Publication Search

69,224 articles from 598 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-6 of 6

Analytics

Dumar, Bergita; Wahyuni, Ida; Astarina Prajayanti, Ni Made Dwi; Yahya Fujianti, Mery Eka; Mulyani, Sri

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Bullying di lingkungan sekolah merupakan permasalahan yang berdampak pada kesehatan mental dan perkembangan psikososial anak. Tingginya kejadian bullying, baik secara fisik, verbal, maupun digital, menyebabkan siswa merasa tidak aman, mengalami kecemasan, serta penurunan interaksi sosial dan prestasi belajar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai bahaya bullying serta upaya pencegahannya. Metode  pengabdian  yang  dilakukan  berupa  pemberian  penyuluhan  kesehatan menggunakan participatory  action  research (PAR)  dengan  tema “Edukasi Kesehatan Tentang Bullying Pada Anak: “Berani Baik, Bukan Berani Membuli“. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa tentang bentuk, dampak, dan cara mencegah bullying, serta meningkatnya sikap empati dan keberanian untuk melaporkan kejadian bullying. Selain itu, siswa menjadi lebih mampu mengenali perilaku bullying dan berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman. Kesimpulannya, kegiatan edukasi melalui pengabdian masyarakat efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa terkait bullying, sehingga perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan mental anak.

Septianingtyas, Maya; Jona, Resa Nirmala; Sulistyaningrum, Danny Putri; Juwariyah, Siti; Noer’aini, I’ien +1 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang berdampak pada meningkatnya angka kesakitan dan kematian, terutama pada kelompok lansia. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini dan gaya hidup sehat menjadi faktor yang memperburuk kondisi ini. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam pengendalian tekanan darah melalui Program SEHATI (Sehat Bersama Hipertensi Terkendali). Metode: Kegiatan dilaksanakan di Posbindu lansia dengan melibatkan 45 peserta. Metode kegiatan meliputi skrining tekanan darah dan status kesehatan, edukasi tentang pencegahan dan pengendalian hipertensi, serta pelatihan senam hipertensi. Evaluasi dilakukan melalui pre dan post-test pengetahuan serta observasi partisipasi senam. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan peserta tentang hipertensi sebesar 35%, partisipasi aktif dalam senam mencapai 90%, dan sebagian besar peserta menunjukkan penurunan tekanan darah setelah mengikuti kegiatan. Kesimpulan: Program SEHATI efektif meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku sehat masyarakat dalam pengendalian tekanan darah, serta dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis promotif dan preventif di komunitas lansia.

Intan Kumalasari; Agi Husnah Indragati; Ahmad Sauqi; Anisa Pratiwi; Caroline Dwi Nanda +3 more

Nusantara Mengabdi Kepada Negeri 2025 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Health communication and community empowerment are crucial for improving health outcomes at the primary health care level. As a primary health care facility, the Empat Ulu Community Health Center in Palembang plays a strategic role in disseminating health information, strengthening community capacity, and promoting healthy lifestyles through various educational activities. The Field Learning Practice (PBL) activity, conducted by students within the community health center's work area, aimed to strengthen the implementation of health communication, particularly in promoting Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) in elementary schools. The methods used included field observation, discussions, face-to-face counseling, handwashing demonstrations, and the distribution of educational media. The results showed an increase in students' understanding of PHBS, demonstrated by their ability to answer questions, practice handwashing correctly, and their enthusiasm during interactive sessions. This activity not only strengthened students' knowledge but also demonstrated that a two-way communication approach and the use of simple visual media can enhance the effectiveness of health education. Overall, this PBL activity contributed to supporting the community health promotion program and strengthened the role of students in encouraging community self-reliance in maintaining health.

Dewi Agustina; Ade Fitri Arianti; Bunga Elvyan Br. Damanik; Istikhoma Rambe; Rehana Nugraha B. Sitorus

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Sarana prasarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat  dalam  mencapai maksud  dan tujuan. Sarana  prasarana  pelayanan kesehatan adalah sarana prasarana yang menyediakan bentuk pelayanan yang sifatnya lebih luas daripada bidang  klinik,  yaitu bersifat promotif, preventif dan rehabilitative. Ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan, personalia puskesmas atau sumber daya dapat mempengaruhi perilaku. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan tenaga kesehatan yang ada di puskesmas guna berlangsung baiknya suatu pelayanan kesehatan. Metode penelitian: Penulisan artikel ini menggunakan metode pencarian artikel menggunakan dua database, yaitu Google Scholar dan PubMed Kesehatan dengan kata kunci sumber daya manusia, personalia puskesmas dan peran kinerja. Hasil: Kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas dianggap masyarakat sebagai profesionalisme kerja oleh seorang tenaga kesehatan. Tuntutan masyarakat akan terpenuhi jika pemberi layanan memiliki propesionalisme yang tinggi dan mampu mempertahankan citra dan kinerja yang memenuhi standar pelayanan. Disiplin kerja juga mempunyai kontribusi terhadap kualitas pelayanan keperawatan yang pada akhirnya berdampak pada produktivitas kerjanya.Tanpa ada dukungan disiplin yang tinggi dari karyawan, perusahaan atau organisasi sulit untuk mewujudkan tujuan yang ingin dicapai. Kesimpulan: Produktivitas suatu organisasi dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain disiplin dan karakteristik individu. Produktivitas layanan kesehatan puskesmas juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM)/personalia yang dimiliki.

Maulidatul Hasanah; Mursyidul Ibad; Sukamto Sukamto

Jurnal Anestesi: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran, 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Masa  remaja  adalah  masa  transisi  antara  masa  kanak-kanak  dengan  dewasa  dan  relatif  belum mencapai  tahap  kematangan  mental  dan  sosial  sehingga  mereka  harus  menghadapi  tekanan-tekanan  emosi  dan  sosial  yang  saling  bertentangan. Permasalahan utama kesehatan reproduksi remaja (KRR) di Indonesia adalah kurangnya informasi mengenai kesehatan reproduksi.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk menggambarkan pengetahuan kesehatan  reproduksi  remaja di  Jawa Timur. Jumlah    sampel    sebanyak    1.768 remaja di Indonesia yang  diambil  dengan  cara kuota  sampling. Jenis  penelitian  ini  adalah kuantitatif deskriptif. Hasil  penelitian  menunjukkan  sebagian besar penetahuan remaja di Indonesia belum semuanya mengatahui pengetahuan dan perilaku kesehatan reproduksi dengan baik Hal tersebut terbukti dengan nilai indeks yang belum mencapai 50,0 maka dari itu perlu dilakukannya kegiatan promotif dan preventif secara terus menerus.

Agusthinus Wali; Melkisedek O.Nubatonis; Applonia Leu Obi

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Gigi penduduk Provinsi Nusa Tenggara Timur sesuai dengan anjuran masih sangat rendah. Hal ini menjadi tantangan bagi tenaga kesehatan gigi untuk melakukan upaya peningkatan kesehatan gigi dan mulut masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat ini merupakan upaya promotif dan preventif kepada ibu-ibu siswa SD GMIT Baumata untuk meningkatkan Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Gigi. Metode Pelaksanaan: memberikan penyuluhan dengan topik kesehatan gigi dan mulut serta melakukan demonstrasi dan bimbingan gigi yang baik dan benar. Hasil Kegiatan: ada perubahan perilaku ibu yang baik dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut dari 11,5% menjadi 31,1%. Namun sebagian besar ibu (54,1%) hanya memiliki perilaku yang cukup dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan berbagai inovasi sehingga dapat lebih meningkatkan perilaku ibu dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut keluarga