Publication Search

70,857 articles from 624 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1-7 of 7

Analytics

Arnold Ismael Kewilaa; Albertus Sairudy; Demianus Adrian Dolaitery; Edeleta Koupun; Yulma Enggelina Beay +10 more

Kolaborasi : Jurnal Hasil Kegiatan Kolaborasi Pengabdian Masyarakat 2025 Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia

The purpose of this activity is to socialize the implementation of biosecurity as an effort to prevent disease in cattle in Luhulely Village, Pulau Letti District, Southwest Maluku Regency. This activity was carried out using a socialization method involving beef cattle farmers and all Luhulely Village staff. The implementation of the activity was divided into 2 sessions, namely a material presentation session and an interactive discussion session. Some general steps in implementing biosecurity include the following: access management, animal movement control, cleanliness and sanitation, waste management, animal health monitoring, and vaccination. This socialization activity was attended by approximately 20 participants consisting of beef cattle farmers and several Luhulely Village staff. Several important things that can be concluded from the implementation of this activity are as follows: the majority of farmers showed an increased understanding of the importance of biosecurity after participating in the socialization, the farmers expressed their readiness to implement various biosecurity measures, such as quarantine of new livestock, waste management, and provision of adequate sanitation facilities in the livestock area, and several farmers requested further assistance regarding the implementation of more detailed biosecurity, including correct livestock vaccination techniques. The conclusion of this activity is that the socialization of biosecurity implementation on cattle farms is expected to increase farmers' awareness and understanding of maintaining livestock health and preventing disease transmission. Through proper biosecurity implementation, it is hoped that healthy, more productive, and sustainable livestock conditions will be created.

Syahrul Ramdhanni

Jupiter: Publikasi Ilmu Keteknikan Industri, Teknik Elektro dan Informatika 2025 Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

This study aims to design and develop an expert system to assist in diagnosing diseases in dairy cattle at Cibugary Farm using the Forward Chaining method. The background of this research lies in the limited knowledge of farmers in identifying early symptoms of diseases, which often leads to delays in medical treatment and negatively affects dairy cattle productivity. To address this issue, an expert system was designed to replicate the reasoning process of a human expert through a knowledge base containing diagnostic rules derived from observable symptoms. The Forward Chaining method was chosen because of its capability to trace facts from known symptoms toward a conclusion regarding the type of disease affecting the cattle. The system was developed by incorporating common disease symptoms, inference rules, and a decision-making mechanism that simulates expert analysis. Testing was carried out on several diagnostic scenarios to evaluate the accuracy and efficiency of the system. The results of the study indicate that the expert system can provide an initial diagnosis quickly and accurately, producing outputs consistent with expert assessments. This functionality assists farmers in making timely decisions regarding appropriate medical interventions, thereby reducing treatment delays and minimizing the risk of disease transmission within the herd. Consequently, the Forward Chaining-based expert system is expected to serve as an innovative solution to improve dairy cattle health management and support sustainable livestock productivity at Cibugary Farm.

Thoha Nurhadiyan; Fahri Noviar

SABER : Jurnal Teknik Informatika, Sains dan Ilmu Komunikasi 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Diseases in cattle, especially Foot and Mouth Disease (FMD), have a major economic impact on farmers. FMD is a highly contagious viral disease in even-toed ungulates such as cattle, buffalo, goats, and sheep. This virus from the genus Aphthovirus, family Picornaviridae spreads rapidly through direct contact, air, or contaminated objects. The impact of FMD is very detrimental, including decreased milk production in dairy cows, weight loss in beef cattle, and death in severe cases. In addition, high medical costs, restrictions on livestock trade, and reduced consumer confidence in livestock products are also important consequences. The FMD outbreak in Indonesia in 2022, especially in East Java, caused major losses for farmers. Therefore, a fast and accurate diagnostic system is needed for early detection of the disease. Early diagnosis helps farmers take appropriate treatment measures such as isolating infected livestock, administering drugs, and disinfecting pens to prevent the spread. This article discusses the implementation of the forward chaining method in an expert system for diagnosing cattle diseases, including FMD. This method analyzes cattle symptoms and matches them with rules in the knowledge base systematically, from symptoms to diagnosis. With this approach, the expert system can provide a fast and accurate diagnosis and appropriate treatment recommendations. This is expected to help farmers reduce losses, increase productivity, and support the sustainability of cattle farming businesses in Indonesia.

Reski Dwi Okti; Megawati, Megawati; Alfianto, Lucky; Affandi, Mohammad Ilman; Angelin, Namira Maulidya +6 more

JURNAL RISET RUMPUN ILMU HEWANI 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Mojosari merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Puger dan sebagian masyarakatnya berprofesi sebagai petani. Potensi yang berada di Desa Mojosari berupa Sektor Pertanian, yang sebagian besar menanam tanaman semangka. Selain itu masyarakat Mojosari juga sebagian besar memiliki ternak sapi. Permasalahan yang terjadi pada Desa Mojosari saat ini yaitu mengenai wabah virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), dimana virus ini menyerang hewan ternak seperti Sapi, Kambing dan Kerbau milik warga yang memungkinkan untuk terjangkit virus dan menyebabkan kematian pada hewan ternak. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mencegah dan menangani penyebaran virus PMK pada hewan ternak di Desa Mojosari. Pelaksanaan kegiatan melalui KKN-Kolaboratif ini dilakukan dengan memberikan sosialisasi pada masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan virus PMK pada hewan ternak di Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember. Hasil pengabdian yang dilakukan berupa masyarakat mampu memahami dan menerapkan langkah atau cara mencegah dan menangani persebaran virus PMK pada hewan ternak yang dipelihara.

Reza Al Alif; Said Iskandar Al Idrus

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Sapi merupakan hewan yang hidup di darat, yang menjadikan salah satu dari sekian banyak sumber protein dan lemak yang dibutuhkan manusia. Sapi merupakan hewan pemakan tumbuhan yang sangat berguna bagi banyak orang terutama dari segi susu, daging, kulit dan kotorannya. Komoditas telur, daging, dan susu ialah komoditas pangan yang memiliki protein dan lemak yang tinggi. Sapi juga termasuk dalam kategori hewan ternak. Dalam menjaga kualitas serta pemeliharaan sapi ditemukannya kendala, yakni adanya penyakit yang menyerang sapi. Hal ini menjadi hambatan bagi peternak sapi. Kendala dalam mendiagnosis penyakit sapi ialah kurangnya pengetahuan peternak tentang penyakit sapi, keterbatasan waktu, dan pengambilan keputusan dalam proses pencegahan. Dari teknik berternak hingga penanganan penyakit, seharusnya berkonsultasi dengan ahlinya (dokter hewan) untuk mendapatan solusi terbaik dari permasalahan tersebut agar peternak mendapatkan hasil yang maksimal Dalam hal ini sistem pakar dijadikan sebagai alternatif kedua dalam membantu mengatasi pemecahan masalah. sistem pakar ini memberikan informasi tentang berbagai jenis penyakit yang menyerang hewan sapi, sistem pakar ini menggunakan metode Forward Chaining, dimana Sistem ini diharapkan dapat membantu dalam penanganan konsultasi peternak sapi dalam mendiagnosa penyakit. Sistem ini disediakan untuk memberi peluang peternak agar dapat membantu mengetahui gejala sebelum ditangani dokter hewan dan dapat mencegah gejala penyakit tersebut secara cepat.

Salman Topiq; Syamsu Rizal Harish

ISAINTEK: Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi 2022 Politeknik Negeri FakFak

Seiring dengan merebaknya penyakit yang banyak menyerang sapi maka penulis mengangkat judul Sistem pakar dengan metode forward chainning. sistem pakar adalah ilmu informasi yang berisi  seorang pakar sehingga  layak menjadi seorang pakar,  aplikasi ini dirancang dengan basis pengetahuan  fakta dan  penalaran,  dari kumpulan data - data faktual dengan mencari aturan atau gejala gejala yang sesuai hipotesis dapat digunakan untuk menentukan penentuan gejala yang sudah diidentifikasi. Perancangan aplikasi ini  berbasis mobile dengan bahasa pemrograman Java pada Android sebagai client dan database MySQL sebagai server dengan  PHP sebagai link login sehingga aplikasi ini sangat mudah digunakan dan cepat saat ingin mengakses aplikasi tersebut.  expert sistem (sistem pakar) juga dikenal sebagai sistem yang berusaha menerapkan     pemikiran manusia untuk kemudian diimplementasikan dalam  perangkat lunak, sehingga komputer dapat menyelesaikan masalah Topik seperti yang biasanya dilakukan oleh seorang profesional dalam sistem pakar ini menggunakan metode forward chainning  forward chainning ini menggunakan aturan  (if) kemudian dilanjutkan pada kesimpulan atau informasi turunan (then) sehingga menemukan fakta yang dapat ditarik sebagai kesimpulan. Forward chaining berarti menggunakan set aturan tindakan bersyarat. Teknik ini menggunakan data untuk menentukan aturan mana yang akan dieksekusi, atau  menambahkan data ke memori  untuk diproses guna menemukan hasilnya.

Sri Widoretno; Andi Abrianto; Raka Lidra Putra; Fajar Putri Fismawati

Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Jurnal ini meneliti tentang program kegiatan yang dilaksanakan sebagai solusi atas permasalahan yang terjadi di sebuah wilayah, tepatnya di Kelurahan Srengat, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Pada April tahun 2022, Indonesia dihebohkan dengan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) adalah infeksi virus yang bersifat akut dan sangat menular. Penyakit ini menyerang semua hewan berkuku belah/genap, seperti sapi, kerbau, babi, kambing, domba, termasuk juga hewan liar seperti gajah, rusa dan sebagainya, sehingga memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Untuk menunjang kegiatan yang berkaitan dengan cara mengatasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, dilakukan sosialisasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada warga. Memandang permasalahan lain yang terjadi, pada penelitian ini juga dilakukan cek kesehatan secara gratis mulai kalangan anak-anak hingga dewasa guna menunjukan pentingnya menjaga kesehatan. Kegiatan yang dilakukan adalah dengan cek asam urat, kolesterol dan gula darah dengan diskon 15%. Penelitian ini juga ditujukan sebagai solusi atas salah satu bidang usaha dalam perekonomian nasional yaitu usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Menanggapi masalah yang terjadi pada UMKM, sosialisasi digital marketing pun diselenggarakan untuk warga. Digital marketing merupakan salah satu teknologi informasi yang saat ini berkembang pesat, yaitu dengan memanfaatkan sosial media yang dianggap sangat berpotensi dalam mendorong kinerja sebuah bisnis. Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh mengenai ketahanan ekonomi dan sumber daya manusia melalui program yang dilaksanakan.