Publication Search

67,356 articles from 564 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-2 of 2

Analytics

Dewi Mujta Indah; Harsini

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Perubahan iklim menjadi tantangan besar bagi Indonesia yang menuntut keterlibatan berbagai aktor lintas sektor dalam upaya mitigasi dan adaptasi. Program Kampung Iklim (ProKlim) hadir sebagai pendekatan berbasis komunitas, namun implementasinya masih terkendala minimnya keterlibatan sektor swasta secara sistematis serta terbatasnya koordinasi antaraktor. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran sektor swasta dalam implementasi ProKlim di Kampung Kayu Ara Permai menggunakan kerangka collaborative governance. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi dengan validitas triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor swasta menjalankan peran strategis sebagai fasilitator, enabler, penyedia sumber daya, mediator, dan pelaksana kegiatan lapangan. Keterlibatan aktor seperti PHR, CIFOR, SPLP, dan PT ITA berdampak positif secara lingkungan, sosial, ekonomi, dan kelembagaan. Namun, dominasi sektor swasta berpotensi menimbulkan ketergantungan jika tidak diimbangi dengan penguatan kapasitas masyarakat lokal. Penelitian ini merekomendasikan keseimbangan peran antaraktor dan integrasi yang lebih baik dengan kebijakan pemerintah daerah guna menjamin keberlanjutan program jangka panjang.

Muhammad Miftah Farid; Juliannes Cadith

Jurnal Hukum, Administrasi Publik dan Negara 2025 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Climate change is an urgent global challenge demanding local adaptation and mitigation. This research focuses on evaluating the sustainability of the Climate Village Program ProKlim in Kampung Airport, Teluknaga Village, Tangerang Regency. Although this location achieved national "ProKlim Utama" status in 2022, initial observations revealed a significant decline in program implementation. Identified issues include neglected facilities, suboptimal institutional management, decreased community participation, and regulatory gaps. This study employed a descriptive qualitative approach with a case study design, applying Leo Agustino’s policy evaluation model. Data was collected through interviews with relevant informants, direct field observations, and document analysis. The data analysis followed the interactive model of Miles and Huberman, with source and technique triangulation ensuring the findings' credibility. The research indicates that despite initial competence and positive characteristics of ProKlim managers, several factors hinder its sustainability. These include human resource capabilities technical skills and limited personnel, institutional management lack of formal structure and inconsistent monitoring, infrastructure maintenance damaged facilities and insufficient operational budget, and inadequate understanding of regulations. The long-term success of ProKlim in Kampung Airport is threatened by a lack of strong institutionalization, consistent resource allocation, and sustained multi-stakeholder involvement beyond the initial certification momentum.