Publication Search

70,857 articles from 624 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1-8 of 8

Analytics

Annura Nazwa; Arifin, Tajul

RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan 2024 Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

In this research, we will explore and explain further the link of Bukhari's hadith regarding women's leadership and the provisions of Article 27 paragraph 1 of the Law on Gender Equality in Leadership Positions. This research was conducted using a multidisciplinary approach that combines textual analysis, historical-critical methods, and legal methods. The findings show that Bukhari's hadith about women's leadership needs to be understood in its socio-historical context and cannot be interpreted from the text alone. On top of that, this research found that the spirit of gender equality in Article 27 paragraph 1 of the law is in line with Islamic rules for creating a fair and beneficial system. Therefore, the reconciliation of religious values and positive legal norms regarding women's leadership can be achieved by considering the comprehensive interpretation of the Bukhari hadith and the contextual application of Law Article 27 paragraph 1. Women's leadership is an important issue that has sparked debate throughout the world, including Indonesia . This debate is rooted in the dialectic between religious values and positive legal norms. In Islamic studies, the placement of certain hadiths in the Sahih Bukhari book is often interpreted as preventing women from occupying leadership positions. On the other hand, Article 27 paragraph 1 of the Law firmly guarantees the right of every citizen to take leadership roles without gender discrimination.

Rustam Rustam; Muhammad Amri; Indo Santalia

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Secara historis pergulatan panjang yang menjadi penyebab tercetusnya aliran teologi yang berbeda dalam umat islam bermula pada persoalan politik tanpa menyinggung agama dan berakhir menjadi perpecahan, bukannya menjadi partai politik belakangan yang timbul adalah partai agama dengan membawa dalil yang mengukuhkan pendapat masing-masing hingga melahirkan sejarah kelam dimana antar sesama umat islam saling memerangi atas dasar perbedaan pandangan politik, dengan membawa dalil yang berbeda. Bermula dari terbunuhnya khalifah Usman bin Affan, berlanjut pada perang saudara Antara Mu’awiyah dan Sahabat Ali yang menyebabkan terbunuhnya khalifah Ali, sehingga menyebabkan perpecahan pada umat islam yang mulanya persoalan imamah dan berakhir pada pergulatan politik agama yang berimbas pada perbedaan pandangan dalam teologi. Untuk memahami sejarah dan latar belakang perkembangan ilmu teologi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dalam menjelaskan sejarah teologi.

Arieli Harefa

Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Filsafat mengambil bagian penting dalam rasio manusia ribuan tahun yang lalu  dalam sejarah manusia. Dalam perjalanan pelayanan rasul  Paulus filsafat merupakan tantangan yang diperhadapkan dalam pelayanannya di tengah-tengah jemaat kolose. Mencampur baurkan filsafat yang kosong dan palsu terhadap ajaran rasul tentang yesus kristus adalah sebuah problematika iman yang harus segera dicegah supaya iman orang Kristen di kolose tidak tergoncangkan terhadap injil yesus kristus.  Untuk menyelidiki permasalahan ini penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksegese dan library research. Tujuan penelitian ini untuk memastikan ajaran filsafat yang beredar pada masa Paulus ketika pelayanan di kolose, serta maknanya bagi orang percaya masa kini. Hasil yang di dapatkan dari penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan para ahli mengenai filsafat yang kosong dan palsu dalam jemaat kolose. Penelitian ini diharapkan mampu menyadarkan iman orang percaya terhadap ajaran filsafat yang beredar dizaman sekarang ini.

Ulfa Hasanah; Zaili Rusli

Concept: Journal of Social Humanities and Education 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Penelitian  ini berfokus pada implementasi protokol penatalaksanaan pemulasaraan dan pemakaman jenazah Covid 19 di Kota Pekanbaru (Periode Maret 2020 – Mei 2022). Adapun tujuan dari penelitian ini adalah merepresentasikan dan menjelaskan kebijakan terkait tata laksana pemulasaraan dan pemakaman jenazah Covid di Kota Pekanbaru.  Peneliti memakai model implementasi oleh George Edward III dengan 4 indikator (komunikasi, disposisi, sumber daya dan struktur birokrasi). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang pada penelitian  adalah wawancara, observasi  dan kajian dokumen. Hasil dari  riset ini yaitu implementasi protokol penatalaksanaan pemulasaraan dan pemakaman jenazah Covid 19 di Kota Pekanbaru belum dijalankan secara optimal. Hal  demikian disebabkan adaya indikator yang masih belum bisa dipenuhi oleh para implementor seperti lemahnya komitmen implementor dalam pelaksanaan kebijakan, kurangnya koordinasi antar  implementor, kejelasan dari isi kebijakan dan lambannya pengadaan fasilitas serta terdapat perbedaan pandangan dan kepercayaan masyarakat yang menyebabkan timbulnya kasus pengambilan paksa jenazah Covid 19.  

Putri Amanati; Yayat Suharyat

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pendidikan islam adalah Pendidikan yang dalam pelaksanaannya berdasarkan ajaran islam. Karena ajaran islam berdasarkan Al Qur’an, as sunnah, pendapat ulama, maka Pendidikan islampun berpacu pada Al Qur’an, as Sunnah, dan pendapat ulama. Dengan demikian perbedaan Pendidikan islam dengan Pendidikan lainnya ditentukan oleh adanya dasar ajaran islam tersebut.para guru dipandang sebagai faktor yang sangat menentukan berlangsungnya kegiatan Pendidikan dan pengajaran. Nana Saodik misalnya, mengatakan bahwa tanpa adanya kurikulum, ruang kelas dan lainnya, kegiatan Pendidikan akan tetap berjalan apabila ada guru yang bertugas sebagai pendidik dan pengajar. Seorang guru dalam pandangan Al Qur’an berperan sebagai ulama yang mendalam ilmunya baik agama maupun umum serta menggunakan dan mengajarkan ilmunya, itu untuk kemaslakhatan umat, mengajak umat bertakwa sehingga ia menjadi pewaris Nabi.    

Echi Amianu; Agnes Angi Dian Winei; Fransiskus Janu Hamu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Kalimantan merupakan wilayah multikultur dengan integrasi alam, sehingga selalu berkoneksi dengan kosmos secara natural. Dengan naluri sebagai homo-religio , masyarakat Kalimantan menjadikan alam sebagai mediasi untuk menghadirkan suatu transenden secara khusus pada unsur metakosmis lokal yang secara peyoratif disebut Animisme. Salah satu Sample dari animisme ini ialah Keramat Abeh Desa Dayu dalam ritual miwit Abeh, dimana masyarakat dayak ma’anyan orisinal desa Dayu meyakini adikuasa dari leluhur ini secara historik maupun empirik. Namun kehadiran soteria kristiani juga menjamah Penduduk , sehingga banyak generasi yang lahir dengan budaya dan dibesarkan oleh agama. Kerap kali generasi baru yang masih memiliki perspektif yang picik dan tendensius ,mengangap bahwa ritual animisme merupakan hal yang tabu, begitu pula sebaliknya mereka yang dibesarkan oleh budaya juga mengangap kristiani hanya sarana yang sama tampa keistimewaan. Dari sini terjadilah ambivalensi dan kebimbangan dalam memandang Tradisi budaya dan tidak jarang terjadi ketimpangan dalam porsi kehidupan berbudaya dan beragama karena sempitnya wawasan lokal. Penelitian ini ditujukan untuk melihat (1) Bagaimana pandangan kristianitas terhadap ritual animisme lokal dan pandangan budaya ritual animisme terhadap agama kristianitas ,(2)  Bagaimana enkulturasi Gereja dalam memahami dan membawa diri secara tepat dalam ritual animisme tampa pergesekan. Data diperoleh melalui wawancara , observasi dan studi literatur. Hasil penilitian (1) perspektif  kristiani dan kultural menunjukan tidak ada deviasi antara kedua aspek ini mereka memiliki kesamaan rupa meskipun tersusun oleh perbedaan konseptis, ( 2 ) Jalan untuk saling memahami dan belajar ialah melalui kompleksitas dialektik yang ekstensif diiringi dengan implikasi moralitas dalam tindakan itulah kemasan dalam  Enkulturasi Iman terhadap animisme.

Simplesius Sandur

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2018 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

The questions about relation between philosophy and religion always raise discussions among scholars and philosophers. It is not only about “philosophic” and “religious” problem but aslo extends to the truth and role of both in a society. Maimonides offers his solution to resolve this issue. He proposes a harmonization of both “truths” since they came from the same  Source.  In  Maimonides’  mind,  philosophy  and  religion  have  an essential role in establishing a society. Maimonides, of course, does not stand  alone  to  resolve this probem.  His main  sources are  Platonic  and Aristotelian  philosophy  interpreted  by  Arabic  masters  in  Arabic philosophical tradition particularly by Al-Fārābi. Maimonides tries as he can to analyze Judaism philosophically. He establishes his concept on relation between philosophy and religion on the thesis natural division of human beings.

Sutanta, Edhy

Dinamik 2012 Universitas Stikubank

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi rancangan struktur database dalam SIAPT terhadap hasil-hasil penelitian sebelumnya dan sampel rancangan strukutr database yangg sedang digunakan pada saat ini. Evaluasi didasarkan pada parameter yang diturunkan dari definisi database yang diberikan oleh James Martin pada tahun 1975. Penelitian ini berhasil mengidentifikasi dua permasalahan utama pada rancangan struktur database dalam SIAPT. Pertama, sebagian besar perancang umumnya tidak memperhatikan aspek fleksibitas struktur database. Perubahan-perubahan kebutuhan informasi (dan data) di masa mendatang cenderung tidak diantisipasi dengan baik. Kedua, adanya perbedaan pandangan tentang konsep sistem dan subsistem oleh para perancang, sehinga rancangan struktur database umumnya terbatas untuk level subsistem dan tidak dapat memenuhi kebutuhan baru yang berakibat pada munculnya kerangkapan data (data redundancy) dalam database. Dua hal tersebut telah menjadi penyebab utama terjadinya fenomena “tambal sulam” aplikasi SIM dan struktur database dalam SIAPT.