Publication Search

74,541 articles from 728 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 556

Analytics

Muhammad Anis Taslim; Bagus Ananta Tanujiarso; Akub Selvia; Muhammad Dwi Kurniawan

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2026 Universitas Muhamadiyah Manado

Diabetes Mellitus (DM) is a chronic metabolic disease characterized by persistently high blood sugar levels, which can lead to complications such as diabetic foot issues. A crucial aspect for healthcare professionals providing care to DM patients is assessing the patient's level of adherence and understanding regarding self-care and disease management. Data from the 2023 SKI (Indonesian Health Survey) indicates there were 118,184 cases of Diabetes Mellitus in Central Java. Foot care education delivered via remote services assists patients in performing proper foot care to prevent complications associated with the condition. This study aimed to determine the effectiveness of an animated video based on the Theory of Planned Behavior in improving the knowledge and adherence of patients with diabetic ulcers. A quasi-experimental design was employed, utilizing a one-group pre-test and post-test approach with a control group. Incidental sampling was used to select 60 respondents. The Mann-Whitney test yielded a p-value of < 0.05 (0.017), demonstrating that the animated video based on the Theory of Planned Behavior was effective in enhancing both adherence and knowledge among patients with diabetic ulcers. The findings suggest that this animated video, leveraging audiovisual media, can be implemented in educational settings to help prevent foot complications in patients with diabetes.

Aqiella Farida Salsabila; Rosihan Adhani; Iwan Aflanie; Syamsul Arifin; Nia Kania

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2026 Universitas Muhamadiyah Manado

Nursing care in hospitals is still below the established standard of 80%, thus reflecting suboptimal nurse performance. This condition is thought to be influenced by factors such as rewards, workload, length of service and supervision. This study aims to analyze the relationship between rewards, workload, length of service, and supervision with nurse performance in the Inpatient Unit of Ratu Zalecha Martapura Regional Hospital. This study used a quantitative method with an observational analytical design using a cross-sectional approach. The study sample consisted of 152 nurses selected using cluster proportional random sampling technique. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the chi-square test and multiple logistic regression. The results showed a significant relationship between rewards and nurse performance (p-value=<0.001), workload and nurse performance (p<0.001), and supervision and nurse performance (p-value=<0.001). Length of service did not show a significant relationship with nurse performance (p-value=0,968). Multivariate analysis showed that supervision was the most dominant factor related to nurse performance. Thus, compensation, workload, and supervision are related to nurse performance, while length of service is not related to nurse performance in the Inpatient Unit of Ratu Zalecha Regional Hospital, Martapura. The hospital is expected to improve supervision, workload management, and training and recognition for nurses to improve the quality of nursing services.

Wahyuni, Ade Sri; Yasnani; Fithria

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Personal hygiene saat menstruasi adalah tindakan untuk memelihara kesehatan dan kebersihan pada organ kewanitaan saat menstruasi. Perawatan pada saat menstruasi diperlukan karena pada saat menstruasi pembuluh darah rahim sangat mudah terkena infeksi. Kebersihan harus selalu dijaga karena kuman mudah sekali masuk dan akan menyebabkan penyakit pada organ reproduksi. Menurut World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa sekitar 90% perempuan di Indonesia mengalami keputihan, dan 60% kasus tersebut terjadi pada kelompok remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan  personal hygiene selama menstruasi pada remaja putri di SMA Negeri 1 Kabangka Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara Tahun 2026. Penelitian ini berjenis penelitian kuantitatif dengan jumlah sampel mencapai 102 siswi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu jumlah sampel sama dengan populasi. Analisis datanya menggunakan analisis univariat dan bivariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan menguji adanya hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel sikap dan sumber informasi berhubungan dengan tindakan personal hygiene saat menstruasi dengan nilai p-value masing-masing sebesar 0,004 dan 0,000 (p < 0,05). Variabel pengetahuan, fasilitas sanitasi, dan petugas kesehatan tidak memiliki hubungan dengan tindakan  personal hygiene saat menstruasi dengan nilai p-value masing-masing sebesar 0,25, 0,746, dan 0,467 (p > 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini berdasarkan uji statistik Chi Square menunjukkan adanya hubungan variabel sikap dan sumber informasi dengan tindakan personal hygiene saat menstruasi serta tidak adanya hubungan antara variabel pengetahuan, fasilitas sanitasi, dan petugas kesehatan dengan tindakan personal hygiene saat menstruasi.

Nur Miftakhan Ilmi Tsabitul Azmi; Owin Bambang Wijanarko; Khilmi Maulana Syifa

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Latar Belakang: Kehilangan seluruh gigi (complete edentulism) dapat menyebabkan gangguan fungsi mastikasi, fonetik, estetika, serta menurunkan kualitas hidup dan kepercayaan diri pasien. Gigi tiruan lengkap (GTL) berbahan resin akrilik masih menjadi pilihan rehabilitasi yang banyak digunakan karena memiliki sifat estetik yang baik, mudah dimanipulasi, dan relatif ekonomis. Laporan Kasus: Seorang pasien perempuan berusia 42 tahun datang ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut Soelastri Surakarta dengan keluhan kehilangan seluruh gigi pada rahang atas dan rahang bawah sejak tiga tahun yang lalu. Pasien mengalami kesulitan mengunyah, berbicara, dan merasa kurang percaya diri terhadap penampilannya. Pemeriksaan klinis menunjukkan kondisi edentulous lengkap pada kedua rahang disertai penurunan dimensi vertikal wajah. Rencana perawatan berupa pembuatan gigi tiruan lengkap berbahan resin akrilik heat-cured. Tahapan perawatan meliputi pencetakan anatomis dan fisiologis, pembuatan sendok cetak individual, pencatatan hubungan rahang, penyusunan gigi tiruan, try-in, insersi, serta evaluasi pasca pemasangan. Hasil: Setelah pemasangan gigi tiruan lengkap, diperoleh retensi dan stabilisasi yang baik, oklusi yang harmonis, serta perbaikan fungsi mastikasi, fonetik, dan estetika. Pada evaluasi satu minggu pasca-insersi, pasien tidak mengeluhkan rasa sakit maupun ketidaknyamanan, kondisi jaringan pendukung dalam keadaan sehat, dan pasien menyatakan puas terhadap hasil perawatan. Kesimpulan: Rehabilitasi pasien edentulous lengkap menggunakan gigi tiruan lengkap resin akrilik memberikan hasil klinis yang baik dalam mengembalikan fungsi pengunyahan, bicara, dan estetika. Keberhasilan perawatan dipengaruhi oleh ketepatan prosedur klinis, kualitas pembuatan gigi tiruan, serta kerja sama yang baik antara dokter gigi dan pasien.

Lestari, Mustika Ayu; Rosita; Herawati, Meitia

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Perawatan tali pusat merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah infeksi pada bayi baru lahir. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai perawatan tali pusat yang benar dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi, omfalitis, bahkan tetanus neonatorum. Oleh karena itu, asuhan kebidanan komunitas berperan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga melalui edukasi dan pendampingan secara langsung. Memberikan asuhan kebidanan komunitas pada keluarga Tn. S dengan fokus pada perawatan tali pusat bayi usia 2 hari untuk meningkatkan pengetahuan ibu serta mencegah terjadinya infeksi tali pusat. Penulisan ini menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan manajemen kebidanan yang meliputi pengkajian, interpretasi data, diagnosis potensial, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta dokumentasi pada keluarga Tn. S di Dusun Pegading Luar, Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah. Hasil pengkajian menunjukkan bayi laki-laki usia 2 hari dalam keadaan umum baik dengan tanda vital normal, namun tali pusat masih basah sehingga berisiko mengalami infeksi. Intervensi yang diberikan meliputi edukasi mengenai tujuan dan manfaat perawatan tali pusat, tanda-tanda infeksi, demonstrasi cara perawatan tali pusat yang benar menggunakan prinsip bersih dan kering, anjuran pemberian ASI eksklusif, serta kunjungan ulang. Pada evaluasi dan kunjungan lanjutan, ibu telah memahami cara perawatan tali pusat, mampu mengenali tanda bahaya, dan tali pusat bayi telah puput tanpa tanda infeksi. Asuhan kebidanan komunitas melalui edukasi dan pendampingan mengenai perawatan tali pusat mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam merawat tali pusat bayi baru lahir sehingga dapat mencegah terjadinya infeksi serta mendukung tumbuh kembang bayi yang optimal. Edukasi berkelanjutan dan kunjungan neonatal perlu terus dilakukan untuk mempertahankan praktik perawatan tali pusat yang sesuai standar

Dimas Reza Kurniawan; Arga Sutrisna; Ghaling Achmad Abdul Ghonisyah

Jurnal Bintang Manajemen (JUBIMA) 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study aims to determine the effect of assertive leadership and self-actualization on the performance of nurses at Dr. Soekardjo Regional General Hospital in Tasikmalaya. The research design used in this study is a quantitative approach using a survey method. Research subjects: All 40 nurses working in the Melati ward were included as respondents. Research data were collected through the distribution of questionnaires to all respondents. The collected data were analyzed using a series of multiple linear regression tests, along with instrument validation and hypothesis testing. The results of the data analysis yielded the regression equation Y = 0.743 + 0.482X1 + 0.521X2 + e. Furthermore, the analysis indicated that assertive leadership positively contributes to improved nursing performance. Additionally, self-actualization also plays a role in supporting performance improvement. Simultaneously, both variables exert a significant influence on nursing performance. The coefficient of determination of 68.2% indicates that 68.2% of the variation in nurses’ performance can be explained by the two independent variables—assertive leadership and self-actualization—while the remainder is influenced by other factors outside the research model. These findings suggest that strengthening a more assertive and clear leadership style and fostering nurses’ self-actualization can serve as strategies for improving the quality of nursing care.

Wati, Ni Made Nopita; Dewi, Ni Luh Putu Thrisna Dewi

Bali Health Published Journal (BHPJ) 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Background: The application of ethical principles is an essential foundation in nursing practice, as nurses frequently encounter complex clinical situations that require a careful balance between professional demands, patient safety, and patient rights. Objective: This study aims to explore nurses' experiences in applying ethical principles within clinical nursing practice. Methods: This study utilized a qualitative design with a phenomenological approach. Participants were selected via purposive sampling based on their work experience in direct patient care. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using thematic analysis. Results: The findings revealed four main themes: 1) patient autonomy and decision-making in care; 2) the interaction of beneficence, safety, and religious values in care; 3) justice and patient prioritization in care; and 4) effective communication and patient confidentiality. Conclusion: The application of ethical principles is influenced by knowledge, clinical reasoning, moral sensitivity, and teamwork. Continuous reinforcement of ethical education and organizational support are highly required to enhance the quality of nursing care services.

Mehang, Travia Resa; Apryanto, Frengki; Alfianto, Ahmad Guntur

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

  Latar Belakang : Pelaksanaan keselamatan pasien sering mengalami hambatan karena perawat belum sepenuhnya menerapkan perilaku caring secara optimal. Hubungan interpersonal yang kurang baik antara perawat dan pasien dapat menyebabkan munculnya kesalahpahaman selama proses perawatan. Tujuan penelitian secara umum adalah untuk mengetahui hubungan antara perilaku caring perawat terhadap keselamatan pasien di Puskesmas Batu . Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat yang bekerja di Puskesmas Batu sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling.Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan distribusi variabel penelitian, serta analisis bivariat menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi 95% (? = 0,05) Hasil : Hasil uji statistik di atas menunjukkan bahwa nilai P (value) = 0.000(< 0.05) dan memiliki nilai r (korelasi) sebesar 1.000 dari total sampel penelitian (n) sebanyak 30 orang responden yang menunjukkan bahwa ada hubungan antara perilaku caring perawat dengan keselamatan pasien. Perilaku caring perawat dengan keselamatan pasien memiliki nilai korelasi sebesar 1.000 yang menunjukkan bahwa arah korelasi positif dengan kekuatan sangat kuat.. Kesimpulan sebagian besar perawat di Puskesmas Batu memiliki perilaku caring dan penerapan keselamatan pasien (patient safety) pada kategori cukup, meskipun sebagian lainnya telah berada pada kategori baik.

Nur Adindha Dewi Antasary; Jumriani Jumriani; Gradina Nur Faizah

Jurnal Sains dan Teknologi 2026 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

This research is motivated by the importance of implementing Standard Operating Procedures (SOP) in speed boat maintenance activities as a supporting facility for ship agency operations at PT. Sinar Pasific. The high intensity of speed boat usage makes the fleet vulnerable to damage if maintenance is not carried out regularly and according to procedures. Based on initial observations, inconsistencies in maintenance implementation, incomplete documentation, and damage to the engine, electrical systems, and hull were still found, which can disrupt company operations. This study aims to determine the implementation of SOPs, the obstacles encountered, and the efforts made to optimize speed boat maintenance at PT. Sinar Pasific. This research was conducted at PT. Sinar Pasific during the author’s Onboard Practical Training (PRADA) from August 2024 to July 2025. The research method used is a descriptive qualitative method. The data sources were obtained through direct field observation, semi-structured interviews with personnel involved in speed boat operations, and documentation studies related to fleet maintenance activities. The results show that the implementation of Standard Operating Procedures (SOP) in speed boat maintenance at PT. Sinar Pasific has been carried out but has not yet run optimally. This is indicated by inconsistent maintenance schedules, lack of supervision, and incomplete maintenance documentation. In addition, several problems were still found, such as damage to the engine, electrical systems, and speed boat hulls, which can hinder company operations. To overcome these obstacles, the company has made efforts by improving discipline in SOP implementation, conducting regular supervision and evaluation, improving maintenance documentation, and increasing technicians’ understanding of the importance of preventive maintenance so that speed boat conditions are maintained and operational activities run smoothly.

Solehudin, Solehudin; Sancka Stella; Wilda Nur Anggraini

Jurnal Siti Rufaidah 2026 PPNI UNIMMAN

This study aimed to analyze the influence of workload and burnout on nurses’ sleep quality while controlling for age, gender, and education as potential confounding variables. A quantitative analytic study with a cross-sectional design was conducted among 156 nurses working in a private hospital in Depok City. Data were collected using a workload questionnaire, the Maslach Burnout Inventory (MBI), and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). The data were analyzed using Chi-Square tests and multiple logistic regression. The findings showed that both workload and burnout had significant effects on sleep quality (p < 0.05), with burnout identified as the most dominant factor. Age and gender were also significantly associated with sleep quality, whereas education did not show a statistically significant effect. The regression model demonstrated excellent fit, indicated by a McFadden pseudo R² value of 0.908. These results suggest that occupational factors, particularly burnout, play an important role in determining nurses’ sleep quality. Therefore, effective stress reduction and workload management strategies are needed to support nurses’ well-being and improve sleep quality.

Kaha, Yulsan Rengki; Apryanto, Frengki; Trias, Angernani

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Keselamatan pasien merupakan prioritas utama dalam pelayanan kesehatan dan menjadi indikator penting dalam menilai kualitas layanan di fasilitas kesehatan. Survei awal di Puskesmas Batu menunjukkan masih terdapat ketidakkonsistenan dalam penerapan protokol keselamatan pasien, terutama pada kondisi beban kerja tinggi dan keterbatasan jumlah tenaga keperawatan Mengetahui hubungan antara kepuasan kerja perawat dengan pelaksanaan protokol keselamatan pasien di ruang rawat inap di Puskesmas Batu. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional untuk menganalisis hubungan antara kepuasan kerja perawat dengan pelaksanaan. Analisis bivariat dilakukan untuk menguji hubungan antara kepuasan kerja perawat dan pelaksanaan protokol keselamatan pasien menggunakan uji Somers’ d karena kedua variabel berskala ordinal. Hasil Analisis Korelasi Somers’d dengan hasil  Nilai korelasi sebesar 0,865 menunjukkan bahwa semakin tinggi kepuasan kerja perawat, maka semakin tinggi pula kepatuhan perawat dalam menerapkan protokol keselamatan pasien. Nilai signifikansi p = 0,000 menegaskan bahwa hubungan tersebut bermakna secara statistik. Semakin tinggi kepuasan kerja perawat, maka semakin tinggi pula kepatuhan mereka dalam melaksanakan protokol keselamatan pasien. Seluruh perawat yang berada pada kategori puas (100%) menunjukkan kepatuhan penuh.

Ivanka, Carens Sintha Iralin De; Zaynul, Farah Andrawinari Zakihanis; Govinda, Ida Ayu NSL; Mumtaza, Muhammad Katsar; Wulandari, Relda Djunieteg +2 more

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai oleh hiperglikemia akibat resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin. Kondisi hiperglikemia yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai komplikasi kronis, seperti neuropati diabetik, penyakit kardiovaskular, dan penyakit ginjal kronis hingga end-stage renal disease (ESRD). Komplikasi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan angka morbiditas, mortalitas, serta penurunan kualitas hidup pasien. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan manifestasi klinis dan penatalaksanaan pasien DMT2 tidak terkontrol dengan komplikasi multisistem. Dilaporkan seorang wanita berusia 52 tahun dengan riwayat DMT2 tidak terkontrol yang datang dengan keluhan lemas, mual, dan muntah. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan hiperglikemia berat dengan kadar glukosa darah sewaktu 650 mg/dL, disertai gangguan fungsi ginjal, anemia, dan gangguan elektrolit. Pemeriksaan ultrasonografi abdomen menunjukkan adanya kolesistitis. Pasien didiagnosis dengan DMT2 tidak terkontrol disertai komplikasi hiperglikemia berat, neuropati diabetik, end-stage chronic kidney disease, dan kolesistitis. Penatalaksanaan dilakukan melalui pemberian terapi cairan, insulin, antibiotik, koreksi elektrolit, serta terapi suportif lainnya. Selama perawatan, kondisi klinis pasien menunjukkan perbaikan secara bertahap. Kasus ini menegaskan bahwa pengendalian glikemik yang optimal, pemantauan rutin, serta penatalaksanaan komprehensif sangat penting dalam mencegah progresivitas komplikasi kronis dan multisistem pada pasien DMT2.

Prihartanto, Henry Dwi; Armin, Edmund Ucok; Apriliani, Trisna Ayu

ISAINTEK: Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi 2026 Politeknik Negeri FakFak

Wastewater Treatment Plant (WWTP) pada kawasan industri konvensional umumnya masih mengandalkan strategi pemeliharaan berbasis interval waktu yang tetap. Pendekatan tersebut berisiko menyebabkan penurunan performa pompa yang tidak teridentifikasi secara dini serta meningkatkan potensi pemborosan energi operasional. Penelitian ini mengembangkan Green Maintenance Framework berbasis machine learning untuk meningkatkan reliabilitas pompa sirkulasi pada sistem Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR). Analisis dilakukan menggunakan dataset telemetri multi-sensor yang mencakup parameter getaran, temperatur, tekanan, debit aliran, dan rotasi per menit (RPM). Proses rekayasa fitur diterapkan melalui pembentukan System Efficiency Index untuk meningkatkan sensitivitas model terhadap indikator degradasi kinerja pompa. Model prediktif dibangun menggunakan algoritma Random Forest Classifier dengan skema pembagian data 80:20 secara stratified. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model menghasilkan tingkat akurasi klasifikasi sebesar 100%, dengan variabel Vibration dan Temperature menjadi parameter yang paling dominan dalam proses prediksi. Analisis operasional memperlihatkan bahwa degradasi pompa menyebabkan penurunan flow rate meskipun nilai rotasi per menit (RPM) mengalami peningkatan, sehingga memicu kenaikan konsumsi energi dan meningkatkan risiko gangguan pada proses biologis Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR). Dari aspek ekonomi, kondisi tersebut menyebabkan pemborosan energi sebesar 5.623 kWh atau setara Rp6.271.236, - per bulan untuk setiap unit pompa. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan sistem predictive maintenance berbasis kecerdasan buatan untuk mendukung efisiensi energi serta implementasi green manufacturing di kawasan industri.

Luthfiana Nur; Rohilatul Jannah; Soliha Soliha

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2026 Universitas Muhamadiyah Manado

Having employees with OCB attitudes will have a positive impact on the ease of achieving organizational goals. OCB is the attitude of employees doing many things outside of their duties voluntarily. In contrast, OCB will influence each other with organizational commitment. Organizational commitment is a person's sense of comfort in being part of the organization. The growth of these two things is influenced by the leadership style, in this case, the transformational leadership style. Based on the preliminary survey results, it has been shown that OCB attitudes and organizational commitment are both influenced by leadership style. So, the researcher wants to see the effect of the three. This study uses multiple linear regression research with quantitative research and a questionnaire with a Likert scale. After the analysis had been conducted, the results were H1: Transformational Leadership had a significant effect on Organizational Citizenship Behavior (OCB) in X Hospital nurses, H2: Transformational Leadership has a substantial impact on organizational commitment in X Hospital nurses, and H3: Organizational Commitment had a significant effect on Organizational Citizenship Behavior (OCB) on nurses at Hospital X.

Muhammad Reza Mahendra; Zulfa Zulfa; Elsa Luvia Harmen

Inovasi Kesehatan Global 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Nurse workload is the total number or volume of tasks that must be completed by nurses during their professional practice in hospitals, including both physical and mental responsibilities in providing nursing care to patients. Meanwhile, nurse burnout is a condition of emotional and mental fatigue experienced by nurses due to prolonged work pressure and the high intensity of emotional demands in the hospital environment. However, workload problems are still commonly found in hospitals, with one of the main contributing factors being work stress caused by excessive job demands and continuous pressure during work activities. The population in this study were outpatient, inpatient and emergency nurses at Ibnu Sina Islamic Hospital, Bukittinggi in 2025 This study used a quantitative method with a cross-sectional approach, analyzing the relationship between one variable and another. This study had 130 samples consisting of outpatient nurses, inpatient nurses, and emergency room nurses. Sampling was carried out using a total sampling technique. The results of this study indicate a significant relationship between workload and burnout at a significance level of 0.00 (≤ 0.05). There is a significant relationship between workload and nurse fatigue at Ibnu Sina Islamic Hospital Bukittinggi in 2025.

Abdul Rohmat

Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

The subject of corpse care is one of the important competencies in Islamic Religious Education (PAI) at the senior high school level, which is obligatory (fardhu kifayah). However, the complexity of the material and the presence of psychological barriers often make students less interested or feel afraid. This study aims to analyze in-depth the perceptions of SMA YATPI Godong students regarding the importance of corpse care, the factors that influence these perceptions, and the urgency of this competency as a provision for social life. This study uses a qualitative descriptive approach supported by simple quantitative data percentages. The subjects were 35 grade XI students, selected using a purposive sampling technique. Data collection was carried out through participant observation, questionnaire distribution, in-depth interviews, and documentation. Data analysis followed an interactive model that includes data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the majority of students (82.8%) had a very positive perception of the urgency of this material and were aware of its socio-cultural responsibility. The main factors influencing students' perceptions included the demonstration method using mannequins implemented by teachers, internal religiosity values, and the encouragement of societal expectations. These skills are considered essential not only for fulfilling academic obligations but also as a form of student readiness to engage and contribute significantly to their social environment in the event of grief.

Ramdani, Cepi; Athoriq, Alif Yasir; Wijaya, I Gusti Made Kresna; Ramdani, Cepi; Athoriq, Alif Yasir +1 more

JUISI : Jurnal Ilmiah Sistem Informasi 2026 LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan telah mendorong munculnya berbagai inisiatif pengelolaan sampah berbasis komunitas, salah satunya melalui mekanisme bank sampah. Namun pada praktiknya, banyak bank sampah masih mengandalkan pencatatan manual yang berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan, duplikasi data, keterlambatan pelaporan, dan kesulitan pelacakan transaksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem digital pengelolaan bank sampah berbasis mobile android dengan memanfaatkan Low-Code Development Platform (LCDP) sebagai pendekatan pengembangan yang efisien dan ekonomis. Hal ini sejalan dengan harapan pengelola bank sampah terkait penghematan biaya pengembangan, operasional, dan biaya perawatan sistem. Metode Prototyping digunakan sebagai model pengembangan sistem, dimana proses iterasi dilakukan berdasarkan umpan balik pengguna hingga sistem sesuai dengan kebutuhan operasional. Selama fase konstruksi, purwarupa yang dibangun mengalami dua tahap penyempurnaan sebagai hasil evaluasi pengguna terhadap perluasan fitur dan peningkatan fungsionalitas sistem. Evaluasi sistem dilakukan dengan menguji fungsionalitas setiap fitur menggunakan metode uji blackbox, melibatkan dua responden dengan perangkat yang berbeda. Hasil pengujian menunjukkan konsistensi hasil uji untuk setiap responden, seluruh fungsi sistem, termasuk pencatatan transaksi penukaran barang dan penarikan saldo, pengelolaan data peserta, autentikasi pengguna, serta pembatasan hak akses berjalan sesuai dengan perencanaan tanpa ditemui kendala fungsional. Pemanfaatan LCDP dengan metode prototyping memberikan kemudahan dan mempercepat proses pengembangan sistem serta memberikan fleksibilitas adaptasi dalam merespons perubahan maupun penambahan kebutuhan fungsionalitas sistem.

Siti Aminah; Basri Aramico Ib; Nopa Arlianti

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Stunting is a major indicator of chronic nutritional problems that affect children’s growth and development. In Indonesia, stunting prevalence remains high and is a national public health concern. This study aimed to analyze the relationship between socio-demographic factors and stunting incidence among toddlers in the working area of the Tanoh Alas Health Center, Southeast Aceh Regency, in 2025. This study used an analytical quantitative design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 93 mothers with children under five selected through simple random sampling. Data were collected using questionnaires and observation sheets from June 19 to July 3, 2025. Statistical analyses included Chi-Square and multiple logistic regression tests. The results showed that 33.3% of children were stunted, 34.4% had poor access to health services, and 68.8% lived in unhealthy housing conditions. Bivariate analysis indicated significant relationships between maternal age (p = 0.007), maternal education (p = 0.012), maternal occupation (p = 0.002), access to health services (p = 0.001), family income (p = 0.032), and healthy housing conditions (p = 0.007) with stunting incidence. Multivariate analysis revealed that access to health services was the strongest factor associated with stunting (p = 0.010; OR = 4.294; 95% CI: 1.411–13.06). Children with limited access to health services were 4.3 times more likely to experience stunting. The study recommends improving the accessibility and quality of maternal and child health services and strengthening multisectoral interventions and health education programs to prevent stunting.

Siti Aminah; Basri Aramico Ib; Nopa Arlianti

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Stunting is a major indicator of chronic nutritional problems that affect children’s growth and development. In Indonesia, stunting prevalence remains high and is a national public health concern. This study aimed to analyze the relationship between socio-demographic factors and stunting incidence among toddlers in the working area of the Tanoh Alas Health Center, Southeast Aceh Regency, in 2025. This study used an analytical quantitative design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 93 mothers with children under five selected through simple random sampling. Data were collected using questionnaires and observation sheets from June 19 to July 3, 2025. Statistical analyses included Chi-Square and multiple logistic regression tests. The results showed that 33.3% of children were stunted, 34.4% had poor access to health services, and 68.8% lived in unhealthy housing conditions. Bivariate analysis indicated significant relationships between maternal age (p = 0.007), maternal education (p = 0.012), maternal occupation (p = 0.002), access to health services (p = 0.001), family income (p = 0.032), and healthy housing conditions (p = 0.007) with stunting incidence. Multivariate analysis revealed that access to health services was the strongest factor associated with stunting (p = 0.010; OR = 4.294; 95% CI: 1.411–13.06). Children with limited access to health services were 4.3 times more likely to experience stunting. The study recommends improving the accessibility and quality of maternal and child health services and strengthening multisectoral interventions and health education programs to prevent stunting.

Tri Kurniati; Panisean Nasoetion; Sulastri Sulastri

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Proyek konstruksi Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Universitas X menghasilkan berbagai jenis Limbah B3 dari aktivitas pembangunan, operasional lapangan, dan perawatan peralatan. Limbah tersebut memiliki sifat berbahaya sehingga memerlukan pengelolaan sesuai regulasi untuk mencegah pencemaran dan risiko kesehatan. Studi ini bertujuan mengidentifikasi jenis Limbah B3 yang timbul serta menilai kesesuaian pengelolaannya di Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) dengan PP No. 22 Tahun 2021, Permen LH No. 14 Tahun 2013, dan Permen LHK No. 20 Tahun 2020. Limbah yang dihasilkan meliputi oli bekas, cat beserta wadahnya, solar bekas, bahan pelapis kedap air, dan thinner. Pengemasan dan pelabelan sudah sesuai ketentuan, namun fasilitas TPS masih perlu ditingkatkan seperti penutupan bangunan, ketahanan lantai, fasilitas keselamatan, dan kerapian penyimpanan. Pemindahan limbah dilakukan melalui pihak berizin seperti DLH. Secara umum, pengelolaan Limbah B3 cukup baik, tetapi masih diperlukan peningkatan sarana TPS agar lebih aman dan sesuai persyaratan.