Indonesian spice that is found in many regions in Indonesia, especially in Madura. The cultivation of Javanese long pepper plants is spread across four large areas in Madura, that are Sumenep, Pamekasan, Sampang, and Bangkalan. Empirically, herbal chilies have been proven to be able to treat various diseases. This is closely related to the macronutrient content and bioactive compounds contained in herbal chilies. This research has carried out proximate analysis, phytochemical screening and phenolic content analysis of herbal chilies originating from four regions in Madura. The analysis results showed that Sumenep herbal medicine chili extract had the highest number of calories at 8,434 kcal. Meanwhile, Bangkalan herbal medicine chili extract has the lowest number of calories, namely 8,227 kcal. The results of this research also showed that Javanese long pepper contain six active compounds, five of which have been successfully tested with positive results (+) or have been proven to contain alkaloids, terpenoids, tannins, flavonoids, and carotenoids. Saponin compounds showed negative results (-) or there were no saponin compounds in Madurese herbal chilies. The total phenolic content of local Madurese herbal chilies from Pamekasan, Sampang, Sumenep and Bangkalan respectively, 44.63; 27.70; 25.49; and 22.70 mg GAE/g. The results showed that there were significant differences between the areas of the Javanese long pepper in terms of water content, protein content, fat content, carbohydrate content and phenol content (p<0.05).

Putri, Findi Listiyono; Kartikawati, Diah

Jurnal Agrifoodtech 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kacang tunggak termasuk salah satu jenis leguminosae yang dapat diolah menjadi produk tempe dan dapat menjadi bahan baku alternatif pengganti kedelai. Tujuan penelitian adalah mengkaji proses pembuatan tempe kacang tunggak melalui optimasi konsentrasi ragi dan jenis bahan pembungkus dalam pembuatan tempe kacang tunggak. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap  yang terdiri dari 2 faktor, yaitu konsentrasi ragi (K) (0,15%; 0,25%; 0,35%) dan jenis pembungkus (P) (plastik dan daun pisang), dengan tiga kali pengulangan. Parameter yang diukur meliputi berat tempe, kadar proksimat, total asam, nilai pH dan nilai formol serta skor kesukaan panelis pada warna, rasa, aroma dan tekstur tempe. Selanjutnya dilakukan analisis pengaruh kedua faktor tersebut terhadap nilai gizi, berat tempe, nilai formol, pH dan sensoris tempe kacang tunggak.  Data dianalisis dengan Uji Sidik Ragam dan uji lanjut DMRT untuk mengetahui beda nyata antar perlakuan pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi ragi 0,25%-0,35% dan jenis pembungkus plastik dan daun pisang dapat menghasilkan tempe kacang tunggak dengan pertumbuhan kapang yang baik, sedangkan nilai gizinya adalah kadar air 27,95-28,65% , abu 0,96-1,16%, lemak 1,73-3,94%, protein 25.03-26.01%, karbohidrat 42,61-43,84%, serat 0,31-0,38% dengan nilai pH 4,33-5,00, nilai formol 0,46-0,70% dan total asam tertitrasi 0,21-0,53%. Tidak terdapat interaksi antara konsentrasi ragi dan jenis pembungkus terhadap kandungan gizi, berat tempe, nilai formol, dan nilai pH tempe kacang tunggak.

Muhammad Zakiyul Fikri; Ahmad Fauzan Lubis; Ayu Diana; Elvi Suardi

JURNAL RISET RUMPUN ILMU HEWANI 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Ikan asap merupakan salah satu produk olahan yang digemari konsumen baik di Indonesia maupun di mancanegara karena rasanya yang khas dan aroma yang sedap spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pemasakan terhadap karakteristik ikan lele (Clarias batrachus) asap cair dan mengetahui penerimaan konsumen melalui uji hedonik serta mengetahui hasil uji proksimat terhadap produk ikan asap cair. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tiga tahapan. Tahapan I merupakan tahap preparasi bahan baku. Tahapan II yaitu tahap pembuatan ikan lele (Clarias batrachus) asap menggunakan asap cair dengan tiga perlakuan terhadap lama pemasakan yaitu ( A1 = 12 jam, A2 = 24 jam, A3 = 36 jam), selanjutnya tahapan III adalah tahap pengujian. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengujian hedonik dan pengujian proksimat ikan lele (Clarias batrachus) asap. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan lama pemasakan memberikan pengaruh yang nyata (p<0,05) terhadap karakteristik ikan lele (Clarias batrachus) asap cair. Hasil terbaik adalah perlakuan A3 dengan lama pemasakan selama 36 jam pada suhu 65 ℃ dengan nilai kadar air 10,5%, kadar abu 2,8%, kadar lemak 17,2%, kadar protein 37,47%, karbohidrat 32,03%, kenampakan 6,31, aroma, 6,31, rasa 5,29 dan tekstur 5,71.

Ike Nurhayati Kantja; Uti Nopriani; Marten Pangli

JURNAL RISET RUMPUN ILMU HEWANI 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Kelor adalah tanaman perdu dari family Moringaceae yang banyak dijumpai di Indonesia khususnya di Desa Uedele Kecamatan Tojo Kabupaten Tojo Una-Una sebagai tanaman pagar dan mempunyai banyak manfaat. Saat ini daun kelor banyak yang mencoba buat menjadi tepung dan hal ini merupakan salah satu alternatif yang baik dimanfaatkan untuk pakan ternak karena ketersediaannya banyak dan harganya murah. Namun kandungan nutrisi daun kelor dari Desa Uedele belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrisi dari tepung daun kelor yang berasal dari Desa Uedele Kecamatan Tojo Kabupaten Tojo Una-Una. Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu kadar air, abu, protein kasar, serat kasar dan lemak kasar. Pengujian kandungan nutrisi menggunakan analisis proksimat. Hasil penelitian menunjukan bahwa tepung daun kelor memiliki kadar air sebesar 10,96%, abu 9,45%, protein kasar 24,14%, serat kasar 11,44%, dan lemak kasar 6,11%. Tingginya protein kasar tepung daun kelor dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak sumber protein.

Liputo, Siti Aisa; Une, Suryani; Maspeke, Purnama Ningsih; Bait, Yoyanda

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2022 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Penelitian pengolahan tempe telah banyak dilakukan khususnya untuk pengoptimalan proses fermentasi, salah satu diantaranya adalah dengan mempercepat waktu fermentasi.  Untuk mempercepat proses fermentasi dapat dilakukan dengan penambahan asam yang biasanya berasal dari buah-buahan salah satunya nanas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak bonggol nanas terhadap kadar proksimat dan uji hedonik pada tempe kacang merah (Phaseolus vulgaris.). Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 3 perlakuan yaitu : (P1) ekstrak bonggol nanas 10%, (P2) ekstrak bonggol nanas 20%, dan P3 ekstrak bonggol nanas 30%. Data analisis dengan uji statistik Analisis Of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak bonggol nanas berpengaruh nyata terhadap kadar protein, kadar air, kadar abu dan tidak berpengaruh nyata terhadap kadar lemak serta sifat organoleptiknya. Konsentrasi terbaik tempe kacang merah dari penelitian ini yaitu dengan penambahan ekstrak bonggol nanas 30% yang mana memiliki kadar protein 31,12 %, kadar air 61,27%, kadar abu 1,27% dan kadar lemak 5,33%