Publication Search

73,319 articles from 712 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 111

Analytics

Dwi Bambang Putut Setiyadi; Sukini, Sukini; Maria Melani Ika Susanti

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2026 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Science and language literacy remain challenges in non-formal education, as learning often emphasizes memorization and underutilizes local contexts as learning resources. This community service program aimed to strengthen the competence of Community Learning Center (PKBM) tutors in developing science and language literacy modules based on the ethnoscience and local wisdom of Klaten. The program employed a Training of Trainers (ToT) approach involving training sessions, module development workshops, and mentoring. Participants consisted of 20 tutors from three PKBM in Klaten Regency. Competence was evaluated through pretest and posttest questionnaires covering literacy understanding, pedagogical competence, module development, and learning implementation. Results indicated a 24,61%. increase in tutor competence, with the average score rising from 63,31 to 87,92. The program effectively enhanced tutors’ capacity to design contextual learning grounded in ethnoscience and local wisdom.

Nadia Salsabila; Gunarti Dwi Lestari; Wildan Taufik Raharja

GARUDA : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Filsafat 2026 International Forum of Researchers and Lecturers

This study aims to examine the development of teachers’ multicultural competence at SMA Ta'miriyah Surabaya. The study employed a qualitative approach using a case study design. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving the principal and teachers as research informants. Data analysis applied the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana, which consisted of data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that the development of teachers’ multicultural competence at SMA Ta'miriyah was carried out through three main pathways. First, training programs that implicitly integrated multicultural values into general educational programs, such as the teacher mobilization program. Second, organizational development grounded in Islamic values as the foundation for fostering tolerance and respect for diversity, implemented through curriculum integration, school regulations, teacher role modeling, and collaboration among teachers. Third, career development, which remained primarily focused on academic aspects and had not explicitly incorporated indicators of multicultural competence. Teachers’ multicultural competence at SMA Ta'miriyah was reflected in three main dimensions. In terms of knowledge, teachers acquired understanding through teaching experience, formal education, and training. In terms of attitudes, teachers demonstrated tolerant and inclusive behavior when interacting with students from diverse cultural and ethnic backgrounds. In terms of skills, teachers were able to manage classroom diversity harmoniously through adaptive and responsive pedagogical approaches that accommodated students’ differences.

Wiyono, Wujud; Rokhmawan, Sonnie Rokhmawan

Engineering and Maritime Technology Journal (Engment) 2026 Deptek Prodi Teknik Mesin Kapal Perang Akademi Angkatan Laut

This research aims to analyze and develop a competency model for the Indonesian Navy Technical Officers thru the education of Naval Academy Cadets (AAL) in supporting the operational readiness of main weapon system equipment (alutsista) in the naval domain. The research uses a mixed methods approach with a Sequential Exploratory design, starting with qualitative studies thru interviews, observations, documentation studies, and Focus Group Discussions (FGD), followed by quantitative testing using Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). The research results show that the education curriculum, teaching quality, mentoring system, field practice, and mastery of weapon system technology have a positive and significant impact on the development of the competencies of the Indonesian Navy Technical Officers. The most dominant factor is the mastery of weapon system technology, followed by field practice and the education curriculum. This research resulted in the Integrated Naval Technical Officer Competency Development (INTOCD) Model, which integrates a competency-based curriculum, academic learning, technical training, field practice, technology mastery, as well as character and leadership development. The model is expected to serve as a reference in the development of the competencies of the Indonesian Navy Technical Officers to enhance personnel professionalism and support the operational readiness of naval defense equipment sustainably.

Hidayati, Arina; Azzakhusna, Famita; Triyono, Triyono

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dituntut menghasilkan lulusan yang siap kerja dan mampu beradaptasi dengan perkembangan industri. Namun, proses pembelajaran akuntansi di beberapa SMK di Kabupaten Karawang masih didominasi metode konvensional yang berpusat pada guru dan belum sepenuhnya menerapkan pembelajaran berbasis pemecahan masalah sesuai kebutuhan dunia kerja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi guru akuntansi melalui pembelajaran berbasis Design Thinking. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif yang meliputi identifikasi kebutuhan, perencanaan program, pelaksanaan pelatihan, pendampingan, dan evaluasi kegiatan. Pelatihan memperkenalkan tahapan Design Thinking yang terdiri atas empathize, define, ideate, prototype, dan test. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, pre-test dan post-test, serta penilaian terhadap perangkat pembelajaran yang dihasilkan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan pembelajaran akuntansi yang inovatif. Peserta menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap konsep Design Thinking, kemampuan menyusun perangkat pembelajaran kontekstual, serta motivasi untuk mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Hasil post-test menunjukkan rata-rata pemahaman guru mencapai 75,88 dan lebih dari 80% peserta mampu menjawab dengan benar tahapan Design Thinking. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa Design Thinking dapat menjadi pendekatan pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru serta mendukung pengembangan pembelajaran akuntansi yang kontekstual, kolaboratif, dan sesuai dengan kebutuhan industri.

Sijabat, Desi; Sijabat, Osco P; Tinambunan, Herlina; Simanjuntak, Sondang

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah membantu guru menguasai teknologi dan media pembelajaran berbasis digital, khususnya Canva, untuk menciptakan media animasi yang menarik, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan siswa; mendorong integrasi teknologi dalam pembelajaran, sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih inovatif dan sesuai dengan perkembangan zaman. Pelaksanaan sosialisasi ini mendukung implementasi program MBKM dan IKU terutama pada aspek Kolaborasi Perguruan Tinggi dengan Masyarakat artinya mempertemukan mahasiswa, dosen, dan masyarakat (guru) dalam kegiatan yang saling memberdayakan, seperti sosialisasi pembuatan media animasi, serta Mahasiswa dapat terlibat aktif dalam pengembangan pendidikan di SD Negeri 096140 Parhundalian. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan sosialisasi pembuatan media animasi menggunakan Canva adalah metode partisipatif, yang melibatkan guru secara aktif melalui pelatihan. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan sosialisasi ini yaitu peserta mendapatkan tambahan pengetahuan dan keterampilan tentang Media Pembelajaran animasi menggunakan canva dalam meningkatkan kompetensi pedagogik, peserta juga antusias selama kegiatan dan langsung menerapkan media pembelajaran simulasi untuk mata pelajaran yang diampu.

Sihombing, Lisbet N.; Thesalonika, Emelda

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Pembelajaran di Sekolah Dasar saat ini masih didominasi metode konvensional berpusat pada guru yang kurang mengaitkan materi dengan kehidupan nyata. Kondisi ini menyebabkan rendahnya keterlibatan aktif dan kemampuan berpikir kreatif siswa sebagai kompetensi abad ke-21. Selain itu, mitra guru menghadapi kendala berupa keterbatasan pemahaman terhadap konsep Contextual Teaching and Learning (CTL), kurangnya variasi strategi, serta ketiadaan perangkat pembelajaran sistematis. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan mensosialisasikan model CTL guna meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa dan kompetensi guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi analisis kebutuhan, sosialisasi konsep, pendampingan penyusunan Modul Ajar, praktik simulasi kelas, serta evaluasi bersama pihak sekolah. Target luaran meliputi peningkatan pemahaman guru, tersedianya Modul Ajar berbasis CTL yang aplikatif, dan publikasi artikel ilmiah pada jurnal pengabdian masyarakat. Sosialisasi model CTL menjadi solusi strategis dalam meningkatkan kapasitas profesional guru untuk menciptakan suasana belajar yang bermakna. Implementasi CTL diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan menstimulasi potensi berpikir kreatif siswa secara optimal guna menghadapi tantangan perkembangan zaman. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan dampak positif signifikan bagi pengembangan kompetensi pendidik dan peserta didik di sekolah dasar mitra secara luas serta berkelanjutan melalui integrasi kolaborasi akademik yang kuat.

Syarif, Moh.; Miladiyah, Siti Jamilatul; Faisol, Faisol

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengakselerasi kapasitas SDM pengelola BUMDes Tegar Mandiri Madulang melalui pendekatan Community Capacity Building (CCB). Metode yang digunakan meliputi pelatihan partisipatif, pendampingan, serta evaluasi berbasis pre-test dan post-test pada lima aspek kompetensi utama, yaitu manajemen usaha, tata kelola keuangan, pengembangan produk, pemasaran digital, dan jejaring kemitraan. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan adanya kesenjangan kapasitas yang tinggi terutama pada aspek pemasaran digital, manajemen usaha, dan tata kelola keuangan. Implementasi CCB mampu meningkatkan kapasitas pengelola secara signifikan, ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata skor dari 48,8% (pre-test) menjadi 81% (post-test) atau meningkat sebesar 32,2%. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek pemasaran digital (36%), diikuti tata kelola keuangan (35%) dan pengembangan produk (33%). Selain itu, terjadi perubahan nyata pada praktik pengelolaan, seperti tersusunnya rencana bisnis, pembukuan keuangan rutin, peningkatan jumlah produk inovatif, serta terbentuknya jejaring kemitraan strategis. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan CCB efektif dalam mendorong lompatan kapasitas dan kinerja kelembagaan BUMDes secara berkelanjutan. Dengan demikian, model ini dapat direplikasi sebagai strategi penguatan ekonomi desa berbasis pemberdayaan komunitas.

Safa Hisham Kabbani; Mefri Yudi Wisra; Suyono Suyono

Jurnal Manajemen Riset Inovasi 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Analysis of the business situation experienced by PT Spectrum Lintas Service indicates that the achievement of success in obtaining large-scale project contracts is greatly influenced by the technical image and confidence given by clients. This study aims to investigate the impact of Improving Technical Qualifications, Customer Relationship Management, and Procedural Governance Quality on the Achievement of Competitive Advantage at PT Spectrum Lintas Service. The study population consisted of a total of 141 customers. The data analysis approach used was the SPSS tool to test the research hypothesis through t-test and F-test. The results of the F-test showed a significance probability value of 0.000 smaller than 0.05. Based on the findings, it can be concluded that improving technical qualifications, customer relationship management, and procedural governance quality significantly contribute to the competitive advantage of PT. Spectrum Lintas Service. Improving technical qualifications has a negative but not substantial impact on competitive advantage, with a significance value of 0.110 greater than 0.05. Customer relationship management has an impact on competitive advantage with a significance value of 0.00, which is smaller than 0.05. The quality of the procedural system has a significant influence on competitive advantage.

Fahrur Rijal Ardiyanto; Ginanjar Rochmad Mulyanto; Erlandy Singgih Pradana; Rizky Dany Setyawan; Rini Dwi Lestari +21 more

Pandawa : Pusat Publikasi Hasil Pengabdian Masyarakat 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

The internship program of Universitas Mayjen Sungkono in Begaganlimo Village introduced a training initiative focused on the Development of an Adaptive Learning Platform Based on D-PACK as an effort to enhance the quality of digital learning in Begaganlimo elementary schools. This training was designed to assist teachers in strengthening their ability to design and utilize interactive learning media supported by artificial intelligence (AI). Through this socialization activity, teachers were not only introduced to the use of adaptive technology but also guided to apply it in teaching practices so that the learning process becomes more effective, easier to understand, and more engaging for students. In addition, the socialization activities provided a deeper understanding of how technology can be used and integrated into teaching. Teachers not only learned to operate AI-based applications or devices, but they also gained insight into the pedagogical principles within the DPACK framework, which ensures that technology is applied appropriately. As a result, learning is expected to become easier to understand, more engaging, and capable of increasing students’ participation and motivation in the classroom.

Musprihadi, Ribut; Prasetyo, Heru Eko

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2026 Universitas 17 Agustus 1945

Penelitian ini menganalisis pengaruh Marketing Good Governance (MGG) terhadap efektivitas program pelatihan dan pengembangan karier karyawan, dengan pelatihan sebagai variabel mediasi. MGG dipng sebagai pilar strategis yang mengintegrasikan etika pemasaran dengan manajemen sumber daya manusia. Dengan pendekatan kuantitatif berbasis SEM-PLS, penelitian ini melibatkan 150 responden dari industri FMCG, jasa keuangan, dan teknologi informasi. Hasil menunjukkan bahwa MGG berpengaruh signifikan terhadap program pelatihan (β=0.645) dan pengembangan karier (β=0.324), serta pelatihan memediasi hubungan tersebut secara kuat (β=0.334). Temuan ini menegaskan bahwa tata kelola pemasaran yang transparan, akuntabel, dan adil tidak hanya meningkatkan reputasi eksternal perusahaan, tetapi juga memperkuat kompetensi internal dan kejelasan jalur karier karyawan. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi disiplin pemasaran strategis dan manajemen SDM, yang menempatkan pelatihan sebagai jembatan antara tata kelola dan keberlanjutan karier. Implikasi praktisnya, perusahaan perlu menyinergikan kebijakan HR dan marketing berbasis tata kelola untuk menciptakan budaya kerja etis, meritokratis, dan berkelanjutan.  

Putriana, Julisa; Dewi, Ester Yunita

Jurnal Silih Asah 2026 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penulisan ini bertujuan guna untuk mengkaji peran teknologi dalam penyusunan desain pembelajaran di kelas pada era digital. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi pembelajaran telah berkembang menjadi sistem yang terintegrasi, mencakup perencanaan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi pembelajaran secara sistematis. Pemanfaatan teknologi digital seperti Learning Management System, aplikasi desain kreatif, kecerdasan buatan, serta pula augmented reality terbukti mampu meningkatkan interaktivitas, fleksibilitas, dan keterlibatan peserta didik dalam proses belajar. Selain memberikan kemudahan akses dan efisiensi, teknologi juga mendukung pembelajaran berbasis kompetensi melalui pemantauan dan evaluasi yang lebih akurat. Kendati, integrasi teknologi dalam desain pembelajaran memerlukan kesiapan guru, dukungan institusi, serta infrastruktur yang memadai agar pelaksanaannya berjalan optimal. Maka demikian dengan perencanaan yang tepat dan pendekatan yang adaptif, teknologi dapat menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan mutu dan efektivitas pembelajaran di kelas.  

Aryanti, Diva Eka; Handayani, Titis

Dinamik 2026 Universitas Stikubank

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Sistem Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) di Universitas Semarang melalui audit dengan menggunakan kerangka kerja COBIT 2019, dengan fokus pada domain Deliver, Service and Support (DSS) dan Monitor, Evaluate and Assess (MEA). SKPI berfungsi sebagai dokumen resmi yang memberikan informasi tambahan mengenai kompetensi lulusan di luar nilai akademik (ijazah), sehingga penting untuk memastikan kualitas dan relevansinya dengan kebutuhan industri. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data primer melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, serta data sekunder dari literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kapabilitas pada sub-domain DSS dan MEA berada pada level 4 yang dilabeli sebagai terkelola, dengan nilai rata-rata masing-masing 3,73 untuk DSS dan 3,85 untuk MEA. Meskipun demikian, terdapat sejumlah rekomendasi untuk meningkatkan nilai Maturity Level sistem, dengan GAP masing-masing sebesar 1,07 untuk DSS dan 1,04 untuk MEA. Rekomendasi yang disampaikan meliputi peningkatan kompetensi petugas teknis, pengembangan aplikasi mobile, dan sosialisasi prosedur penyajian SKPI secara digital. Dengan adanya rekomendasi tersebut, diharapkan dapat memberikan masukan positif dalam pengelolaan SKPI di Universitas Semarang dan meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja.Kata Kunci: Audit Sistem, Maturity Level, Rekomendasi, Deliver, Service and Support (DSS), Monitor, Evaluate and Assess (MEA)

Maksum, Maksum

Innovation, Theory & Practice Management Jour 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pengembangan kompetensi digital dan knowledge sharing baik secara langsung maupun tidak langsung melalui inovasi terhadap optimalisasi layanan publik pada pegawai Kecamatan Se-Kabupaten Pemalang. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah pegawai ASN sebanyak 217 responden. Sampel menggunakan rumus slovin sebanyak 141 responden. Sumber data yang digunakan data primer, dengan metode pengumpulan data kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah Partial Least Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap optimalisasi layanan publik, knowledge sharing berpengaruh positif dan signifikan terhadap optimalisasi layanan publik. Pengembangan kompetensi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap inovasi, knowledge sharing berpengaruh positif dan signifikan terhadap inovasi. Inovasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap optimalisasi layanan publik. Inovasi dapat memediasi pengaruh pengembangan kompetensi digital terhadap optimalisasi layanan publik dan inovasi dapat memediasi pengaruh knowledge sharing terhadap optimalisasi layanan publik.

Dykha Arda Wiranata; Mohammad Robbi Zidni Firmansyah; Angga Jibrilda Syahrial

Jurnal Manajemen Bisnis Digital Terkini 2026 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

The creative economy industry serves as a strategic pillar of the national economy, experiencing significant transformation in the digital era. This study aims to comprehensively analyze the pattern of human resource (HR) competency gaps within priority subsectors of Indonesia's creative economy and formulate effective, multi-stakeholder development strategies. Employing a Systematic Literature Review (SLR) methodology, this research rigorously analyzes 30 scientific journal articles, government reports, and publications from global institutions published between 2014 and 2024. The findings delineate three primary clusters of competency gaps: (1) The Digital-Technical Competency Gap, encompassing deficiencies in data analytics, specialized software mastery, and digital content creation tools; (2) The Digital-Business Competency Gap, which includes shortcomings in digital financial literacy, online business model development, and management of digital intellectual property rights; and (3) The Social-Cognitive Competency Gap, highlighting needs in adaptability, complex problem-solving, and effective virtual collaboration. In response, this paper proposes an integrative strategic framework grounded in a collaborative multi-stakeholder approach. Key recommendations include revitalizing educational curricula through industry-embedded learning and micro-credential integration, developing agile and accessible training ecosystems featuring bootcamps and digital platforms, and fostering supportive policies through fiscal incentives and the alignment of national qualification frameworks with digital skill standards. The successful implementation of this synergistic strategy is expected to significantly enhance the adaptability, innovation capacity, and global competitiveness of Indonesia's creative workforce, thereby ensuring the sustainable growth of the creative economy sector in the face of rapid digital disruption.

Aldi Al Fauzi; Hanifah Efi Rahayu; Muhammad Bagus Pratama; Namira Ayu Arini Putri; Unna Ria Safitri

Bumi: Jurnal Hasil Kegiatan Sosialisasi Pengabdian kepada Masyarakat 2026 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

This community service activity aims to socialize the development of Human Resource (HR) competencies in the Fashion Design Department at SMK Al Ihsan to face the transformation of the fashion industry based on digital technology. The main challenge faced is the gap (mismatch) between the school curriculum, which still focuses on conventional production techniques, and the needs of an industry that is now digital and automated. The method used in this activity is a participatory and educational approach that includes four stages: needs observation, delivery of theoretical material (lecturing), focused group discussions (FGD) accompanied by application demonstrations, and evaluation. The results of the activity show an increase in participants' understanding of concepts such as eco-fashion, the creative economy, as well as the introduction of digital technologies like 3D design applications (CLO3D) and digital pattern making. Through the integration of four competency pillars hard skills, soft skills, digital skills, and entrepreneurial skills it is expected that graduate profiles can transform from operational seamstresses into competitive fashionpreneurs in the global market. The conclusion of this activity emphasizes that the Link and Match strategy and mastery of technological literacy are key to effectively reducing the skills gap of students in the Industry 4.0 era.

Atika Zahira Darmawan; Syamsul Hidayat

Jurnal Manajemen Kreatif dan Inovasi 2026 International Forum of Researchers and Lecturers

This study examines the development of scientific publications on the topic of competency development and performance of the State Civil Apparatus (ASN) in Indonesia in the period 2014–2024 using a bibliometric analysis approach. The researcher uses data from scientific articles that have been published and meet the research criteria. Data was obtained from the Google Scholar database with the help of the Publish or Perish application, then analyzed and visualized using VOSviewer to identify publication patterns, research trends, and linkages between topics. From the entire series of article processing processes, 339 scientific publications were identified with a total of 3,460 citations. The results of the analysis show a significant increase in the number of publications, from one publication in 2014 to 103 publications in 2024. The keyword analysis grouped the articles into six main clusters, with the topic "ASN" as the most dominant theme discussed. These findings show increasing academic attention to the development of ASN competencies and performance as an important part of bureaucratic reform, increasing the professionalism of the apparatus, and efforts to improve the quality of public services in Indonesia.

Jihan Seprina Azzahara; Agus Lestari

Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora 2026 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat mendorong perubahan besar dalam dunia pendidikan, sehingga pembelajaran abad ke-21 tidak hanya menekankan pemahaman materi, tetapi juga menuntut penguatan empat kompetensi inti atau 4C, yaitu berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Integrasi teknologi menjadi kebutuhan penting untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, adaptif, dan berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan mensintesis temuan dari sebelas artikel ilmiah yang membahas implementasi teknologi dalam mengembangkan keterampilan 4C pada pembelajaran modern. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah fokus, desain, serta hasil penelitian dari setiap artikel, kemudian mengintegrasikannya melalui analisis tematik untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai bentuk teknologi seperti platform pembelajaran digital, aplikasi mobile, media interaktif, kecerdasan buatan, serta perangkat kolaboratif mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kemampuan peserta didik. Teknologi terbukti memperkuat kemampuan berpikir kritis melalui kegiatan analisis informasi dan pemecahan masalah berbasis digital; meningkatkan kreativitas melalui pembuatan konten multimedia dan eksplorasi ide; memperluas kemampuan komunikasi melalui diskusi virtual, presentasi digital, dan interaksi sinkron maupun asinkron; serta mendorong kolaborasi melalui proyek kelompok berbasis platform daring yang memudahkan koordinasi dan pembagian tugas. Secara keseluruhan, integrasi teknologi memberikan kontribusi besar terhadap pengembangan 4C, meskipun keberhasilannya tetap sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru, dukungan sarana, serta desain pembelajaran yang tepat. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi digital pendidik dan penguatan lingkungan belajar berbasis teknologi agar keterampilan 4C dapat dioptimalkan dalam pembelajaran abad 21. Kata kunci: Pembelajaran Abad 21; Keterampilan 4C; Integrasi Teknologi; Pembelajaran Modern; Literasi Digital

Panji Laras Tri Prasetyo; Nur Wahyudi; Mohammad Hisyam

kepemimpinan transformasional kepala madrasah dalam meningkatkan inovasi mengajar guru di MI Puti Bungsu Al-Muhajirin Denpasar. Sebagai pemimpin institusi pendidikan, kepala madrasah memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan kompetensi guru melalui penerapan empat dimensi kepemimpinan transformasional, yaitu pengaruh ideal, motivasi inspirasional, stimulasi intelektual, dan pertimbangan individual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta keabsahan data diuji menggunakan triangulasi,auditrial dan membercheck. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala madrasah berperan signifikan dalam membangun budaya kolaboratif yang memberdayakan guru, memotivasi siswa, dan melibatkan wali murid, sehingga tercipta iklim madrasah yang kreatif, harmonis, dan berdaya saing. Selain itu, inovasi pembelajaran di madrasah berlangsung dinamis melalui penerapan metode beragam, pemanfaatan teknologi, dan evaluasi yang efektif, yang secara keseluruhan berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan.

Faiq Madani; Ahmad Ilham; Muhammad Sam’an; Rima Dias Ramadhani; Akhmad Fathurrohman +5 more

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study aims to evaluate the effectiveness of the Artificial Intelligence-Based Learning Media Development Program (P3MP-AI) in enhancing teachers’ technological and pedagogical competencies at SMK Muhammadiyah 2 Malang. The program employed a descriptive approach using both quantitative and qualitative methods, including pre-test and post-test assessments, as well as direct observation of the training process. A total of 30 teachers from various disciplines actively participated in the program conducted on August 12, 2025. The evaluation results revealed an increase in the participants’ average scores from 100 to 130 out of a maximum of 150, indicating a significant improvement in their understanding of AI concepts and applications in education. Beyond competency enhancement, the training also fostered teachers’ confidence, creativity, and ability to integrate AI-based tools into interactive learning media. However, several challenges were identified, such as limited technological resources and time constraints in classroom implementation. Overall, this program has made a tangible contribution to strengthening teachers’ digital literacy and can serve as a replicable professional development model for other vocational schools seeking to advance AI-based educational transformation.

Muzdalifah Muzdalifah; Yantoro Yantoro; Eka Sastrawati

Jurnal Inovasi Pendidikan 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

The Merdeka Curriculum represents Indonesia’s national education reform aimed at transforming learning paradigms toward a more contextual, flexible, and student-centered approach aligned with the Pancasila Student Profile. One of its key priorities is fostering critical thinking competence from the elementary level. This article aims to critically analyze the implementation of the Merdeka Curriculum in developing students’ critical thinking skills in Indonesian elementary schools. Employing a conceptual and literature-based approach, this study examines educational policies, theories of critical thinking, and recent research findings (2020–2025). The analysis reveals that the Merdeka Curriculum holds strong potential to enhance critical thinking through differentiated learning, project-based learning, authentic assessment, and the Pancasila Student Profile projects. Nevertheless, its implementation still encounters challenges, particularly regarding teacher competence, infrastructure readiness, and non-reflective learning culture. Therefore, strengthening teacher capacity, reforming assessment systems, and cultivating critical thinking as a school-wide culture are essential to realizing the goals of the Merdeka Curriculum effectively at the elementary education level.