Publication Search

67,732 articles from 582 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-8 of 8

Analytics

Fiqi Nurbaya; Dewi Puspito Sari; Nine Elissa Maharani; Nur Aini

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi prioritas di Indonesia dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk faktor lingkungan. Pengelolaan sampah rumah tangga yang tidak aman berpotensi meningkatkan risiko penyakit infeksi yang dapat mengganggu pertumbuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengelolaan sampah rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita di Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case control. Sampel penelitian berjumlah 72 balita yang terdiri dari 36 kasus (stunting) dan 36 kontrol (tidak stunting) dengan perbandingan 1:1. Data dikumpulkan melalui pengukuran status gizi berdasarkan indikator tinggi badan menurut umur serta wawancara menggunakan kuesioner untuk menilai praktik pengelolaan sampah rumah tangga. Analisis data dilakukan secara bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel paparan dan kejadian stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga belum menerapkan pengelolaan sampah yang aman, dan terdapat hubungan antara pengelolaan sampah rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik pengelolaan sampah rumah tangga merupakan salah satu faktor lingkungan yang berpotensi berkontribusi terhadap kejadian stunting. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berbasis lingkungan untuk mendukung upaya percepatan penurunan stunting di tingkat desa.

Fiqi Nurbaya; Dewi Puspito Sari; Nine Elissa Maharani; Nur Aini

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi prioritas di Indonesia dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk faktor lingkungan. Pengelolaan sampah rumah tangga yang tidak aman berpotensi meningkatkan risiko penyakit infeksi yang dapat mengganggu pertumbuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengelolaan sampah rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita di Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case control. Sampel penelitian berjumlah 72 balita yang terdiri dari 36 kasus (stunting) dan 36 kontrol (tidak stunting) dengan perbandingan 1:1. Data dikumpulkan melalui pengukuran status gizi berdasarkan indikator tinggi badan menurut umur serta wawancara menggunakan kuesioner untuk menilai praktik pengelolaan sampah rumah tangga. Analisis data dilakukan secara bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel paparan dan kejadian stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga belum menerapkan pengelolaan sampah yang aman, dan terdapat hubungan antara pengelolaan sampah rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik pengelolaan sampah rumah tangga merupakan salah satu faktor lingkungan yang berpotensi berkontribusi terhadap kejadian stunting. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berbasis lingkungan untuk mendukung upaya percepatan penurunan stunting di tingkat desa.

Pramukti Dian, Setianingrum; Anis, Khotimah; IStika Dwi, Kusumaningrum; Vita, Kumalasari; Shafiyyaturrohmah , Az-zahro

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Anemia pada remaja putri (27,2% nasional) berdampak pada penurunan konsentrasi dan prestasi belajar. Di SMA Negeri 1 Cawas, ditemukan 100% sampel (70 siswi) mengalami anemia (92,9% ringan, 7,1% sedang), yang menunjukkan urgensi penanganan khusus.Tujuan: Menganalisis hubungan dismenore, status gizi, dan aktivitas fisik dengan kejadian anemia pada siswi SMA Negeri 1 Cawas Klaten tahun 2025.Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 70 siswi kelas XI dipilih melalui simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, pengukuran IMT/U, dan pemeriksaan kadar hemoglobin, kemudian dianalisis dengan uji Chi-Square.Hasil: Mayoritas responden mengalami anemia ringan (92,9%) dan sisanya anemia sedang (7,1%). Hasil uji statistik menunjukkan aktivitas fisik berhubungan signifikan dengan kejadian anemia ($p=0,046$), sedangkan dismenore ($p=0,161$) dan status gizi ($p=0,556$) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.Kesimpulan: Seluruh responden terdeteksi anemia, dengan aktivitas fisik sebagai faktor yang berhubungan secara signifikan. Diperlukan pendekatan komprehensif melalui edukasi kesehatan reproduksi, perbaikan pola makan, dan penguatan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD) di lingkungan sekolah.

ariyanti, lilik; Priscilla Rosita Putri Nurmasari; Almas Awanis

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2026 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Gaya hidup remaja masa kini sangat erat kaitannya dengan penggunaan smartphone, di mana hampir seluruh remaja telah memiliki smartphone pribadi. Penggunaan smartphone yang tidak terkontrol berisiko menimbulkan kecanduan yang dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup remaja. Kondisi ini berdampak pada status gizi yang tidak normal pada remaja, diantaranya kekurangan berat badan (underweight) maupun kelebihan berat badan (overweight). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan kecanduan smartphone terhadap Indeks Massa Tubuh. Desain penelitian ini cross sectional dengan sampel 242 remaja usia 15-18 tahun dan menggunaan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Smartphone Addiction Scale-Short Version yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan nilai cut off point kuesioner untuk laki-laki >31 dinyatakan kecanduan smartphone sedangkan untuk perempuan >33 dinyatakan kecanduan smartphone, selain itu dilakukan pengukuran IMT berdasarkan berat badan dan tinggi badan. Analisa data yang dilakukan menggunakan uji statistik Chi-Square dengan uji alternatif Fisher Extract melalui SPSS versi 25. Hasil yang diperoleh yaitu p-value (0,014 < 0,05) yang menunjukan terdapat hubungan antara kecanduan smartphone terhadap Indeks Massa Tubuh (IMT).

Hamka Hamka; Sumarmi Sumarmi; Patmawati Patmawati; Dewiyanti Dewiyanti; Dina Oktaviana +3 more

Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan 2024 PPNI UNIMMAN

School-age children are a group vulnerable to nutritional problems. Their nutritional status is crucial as it affects cognitive abilities and health. Therefore, measuring nutritional status becomes a necessary preventive step. This activity was carried out on September 18, 2024, with the aim of measuring and assessing the nutritional status of elementary school children using anthropometric methods to measure weight and height, and evaluating nutritional status based on BMI-for-age. The event was successful, with active participation from the students of SDN Centre Number 1 Pattallassang, Kab. Takalar, and received appreciation from the school. The results showed that 2 children were obese, 1 child was undernourished, and 32 children had a good nutritional status. Regular assessments and intervention from relevant agencies are highly needed.

Retno Dewi Noviyanti; Agung Setya Wardana; Hervina Tyas Anggreini; Dewiyanti Fitria

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Status Gizi merupakan unsur yang sangat penting bagi kesehatan lansia. Lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 50 tahun ke atas dan rentan terhadap gizi. Asupan energi yang cukup dan seimbang memegang peranan yang sangat penting dalam status gizi dan kesehatan lansia dalam jangka panjang. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan gizi lansia dan mengukur status gizi lansia. Kegiatan sosialisasi masalah gizi lansia telah dilakukan di Desa Karangasem, Sukoharjo yang diikuti oleh 29 lansia dengan rentang usia 50-65 tahun. Ada dua kegiatan utama yaitu edukasi gizi pada lansia menggunakan media leaflet dan power point, dan mengukur status gizi berdasarkan berat badan menggunakan timbangan digital stamping dan tinggi badan menggunakan microtoa kemudian menghitung indeks massa tubuh atau IMT untuk mengetahui status gizi di. dari pretest dan posttest yang dilakukan pada saat pemberian pendidikan gizi terjadi peningkatan pengetahuan pada lansia. Ditemukan juga bahwa rata-rata kategori status gizi lansia adalah obesitas. Hal ini tidak berbanding lurus dengan hasil pretest dan posttest yang menunjukkan tingkat pengetahuan lansia rata-rata berada pada kategori baik. Upaya yang perlu dilakukan adalah pengaturan jenis dan pola makan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh lansia. Dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi dan penilaian status gizi sangat penting karena dapat meningkatkan derajat kesehatan lansia. Adanya pendidikan gizi dan pengkajian status gizi dapat memberikan pemahaman tentang jenis dan pola asupan gizi yang tepat pada lansia.    

Anita Sriwaty Pardede

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Perubahan demografi akan berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan lanjut usia (lansia) baik secara individu maupun dalam kaitannya dengan keluarga dan masyarakat. Dengan meningkatnya jumlah penduduk lansia harus diupayakan agar kelompok lansia tetap mempunyai kondisi fisik dan mental yang prima untuk menjadi sumberdaya manusia yang optimal. Masalah gizi yang umum terjadi pada lansia selain kekurangan gizi juga kelebihan gizi  yang memacu timbulnya  penyakit degeneratif  seperti penyakit  jantung  koroner,  hipertensi,  diabetes  mellitus,  batu empedu, gout (reumatik), ginjal, sirosis hati dan kanker. Sehingga dengan peningkatan status gizi pada lansia diharapkan keadaan kesehatan dapat dipertahankan atau bahkan ditingkatkan (Dep.Kes. RI, 2000).             Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain penelitian cross sectional, dimana variabel terikat (dependen) yaitu Status Gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan karakteristik lansia (umur, jenis kelamin, status perkawinan, tingkat pendidikan, status pekerjaan, dan tingkat pendapatan), perilaku (kebiasaan merokok, aktivitas fisik) dan asupan konsumsi makanan sebagai variabel bebas (independen). Penulis melakukan observasi atau pengukuran  pada  saat bersamaan dan wawancara food recall. Penelitian dilakukan di Wredha Rineksa daerah binaan Puskesmas Tugu Kota Depok dengan jumlah 110 orang lansia. Pemilihan lokasi dengan alasan Wredha Rineksa merupakan rumah singgah (sekarang disebut Pos Pembinaan Terpadu). Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah : Kuesioner tentang karakteristik lansia, perilaku (kebiasaan merokok, aktivitas fisik) dan asupan konsumsi makanan, Format Form Food Recall 24 jam, Alat ukur Tinggi Badan yaitu Microtoise dan Berat Badan dengan timbangan Seca Digital, KMS Lansia.             Hasil penelitian adalah : Sebagian besar (56,4%) lansia di Wredha Rineksa (WR) daerah binaan Puskesmas Tugu Kota Depok berstatus gizi normal, dengan rata-rata IMT 23,5 kg/m² dengan nilai terendah 16 kg/m² dan tertinggi 32,8 kg/m², sedangkan status gizi lebih dengan IMT > 25 kg/m²  adalah  33,6% ; Karakteristik lansia umur > 60 tahun (59,1%), perempuan (73,6%), berstatus kawin (71,8%), berpendidikan menengah (50,9%), tidak bekerja (84,5%), dan tingkat pendapatan rendah  sebanyak 62,7%. Sebagian besar lansia tidak mempunyai kebiasaan merokok (91,8%), dan aktivitas fisik  dengan aktivitas sedang 37,3%. Asupan Konsumsi lansia di WR rata-rata kurang dari Angka Kecukupan Gizi, hanya asupan protein yang lebih dari AKG. Asupan rata-rata konsumsi energi pada laki-laki 87,73% dan perempuan 95,5% dari AKG ; rata-rata konsumsi karbohidrat pada laki-laki 89% dan perempuan 91% dari AKG ;  rata-rata konsumsi protein pada laki-laki 138% dan perempuan 131% dari AKG ;  rata-rata konsumsi lemak pada laki-laki 83,6% dan perempuan 77,8% dari AKG. Pada penelitian ini didapatkan  hubungan yang bermakna antara umur, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, dan asupan energi dengan status gizi.    

Rahmanti, Ainnur; Novita Wulan; Atika Febri D; Indriana Safitri; Mimin Indah L +4 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan program yang dicanangkan oleh kementrian kesehatan untuk menurunkan resiko utama penyakit menular dan penyakit tidak menular (PTM) terutama melalui intervensi gizi 1000 hari pertama kehidupan, memperbaiki pola konsumsi gizi seimbang seluruh keluarga, meningkatkan aktiftas fisik teratur dan terukur, meningkatkan pola hidup sehat, meningkatkan lingkungan sehat serta mengurangi konsumsi rokok dan alkohol. Data wawancara didapatkan hasil bahwa sebagian besar masyarakat sebanyak 48 % jarang memeriksakan kesehatan sedini mungkin, warga akan pergi kepusat kesehatan terdekat jika sudah mulai muncul tanda dan gejala penyakitnya. Pelaksanaan DD- PTM dilaksanakan dalam sehari, warga dikumpulkan dalam aula Kelurahan Bulustalan, Kegiatan diawali dengan senam kebugaran secara serentak, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan yaitu pengukuran antopometri berupa tinggi badan, berat badan, lingkar perut, pengukuran tekanan  darah  dan  pengukuran  gula  darah  sewaktu.  Dari  50  orang  warga  yang mengikuti pelaksanaan DD-PTM, sebanyak 24 % warga (12 orang ) baru mengetahui bahwa mengidap pra diabetes mellitus, , sebanyak 16 % ( 8 orang) sudah mengetahui bahwa menderita hipertensi dan diabetes mellitus, sebanyak 6 % ( 3 orang) memiliki lingkar perut lebih dari 100 cm, sebanyak 54% (27 orang) dalam kondisi sehat.Warga cukup antusias terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Data yang didapat dalam kegiatan DD- PTM ini diserahkan kepada pihak Puskesmas Pandanaran sebagai rekap data status kesehatan wilayah binaan. Data yang didapat akan ditindaklanjuti dengan memotivasi warga untuk memeriksakan kesehatannya di Puskesmas Pandanaran.