SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

54,413 articles from 425 journals · 1,456 citations tracked

Showing 1-17 of 17

Analytics

Udin, Dwi Alfin; Ikerismawati, Senja

Jurnal Agrifoodtech 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Mutu dalam pengolahan pangan menjadi hal penting untuk menjamin produk yang aman, higienis, dan berkualitas. Suatu produk dikatakan bermutu apabila mampu memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan oleh pihak terkait dalam hal ini adalah Standar Nasional Indonesia (SNI). Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kualitas kimia dari produk kupang krispi yang dihasilkan oleh UD. Bunda Foods, dengan menitikberatkan pada tiga parameter utama yaitu kadar air, kadar abu, dan kadar protein. Kupang krispi dipilih sebagai bahan uji karena merupakan inovasi olahan hasil laut yang memiliki nilai gizi tinggi serta daya simpan yang baik, sehingga potensial dijadikan produk camilan unggulan. Metodologi penelitian mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 8272:2016 tentang kerupuk ikan, mengingat belum tersedia standar khusus untuk kupang krispi. Pengujian kadar air menggunakan metode gravimetri, analisis kadar abu dilakukan melalui proses pembakaran pada suhu 550°C, dan pengukuran kadar protein menggunakan metode Kjeldahl. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kadar air berada pada rata-rata 6,75%, kadar protein mencapai 19,20%, dan kadar abu sebesar 2,5%. Jika dibandingkan dengan ketentuan dalam SNI, kadar air dan protein telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan, namun kadar abu jauh melebihi batas maksimal yang diperbolehkan sebesar 0,2%. Kupang krispi memiliki mutu kimia yang baik dari sisi nutrisi dan ketahanan produk, namun masih diperlukan perbaikan terutama dalam mengendalikan kadar abu yang tinggi. Oleh karena itu, peningkatan sanitasi dalam proses produksi dan pemilihan bahan baku yang lebih bersih menjadi penting agar produk dapat memenuhi standar nasional secara menyeluruh dan mampu bersaing secara optimal di pasar.

Dyah Ilminingtyas Wahyu Handayani; Diah Kartikawati; Sri Suprapti; Shaivaila Nashika; Abdillah Rizqi Firmansyah +3 more

Jurnal Suara Pengabdian 45 2025 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Program pengabdian masyarakat dengan tema Diversifikasi  Olahan Bandeng Tanpa Limbah menjadi Nuget dan Stik untuk Meningkatkan Nilai Ekonomis Bandeng telah dilakukan di Kelompok Tani Tunas Harapan Kelurahan Mangkang Wetan Kota Semarang bulan Juli 2025 - Agustus 2025. Program ini bertujuan meningkatkan nilai ekonomis bandeng yang merupakan komoditas utama tambak Masyarakat Mangkang Wetan. Permasalahan utama yang dihadapi meliputi rendahnya diversifikasi produk dan tingginya limbah produksi. Limbah produksi yang berupa kepala, kulit dan tulang ikan bandeng masih  dapat dioptimalkan untuk dimanfaatkan. Kegiatan pelatihan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif  meliputi pelatihan pembuatan nuget, pelatihan pembuatan stik tulang bandeng, pelatihan menghitung harga pokok produksi dan menentukan harga jual. Hasilnya diversifikasi olahan bandeng menjadi nuget dan stik dapat meningkatkan nilai ekonomis bandeng dan mitra mampu mengolah bandeng tanpa menimbulkan limbah.

Yansen Yosafat; Yusrudin Yusrudin; Sumaryam Sumaryam

Manfish: Jurnal Ilmiah Perikanan dan Peternakan 2025 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

One of the main problems in the productivity of skipjack tuna (Katsuwonus Pelamis) fishing is overfishing which threatens sustainability. This research was conducted to analyze production activities, utilization levels, and their relationship to the sustainability conditions of skipjack tuna (Katsuwonus Pelamis) originating from the WPPNRI 572 waters which are landed at Oceanic fishery Harbor Nizam Zachman Jakarta. Data obtained from the annual report of Oceanic fishery Harbor Nizam Zachman Jakarta for the last ten years, then the data was processed to obtain CpUE, MSY, JTB, and TP data using the 1954 Schaefer model quantitative descriptive method. Based on the research, data was obtained that the production of skipjack tuna originating from WPPNRI 572 and landed at the Oceanic Fishery Harbor Nizam Zachman Jakarta in the last ten years was 366,677.90 tons with a standard effort of 8.644 trips, a CpUE value of 42,42 tons/trip, an MSY value of 39.208,46 tons/trip, and a maximum JTB value. 31.366,77 tons/trip. Based on this data, it was found that the condition of the skipjack tuna resource originating from WPPNRI 572 was in Fully-exploited status with a condition of 94%.

Indah Juwairiyah; Suryaningsih, Suryaningsih; Teguh Setiandika Igiasi

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2024 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Mayoritas masyarakat suku laut adalah nelayan yang memiliki penghasilan tidak menetap. Oleh karena itu, perempuan suku laut di Kampung Panglong ikut berpartisipasi dalam perekonomian keluarga mereka. Salah satunya yaitu dengan produksi usaha industri rumah tangga berupa kerupuk ikan dan ikan asin. Dimana kegiatan ini dulunya hanya untuk dikonsumsi pribadi kini bertransformasi menjadi nilai jual. Adapun tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan bagaimana transformasi produksi industri rumah tangga perempuan suku laut di Kampung Panglong, Desa Berakit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan informan sebanyak 4 orang, serta menggunakan teknik dan alat pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori perubahan sosial oleh Atkinson dan Brooten. Hasil penelitian ini bahwa perempuan suku laut di Kampung Panglong yang memiliki usaha produksi industri rumah tangga mengalami sebuah perubahan keadaan yang berbeda dari keadaan sebelumnya. Dimana kegiatan yang awalnya untuk konsumsi pribadi bertransformasi menjadi bentuk yang berbeda dari bentuk sebelumnya yang memiliki nilai jual yaitu usaha produksi industri rumah tangga. Perempuan suku laut di Kampung Panglong dalam proses pembuatan sudah menggunakan alat canggih yaitu blender dalam proses penghalusan ikan.

Riska Riska; Akmal Abdullah; Ilham Ilham

Manfish: Jurnal Ilmiah Perikanan dan Peternakan 2024 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

The principle of fish processing basically aims to protect fish from damage and decay. With the processing process, the activity of spoilage bacteria can be inhibited or stopped. One method that is often used is canning. The data collection methods used are observation, question and answer, and literature. The purpose of this writing is to know or describe how the effectiveness of the quality control process of canning sardines at PT Sarana Tani Pratama. The writing of this thesis is prepared based on the results of activities that have been carried out at PT Sarana Tani Pratama. The type of research conducted is descriptive qualitative research, which is intended to describe or collect data and information about the process of quality control of the production process of canning lemuru fish (sardinella lemuru sp) at PT Sarana Tani Pratama. The results of this study indicate that quality control carried out at PT Sarana Tani Pratama starts from the receipt of raw materials to the final product. The level of effectiveness of quality control carried out by PT Sarana Tani is considered to have run effectively and according to operational standards that have been set and supervised by the Quality Control (QC) team where they are tasked with controlling during the production process. Supervision is carried out in order to ensure the quality and quality of the product to be consumed and distributed in accordance with the standards that have been set.

Deri Herdawan; Sri Tutie Rahayu; Susanto Susanto; Widar Bayu Wantoro; Noviarianto Noviarianto +3 more

Kolaborasi : Jurnal Hasil Kegiatan Kolaborasi Pengabdian Masyarakat 2024 Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia

This community service program is carried out in Beji Village, East Ungaran District, which is around the Indonesian State Maritime Polytechnic campus. This activity is a continuation of the previous service roadmap in the same place where in the previous service activity, making fish food using a pellet molding machine using a petrol motor, this time making fish food using a manual fish pellet molding machine. The aim is to introduce MSME service partners to the fish cultivation group in Beji sub-district about the types of fish pellet molding machines so that they can meet fish feed needs to save production costs. The method for implementing this activity is by providing training by sharing knowledge about the parts of the fish pellet molding machine and the composition of the ingredients that make up good fish feed, followed by the practice of making fish feed using a manual pellet molding machine.

Fitrotul Hidayah; Vili Uta Dewi; Angga Pratama; Hendara Atmoko; Carmidah Carmidah

Jurnal Kendali Akuntansi 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

This research was carried out in December 2023 at Batanghari. The location of this research is determined deliberately (purposive sampling) with the consideration that Batanghari has good potential to carry out catfish farming business activities. Business Catfish rearing cultivation in Batanghari has been established since 2010. The total income obtained by farmers in carrying out a catfish rearing business, namely Rp. 110.000.000 and the income is obtained for one harvest, and the annual income is Rp. 440.000.000. Based on results of calculating the percentage of profits obtained from cultivators Catfish in Batanghari is 500kg, 10 fish per kg. Meanwhile, the value of the cost of production is 3,944. The profit value for the selling price of catfish is IDR 8,006/kg.

Erliyanti, Nove; Putra, Andre Yusuf Trisna

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Standard Sanitation Operating Procedures (SSOP) and the production process layout play an essential role in food production so that product quality complies with standards and food safety. The problem faced by the partner (UD Sumber Rejeki) is that there is no SSOP and a good production space layout. This community service (PkM) aims to assist partners in making SSOP and production space layouts so that the products produced comply with quality and food safety standards. The methods used are the active participation approach (partners play an active role during PkM), the activity orientation approach (assisting partners in making SSOP and production space layout), and the SSOP implementation approach and production space layout. The result of this PkM is the enthusiasm and activeness of partners during assistance in making SSOP and layout of production space. Another result is the availability of SSOP and the layout of the production room, which is placed in the production room.

Sugiarti, Wiwi; Helminuddin; Juliani

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Ekonomi 2023 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Ikan Nomei menjadi bagian dari hasil tangkapan para Nelayan, sehingga dapat dijadikan sumber pasokan bahan baku. Masyarakat di Kelurahan Juata Laut Kecamatan Tarakan Utara. Biaya perlu dikeluarkan untuk menghasilkan permintaan. Biaya dikeluarkan untuk produksi, promosi, pemasaran dan usaha pengolahan Ikan kering. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menghitung nilai keuntungan dan kelayakan usaha ikan kering Nomei dengan parameter (RCR, Payback period dan BEP) serta mendeskripsikan dan menghitung pola saluran pemasaran, share pemasaran, margin pemasaran, dan efeisensi pemasaran. Jumlah responden 2 Pengepul dan 10 pengecer, oleh karena itu peneliti menggunakan teknik Purposive Sampling dan Snowball Sampling Nilai keuntungan dibagi menjadi 2 yakni pada saluran I senilai Rp97,257 per kilo dan saluran II senilai Rp71,815 per kilo, jumlah RCR dalam usaha ini menghasilkan 3,515 laba dan Payback period menunjukkan senilai 0,637. Pemasaran ikan kering Nomei di Kelurahan Juata laut Kecamatan tarakan utara Kota Tarakan pada tingkat saluran I dan saluran II. Hasil perhitungan marjin pemasaran saluran I memiliki Rp80,000 per kilo sedangkan saluran II memiliki Rp60,000 per kilo, share margin pada saluran I memiliki 71,42% dan saluran II memiliki 60,71% dan nilai Efisiensi dalam usaha ini adalah saluran pemasaran I yakni sebesar 26,13% Hal ini disebabkan karena biaya yang dikeluarkan pada saluran pemasaran I lebih kecil dibanding dengan saluran pemasaran lainnya

Rizal; Nila Viva Rahman

Jurnal Suara Pengabdian 45 2023 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

The strategic marine and fisheries potential of Situbondo Regency includes a high (106.28 tonnes per year) potential for catching sea milkfish (Chanos chanos). The neighborhood makes very little attempts to use processed sea milkfish, nevertheless. Fishermen on the Situbondo coast catch sea milkfish (Chanos chanos), which is only sold fresh and has a poor selling price. Using this chance, Dpore Meme Micro Business turns fresh marine milkfish into shredded fish with a great nutritious value. Because it has a unique flavor, a softer texture, is more fragrant and delectable, and is packed with nutrients, marine milk floss has a potential commercial opportunity and is highly alluring to the general population. There is a need for marketing development, which includes developing online marketing, expanding the marketing area, increasing collaboration with marketing networks or resellers in areas outside the city of Situbondo, as well as optimizing promotions to support product marketing. The current challenge is that the marketing and promotion carried out by the Dpore Meme Micro Enterprise is still offline and on a local scale in the Situbondo Regency area.

Rendy Andrian Kalana; Nurlina; Safuridar

Transformasi: Journal of Economics and Business Management 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kajian ini untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi secara langsung dan tidak langsung pendapatan nelayan di kota Langsa. Menggunakan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner dan disebar kepada responden. Sampel yang digunakan dalam kajian ini sejumlah 94 orang responden. Metode analisis data menggunakan Analisis Jalur atau Path Analysis dengan mengoprasikan software Eviews 10. Hasil kajian menunjukan Variabel Biaya Operasional mempunyai pengaruh negatip serta signifikan terhadap perolehan Pendapatan Nelayan di Kota Langsa. Sedangkan variabel Pengalaman dan Waktu Tempuh memberikan pengaruh positip namun tidak signifikan terhadap Pendapatan Nelayan, lebih lanjut pada variabel Produksi Ikan mempunyai pengaruh yang positip dan signifikan terhadap Pendapatan Nelayan di Kota Langsa. Terdapat Pengaruh tidak langsung variabel Biaya Operasional dan Waktu Tempuh terhadap Pendapatan Nelayan melalui Produksi Ikan. Kemudian tidak terdapat pengaruh tidak langsung variabel Pengalaman terhadap Pendapatan Nelayan di Kota Langsa melalui Produksi Ikan.  

Risni Stefani

JURNAL RISET RUMPUN ILMU HEWANI 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penyakit ikan Koi merupakan suatu kendala atau faktor resiko bagi para peternak ikan Koi yang menyebabkan kerugian ekonomis dan menurunnya produksi ikan Koi yang dipelihara. Untuk itu diperlukan suatu perangkat lunak untuk membantu para peternak ikan Koi dalam menangani penyakit pada ikan koi. Saat ini para peternak ikan koi masih berkendala dalam penanganan gejala penyakit yang dilakukan secara manual dengan bertanya jawab bersama pakar ikan. Untuk itu tujuan dari penelitian ini merancang aplikasi sistem pakar diagnosa penyakit pada ikan koi menggunakan metode backward chaining dalam menangani penyakit pada ikan koi. Metode yang dibangun untuk penelitian ini menggunakan beberapa tahapan penelitian dengan melakukan pengumpulan data, proses desain, proses pengkodean dan proses pengujian sistem, proses perancangan aplikasi menggunakan, Visual Studio 2010.net. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah suatu aplikasi sistem pakar diagnosa penyakit ikan koi dengan menggunakan metode backward chaining yang dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh para peternak ikan koi dan sekaligus membantu para pakar untuk memberikan hasil solusi yang lebih singkat dan tidak memakan waktu.    

Lestari, Retno Ambarwati Sigit; Purwaningtyas, Ery Fatarina; Enny Purwati Nurlaili

Jurnal Suara Pengabdian 45 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Permasalahan yang dihadapi oleh petani lele di Desa Sruwen Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang adalah harga pakan lele yang mahal sehingga keuntungan yang diperoleh sangat tipis. Petani lele tersebut pernah mencoba membuat pelet  ikan secara mandiri namun hasilnya belum sesuai yang diharapkan, pelet yang dihasilkan tenggelam sehingga kurang efektif. Tujuan dari pengabdian ini untuk memberikan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan pembuatan pelet ikan dan pemberian alat  pembuat pelet ikan (extruder) pada mitra. Dengan adanya alat extruder serta pelatihan dan pendampingan diharapkan petani lele dapat memenuhi kebutuhan pelet ikan secara mandiri. Metode pelaksanaan diawali dengan mengajak perwakilan mitra ke tempat produksi pakan ikan mandiri “Jali Lele”  sekaligus pembuat alat extruder di Desa Tlogowaru, Kabupaten Demak untuk melihat proses produksi pellet ikan sesuai standar. Setelah alat extruder yang dipesan jadi, selanjutnya dilakukan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan dalam pembuatan pelet ikan secara mandiri. Di dalam pelaksanaan kegiatan ini melibatkan 6 orang mahasiswa untuk kegiatan pelatihan dan pendampingan sebagai implementasi MBKM. Hasil dari kegiatan ini dapat meningkatkan penghasilan petani ikan lele setiap bulannya serta dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga, dengan peningkatan penghasilan  sebesar Rp 15.000.000 untuk 4 bulan atau Rp 3.750.000 perbulang atau kenaikan sebesar 19,24%.

Rahmad Purwanto W

Public Service And Governance Journal 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Tujuan penelitian tentang ketahanan pangan dan pentingnya literasi pangan masyarakat adalah mendskripsikan ketahanan pangan di Kotra Semarang berdasarkan dokumen perencanaan daerah dan kebijakan ketahanan pangan dan gizi   telah dilaksanakan   berdasarkan kewenangan pemerintah daerah. Konsumsi bahan pangan pokok penduduk sangat tergantung pada beras (produksi hanya memenuhi 15% dari kebutuhan penduduk) dan memerlukan dukungan dari kabupaten sekitar. Demikian pula bahan pangan sayur mayur, buah-buahan, daging dan ikan lebih besar dari kabupaten sekitar. Pemahaman masyarakat tentang pangan beragam semakin baik dan memerlukan dukungan perguruan tinggi, kalangan dunia usaha dan media massa mengenalkan pangan beragam, piring panganku dan perilaku hidup bersih dan sehat melalui Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) dan kelembagaan Kota Sehat semakin penting peranannya dalam masyarakat.

Y. Setyohadi Pratomo; M. Daenie

Public Service And Governance Journal 2021 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kota Semarang dengan jumlah penduduk yang besar yaitu 1,6 juta jiwa memerlukan bahan pangan beragam untuk memenuhi kebutuhan yang tetap dan supply bahan pangan   dari kabupaten sekitar terbatas.       Kota Semarang   bukan penghasil bahan pangan dengan rata-rata produksi hanya memenuhi  12-15%  kebutuhan  terutama  beras,    telur,  ikan  dan  sayur  mayur  serta  umbi-umbian. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis kebijakan peningkatan ketahanan pangan dan mengatasi kerentanan pangan bagi kelompok miskin dan rentan serta pemenuhan gizi bagi Balita dan penduduk lanjut usia. Kebijakan peningkatan ketahanan pangan menjadi langkah strategis  bagi pembangunan  pangan  di  Kota  Semarang.  Kebijakan  ini     memerlukan  dukungan  dan  langkah bergerak bersama  pemangku kepentingan pembangunan sebagaimana  dinyatakan dalam kebijakan konsumsi pangan secara efisien (pangan cerdas) dalam  Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kota Semarang yang baru.

Taufik Hidayat, Nia Ariani Putri, Zulfatun Najah, Zulmaneri &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2019 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Dalam rangka menggerakkan roda perekonomian nasional, pemberdayaan Industri Kecil Menengah(IKM) dinilai menjadi salah satu solusi yang tepat. Dengan adanya IKM mengakibatkan terjadinyapeningkatan penyerapan tenaga kerja sehingga mampu menekan angka pengangguran. Pendekatankelompok juga dinilai sebagai salah satu pilihan yang lebih baik dalam pengembangan IKM yaitu dalambentuk sentra IKM. Sentra Industri Kecil Hasil Pertanian Dan Kelautan (SIKHPK) Teritip merupakansalah satu sentra IKM yang terletak di Kalimantan, tepatnya di Kota Balikpapan yang memanfaatkan hasilpertanian dan hasil perikanan khususnya untuk diolah menjadi suatu produk, salah satu contohnya yaituamplang. Amplang merupakan makanan menyerupai kerupuk yang terbuat dari ikan. Proses produksiamplang meliputi proses persiapan bahan baku, pencampuran bahan, pencetakan, penggorengan, penirisan,dan pengemasan. Untuk menghasilkan produk amplang yang seragam dan dapat bersaing dengan produksejenis di pasar, maka dibutuhkan SOP proses prduksi amplang untuk menjamin mutu produk amplang yangdihasilkan. SOP dirancang menggunakan swimlane flowchart. Dalam proses produksinya, dibagi menjadibeberapa bagian yaitu bagian penerimaan bahan, produksi, pengemasan dan pemasaran yang masing-masingbagian mempunyai tugas masing-masing.Kata kunci: Sentra IKM, hasil perikanan, amplang, SOP.

Kapti Rahayu Kuswanto, Niko Listiyo, Nanik Suhartatik &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan isolat Bakteri. Asam Laktat (BAL) halofil yang mampu menghasilkan enzim proteolitik. Isolat yang diperoleh diidentifikasi awal untuk menentukan genus bakteri, sehingga didapatkan isolat yang potensial untuk dikembangkan sebagai kultur starter pada pembuatan kecap ikan lele.Dalam penelitian ini, kecap ikan lele dibuat dengan kadar garam 10% dan difermentasi selama 3, 5, dan 7 hari, dilakukan analisis total populasi BAL dengan cara ditumbuhkan pada medium deMann Rogosa Sharpe (MRS) yang telah ditambahkan CaCO3 1%, NaCl 7% dan Na Azida. Pengujian isolat BAL penghasil enzim proteolitik, dilakukan dengan cara menumbuhkan pada medium yang ditambahkan kasein 2%. Bakteri asam laktat yang tumbuh pada medium dengan kadar garam 7%, selanjutnya dilakukan skrining sifat penghasil enzim proteolitik, dengan menumbuhkan pada medium yang ditambahkan kasein 2%. Isolat yang diperoleh, dikarakterisasi menggunakan metode standar antara lain: uji morfologi sel, pengecatan Gram, uji katalase, uji produksi gas, uji pertumbuhan pada suhu, dan pH.Isolasi bakteri selama fermentasi kecap ikan lele, diperoleh isolat sebanyak 71 isolat bakteri penghasil asam. Namun berdasarkan uji konfirmasi hanya diperoleh 6 isolat BAL, dari 6 isolat tersebut dipilih 2 isolat BAL. Dengan melihat sifat-sifat karakterisitik fenotip yang muncul, berdasarkan Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology, isolat diidentifikasi sebagai genus Pediococcus sp.Kata kunci: BAL halofil proteolitik, isolasi, identifikasi, kecap ikan lele