Publication Search

80,260 articles from 776 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 22

Analytics

Daryaswanti, Putu Intan; Pendet, Ni Made Diah Pusparini; Remiasa, I Wayan

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Background: Non-communicable diseases (NCDs) are a leading cause of morbidity and mortality worldwide and pose a significant public health challenge in Indonesia. Indonesian Army (TNI AD) personnel are at risk of developing NCDs due to operational stress, smoking habits, unhealthy dietary patterns, sleep disturbances, and insufficient physical activity outside working hours. Health education is an effective health promotion strategy to improve awareness and encourage healthy lifestyle behaviors for NCD prevention. This community service program aimed to improve the knowledge of Indonesian Army personnel regarding the prevention of non-communicable diseases through health education. Methods: The program was conducted at the 18/YKR Combat Engineer Battalion, Gianyar, Bali, in August 2024 and involved 40 Indonesian Army personnel. The intervention consisted of preparation, health education delivered through lectures and interactive discussions, and evaluation using pre-test and post-test questionnaires to assess participants' knowledge before and after the educational session. Results: Before the intervention, 29 participants (72.5%) had fair knowledge and 11 (27.5%) had good knowledge regarding NCD prevention. Following the health education session, the number of participants with good knowledge increased to 14 (35.0%), while those with fair knowledge decreased to 26 (65.0%). Most participants also demonstrated improved post-test scores, indicating enhanced understanding of NCD risk factors and preventive measures. Conclusion: Health education effectively improved participants' knowledge regarding NCD prevention. Regular and sustainable educational programs in military settings are recommended to strengthen awareness, promote healthy lifestyle practices, and support the prevention of non-communicable diseases among Indonesian Army personnel.

Tappo, Liberthy Mendila; Zainuddin, Asnia; Yasnani

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat Indonesia. Data nasional Kementerian Kesehatan RI tahun 2024 mencatat 257.271 kasus dengan 1.461 kematian, sedangkan hingga 23 Juni 2025 dilaporkan 78.646 kasus dan 346 kematian. Penggunaan larvasida sintetis dapat menimbulkan resistensi dan dampak negatif terhadap lingkungan. diperlukan alternatif larvasida yang berasal dari bahan alami, contohnya serai dapur (Cymbopogon citratus) yang diketahui mengandung senyawa aktif seperti sitronelal, geraniol, flavonoid, saponin, dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak serai dapur (Cymbopogon citratus) terhadap mortalitas larva Aedes aegypti. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan rancangan post-test only control group design. Larva Aedes aegypti instar III–IV dibagi menjadi lima perlakuan yaitu ekstrak serai dapur konsentrasi 10%, 20% dan 30%, kontrol positif (Abate), serta kontrol negatif. Setiap kelompok terdiri atas empat kali pengulangan dengan 25 larva setiap pengulangan. Pengamatan mortalitas larva dilakukan pada 1 jam, 3 jam, 6 jam, dan 24 jam setelah perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mortalitas larva meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak dan lamanya waktu paparan. Pada pengamatan 24 jam, seluruh konsentrasi ekstrak menunjukkan mortalitas sebesar 100%, sedangkan kontrol negatif sebesar 2%. Analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada mortalitas larva Aedes aegypti antar kelompok perlakuan (p<0,05). Berdasarkan Hasil Penelitian, dapat disimpulkan ekstrak serai dapur (Cymbopogon citratus) efektif terhadap mortalitas larva Aedes aegypti sebagai larvasida nabati dalam pengendalian vektor DBD.

Fatarum, Syeika N. F.; Ruwiah; Meliahsari , Renni

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Konsumsi UPF dalam jumlah besar yang terjadi secara terus menerus dalam jangka waktu panjang dapat berdampak pada peningkatan risiko obesitas dan berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes tipe 2, kardiovaskular, sindrom metabolik, dan kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paparan iklan media sosial, kebiasaan membaca label pangan, dan teman sebaya dengan konsumsi UPF pada mahasiswa gizi Universitas Halu Oleo. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah mahasiswa aktif Program Studi gizi Universitas Halu Oleo. Sampel penelitian ini terdiri dari 165 mahasiswa gizi yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan dengan pengisian kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan 62,4% responden terpapar iklan media sosial, 69,7% responden memiiki kebiasaan membaca label pangan baik, 57% responden terpengaruh teman sebaya, dan 52,1% responden sering mengonsumsi produk UPF. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara paparan iklan media sosial (p=0,024) dan teman sebaya (p=0,013) dengan konsumsi UPF. Tidak terdapat hubungan kebiasaan membaca label pangan dengan konsumsi UPF (p=0,3397). Paparan iklan media sosial dan teman sebaya memiliki hubungan signifikan dengan konsumsi UPF. Kebiasaan membaca label pangan tidak ada hubungan dengan konsumsi UPF.

Sumarni, Rantiningsih; Aryani, Atik; Eriyanti, Etty; Suwarni, Anik

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Diabetes Mellitus (DM) adalah salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat, termasuk pada kelompok usia produktif. Deteksi dini melalui skrining glukosa darah sewaktu menjadi salah satu strategi penting dalam mengidentifikasi individu berisiko sehingga dapat dilakukan pemeriksaan konfirmasi dan penatalaksanaan lebih awal. Tujuan: untuk menganalisis hubungan antara hasil skrining glukosa darah sewaktu dengan kejadian Diabetes Mellitus pada kelompok usia produktif. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 30 responden usia 18–59 tahun yang mengikuti kegiatan Posbindu PTM di Desa Mandong dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Fisher's Exact Test dan Odds Ratio (OR) dengan tingkat kemaknaan 95% (? = 0,05). Hasil: Sebanyak 21 responden (70,0%) tidak mengalami DM dan 9 responden (30,0%) mengalami DM. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara hasil skrining glukosa darah sewaktu dengan kejadian DM (p = 0,013). Responden dengan hasil skrining tidak normal memiliki kecenderungan peluang lebih tinggi mengalami DM (OR = 17,35; 95% CI: 0,90–336,24). Kesimpulan: Hasil skrining glukosa darah sewaktu berhubungan dengan kejadian Diabetes Mellitus pada usia produktif sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai metode skrining awal untuk mendukung deteksi dini di pelayanan kesehatan primer, yang selanjutnya perlu dikonfirmasi dengan pemeriksaan diagnostik standar.

Indasari, Susi; Lestari, Hariati; Rusliafa, Jusniar

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global dan terus meningkat setiap tahunnya. Penyakit ini tersebar luas dan menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat infeksi. Pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) merupakan salah satu strategi penting dalam upaya penanggulangan TB, khususnya pada kelompok berisiko seperti kontak serumah pasien TB, pelaksanaan program TPT di Kota Kendari masih belum optimal dan tergolong rendah dan Puskesmas Poasia merupakan puskesmas dengan jumlah kasus TB tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerimaan Terapi Pencegahan Tuberkulosis pada kontak serumah pasien TB dengan pendekatan teori Health Belief Model (HBM) di wilayah kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari tahun 2025. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan pada Maret 2026. Jumlah sampel sebanyak 80 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan persentase setiap variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak menerima TPT yaitu sebanyak 71 responden (88,8%), sedangkan yang menerima hanya 9 responden (11,2%). Mayoritas responden memiliki persepsi kerentanan dan keseriusan yang rendah, persepsi hambatan yang tinggi, serta efikasi diri yang rendah, sedangkan persepsi manfaat menunjukkan hasil yang cukup berimbang. Hal ini menunjukkan bahwa faktor-faktor dalam Health Belief Model berperan dalam memengaruhi penerimaan TPT. Diperlukan peningkatan edukasi dan dukungan tenaga kesehatan untuk meningkatkan kesadaran serta penerimaan TPT.

Ramadhan, Aditya Galang; Hidayati , Fajrina; Perdana, Silvia Mawarti; Lesmana, Oka

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Kondisi fisik rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan dapat meningkatkan risiko terjadinya penularan tuberkulosis paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi fisik rumah dan Personal Hygiene dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Talang Bakung Kota Jambi Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain case control dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian berjumlah 46 responden yang terdiri dari 23 kasus dan 23 kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, pengukuran menggunakan lux meter, thermohygrometer, meteran, serta wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda metode Backward LR. analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pencahayaan rumah dengan kejadian tuberkulosis paru (p=0,039; OR=4,286; 95%CI=1,240–14,730) dan kelembaban rumah dengan kejadian tuberkulosis paru (p=0,018; OR=5,313; 95%CI=1,498–18,840). Sementara itu, luas ventilasi (p=0,429; OR=0,521), kepadatan hunian (p=0,343; OR=0,216), dan Personal Hygiene (p=0,167; OR=3,550) tidak berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa kelembaban rumah merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru (p=0,010; OR=5,312; 95%CI=1,498–18,840). penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pencahayaan dan kelembaban rumah dengan kejadian tuberkulosis paru. Kelembaban rumah merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Talang Bakung Kota Jambi Tahun 2026. Disarankan kepada masyarakat untuk meningkatkan kualitas lingkungan rumah, terutama menjaga kelembaban dan pencahayaan agar memenuhi standar kesehatan guna mencegah penularan tuberkulosis paru.

Laras Eka Nur Hasanah; Fadean Stefany; Dwi Intan Pakuwita AR

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2026 Universitas Muhamadiyah Manado

This study aimed to examine the association between physical activity and nutritional status as risk factors for noncommunicable diseases among women of reproductive age. A descriptive quantitative study with a cross-sectional approach was conducted in Kranggan Village involving 35 respondents selected through purposive sampling. Data on physical activity were collected using questionnaires, while nutritional status was assessed based on Body Mass Index (BMI). The findings showed that most respondents had moderate physical activity levels (51.4%), followed by low physical activity levels (42.8%). Regarding nutritional status, the majority of respondents were classified as overweight (51.4%) and obese (28.6%). Statistical analysis demonstrated a significant relationship between physical activity and nutritional status (p = 0.003). The results indicate that inadequate physical activity is associated with increased nutritional status problems, particularly overweight conditions. Therefore, low physical activity and excessive body weight represent interconnected risk factors contributing to the development of noncommunicable diseases among women of reproductive age. This study highlights the importance of promoting regular physical activity and maintaining balanced nutritional status as preventive strategies to reduce the risk of noncommunicable illnesses.

Isjworowati, Rr. Sri Isjworowati; Isjworowati, Rr. Sri; Fatma M, Nida; Delima, Rainy; Gaura JW, Raz

Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Non-Communicable Diseases (NCDs) such as Diabetes Mellitus and Gout pose a serious threat to the health of the elderly due to their often asymptomatic nature. Cost barriers hinder the elderly community from accessing laboratory services. This community service activity aims to improve health standards and early detection of NCDs through monitoring blood glucose and uric acid levels in the Generasi Kaleb community of the JKI Injil Kerajaan Church, Semarang. The Participatory Health Screening and Education method used includes health education, screening using the Point of Care Testing (POCT) tool, and personal consultation on the results. The service subjects were 50 elderly respondents. The examination results showed a prevalence of abnormal random blood glucose (GDS) of 8%, 32%, had high uric acid levels with a maximum value of 10.3 mg/dL. This activity successfully transformed the elderly's awareness from subjective perception to awareness based on objective data, and encouraged community independence in managing a healthy lifestyle to prevent further NCD complications. .

Injilita Rutemia Donsu; Meylita Injilia Kodongan; Chelvin Irgil Momongan; Karunia Kaligis; Eunike Febryca Br Keliat +3 more

Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum 2026 STIKES Columbia Asia Medan

Vector-borne infectious diseases remain a public health concern, particularly in tropical regions such as Indonesia. Sanitation clinics at public health centers (Puskesmas) play a role in identifying environmental risk factors and planning interventions to support vector-borne disease control. This study aimed to evaluate the performance of sanitation clinics in environmental intervention planning. The method used was a literature review of scientific articles, journals, and related documents published between 2015-2025. Data were analyzed descriptively to identify forms of environmental interventions and their effectiveness. The results showed that sanitation clinics play an important role in environmental health counseling, sanitation inspections, health education, and environmental intervention planning. However, their implementation still faces challenges, including limited numbers of sanitarians, inadequate facilities and infrastructure, and suboptimal environmental interventions. Nevertheless, sanitation clinics continue to contribute to the prevention of environment-based diseases and vector control. Therefore, strengthening resources and improving the quality of intervention planning are necessary to enhance the effectiveness of sanitation clinic programs.

Wardani, Kartika; Febiaocti, Riska Yolanda; Maharani, Septiana Bintang; Husna, Fina Lanahdial

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Penyakit Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit yang menyerang pada organ pernapasan dan dapat menular melalui droplet, disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis (M. tuberculosis). Kadar serum NLR jauh lebih rendah pada pasien yang menderita tuberculosis paru dibandingkan dengan pasien pneumonia komunitas yang disebabkan oleh infeksi bakteri.   Berdasarkan Uraian di atas, maka akan dilakukan peneltian mengenai gambaran nilai Neutrophil-Limposit-Ratio (NLR) terhadap tingkat keparahan pasien tuberculosis paru. Rumusan masalah: Bagaimana gambaran nilai Neutrophil-Limposit-Ratio (NLR) terhadap tingkat keparahan pasien tuberculosis paru? Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran nilai Neutrophil-Limposit-Ratio (NLR) terhadap tingkat keparahan pasien tuberculosis paru. Hasil peneltian ini diharapkan dapat menjadi referensi dasar ilmiah pengembangan pengetahuan tentang pemeriksaan TBC paru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan cross sectional yang melibatkan responden TBC paru di R.S Paru Jember. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan secara statistic antara nilai NLR rata-rata pada pasien TB Paru dengan tingkat keparahan (lesi paru pada hasil rontgen) sedang dan berat dimana dari uji Mann-Whitney menunjukkan nilai sig.>0,05.

Yuniar Fatmaningsih; Ria Etikasari; Ahmad Suriyadi Muslim

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Hypertension is a chronic disease whose management is substantially determined by an individual's capacity to access and utilize health-related information. Inadequate health literacy may lead to poor medication adherence and diminished quality of life. This study aimed to examine the association between health literacy, medication adherence, and quality of life among hypertensive patients at Polresta Sleman. An observational analytic quantitative design with a cross-sectional approach was employed, involving 80 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using the HLS-ID-SF12, MARS-5, and WHOQOL-BREF instruments. Bivariate analysis was conducted using Pearson correlation, while multivariate analysis applied multiple linear regression. Results revealed that health literacy significantly correlated with medication adherence (r = 0.469; p < 0.05) and quality of life (r = 0.447; p < 0.05). Medication adherence also demonstrated a significant correlation with quality of life (r = 0.615; p < 0.05). Simultaneously, both variables accounted for 41.1% of the variance in quality of life (R² = 0.411; p < 0.05). These findings underscore the importance of jointly improving health literacy and medication adherence as an evidence-based strategy to optimize quality of life in hypertensive patients.

Yuniar Fatmaningsih; Ria Etikasari; Ahmad Suriyadi Muslim

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Hypertension is a chronic disease whose management is substantially determined by an individual's capacity to access and utilize health-related information. Inadequate health literacy may lead to poor medication adherence and diminished quality of life. This study aimed to examine the association between health literacy, medication adherence, and quality of life among hypertensive patients at Polresta Sleman. An observational analytic quantitative design with a cross-sectional approach was employed, involving 80 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using the HLS-ID-SF12, MARS-5, and WHOQOL-BREF instruments. Bivariate analysis was conducted using Pearson correlation, while multivariate analysis applied multiple linear regression. Results revealed that health literacy significantly correlated with medication adherence (r = 0.469; p < 0.05) and quality of life (r = 0.447; p < 0.05). Medication adherence also demonstrated a significant correlation with quality of life (r = 0.615; p < 0.05). Simultaneously, both variables accounted for 41.1% of the variance in quality of life (R² = 0.411; p < 0.05). These findings underscore the importance of jointly improving health literacy and medication adherence as an evidence-based strategy to optimize quality of life in hypertensive patients.

Ispandiyah, Woro; Sularsih Endartiwi, Sri; Wijayanti, Nor

jurnal ABDIMAS Indonesia 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyebab utama kematian secara global dan menunjukkan peningkatan pada kelompok remaja. Rendahnya pengetahuan terkait faktor risiko PTM menjadi salah satu penyebab munculnya perilaku tidak sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan faktor risiko PTM melalui edukasi kesehatan. Metode yang digunakan adalah pre-experimental dengan desain one group pretest-posttest pada santri di pondok pesantren Harun Assyafi’i Bantul. Intervensi dilakukan melalui ceramah interaktif dan media visual. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah edukasi. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 51,36 menjadi 79,73. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja terkait pencegahan PTM. Program edukasi kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah untuk mendorong perubahan perilaku jangka panjang. Studi ini juga mendukung penerapan teori perilaku seperti Model Keyakinan Kesehatan dan PRECEDE-PROCEED dalam merancang intervensi yang efektif.

Tan, Fitriani Mazkur; Arisjulyanto, Dedy; Prayitno, Yudi Hadi; Kusuma, Ardhanari Hendra

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Tuberculosis atau TB merupakan penyakit infeksi menular uang menyebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini sering sering ditemukan mengidentifikasi perenkim paru dan menyebabkan TB paru, tetapi dapat juga menginfeksi organ tubuh lainnya (TB ekstra paru) seperti pleura, kelenjar limfe, tulang, dan organ ekstra paru lainnya. Tuberkulosis menjadi salah satu penyakit infeksi tertua yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia maupun di dunia hingga hari ini . Studi kasus ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh terapi batuk efektif terhadap bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien tuberculosis paru di RSUD Serui, Papua Tahun 2025. Penulis menggunakan metode penelitian deskriptif yaitu dengan melakukan observasi dan pengamatan dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan di Ruang Paru RSUD Serui  pada tanggal 21 November 2026 selama 2 hari. Hasil penelitian ini S: Klien Mengatakan Batuk Sudah Berkurang O: Klien tampak: Batuk efektif   meningkat (5), Jumlah sputum cukup menurun  (4), Frekuensi napas membaik (5)  20x/m, Pola napas membaik(5) Apneua, A: Masalah Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif Teratasi P: Intervensi dihentikan, Klien dipulangkan, Rawat jalan. Kesimpulan penelitian ini bahwa masalah bersihan jalan napas tidak efekitf setelah di lakukan asuhan keperawatan dengan tindakan mengajarkan batuk efektif, masalah keperawatan gangguan bersihan jalan napas tidak efektif dapat teratasi.

Regita Dwi Sufiana; Zaneta Ghea Azzahra; Rani Amelia; Masturoh

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Remaja sebagai generasi penerus bangsa memiliki peran penting dalam melanjutkan pembangunan Negara, oleh karena itu dapat dikatakan bahwa remaja merupakan aset atau modal utama sumber daya manusia bagi pembangunan bangsa di masa depan. Oleh karena itu, kesehatan remaja perlu dijaga agar dapat menjadi generasi penerus bangsa yang sehat, produktif dan berkualitas. Metode penelitian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR). Metode PAR menggunakan beberapa teknik, antara lain; pertama, observasi, focus group discussion (FGD), Sharing Knowladge, wawancara mendalam, pelatihan dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa pertama, kegiatan bakti sosial yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Kebidanan (HIMADAN) tahun 2026 di Panti Asuhan Ma'had Tahfidz Al Anwar, Desa Tegalandong, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, berhasil memberikan edukasi kesehatan reproduksi, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan gizi kepada 63 peserta anak dan remaja. Kedua, diskusi menekankan bahwa kesehatan reproduksi, PHBS, dan gizi merupakan aspek krusial bagi remaja, terutama dalam mencegah masalah seperti anemia, stunting, dan penyakit menular. Ketiga, secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil menjadi pemicu bagi remaja untuk menerapkan pola hidup sehat, meskipun diperlukan evaluasi lebih lanjut dan penguatan bahan gizi untuk dampak yang maksimal.

Huwaina Af’idah; Soeharto; Nofi Susanti; Andini Br Sembiring; Bela Wahyuni Manurung

Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat 2026 STIKES Columbia Asia Medan

Tuberculosis (TB) is a contagious disease of the respiratory system that remains a global public health problem, including in Indonesia, with high incidence rates among adolescents due to intense social activities and interactions. This community service activity aims to increase adolescents' knowledge about TB from an epidemiological perspective, including modes of transmission, symptoms, risk factors, and prevention efforts as an airborne disease. The method used was a quasi-experimental approach with a two-group pretest-posttest design, through health education provided to 149 adolescents aged 15–17 years at Darussalam High School in Medan. Data collection was conducted using questionnaires to assess the level of knowledge before and after the educational intervention. The results of the activity showed a significant increase in the level of knowledge after the education was provided, where the percentage of respondents in the high knowledge category increased from 82% in the pre-test to 93% in the post-test, accompanied by a decrease in the sufficient and low knowledge categories. This study shows that community service activities through health education have a significant effect on increasing adolescents' knowledge about tuberculosis. Health education has been proven to be effective as a promotional and preventive measure, so it needs to be implemented continuously to prevent the transmission

Ficky Adi Kurniawan

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Indonesia, as a country with a high level of disaster vulnerability, faces an increased risk of communicable diseases during the emergency response phase due to disrupted sanitation, limited access to clean water, overcrowded evacuation shelters, and weakened health services. This study aims to analyze the strategic role of health workers in health education and the prevention of communicable diseases during disaster emergency response. The method used is a literature review of relevant national and international scientific articles. The findings indicate that health workers have a multidimensional role, not only as providers of curative services but also as educators, change agents, advocates, and collaborators in promotive and preventive efforts. Effective health education, participatory risk communication, strengthened epidemiological surveillance, and the implementation of Infection Prevention and Control (IPC) are key strategies to reduce the risk of communicable disease outbreaks. However, implementation in the field still faces challenges, including limited resources, cross-sectoral coordination constraints, heavy workloads, and suboptimal disaster-related policy systems and standard operating procedures (SOPs). Therefore, strengthening the capacity of health workers through training, policy support, and community-based approaches is necessary to enhance health system resilience in responding to disaster crises.

Junaida, Junaida; Zehro, Lailatuz; Hasanah, Sinta Hanifa Uswatun; Hamdani, A.; Junaida, Junaida +3 more

JUISI : Jurnal Ilmiah Sistem Informasi 2026 LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Perkembangan teknologi informasi memberikan kontribusi yang signifikan dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya dalam upaya deteksi dini Non-Communicable Diseases (PTM). PTM seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit kardiovaskular, dan obesitas memiliki prevalensi yang terus meningkat serta sering kali tidak terdeteksi pada tahap awal. Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi secara rutin melaksanakan program skrining PTM di fasilitas pelayanan kesehatan. Namun, berdasarkan hasil observasi lapangan, proses pencatatan dan pengelolaan data hasil skrining masih dilakukan secara manual menggunakan aplikasi spreadsheet yang tidak terintegrasi. Kondisi tersebut menyebabkan kesulitan dalam pelacakan riwayat kesehatan pasien, meningkatkan risiko ketidaktepatan data, serta memperlambat proses penyusunan laporan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Sistem Informasi Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular berbasis web dengan fokus pada obesitas guna mendukung digitalisasi pengelolaan data kesehatan di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan sistem dengan model prototype, yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, pembuatan prototype, serta evaluasi dan revisi berdasarkan umpan balik pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dirancang mampu mengelola data pasien, mencatat hasil pemeriksaan, menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) secara otomatis, serta menghasilkan laporan secara cepat dan terstruktur. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi administrasi, akurasi data, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision making) dalam pengendalian PTM.

Erma Noor Wahyuningsih; Heny Sasmita; Ucu Wandi Somantri; Mega Nurlela; Ahmad Ruyani +2 more

Jurnal Inovasi Sosial dan Pengabdian 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Non-communicable diseases (NCDs) are major public health problems that develop slowly and are often asymptomatic in the early stages. The Baduy community has limited access to modern health services, resulting in a lack of routine health screening. This community service activity aimed to conduct health screening through uric acid, blood sugar, and blood pressure examinations as an effort for early detection of NCDs in the Baduy community of Kanekes Village, Lebak Regency, Banten. The activity methods included preparation, health examinations, health education, and evaluation. A total of 17 community members participated in the activity. The results showed that 41.2% of participants had elevated uric acid levels, 11.8% had high blood sugar levels, and 47.1% had high blood pressure. This activity increased community awareness of the importance of routine health checks and provided an initial overview of NCD risk factors. Health screening combined with education is expected to contribute to the prevention of NCDs and improvement of community quality of life.

Ni Made Laksmi Devi Jayanti. P; Made Suadnyani Pasek

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2026 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Non-communicable diseases (NCDs) are chronic health conditions that affect not only physical but also psychological well-being, including increased anxiety. Untreated anxiety can reduce quality of life and treatment adherence. Acupressure, as a form of complementary therapy, offers a safe and non-invasive approach to managing anxiety. This narrative review aims to evaluate the effectiveness of acupressure in reducing anxiety among patients with NCDs. Articles were searched using Google Scholar with keywords such as "acupressure", "anxiety", and various chronic diseases. Six studies with experimental and quasi-experimental designs were selected based on inclusion criteria, involving patients with cancer, chronic kidney disease, and osteoarthritis. The findings consistently demonstrated that acupressure reduced anxiety levels, whether performed by a therapist or self-administered, with commonly used points including ST36, LI4, and PC6. This review concludes that acupressure is an effective complementary therapy that can be incorporated into holistic care strategies for anxiety management in patients with NCDs.