Publication Search

73,128 articles from 694 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-4 of 4

Analytics

Febrianti, Dina; Radjikan, Radjikan; Indonesia, Indonesia

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

ABSTRAK Perkembangan tata kelola digital di Indonesia mendorong berbagai instansi pemerintah, termasuk rumah tahanan negara (rutan), untuk mentransformasi sistem pelayanan publiknya melalui aplikasi berbasis digital. Rutan Kelas I Surabaya menginisiasi aplikasi RUSABAYA sebagai platform digital terintegrasi untuk mengelola pelayanan kunjungan tatap muka warga binaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis optimalisasi aplikasi RUSABAYA dalam meningkatkan kualitas pelayanan kunjungan warga binaan, mengidentifikasi hambatan implementasi di lapangan, serta merumuskan rekomendasi strategis perbaikan layanan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi partisipatif selama kegiatan magang, wawancara terbatas dengan petugas dan pengunjung, serta studi dokumentasi, penelitian ini menemukan bahwa RUSABAYA telah berkontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi administrasi, transparansi, dan ketertiban pelayanan kunjungan. Aplikasi ini memungkinkan pendaftaran kunjungan secara daring, pengelolaan antrean digital melalui tiket berbasis kode QR, penjadwalan berbasis sesi dengan kuota 80 orang per sesi, serta fitur riwayat kunjungan yang lengkap. Namun, dua hambatan kritis teridentifikasi: aplikasi tidak tersedia di platform distribusi populer seperti Google Play Store dan Apple App Store, serta sosialisasi penggunaan aplikasi kepada masyarakat belum optimal sebagaimana tercermin dari ketiadaan petunjuk penggunaan di loket pelayanan. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas digitalisasi pelayanan publik tidak semata-mata ditentukan oleh kualitas teknis sistem, tetapi juga oleh aksesibilitas, dukungan literasi digital, dan komitmen institusional terhadap pelayanan yang inklusif.

Fira Fausila; Muhammad Akhir; Anzar Anzar

Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa 2026 Universitas Palan

The development of digital technology has driven significant changes in learning practices, including Indonesian language learning, which increasingly utilizes online platforms such as YouTube. In this context, digital literacy is not only related to the technical ability to access information but also encompasses ethical, critical, and character-building aspects of students. This study aims to analyze the integration of digital literacy and character education values in online learning through Indonesian language educational videos on YouTube. The research employed a qualitative approach using content analysis methods. The research data consisted of Indonesian language learning videos selected purposively based on the relevance of the material, channel popularity, and consistency of educational content. The findings reveal that Indonesian language learning videos on YouTube contain various character education values, such as responsibility, academic honesty, hard work, independence, tolerance, and communicative attitudes. These values are integrated through the presentation of materials, the use of polite language, contextual examples, and reflective invitations that encourage students to think critically. In addition, aspects of digital literacy are reflected in the ability of video content to guide students toward the wise, selective, and responsible use of digital media. However, the study also identified several limitations, particularly the lack of systematic explicitness of character values and the suboptimal two-way interaction between educators and students.

Saskia Melia; Kireina Zaira Nur Alpiah; Zahraina Melati Resmaya; Sri Mulyeni

Jurnal Inovasi Pendidikan 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This study aims to examine and compare various findings from previous research on the effectiveness of online learning among university students in higher education settings in order to obtain a comprehensive general conclusion. The research method employed is a literature review using a content analysis approach of scholarly publications published between 2019 and 2025. The data sources include relevant national and international journal articles focusing on online learning in higher education. The results of the review indicate that the effectiveness of online learning is influenced by three interrelated main factors. Psychological factors include learning motivation, students’ perceptions of online learning, and the emotional conditions experienced during the learning process. Pedagogical factors encompass lecturers’ creativity in designing learning activities, the selection of appropriate teaching methods, and the use of interactive and varied learning media. Meanwhile, technical or environmental factors include the availability and ease of access to learning platforms, the quality of internet connectivity, and supportive learning environments. Online learning offers several positive impacts, such as flexibility in learning time, cost efficiency, and enhanced student experience in utilizing digital technology. However, it also has the potential to generate negative effects, including boredom, stress, and difficulties in understanding course material when technical barriers are not resolved and learning activities are monotonous. Therefore, optimal management of psychological, pedagogical, and technical factors is essential to improve the effectiveness of online learning for university students.

Jihan Seprina Azzahara; Agus Lestari

Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora 2026 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat mendorong perubahan besar dalam dunia pendidikan, sehingga pembelajaran abad ke-21 tidak hanya menekankan pemahaman materi, tetapi juga menuntut penguatan empat kompetensi inti atau 4C, yaitu berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Integrasi teknologi menjadi kebutuhan penting untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, adaptif, dan berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan mensintesis temuan dari sebelas artikel ilmiah yang membahas implementasi teknologi dalam mengembangkan keterampilan 4C pada pembelajaran modern. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah fokus, desain, serta hasil penelitian dari setiap artikel, kemudian mengintegrasikannya melalui analisis tematik untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai bentuk teknologi seperti platform pembelajaran digital, aplikasi mobile, media interaktif, kecerdasan buatan, serta perangkat kolaboratif mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kemampuan peserta didik. Teknologi terbukti memperkuat kemampuan berpikir kritis melalui kegiatan analisis informasi dan pemecahan masalah berbasis digital; meningkatkan kreativitas melalui pembuatan konten multimedia dan eksplorasi ide; memperluas kemampuan komunikasi melalui diskusi virtual, presentasi digital, dan interaksi sinkron maupun asinkron; serta mendorong kolaborasi melalui proyek kelompok berbasis platform daring yang memudahkan koordinasi dan pembagian tugas. Secara keseluruhan, integrasi teknologi memberikan kontribusi besar terhadap pengembangan 4C, meskipun keberhasilannya tetap sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru, dukungan sarana, serta desain pembelajaran yang tepat. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi digital pendidik dan penguatan lingkungan belajar berbasis teknologi agar keterampilan 4C dapat dioptimalkan dalam pembelajaran abad 21. Kata kunci: Pembelajaran Abad 21; Keterampilan 4C; Integrasi Teknologi; Pembelajaran Modern; Literasi Digital