SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

41,520 articles from 397 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-2 of 2

Analytics

Lisa Virgiyanti; Amru Ash Shodaq; Fahrul Indrajaya; Neny Fidayanti; Neny Sukmawatie

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik 2026 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Takaras River is a river basin that is vulnerable to pollution, particularly from the mercury usage in small-scale gold mining. This study aims to identify water quality based on mercury (Hg)and pH levels in the Takaras River. Samples were taken at two locations using a purposive sampling method. Results showed indications of mercury use on former gold mining land around the Takaras River altought the mercury content level was below 0.075 µg/L or 0.00075 mg/L in sample 1 and 2. Based on the test results, the acidity level (pH) in the two water samples from Takaras River is 3.86 and 3.84 in sample 1 and 2, compared to the maximum pH quality standard of 6-9 for Class II water, it is concluded that the scale of acidity in Takaras River is very low, indicating that the water quality in the Takaras River is highly acidic, abnormal, and shows signs of serious pollution. The implications of low pH levels in the Takaras River can cause damage to the Takaras River ecosystem, a decline in soil quality and fertility, and an increase in heavy metal toxicity in the environment surrounding the river.

Aulia Debby Pelu; Astuti Tuharea; Nur Hardianti.Walalayo

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penambangan yang dilakukan di Indonesia adalah penambangan emas skala kecil, yang sering disebut dengan istilah PETI (Penambangan Emas Tanpa Izin). Kegitan ini biasanya menggunakan metode amalgasi dengan merkuri (Hg) untuk mendapatkan biji emas. .Merkuri (Hg) merupakan salah satu unsur yang paling beracun dari logam berat yang ada dan apabila terpapar pada konsentrasi yang tinggi maka mengakibatkan kerusakan otak secara permanen dan kerusakan ginjal. Di dalam air, logam merkuri dapat mengalami biotransformasi menjadi senyawa organik metil merkuri atau fenil merkuri akibat proses dekomposisi oleh bakteri. Senyawa organic tersebut diserap oleh jasa renik yang akan masuk dalam rantai makanan. Ini akhirnya tejadi akumulasi dan biomagnifikasi merkuri dalam tubuh biota laut seperti ikan, udang dan kerang yang pada akhirnya masuk kedalam tubuh manusia yang mengkonsumsinya. Penelitian ini menggunakan metode Mercury Analyzer yang dilakukan pada sampel ikan yang berbeda pada titik pengambilan yang berbeda pula untuk melihat ada tidaknya pencemaran merkuri di lingkungan pertambangan. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Teluk Kaiely Kabupaten Buru. Hasil penelitian ini menujukan bahwa 2 dari 3 sampel dinyatakan terkandung merkuri dengan kadar pada sampel di Kaiely ikan Kerong – Kerong (Terapon jarbua F.) sebesar 0,001 mg/L dan sampel di Kaki Air dengan ikan Pilchard Eropa (Sardina Pilchardus) sebesar 0,0003 mg/L. Sampel di Seith ikan Layang Biru (Decapterus macarellus) sebesar 0,00 mg/L atau tidak terdeteksi merkuri. Hasil ini menunjukan bahwa ikan masih layak dikonsumsi manusia karena dibawah baku mutu batas kandungan merkuri pada ikan yang dikonsumsi manusia yaitu sebesar 0,5 mg/kg