SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

29,653 articles from 386 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-3 of 3

Analytics

Sahrul Ramadhana; Revia Oktaviani; Lucia Litha Respati; Agus Winarno; Windhu Nugroho

Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik 2025 Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Mining roads play an important role in supporting the smooth running of mining activities, especially in the process of transporting materials. The bearing capacity of the soil as a road subgrade greatly affects the stability and resistance of the road to heavy equipment loads. This study aims to analyze the effect of the plasticity index and compaction parameters on the California Bearing Ratio (CBR) value, as well as to determine the thickness of the road layer based on the laboratory CBR value. Testing was carried out at the South Pit of PT. Bina Sarana Sukses site PT. Baramulti Suksessarana with a field test method using the Dynamic Cone Penetrometer (DCP) and laboratory tests such as proctor tests, Atterberg limit tests, and CBR tests on various variations of clay and sand soil mixtures. The results showed that increasing the plasticity index decreased the CBR value, while increasing the maximum dry density and decreasing the optimum water content increased the CBR value. Based on the laboratory CBR value, recommendations were obtained for the appropriate road layer thickness to ensure optimal bearing capacity for heavy equipment passing through the research area.

Faizal Mahmud; Hendra Masvika; Kukuh Wisnuaji Widiatmoko; Fahrudin Ahmad

Jurnal Teknik Sipil 2024 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Stabilisasi tanah merupakan suatu langkah untuk meningkatkan sifat-sifat dan kekuatan pada tanah. Salah satu metode untuk meningkatkan daya dukung tanah adalah dengan menambah atau mencampur dengan material yang memiliki nilai daya dukung yang tinggi. Penelitian akan difokuskan pada daya dukung tanah dengan menambah atau mencampur pasir kasar menggunakan pengujian Atterberg Limits dan Proctor yang diharapkan dapat meningkatkan daya dukung tanah terhadap kepadatannya. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mekanika Tanah Fakultas Teknik Univesitas Semarang dengan cara membuat sampel dari hasil pemadatan standar, kemudian sampel diberikan penambahan pasir kasar dengan persentase penambahan sebesar 0%, 10%, 30%, dan 50% untuk mendapatkan nilai Atterberg Limits dan Proctor maksimum setelah dilakukan penambahan pasir kasar. Pada masing-masing pengujian didapatkan hasil bahwa pada tanah tersebut mengalami peningkatan daya dukung setelah dilakukan stabilisasi, sehingga dapat disimpulkan bahwa pasir kasardapat digunakan untuk bahan stabilisasi. Pada masing-masing pengujian didapatkan hasil bahwa proses stabilisasi tanah optimum berada pada campuran 50%, hal ini terjadi karena sifat dari pasir kasar yang befungsi sebagai bahan pengisi tetapi tidak memiliki sifat mengikat, sehingga ketika volume pasir kasar telah memenuhi rongga-rongga tanah dan memiliki sisa, maka sisa pasir kasar tersebut akan menumpuk dan memadat bersama tanah sehingga lebih menstabilkan ikatan tanah yang telah terbentuk.

Jaenal Musianirudin; Mindiastiwi, Tigo

Jurnal Teknik Sipil 2022 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Tanah Lempung adalah jenis tanah yang mempunyai sifat kohesif dan plastis yang tinggi, tanah lempung terjadi akibat pelapukan-pelapukan batuan akibat adanya reaksi kimia yang terdiri dari susunan partikel-partikel yang berukuran koloid artinya butiran penyusun tanah lempung ini berukuran <0,002. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik tanah serta mengetahui pengaruh campuran semen dan serbuk batu bata sebagai bahan stabilisasi dengan metode kuat tekan bebas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode uji laboratorium berupa pengujian sifat – sifat fisis dan mekanis tanah. Penujian dilakukan pada tanah asli dan tanah yang distabilisasi dengan semen dan serbuk batu bata. Hasil penelitian uji sifat fisis tanah asli dilaboratorium didapatkan nilai berat isi tanah (γb) 1,669 gr/cm³, (γd) 1,09 gr/cm³, kadar air 52,92% dan berat jenis 2,651. Berdasarkan hasil penyelidikan tanah dapat dikategorikan dalam tanah lempung organik. Hasil dari pengujian grain size tanah dapat di kategorikan dalam tanah lanau lempung. Pada uji atterberg limit tanah dapat dikategorikan ke dalam tanah lempung plastisitas tinggi dengan PI 26,54%, pengujian proctor dengan hasil berat isi kering maksimal (γd) 1,302 gr/cm³ dan kadar air optimum (w) 36,2%. Berdasarkan hasil pengujian kuat tekan bebas (Uncofined Compression Test) dengan bahan stabilisasi serbuk batu bata 5%, 7%, 10%, 12% dan 5% semen untuk masing-masing sampel, dengan nilai kuat tekan bebas (qu) yaitu 0,785 kg/cm², 0,872 kg/cm², 1,008 kg/cm², 1,120 kg/cm², dan nilai kohesi undrained (cu) sebesar 0,205 kg/cm², 0,390 kg/cm²,0,435 kg/cm², 0,505 kg/cm², 0,560 kg/cm². Berdasarkan rekap uji kuat tekan bebas  (qu) dan didapatkan persamaan  y = 0,2127ln(x) + 0,2153 R² = 0,9855.