Publication Search

73,128 articles from 694 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-4 of 4

Analytics

Herwindo Chandra

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2022 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Fokus penelitian yaitu memahami sifat adikodrati rahmat bagi hidup konkret orang Katolik. Adapun tujuan penelitian untuk memperoleh pemahaman agar rahmat yang adikodrati bukan dinilai  sebagai  realitas di  luar hidup  konkret  tetapi  nyata  dapat  dialami.  Penelusuran literatur digunakan untuk mengali pemahaman akan rahmat dalam gagasan Karl Rahner. Gagasan rahmat dalam sejarah teologi Katolik terlalu menampilkan sifat metafisis alih-alih realitas konkret dalamjiwa manusia. Pendasaran perkembangan gagasan filsafat Rahnerian menjadi suatu terobosan bagiteologi rahmat Katolik. Panorama karya-karya filosofis dan teologis Rahnerian diuraikan untuk memahami bahwa realitas antropologi modern membuka suatu  cakrawala  baru  penghayatan  iman secara  khusus  integrasi  dimensi  kodrat  dan adikodrati manusia. Kebaruan penelitian menampilkangagasan menterjemahkan rahmat ke dalam hidup konkret.

Miraliani Miraliani; Timotius Tote Jelahu; Fransiskus Janu Hamu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian   ini   bertujuan   untuk   menemukan   sejauhmana   nilai-nilai mamapas lewu dapat memberikan kontribusi bagi penghayatan iman Kristiani khususnya Sakramen Tobat di Stasi Sto. Engelbertus Teluk Betung. Melalui karya ilmiah ini diharapkan agar semua umat Katolik dapat menyadari pentingnya Sakramen  Tobat  dan  melaksanakan  pengakuan  dosa  agar  dapat  memperbaiki relasi yang telah rusak akibat dosa serta menjalani kewajibannya sebagai umat yang beriman. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data yang diperoleh yaitu dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Kriteria informan yang baik tentu memiliki pengetahuan dan pengalaman yang peneliti perlukan, memiliki kemampuan   untuk   merefleksikan,   pandai   mengeluarkan   pikiran   (pandai berbicara), memiliki waktu untuk diwawancarai, dan berkemauan untuk berpartisipasi. Langkah-langkah penelitian meliputi penentuan tema, percakapan dengan informan, profil informan, refleksi,  implikasi, sintesis dan prospek ke depan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa umat Katolik yang ada di Stasi Teluk Betung memiliki pemahaman yang minim tentang Sakramen Tobat. Mereka tidak rutin melaksankan pengakuan dosa dikarenakan tidak ada yang memberi arahan kepada mereka untuk meminta pelayan sakramen (pastor) melaksanakan pengakuan dosa. Mereka di pihak lain mengerti dengan baik budaya mamapas lewu, karena mereka ikut melaksanakannya. Tujuan mamapas lewu yaitu untuk menyadarkan warga kampung akan  kesalahan yang telah dilakukan, demikian halnya dengan Sakramen Tobat yang merupakan usaha seorang beriman untuk mengakukan dosanya kepada pelayan sakramen agar memperoleh rahmat pengampunan dan keselamatan dari Allah. Nilai-nilai mamapas lewu yaitu gotong royong, kepatuhan, ketertiban, nilai etik dalam berperilaku, refleksi religius, refleksi aksiologis dan pendidikan. Nilai yang ada di dalam budaya mamapas lewu, dapat memberikan kontribusi bagi penghayatan iman kristiani, khususnya penghayatan Sakramen Tobat. Oleh karena itu, penghayatan nilai-nilai budaya mamapas lewu dapat membantu umat untuk semakin menyadari pentingnya Sakramen Tobat di mana mereka tidak hanya memiliki pengetahuan tentang Sakramen Tobat tetapi ikut juga  berpartisipasi  melaksanakan  tugas  dan  kewajiban  mereka  sebagi  umat Katolik yang menjalankan lima perintah gereja, khususnya perintah yang keempat yaitu mengaku dosalah sekurang-kurangnya setahun sekali.

Crisfiani Crisfiani; Silvester Adinuhgra; Paulina Maria

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  sejauh  mana  para  keluarga muda menghayati perkawinan Katolik dan apa yang menjadi kebutuhan mereka untuk semakin menghayati perkawinan Katolik di Paroki Santo Petrus dan Paulus Ampah. Perkawinan merupakan bagian terpenting dalam membangun keluarga, namun  banyak  kendala  yang harus dihadapi  oleh  pasangan  suami istri  dalam menghayati perkawinan Katolik mereka. Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis tertarik  untuk mengkaji  tema  skripsi  tentang penghayatan  perkawinan Katolik bagi keluarga muda Kristiani.   Jenis penelitian ini adalah  penelitian  kualitatif.  Data  diperoleh  melalui wawancara dan dokumentasi. Tempat pelaksanaan penelitian di Paroki Santo Petrus dan Paulus Ampah. Informan yang telah diteliti berjumlah 15 orang yang dikelompokan menjadi dua yaitu keluarga muda berjumlah 11 KK dan petugas pastoral  ada  4  yaitu  Pastor  paroki  dan  3  orang katekis.  Analisa  data  dengan menyajikan data, melaksanakan Verifikasi, dan menarik kesimpulan. Langkah- langkah penelitian meliputi penentuan tema, profil informan, percakapan dengan informan, refleksi, implikasi, sintesis dan prospek.   Hasil penelitian menunjukan bahwa sifat dan tujuan perkawinan Katolik sudah cukup dipahami oleh keluarga muda. Penghayatan perkawinan keluarga muda memang sangat perlu suatu keintiman antara suami istri melalui relasi yang baik, akan tetapi masih ada permasalahan yang mucul dalam rumah tangga yaitu komunikasi yang kurang dan ekonomi rumah tangga. Keluarga muda menyadari bahwa betapa pentingnya pendampingan bentuk katekese dan pengajaran mengingat bahwa pendampingan bagi keluarga muda di Paroki Santo Petrus dan Paulus Ampah ini masih belum terlaksana pendampingan keluarga muda secara khusus.  Gereja memang sangat  perlu mengupayakan  pembinaan  lanjutan  bagi keluarga muda dalam bentuk rekoleksi, sharing antara keluarga, dan pertemuan yang berkaitan dengan meningkatkan penghayatan perkawinan katolik bagi keluarga muda.

Rifa Salsabila; Putri Mayang; Sri Silfiani

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini membahas tentang analisis aspek-aspek yang terdapat pada puisi “Meditasi Waktu” karya Heri Isnaini dengan pendekatan Stilistika. Aspek yang dianalisis yaitu gaya bahasa, diksi, majas, dan citraan untuk mengetahui nilai estetis atau keindahan pada puisi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika, karena bersifat mendeskripsikan. Gaya bahasa, diksi, majas, citraan karya sastra lahir dari sebuah pemikiran seseorang yang dihasilkan karena perenungan dan penghayatan terhadap sesuatu. Karya sastra memiliki nilai estetis tertentu yang membuat karya tersebut terlihat indah bagi pembaca. Dalam puisi “Meditasi Waktu” karya Heri Isnaini ini, pengarang banyak menggunakan gaya bahasa dan makna konotasi dalam sebuah puisi dengan tujuan untuk menunjukkan nilai estetis atau keindahan puisi tersebut.