Publication Search

67,356 articles from 564 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-8 of 8

Analytics

Krismiyarsi; Hadi Karyono; Kunarto; Mahmuda Pancawisma Febriharini

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kenakalan remaja merupakan fenomena sosial yang semakin kompleks dan menjadi tantangan serius dalam kehidupan masyarakat, khususnya di lingkungan panti sosial pelayanan anak. Berbagai bentuk kenakalan remaja seperti pelanggaran tata tertib, pergaulan bebas, penyalahgunaan media digital, hingga tindakan yang berpotensi melanggar hukum menunjukkan pentingnya pembinaan karakter dan kesadaran hukum sejak dini. Kurangnya pemahaman tentang norma hukum, lemahnya kontrol diri, serta pengaruh lingkungan sosial menjadi faktor yang mendorong terjadinya perilaku menyimpang pada remaja. Kegiatan penyuluhan hukum yang dilaksanakan oleh Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus (UNTAG) Semarang di Panti Sosial Pelayanan Anak Tawangmangu, Karanganyar bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum, membangun karakter positif, serta memberikan pemahaman kepada remaja mengenai konsekuensi hukum dari setiap tindakan yang dilakukan. Metode yang digunakan berupa pendekatan edukatif dan partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, dan simulasi kasus sederhana yang dekat dengan kehidupan remaja. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan hukum mampu meningkatkan pemahaman remaja terhadap norma hukum dan sosial, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya perilaku disiplin dan tanggung jawab, serta mendorong terbentuknya sikap preventif terhadap tindakan kenakalan. Dengan demikian, penyuluhan hukum menjadi salah satu strategi efektif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kenakalan remaja melalui pembinaan kesadaran hukum dan penguatan karakter sejak usia dini.

Niesa Amalia; Viona Putri Ramadhan; Neni Neni

Hidayah : Cendekia Pendidikan Islam dan Hukum Syariah 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Islamic Religious Education (PAI) faces serious challenges from the crisis of integrity and trust in the digital era, which is manifested in the weakening of social solidarity (ukhuwah) and the emergence of a toxic social environment due to disinformation and fragility of commitment. This study aims to analyze and formulate an implementation model for the values ​​of Shiddiq (honesty and truth) and Amanah (trustworthiness and responsibility) in PAI, as well as to examine their role in building Ukhuwah and a Positive Social Environment among students. The method used is library research with a qualitative-analytical approach, involving a critical review of relevant scientific literature, journals, and books. The results of the study indicate that the implementation of these two prophetic values ​​must be carried out transformatively through integrated Project Based Learning (PjBL) and Problem Based Learning (PBL) methods, not merely cognitive transfer, but through real practice. The value of Shiddiq plays a central role in building trust and countering hoaxes, while Amanah ensures commitment and social responsibility, which collectively strengthen the bonds of ukhuwah. These findings imply the urgency of developing an Islamic Religious Education (PAI) curriculum that is responsive to digital ethics and strengthens teacher exemplary behavior (uswah hasanah) as a model of integrity. It is recommended that future research conduct empirical tests of the proposed implementation model to strengthen the generalizability of the findings.

Four Dofi Sidabutar; Sony Junaedi

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini menganalisis implementasi pendidikan karakter oleh Penyuluh dalam mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti di SMP Negeri 2 Sumowono. Fokus penelitian meliputi strategi pengajaran, metode penyampaian nilai karakter, tantangan, serta faktor pendukung dan penghambat. Metode kualitatif digunakan dengan wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil menunjukkan pendidikan karakter diterapkan melalui lima elemen utama yaitu Sejarah, Keagungan Tuhan, Budi Pekerti, Martabat Spiritual, Larangan dan Kewajiban dengan metode interaktif seperti diskusi kelompok, ceramah inspiratif, dan praktik langsung (role-play) untuk menanamkan nilai-nilai karakter dan keteladanan Penyuluh. Faktor pendukung berupa kepemimpinan kepala sekolah, keterlibatan orang tua, dan lingkungan sekolah yang kondusif, sedangkan penghambat meliputi keterbatasan sarana, waktu, dan pengaruh negatif pergaulan. Dampak positif terlihat pada peningkatan kejujuran, kedisiplinan, kesantunan, dan toleransi siswa. Kesimpulannya, pendidikan karakter berhasil membentuk peserta didik penghayat kepercayaan berakhlak mulia, namun perlu upaya berkelanjutan untuk mengatasi hambatan dan memperkuat kolaborasi sekolah, orang tua, dan masyarakat.

Bayu Sinta, Tunjung; Lita Sari, Noor; Hanifah, Hanifah

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2023 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Masa remaja merupakan masa yang penting diperhatikan karena merupakan masa transisi antara masa anak-anak dan dewasa. Penggunaan sosial media yang kurang tepat sangat rentan dialami remaja karena ketidaktahuannya tentang dampak yang ditimbulkan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar pada remaja putra dan putri kelas X dengan memberikan materi tentang jenis-jenis sosial media dan kegunaannya, dampak positif dan negatif, serta cara-cara menghadapi dampak negatif sosial media agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas. Hasil yang diharapkan pada kegiatan pengabdian ini adalah dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang penggunaan sosial media agar tidak terjerumus dalam tindakan tercela.

Abdul Rivai Poli; Nurfitriyana B. Utiarahman; Defitrianti Tampilang; Supriyanti Umaternate; Vrigita Yesa Manangkabo +2 more

Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Masa Remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak kemasa dewasa, seiring dengan perubahan fisik, biologis dan psikis untuk menuju pada kematangan, jasmani, berfikir, seksual dan kematangan emosional. Sebagian orang berpendapat bahwa masa muda saat yang paling indah dan nikmat. salah satu cara yang dilakukan untuk mencegah terjadinya pergaulan bebas dikalangan remaja pada siswa-siswi SMK Kesehatan Muhammadiyah Randangan dengan mengadakan penyuluhan mengenia pergaulan bebas pada saat Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diadakan oleh kampus Universitas Muhammaiyah Manado terhadap mitra sekolah. Penyuluhan yang bertujuan untuk menambah wawasan pengetahuan tentang bahaya pergaulan bebas pada siswa-siswi SMK Kesehatan Muhammadiyah Randangan. Materi penyuluhan yang diberikan yaitu mengenai pengertian pergaulan bebas, pergaulan bebas negative dan positif,ciri-ciri pergaulan bebas,factor penyebab pergaulan bebas, akibat pergaulan bebas dan cara mengatasi pergaulan bebas. Setelah pemberian materi diadakan proses tanya jawab antara siswa-siswi dan penyaji materi penyuluhan dari mahasiswa KKN. Sehingga didapatkan hasil sebagian besar siswa-siswi SMK kesehatan Muhammadiyah randangan dapat memahami materi yang telah diberikan

Nur Ainun Siregar; Lidia Nova Lista; Fajar Daniel Samosir; Purnama Ramadani Silalahi

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Di tengah era globalisasi saat ini, tingkat perkembangan teknologi telah memberikan berbagai kemudahan bagi pengguna media sosial di berbagai bidang. Tidak hanya digunakan sebagai tempat untuk berkomunikasi dan bertukar kabar, tetapi pengguna media sosial dapat menggunakannya untuk bisnis dan jual beli. Dalam riset ini peneliti melakukan penelitian guna mendapatkan hasil tenntang hal ang ingin diteliti terkait dengan penggunaan digital marketing dalam meningkatkan pendapatan para pelaku UMKM, dimana peneliti menggunakan metode kualitatif dimana teknik yang digunakan dalam riset ini adalah reduksi data, penyajian data dan penararikan kesimpulan. Dimana dampak positif dari Media sosial itu sendiri yang bisa memudahkan manusia untuk menyebarkan berita dengan mudah dan cepat, memperluas pergaulan, memudahkna dalam melakukan bisnis dan sebagainya.  

Safriady Safriady; Nurhijrah Auliya Ponu; Darlis Ardian; Rani Wahyuni; Nurlia Nurlia +3 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Masa remaja adalah fase peralihan seorang anak menuju dewasa yang dipenuhi banyak perubahan dalam tubuhnya termaksud mengenai hubungan interaksinya. Kekuatan dan kelemahan interaksi sosial menentukan kuat atau tidaknya suatu hubungan, yang memerlukan perhatian dan dukungan bagi remaja untuk memiliki hubungan yang sehat,untuk itu perlunya adanya edukasi untuk menunjang terciptanya pergaulan yang baik khususnya pada reaja yang dimana bertujuan untuk terciptanya pergaulan positif. Pergaulan yang positif akan berdampak pada kesehatan mental anak. Hal ini disebabkan banyak hal yang baik disekitanya contohnya seperti akan tercipta lingkungan yang penuh dengan kasih dan cinta,komunikasi yang terjalin baik, meningkatnya kepercayaan diri anak, tumbuhnya rasa saling percaya, meningkatkan kebahagian dan mengurangi stres pada anak. Untuk itu penulis mengadakan pengabdian yang ditujukan untuk remaja agar mereka lebih paham tentang bagaimana menjalankan pergaulan positif untuk menjaga kestabilan mental agar terciptanya interaksi yang baik. Hal ini juga akan dikaji dari sudut pandang agama agar mengingatkan kita kembali betapa islam dengan sempurna mengatur kehidupan manusia bahkan dalam pergaulan.

Didik Lestari

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

: Sikap kedisiplinan siswa sangat rendah, dikarenakan pergaulan anak sekarang berbeda dengan anak zaman dulu, dan di sini guru dituntut agar dapat mengembangkan sikap disiplin, dengan cara menjelaskan hal-hal yang menarik agar siswa dapat semakin terpacu untuk belajar, selain itu pola asuh orang tua yang tidak tepat dapat menyebabkan turunnya sikap disiplin siswa, sehingga diperlukan kerjasama yang baik antara guru dan orang tua. Salah satu bentuk yang dianggap paling efisien untuk meningkatkan sikap disiplin siswa adalah melalui pola asuh orang tua. Dari hasil analisis data terbukti  bahwa 1) Implementasi pola asuh orang tua dalam penerapan sikap disiplin siswa dengan jalan: siswa diberi beberapa aturan-aturan seperti harus bantu orang tua, siswa bisa membagi waktu belajar dan bermain, dan pemberian sangsi apabila siswa melanggar untuk aturan yang sudah ditentukan. 2) Faktor pendukung pola asuh orang tua dalam penerapan sikap disiplin siswa yaitu diberi pengarahan-pengarahan yang positif, adanya pengajaran dari orang tua dan guru ngaji tentang kedisiplinan, jadi anak bisa disiplin, pengawasan dari kedua orang tua dan saudara (kakak) agar memonitoring untuk disiplin,  adanya suatu aturan-aturan agar berdisiplin. Faktor penghambat pola asuh orang tua dalam penerapan sikap disiplin siswa yaitu siswa kurang memperhatikan mengenai kedisiplinan, siswa kadang kurang mendengarkan nasehat orang tua, keluarga kurang harmonis, kurang memberikan arahan yang positif dalam perkembangan anak-anaknya.