Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-4 of 4

Analytics

Lena Susanti

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Ekonomi 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Handicrafts are an important part of the creative economy sector in Indonesia. The creative economy itself is an activity based on the use of intellectual property to create creativity, which aims to increase skills and income. The formulation of this research is that this research aims to determine the impact of the decrease in selling price on the production interest of artisans in Beleka Village and the factors causing the price decrease. This study uses a qualitative approach with a type of field research, subjects are selected purposively, with data collection techniques through observation and interviews. The validity of the data was tested using source triangulation, while data analysis was carried out through the stages of collection, reduction, presentation, and drawing conclusions. The results of the study show, first, the decline in the price of handicrafts in Beleka Village has a great influence on the enthusiasm and interest of artisans to stop producing. This is due to low selling prices and imbalances with the increase in raw material costs, which ultimately reduces profits. Second, Second, the decline in the price of handicrafts in Beleka Village is caused by several main factors. One of them is competition with bulk products that are cheaper and easily accessible in the market. In addition, changes in consumer tastes who tend to choose modern and practical products also contribute to reducing interest in traditional crafts.

Putu Pande R. Aprilyani Dewi

JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI (JPMA), 2024 CV. ALIM'SPUBLISHING

Celuk Village in Gianyar is known as the centre of silver craft with high artistic value, yet local artisans face significant challenges in maintaining sales amidst changing consumption patterns and global competition. This research aims to identify the key constraints faced by Celuk Village's silversmiths, such as limited access to digital marketing technology, lack of product innovation, and lack of understanding of modern business strategies. In addition, local constraints such as reliance on traditional marketing methods and limited training narrow the opportunities for artisans to compete in the global market.The results of the study suggest that the utilisation of digital technology, product design innovation, and improved business management skills can be strategic solutions to expand market reach and improve the competitiveness of Celuk Village's silver crafts. Support in the form of training and facilitating access to e-commerce platforms is also needed to introduce their products to modern consumers without abandoning cultural identity. The findings are expected to contribute to a sustainable silversmith empowerment programme, while supporting the preservation of local cultural heritage in the digital era.

Siti Mariyam; Anggraeni Endah Kusumaningrum; Rr. Widyorini Indriasti W; Retno Mawarini Sukmariningsih; Agus Wibowo +5 more

Jurnal Suara Pengabdian 45 2024 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Artikel ini merupakan penyajian yang didasarkan pada pengabdian kepada masyarakat, dimana artikel ini memiliki maksud untuk menganalisis bagaimana kondisi saat ini atas pemanfaatan  teknologi  informasi  dalam  upaya pengenalan serta pemasaran  produk  batik  di wilayah Kabupaten Batang. Pengabdian ini dilaksanakan dengan dasar pemikiran bahwa batik merupakan warisan budaya Indonesia yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan derajat ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Batang yang Sebagian masyarakatnya menggantungkan hidup pada sektor pengrajin batik. Demi mendukung eksistensi pengerajin batik maka sudah sepatutnya pengerajin batik di Kabupaten Batang mulai memanfaatkan teknologi informasi dalam pengenalan dan pemasaran produk yang dihasilkan agar mampu bersaing baik di level lokal maupun internasional. Pengabdian ini akan mencoba memberikan kontribusi nyata bagaimana memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang dapat dilakukan oleh para pengrajin dalam mengenalkan dan mempromosikan bati di Kabupaten Batang, dengan memanfaatkan teknologi informasi yang sedang popular saat ini seperti teknologi media sosial, website, konten digital, digital advertising, dan memanfaatkan influencer lokal dan nasional dalam membantu memasarkan produk yang dihasilkan oleh pengerajin. Hasil dari pengabdian ini diharapkan dapat sedikit memberikan sumbangsih pengetahuan dan menambah wawasan bagi para pengerajin untuk mulai memanfaatkan teknologi informasi dalam mengenalkan dan mempromosikan produk batik Kabupaten Batang agar tetap eksis di era yang serba digital saat ini.

Emilia Khristina Kiha; Ernestina Lika

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

Abstrak Daun lontar yang sudah dikeringkan menghasilkan komoditi yang prospektif karena bahan merupakan bahan yang mudah untuk daur ulang dan digemari oleh pemesan. Dalam program pengabdian ini melibatkan pengerajin anyaman yang berskala IRT/UMKM dilihat dari kuantitas produk yang dihasilkan masih kecil, belum variatif dan dijual hanya sesuai pesanan, beralamat di Desa Lapeom, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara. Pengrajin menghasilan produk anyaman seperti Tenasak, Nampan dan Koba serta beberapa produk sesuai pesanan. Solusi dan metode  dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan ketrampilan kepada ibu-ibu pengrajin anyaman daun lontar agar nantinya mampu menghasilkan produk unggulan yang memiliki nilai ekonomis serta dibutuhkan oleh pasar. Untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai jual, pelatihan ketrampilan diarahkan pada kualitas produk anyaman daun lontar. Karena itu pelatihan yang diberikan juga akan mencakup teknis produksi, desain produk, serta Pemasaran berbasis Internet of Things (IoT) yang sangat sesuai dengan promosi produk di situasi Pandemi Covid 19.