SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

39,945 articles from 397 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-11 of 11

Analytics

Rudianto Rudianto; Siti Aulia Nurmedina; Ahmad Rizky Widodo; Maryati Maryati; Nadya Septiani +3 more

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Desa Kareo, Serang Regency, faces environmental challenges due to the dominance of industrial activities, resulting in a lack of green spaces and increased air temperatures. This situation prompted the implementation of a greening program as a form of community service to support the improvement of the village's environmental quality. The program was carried out using a participatory approach, involving residents in identifying critical land areas, planting seedlings (BIVIT), and post-planting maintenance. Greening efforts focused on open lands, roadside areas, and public facilities that were previously barren. The results showed an improvement in the visual comfort of the environment, a reduction in barren areas, and increased community participation in preserving the plants. These findings confirm that locally collaborative greening initiatives have significant potential to restore environmental quality, especially in areas heavily impacted by industrial activities. Reforestation efforts focused on previously barren open spaces, roadsides, and public facilities. These previously unproductive lands now serve as green spaces that provide ecological benefits, such as carbon sequestration and improved air quality. Furthermore, tree planting has a positive impact on lowering local temperatures, a crucial issue given the increasing temperature levels associated with urbanization and industrial activity. The reforestation program demonstrated significant improvements in environmental visual comfort, a reduction in barren areas, and increased community participation in caring for the planted plants. The community members involved in the program demonstrated a sense of ownership of their environment and a commitment to maintaining the sustainability of the planted plants. These findings confirm that reforestation initiatives involving local collaboration have significant potential to restore environmental quality, particularly in areas impacted by industrial activity. With this program, it is hoped that the quality of life of the Kareo Village community will improve as the ecological balance in the area is maintained.

Mohammad Bayu Irawan; Eka Reza Saputra Widodo; Yusfriandi Dwi Ariesna; Suryadi Syamsuddin; Marini Susanti Hamidun +1 more

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman 2025 Pusat riset dan Inovasi Nasional

This research focuses on how community solidarity in Bimakarya Village, Bualemo Sub-district, contributes to the success of the coastal reforestation programme and its impact on social-ecological life. The method used in writing is by using a qualitative approach. Data collection techniques using observation and interview data. The result of the findings of this research writing is that community solidarity in coastal reforestation in Bimakarya Village, Bualemo Subdistrict is not only a physical activity, but is one of the processes in preserving the environment and building community awareness and concern for the coastal environment.

Mochammad Idris; Eli Masnawati

Manfaat : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia 2025 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewan Indonesia

To deal with the environmental crisis, greening is an environmental conservation strategy. The concept of greening is needed because regional conditions are developing and the function of space is changing for development. Apart from playing an important role in preserving the environment, humans also have a responsibility to exploit environmental wealth for the ecosystem's survival. The Participatory Action Research (PAR) method builds community commitment to reforestation efforts to preserve the environment. The result is that the climate becomes fresher, healthier, and cooler, nature becomes maintained and clean, and people learn more about greening through planting tree seedlings. Reviving natural aesthetics, using trees as air fresheners, and reducing flooding are the goals of this service initiative.

Haristya Indah Nur Fatikhah; Rejekiningsih, Triana

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2024 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penguatan ecological citizenship sebagai upaya meningkatkan sikap peduli lingkungan melalui Komunitas Solo Bersih dan mengetahui hambatan dan solusi dalam upaya meningkatkan sikap peduli lingkungan melalui Komunitas Solo Bersih. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumen. Teknik uji validitas yang digunakan adalah triangulasi data dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlunya penguatan ecological citizenship adalah untuk meningkatkan sikap kepedulian masyarakat Surakarta terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup, dengan tindakan nyata berupa kegiatan pro-lingkungan melalui Komunitas Solo Bersih. Adapun cara yang dilakukan oleh Komunitas Solo Bersih dalam penguatan ecological citizenship sebagai upaya meningkatkan sikap peduli lingkungan masyarakat adalah melalui berbagai program kerja, yaitu: edukasi lingkungan, aksi cleanup, giat bersih sungai, dan kegiatan penghijauan. Hambatan yang dihadapi berupa 1) keterbatasan sumber daya manusia, 2) keterbatasan sumber dana, 3) kurangnya antusias dari masyarkat dalam mengikuti program. Solusi untuk mengatasi hambatan tersebut adalah dengan 1) tetap merangkul anggota yang kurang aktif dan mencari waktu yang tepat seperti di hari libur agar semua anggota dapat berkumpul, 2) bekerjasama dengan berbagai pihak dan mencari sponsor sehingga memperoleh dana yang cukup untuk memaksimalkan pelaksanaan program, 3) membuat program edukasi lingkungan yang menarik seperti adanya pembagian bibit tanaman gratis.

Vicky Yoga Satria; Hendrianto Udjari; Jahroni Jahroni; Arif Rachman Putra; Didit Darmawan +3 more

Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat 2024 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

This community service research aims to describe the activities of planting plant varieties to support efforts to green the neighborhood area around RT 1 RW 4 Dukuh Menanggal. The author and the research subjects try to try to reforest the area with plant varieties that are suitable for urban areas in Dukuh Menanggal. This community service research uses descriptive qualitative research with observation and documentation data collection techniques and data analysis using data collection, data presentation, data condensation and data conclusion. The research method used in community service is Participatory Action Research (PAR). The results showed that plant varieties were able to optimally green the neighborhood area of RT 1 RW 4 Dukuh Menanggal.

Muhammad Alry; Niluh Putu Evvy Rossanty

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Departing from the problem of disasters that often occur on river banks where when the rainfall is large enough, the river water discharge is also quite dangerous to the surrounding settlements. Therefore, we realized this greening program by planting tree seeds at a number of points around the riverbanks. With the goal of comprehensive river greening, an integrated, comprehensive, sustainable, and insightful plan is needed to think about the environment with the river as a management unit. This community service activity is carried out by the method of (1) community assistance in encouraging increased community participation (2) completion analysis problems and preparation of plans (3) Monitoring and evaluation of work program implementation activities.   The main target of this program is community groups and individuals who care highly about the environment with the aim of providing motivation for other communities. With the following stages of implementation: Consultation with the Village, Monitoring Planting Locations, Recruitment of seedlings at the Central Sulawesi Provincial Forestry Service, Planting on the banks of the hamlet 2 river, Planting on the banks of the hamlet 1 river, Planting in the yards of residents' houses, Planting at SD Negeri 2 Sindue   Tombusabora, Outreach on the dangers of throwing garbage into rivers and seas, Distributing plant seeds to residents. Greening is a means to overcome the environment so that the environment returns to health free from pollution.  

M.Hary Juhindra; Ahmad Saifudin Mutaqi

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Corporate social responsibility (CSR) merupakan konsep bahwa organisasi khususnya perusahaan memiliki tanggung jawab kepada konsumen, karyawan, pemegang saham, masyarakat dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan seperti terhadap permasalahan yang berdampak pada lingkungan seperti pencemaran, limbah, produk dan keselamatan tenaga kerja. Tulisan ini merupakan evaluasi terhadap program pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan PT Jasa Marga. Pada bagian awal pembahasan konsep CSR, dasar pemahaman CSR bagi perusahaan dilanjutkan dengan alasan pentingnya tanggung jawab sosial dalam mewujudkan kelangsungan hidup dan perkembangan masyarakat Bagian selanjutnya membahas pro dan kontra CSR, pendekatan pelaksanaan CSR, kegiatan CSR perusahaan di Indonesia dan terakhir membahas dampak program penghijauan terhadap PT Jasa Marga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif. Sugiyono (2014) mengatakan bahwa metode analisis deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan mendeskripsikan atau mendeskripsikan data yang telah dikumpulkan apa adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku bagi masyarakat umum atau generalisasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Laporan Keberlanjutan PT Jasa Marga tahun 2017.

Thomasonan Lutfie Prananto

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2023 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Wilayah Sungai (WS) Toba Asahan terbagi menjadi dua Daerah Aliran Sungai (DAS), yaitu DAS Toba dan DAS Asahan. Luas DAS Toba mencapai 3.789,07 km2 atau 52,44% dari luas total WS Toba Asahan dan mempunyai 153 anak sungai dimana semuanya bermuara di Danau Toba. Sedangkan DAS Asahan terbagi menjadi tiga sub DAS, yaitu Sub DAS Asahan dengan Sungai Asahan sebagai sungai utarnanya dan rnempunyai 34 anak sungai, Sub DAS Silau dengan sungai utamanya adalah Sungai Silau dan mempunyai 38 anak sungai, serta Sub DAS Piasa dengan sungai Piasa sebagai sungai utama yang hanya mempunyai 1 anak sungai. Dengan potensi air permukaan yang melimpah, dapat dilakukan pengembangan pemanfaatan air untuk pembangkit tenaga listrik. Sebagai pelaksanaan master agreement antara Pemerintah Indonesia dengan Jepang, tahun 1976 didirikanlah PT. INALUM (Indonesia Asahan Aluminium) yang merupakan badan usaha untuk membangun dan mengoperasikan Proyek Asahan. Bangunan sarana dan prasarana pengairan di DAS Asahan yang merupakan bagian dari pengembangan dan pengelolaan DAS Asahan adalah Bendungan Siruar, Bendungan Sigura-gura, dan Bendungan Tangga yang terletak di Paritohan, Kabupaten Toba Samosir. Ketiga bendungan tersebut dibangun melintang pada Sungai Asahan, dan dibangun antara tahun 1978-1983. Bendungan Siruar (regulating dam) terletak di Siruar, sekitar 14,5 km dari Danau Toba. Bendungan ini berfungsi mengatur kestabilan air yang keluar dari Danau Toba ke Sungai Asahan. Bendungan kedua terletak 9 km dari Bendungan Siruar, yaitu Bendungan Sigura-gura yang berfungsi untuk PLTA dengan kapasitas total 286 MW. Selanjutnya 4 km di sebelah hilir dari Bendungan Sigura-gura terdapat Bendungan Tangga. Bendungan tipe busur pertama di Indonesia ini berfungsi untuk PLTA dengan kapasitas total 223 MW. Pada tahun 2016, telah dilakukan Studi Morfologi Sungai Asahan Hulu oleh Perum Jasa Tirta I. Pada studi tersebut diperoleh kajian mendalam tentang laju erosi/sedimentasi, deposit dan material sedimen pada Sungai Asahan Hulu beserta anak-anak sungainya yang dapat mempengaruhi kapasitas tampung Sungai Asahan di Waduk Siruar. Dari hasil kajian tersebut, telah diperoleh program pengelolaan sumber daya air dalam jangka waktu lima tahun. Program tersebut telah direalisasikan dalam berbagai macam pekerjaan OP, mulai dari pembuatan dam penahan sedimen, pengerukan hingga konservasi penghijauan. Beberapa upaya tersebut telah merubah laju sedimentasi yang masuk ke Sungai Asahan meskipun perlu juga dikaji penambahan laju sedimentasi akibat pengaruh perubahan tata guna lahan dalam beberapa tahun terakhir. Untuk hal tersebut di atas untuk program pengelolaan sumber daya air serta tolak ukur penanggulangan jangka pendek dan jangka panjang selanjutnya.

Novita Kurnia Ningrum; wahyu Mulyono, Ibnu Utomo; Umami, Zahrotul

Jurnal Elektronika dan Komputer 2022 STEKOM PRESS

Perancangan aplikasi PANTAU ditujukan untuk petani yang mendapatkan bantuan hibah tanaman untuk penghijauan dan komersil. Dalam aplikasi pantau ini organisasi yang bekerja sama dengan petani dapat memantau perkembangan tanaman yang dihibahkan dan petani dapat mengirimkan informasi kondisi tanaman secara up to date melalui masing masing akun yang dimiliki. Dalam perancangan UI/UX aplikasi PANTAU digunakan design thinking method untuk mengetahui kebutuhan perancangan sesuai dengan yang dibutuhan user. Dan untuk testing menggunakan heuristic evaluation dan usability testing untuk mengetahui keefektifan dari rancangan UI/UX aplikasi PANTAU. Adapun testing ditujukan pada 22 user yang terdiri dari petani, organisasi dan pengelola sistem.

Rabbani, Auliyaur; Retno Budianti , Maharani

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2022 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

A healthy and well-maintained environment is a shared responsibility. However, problems often occur in the environment because many people do not care. Especially in the upstream part of the river which is always used as a place for laying the results of river backfill every year. Another problem is the narrow area due to the dense population of the area. Narrow land occurs everywhere, not familiar with urban areas or semi-urban villages. In carrying out community service activities, the service team uses the following activity methods: 1. Observation 2. Project planning 3. Evaluation and sharing. In connection with the problem of narrow land, the actions of the branch management and the community around Aisiyah Sukodono Kindergarten affected the success of reforestation carried out by the KKN team. All forms of involvement, efforts, and roles starting from design, implementation and maintenance are real actions in making the surrounding environment more productive. In establishing self-reliance, it is necessary to cooperate with the branch management and the local village government to develop a productive yard culture on limited land. It is hoped that this reforestation can be done by planting plants and plants that support the basic ingredients of the surrounding community.

Ahmad, Deni Nasir

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah untuk memberikan pelayanan kepada lingkungan masyarakat mengenai perbaikan lingkungan serta menanamkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan, kesehatan dan mencegah banjir atau longsor dengan akibat terkikisnya tanah di tepian sungai ciliwung dengan menanam tanaman anti longsor. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat adalah a. Observasi langsung, b. Melakukan kegiatan perencanaan proyek perbaikan lingkungan dimana kami membagi tim dengan beberapa tugas dan kegiatan yakni, langkah pertama membersihkan aliran sungai ciliwung, langkah kedua penanaman tanaman anti longsor dan terakhir melakukan pemilahan dan pengolahan sampah anorganik. c. Melakukan evaluasi dan shering bersama untuk menemukan kesepakatan bersama dalam melakukan perbaikan lingkungan. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim pengabdi terdiri dari : a. peserta diberikan pengetahuan umum mengenai jenis tanaman tepian sungai dan diberikan bibit tanaman yang akan ditanam untuk tanaman pencegah longsor sekaligus untuk penghijauan sekitar tepian sungai kegiatan dilakukan bersama komunitas “ngumpal” (Ngumpul Anak Lintas Ciliwung). b. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat tim pengabdi membagi 3 kelompok dengan lokasi tugas berbeda-beda dan dengan tugas kelompok yang sama. c. Setelah membagikan kelompok kerja maka tim pengabdi melakukan kegiatan membersihkan sekitar aliran sungai dan kegiatan penanaman pohon atau tanaman tahan longsor. Simpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat yaitu : a. Masyarakat sangat menerima dan menyambut secara positif dari kegiatan yang tim pengabdi telah lakukan. b. Masyarakat mulai terlihat peduli dengan mau mendengar penyuluhan dan mengikuti seluruh kegiatan yang telah tim pengabdi rancang untuk kegiatan pengabdian.