Publication Search

73,319 articles from 712 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-8 of 8

Analytics

Raditya Pratama; Ari Gana Yulianto; Chenza Al Ghifary

Jurnal Pelayanan Hubungan Masyarakat 2025 International Forum of Researchers and Lecturers

The activity aimed to improve Penjasorkes teacher ability in programming sport training. Participants of this program were sport teachers in Elementary Schools,  Junior High Schools, Senior High School, and Vocational High Schools in Majenang  District who were in a total of 30 people. This workshop was held in two steps, the first step was a conference about the training periodization concept and its supporting theories,  and the second step was programming sports training for athletes at the student level. This workshop showed that generally this activity was held in accordance to the planning.  All teachers understood the periodization concept and were able to program the training.  Therefore, this activity positively contributed to the sports teacher as one of the potentials to develop sports activity in Majenang District.

Budiman Budiman; Ashari Efendi; Nopri Abadi Miko; Ahmadi Ahmadi

This study aimed to determine the physical fitness level of Pshycal Education students at the Faculty of Education, University Muhammadiyah Mahakarya Aceh Takengon. The research used a descriptive approach and involved 21 students who participated in the study. The instrument used was the Bleep Test, which measures (VO2 Max) levels. The data analysis technique was descriptive, and the results showed that the students' endurance levels were relatively low, with the lowest score being 20.8 and the highest being 44.5. The findings suggest that more supervision and physical conditioning exercises are needed to improve the physical fitness of the students.

Ewendi W Mangolo; Ince Abdul Muhaemin M; Marsuki Marsuki; Andi Syaiful; Ansar CS

ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri 2024 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The aim of this community service is to help students through elementary school physical education teachers to introduce traditional games and reduce children's habit of playing online games and help increase creativity by using materials available around them. This community service is carried out because of several problems such as (1) the lack of children who know traditional games so that their daily lives are filled with playing online games (2) social weaknesses that occur in the home environment, including playing on cellphones when spoken to, or being busy with gadget even though there is a friend beside him or he is sitting with family members. The implementation of this activity took place in the city of Jayapura. The stages of implementing this service activity are (1) problem identification (2) needs analysis; (3) designing coaching and mentoring; (4) carrying out mentoring; (5) monitoring and observing activity results; and (6) reporting and follow-up. The methods of community service are lectures, demonstrations and training. The results of this PKM which were carried out were seen from the questionnaires that were distributed, of the 20 participants who said they were good, 16 participants and 4 participants were very good.  

Raditya Pratama; Syahida Cahya Allistia; Dewo Panca Lesmana

Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat 2023 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

The activity aimed to improve penjasorkes teacher ability in programming sport training. Participants of this program were sport teachers in Elementary Schools,  Junior High Schools, Senior High School, and Vocational High Schools in Majenang  District who were in a total of 30 people. This workshop was held in two steps, the first step was a conference about the training periodization concept and its supporting theories,  and the second step was programming sports training for athletes at the student level. This workshop showed that generally this activity was held by the planning.  All teachers understood the periodization concept and were able to program the training.  Therefore, this activity positively contributed to the sports teacher as one of the potentials to develop sports activity in Majenang District.

Kusmiyati Kusmiyati; Dian Imam Saefulah; Diyah Kusuma Ningrum

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Community service is non-formal education for physical education teachers in schools, through educational activities, and educational outreach that can support community development. Education for the community is one of the implementations of the tri-dharma of higher education. Community service through the socialization of the Serpassring Volleyball Game at Physical Education Teachers' Kkg Activities in Karangpucung District is an effort to: (1) find out and provide a level of understanding of sports human resource management knowledge for Physical Education teachers in schools in Karangpucung District; (2) Knowing and describing the potential of sports human resources in Karangpucung District schools. This Community Service aims to provide education for physical education teachers in each school about understanding the Serpassring Volleyball Game and identifying talent from an early age in schools to create a generation of high achievers. As a result of this community service, there is an increase in knowledge about skills in preparing training programs and understanding of identifying children's talents in looking for athletes in schools, especially in the field of Serpassring Volleyball.

Gempar Al-Hadist; Arif Fajar Prasetiyo; Daniel Assetiawan Iriana

Student Scientific Creativity Journal 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah perbedaan motivasi belajar penjas antara jurusan IPA dengan jurusan IPS di SMA Negeri 1 Subang. Metode penelitian yang digunakan adalah non-eksperimen (ex post facto) dengan desain komparatif, yaitu penelitian diarahkan untuk membandingkan satu kelompok sampel dengan kelompok lainnya. Dalam penelitian ini, peneliti ingin membandingkan tingkat motivasi belajar jurusan IPA dengan jurusan IPS di SMA Negeri 1 Subang. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII IPA dan XII IPS SMA Negeri 1 Subang yang berjumlah 364 siswa dengan sampel yang diambil sebanyak 20% dari populasi yaitu 69 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket motivasi yang diadopsi dari Risyanto (2014) yang diuji validitas dan reabilitasnya oleh penulis dengan hasil 25 item soal valid dari 27 item soal yang ada dan tingkat reabilitasnya sebesar 0.902. Dalam penelitian ini uji hipotesis menggunakan rumus independent sample t-test dengan hasil 0,002 < 0,05 maka dengan hasil tersebut terdapat perbedaan yang signifikan antara motivasi belajar penjas jurusan IPA dengan jurusan IPS di SMA Negeri 1 subang.  

Hendra Jondry Hiskya; Emanuel Lewar; Damaris Marlissa

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pada dasarnya Olahraga adalah suatu bentuk dari aktivitas yang  memiliki tujuan tertentu. Dalam seluruh cabang olahraga yang harus terus diperhatikan oleh pemerintah adalah bola voli. Kemampuan kekuatan otot sangat tergantung dengan tahanan yang diberikan oleh otot yang diberi beban tersebut. Jenis dalam penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Instrument pengumpulan data menggunakan tes push-up dan tes ketepatan servis. Teknik analisis data dengan uji korelasi dan uji signifikasi. Berdasarkan Uji hasil Product Moment, didapat perhitungan korelasi sebesar 0,738 sedangkan r tabel = 0,3515 dan uji signifikasi maka dapat disimpulkan ada mempunyai hubungan yang signifikan antara kekuatan otot lengan terhadap kemampuan servish atas mahasiswa PJKR Unmus.

Amalia Nuruul Azizah; Alwi Sofyan; Muflihatul Khofifah

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2021 Universitas Muhammadiyah Manado

Pengabdian pada masyarakat yang dilaksanakan oleh pengabdi berupa pelatihan pemrograman aktivitas fisik melalui outbound dan braingym sebagai implementasi pembentukan karakter dan kedisiplinan bagi guru Sekolah Dasar di Kecamatan Patimuan. Kegiatan ini bertujuan untuk diantaranya: (1) saling memahami dan saling pengertian/peduli dengan orang lain dan belajar membangun kepercayaan diri dan mempercayai kepada yang lain, (2) belajar membangun tim kerja yang cakap dan handal dan memahami arti penting kerjasama kelompok dalam lingkungan kerja, (3) membangun individu dalam kelompok secara lebih energik dan mendorong individu dalam menghadapi tantangan kelompok yang ada, (4) memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan kreativitas dalam penyusunan pembelajaran olahraga rekreasi bagi siswa agar memiliki kompetensi yang kreatif dalam mengembangkan pembelajaran penjas di tingkat sekolah. Metode Pelaksanaan kegiatan ini adalah ceramah, demonstrasi dan praktik/latihan. Metode Ceramah ceramah digunakan untuk menyampaikan informasi kepada para guru Sekolah Dasar di Kecamatan Patimuan tentang pemrograman aktivitas fisik melalui outbound dan brain gym. Metode demonstrasi sangat penting keberadaanya dalam kegiatan pelatihan ini, karena dalam pelatihan suatu proses kerja akan lebih mudah diikuti oleh peserta pelatihan manakala ketrampilan yang akan ditransformasikan bisa dieksplisitkan secara konkrit melalui demonstrasi. Metode Praktik dilakukan oleh para guru untuk mencoba menguasai gerakan braingym dan outbound yang dapat di implementasikan pada setiap pembelajaran penjas disekolah. Dalam evaluasi, Tim Pengabdi melakukan pengamatan langsung kepada para peserta dengan kriteria antusiasme, perhatian, dan kesungguhan dalam mengikuti kegiatan pelatihan. Hasil Pengabdian pada masyarakat menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik sesuai dengan program yang telah dibuat. Hal ini ditunjukkan oleh animo peserta yang cukup tinggi. Pemrograman aktivitas fisik dan praktik yang terdiri dari penguasaan teknik dasar outbond training dan brain gym yang dapat membentuk karakter bagi siswa seperti: nilai-nilai kerjasama, kepercayaan, kemampuan memecahkan suatu masalah, proses pendewasaan diri, kebersamaan, leadership (kepemimpinan), kedisiplinan, kemampuan akselerasi untuk mencapai suatu tujuan, melatih mental dan keberanian serta kesenangan batiniah. Indikator keberhasilan ditandai dengan tingginya motivasi peserta dalam mengikuti kegiatan ini serta dimilikinya pengetahuan dan keterampilan baru tentang outbond dan brain gym.