Perkembangan teknologi digital membawa inovasi signifikan dalam dunia pendidikan, salah satunya melalui pemanfaatan Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) untuk menciptakan pengalaman belajar yang interaktif dan imersif. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Kota Sorong dengan tujuan memperkenalkan serta melatih siswa dalam penggunaan aplikasi Assembler Studio untuk membuat media pembelajaran berbasis AR. Metode kegiatan mengadopsi pendekatan partisipatif melalui tahapan persiapan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan intensif, dan evaluasi, sehingga siswa terlibat secara aktif dan mampu mengembangkan keterampilan digital secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu membuat konten AR sederhana yang relevan dengan materi pelajaran, meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan kreativitas belajar. Penerapan media AR terbukti efektif dalam memvisualisasikan konsep-konsep yang kompleks, memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, dan mendukung kompetensi abad ke-21. Kegiatan ini membuktikan bahwa teknologi digital dapat menjadi strategi inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah menengah.
Tantangan utama yang dihadapi warga Kelurahan Pesantren, Kota Semarang adalah belum optimalnya pengelolaan limbah lingkungan rumah tangga, khususnya minyak jelantah, yang berpotensi menimbulkan pencemaran dan masih kurang dimanfaatkan secara ekonomi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, keterampilan kewirausahaan, dan kemandirian ekonomi masyarakat dengan inovasi ekonomi kreatif. Tahapan pelaksanaannya meliputi observasi dan identifikasi masalah, perencanaan program partisipatif, pelaksanaan lokakarya, pendampingan, dan evaluasi keberlanjutan. Kegiatan program terdiri dari pendidikan kewirausahaan, pelatihan langsung pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, dan peningkatan kapasitas dalam pembuatan konten digital dan pemasaran digital melalui media sosial dan pasar online. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan minat berwirausaha di kalangan ibu-ibu PKK, yaitu meningkat dari 40% sebelum program menjadi 80% setelah lokakarya. Secara keseluruhan, program ini efektif meningkatkan keterampilan pengelolaan sampah ramah lingkungan dan mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis lokal.
This research is motivated by the diversity of students found in Islamic boarding schools. Islamic boarding schools are an appropriate base for instilling religious and cultural values in students. Therefore, differences in race, ethnicity, customs, social class, and culture are not addressed with exclusive and fanatical attitudes to prevent conflict. The purpose of this research is to provide multicultural education management training in Islamic boarding schools as an educational alternative that can be applied to address the problems faced by students and the current multicultural society, so that each student can live side by side despite differences in harmony and peace in accordance with religious and cultural values. The research method used is qualitative with the PAR (Participatory Action Research) model. For data collection, in-depth interviews, participant observation, and documentation were used. The results of this study are that multicultural education management training is a preventive effort to address various problems and becomes a real solution to existing problems in Islamic boarding schools related to the religious and cultural values of students. In addition to being an alternative means of solving problems, multicultural education management training is also a means of fostering students so that they do not lose their cultural roots in accordance with religious values. Thus, the implementation of multicultural education management training can be said to be successful if it can produce students who have a tolerant attitude, are not hostile, and do not conflict caused by differences in culture, ethnicity, customs, social class, abilities, and others.
In the era of digital transformation, modern, systematic, and integrated archive management has become a crucial element in creating effective, efficient, and accountable education governance. Office Management and Business Services (MPLB) teachers in East Java still face obstacles in implementing technology-based archive management due to limited digital literacy, lack of supporting facilities, and minimal ongoing training relevant to 21st-century needs. This Community Service (PKM) activity aims to improve the professional competence of MPLB teachers in modern archive management through interactive workshop-based training, intensive mentoring, and direct simulation of the use of digital archiving applications. The implementation methods included participant needs analysis, problem-solving-based module development, digital archive management practice using a cloud system, and pre-test and post-test-based evaluation to measure competency improvement. The results of the activity showed an average increase in participant understanding of 42%, a 58% increase in operational skills in using archiving applications, and a 35% increase in archive management time efficiency. In addition, teachers are able to implement an electronic file classification system in schools and build a database of digitized documents. These activities strengthen transparent and sustainable educational administration, as well as supporting the realization of inclusive and globally competitive education in line with the Asta Cita vision towards Indonesia Emas 2030.
Afrianto, A., Parjito, P., Rahma, E. A., & ... (2023). Rintisan desa cerdas: Penguatan literasi digital bagi Karang Taruna Neba. Prosiding Seminar.... https://e-journal.unmas.ac.id/index.php/senadiba/article/view/8417
Akbarinasasi, A., & Panduwinata, L. F. (2023). Pengaruh pengetahuan kewirausahaan, social skill, dan peluang usaha terhadap keberhasilan usaha angkringan. Nomicpedia: Journal of .... https://journal.inspirasi.or.id/nomicpedia/article/view/232
Anisti, A., Sidara, S., Veranus, V., & Imran, M. S. (2024). Tantangan literasi digital generasi Z: Kajian systematic literature review. Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Bahana, 30(2), 152–161. https://doi.org/10.33751/wahana.v30i2.11870
Aribawa, D. (2016). Pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja dan keberlangsungan UMKM di Jawa Tengah. Jurnal Siasat Bisnis, 20(1), 1–13. https://doi.org/10.20885/jsb.vol20.iss1.art1
Erstiawan, M. (2021a). Good corporate governance penyelenggara pendidikan dalam perspektif agency theory. Majalah Ekonomi, 26(1), 40–51. https://doi.org/10.36456/majeko.vol26.no1.a3952
Erstiawan, M. (2021b). Kepatuhan emiten dalam taksonomi extensible business reporting (XBRL). CAPITAL: Jurnal Ekonomi dan Manajemen, 5(1), 71–85. https://doi.org/10.25273/capital.v5i1.10308
Erstiawan, M. S. (2024). Menggali potensi diri bisnis santripreneur berbasis bimbingan teknis. ADIMA Jurnal Awatara Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(4), 11–18. https://doi.org/10.61434/adima.v2i4.238
Erstiawan, M. S., & Y. R. (2022). Implikasi corporate social responsibility dalam perspektif akuntansi pada subsektor telekomunikasi. Jurnal Sosial Sains, 2(2), 385–396. https://doi.org/10.36418/sosains.v2i2.343
Erstiawan, M. S., et al. (2021). Efektivitas strategi pemasaran dan manajemen keuangan pada UMKM roti. Dikemas, 5(1), 57–61. https://doi.org/10.32486/jd.v5i1.574
Hodsay, Z. (2021). Pengaruh manajemen keuangan keluarga dan hasil belajar kewirausahaan pada era pandemi Covid-19 terhadap motivasi berwirausaha. Jurnal Neraca: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Ekonomi Akuntansi, 5(1), 91–103. https://doi.org/10.31851/neraca.v5i1.5890
Kartini, T. M., Suhendra, S., Tan, E., & ... (2024). Pelatihan pengelolaan SDM di era digital pada Karang Taruna dan usaha kecil di Provinsi Jawa Barat. SABAJAYA Jurnal .... https://journal.sabajayapublisher.com/index.php/jpkm/article/view/346
Mendari, A. S., & F. S. (2019). Hubungan tingkat literasi dan perencanaan keuangan. Jurnal Moduk, 31(2), 227–240.
Naufal, H. A. (2021). Literasi digital. Perspektif, 1(2), 195–202. https://doi.org/10.53947/perspekt.v1i2.32
Nurcahyawati, V., Wulandari, S. H. E., & Sutomo, E. (2020). Penerapan urun daya berbasis internet untuk pemenuhan bahan baku pada usaha kecil menengah (UKM) batik Sidoarjo dan UKM Mekar Sari Surabaya. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 26(2), 84. https://doi.org/10.24114/jpkm.v26i2.16829
Oetama, S. (2022). Orientasi kewirausahaan terhadap keunggulan dalam bersaing. Google Books. https://books.google.com/books?hl=en&lr=&id=L1h-EAAAQBAJ
Poerna Wardhanie, A., Naufal, A. Z., & Eko Wulandari, S. H. (2021). Perancangan strategi digital marketing dengan metode RACE pada layanan online food delivery berdasarkan perilaku pelanggan generasi Z. Journal of Technology and Informatics (JoTI), 3(1), 1–11. https://doi.org/10.37802/joti.v3i1.187
Rahmawati, E., Wardhanie, A. P., Wulandari, S. H. E., & Effendi, P. M. (2023). Pelatihan perancangan prototype aplikasi pemasaran untuk mendukung keikutsertaan Gen Z pada festival inovasi dan kewirausahaan siswa Indonesia (FIKSI). Jurnal Abdi Insani, 10(2), 1002–1011. https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v10i2.939
Rinaldi, M., & Ramadhani, M. A. (2024). Peningkatan literasi perpajakan dalam kalangan UMKM: Langkah menuju kemandirian finansial. Eastasouth Journal of Effective Community Services, 2(03), 158–169. https://doi.org/10.58812/ejecs.v2i03.240
Sagirani, T., Effendi, P. M., Erstiawan, M. S., Eko Wulandari, S. H., & Rahmawati, E. (2025). AI untuk siswa: Pendekatan experimental learning dalam pengenalan artificial intelligence di tingkat SMA. Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA), 5(3), 1014–1025. https://doi.org/10.31004/abdira.v5i3.846
Sagirani, T., Nugroho, L. E., Santosa, P. I., & Kumara, A. (2015). User experience model in the interaction between children with special educational needs and learning media. 2015 2nd International Conference on Information Technology, Computer, and Electrical Engineering (ICITACEE), 72–75. https://doi.org/10.1109/ICITACEE.2015.7437773
Septiani, R. N., & W. E. (2020). Pengaruh literasi keuangan dan inklusi keuangan terhadap kinerja UMKM di Sidoarjo (Doctoral dissertation, Udayana University). https://doi.org/10.24843/EJMUNUD.2020.v09.i08.p16
Slamet, S., & Sagirani, T. (2024). Peningkatan kesiapan kerja siswa SMK melalui pengembangan soft skills di SMKN 1 Sambeng Lamongan. Tekmulogi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 79–90.
Soebijono, T., & E. M. (2020). Peranan revolusi industri 4.0 terhadap mutu pendidikan sekolah menengah kejuruan jurusan akuntansi. Jurnal Bisnis Perspektif, 12(2), 115–122. https://doi.org/10.37477/bip.v12i2.97
Wardhanie, A. P., Kartikasari, P., & Wulandari, S. H. E. (2019). Analisis penggunaan media internet pada usaha mikro kecil menengah (UMKM) Jawa Timur untuk menembus pasar global dengan metode O2O. Jurnal Bisnis Terapan, 3(02), 179–188. https://doi.org/10.24123/jbt.v3i02.2513
Wulandari, S., & Rahmah, M. (2020). A survey on crowdsourcing awareness in Indonesia micro small medium enterprises. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 769, 012016. https://doi.org/10.1088/1757-899X/769/1/012016
This community service article discusses the contribution of students from the Impactful Campus Competition Program (PKKB) in improving the quality of education through coaching and training activities in sports in Semoyang Village, Praya Timur Subdistrict, Central Lombok Regency. This activity was carried out using a participatory action research method involving three main stages, namely planning, preparation, and implementation. In the planning stage, students and the community worked together to identify the needs and objectives of activities relevant to local potential. The preparation stage focused on developing training strategies, providing facilities, and coordinating with relevant parties. The implementation stage was carried out through sports coaching activities for children and adolescents using an educational and participatory approach. The results of the activity showed an increase in community awareness of the importance of sports from an early age, as well as a growing concern for environmental cleanliness and health. This program also played a role in strengthening social interaction, building a spirit of togetherness, and fostering community independence in managing sports activities. Overall, the PKKB activities in Semoyang Village have succeeded in creating positive synergy between universities and the community in supporting the development of healthy, competitive, and characterful human resources.
This community service aims to develop students' writing literacy. The main focus of this service is training in effective sentence writing and the application of punctuation. This writing training involved 15 MPI students of the Faculty of Islamic Religion, Islamic University of Balitar Blitar. The training was held for 2 meetings within 1 full day in November 2024. The training in writing scientific papers and journals for students of the Faculty of Islamic Religion (FAI) Unisba includes several stages, namely pretest (writing papers), identification of academic vocabulary, analysis of scientific sentence structure, analysis of the use of punctuation, intensive practice in the preparation of vocabulary, sentences, and punctuation marks according to academic rules, and posttest (writing papers or journals). This activity is carried out in groups and individuals by applying learning strategies and media that are interesting and relevant to the academic needs of students. After participating in the training (posttest), 80% of students were able to reach a proficient and proficient level in writing scientific papers and journals. These results show a significant increase compared to the achievement before the training (pretest), where 73% of students were only able to reach the basic level. Based on these results, it is recommended to the Faculty of Islamic Religion Unisba to intensify the academic literacy training program, especially in writing scientific papers and journals. Students who have the potential to excel in academic writing need to continue to hone their skills through continuous coaching, while students who still need special assistance can be given additional programs to improve the quality of their skills.
Training on Using the Mendeley Application for Semester Students of the PPKN Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Pattimura University, is an activity aimed at enabling students to use the Mendeley Application when completing their final writing. This training is also to increase students' understanding of the dangers of plagiarism as part of academic misconduct. . Through lecture methods, discussions and interactive activities, students are encouraged to understand the use of the Mendeley application when writing research proposals, research results and theses. The results of this program show active participation from students as well as increased student understanding of using the Mendeley application and in the future students will be able to use it in writing, thus this activity also reduces plagiarism crimes.
Dengan memanfaatkan teknologi, pengembangan aplikasi Android untuk sistem poin tugas mengaji akan memberikan solusi yang inovatif dan praktis. Aplikasi ini akan memberikan fasilitas bagi pengajar untuk mencatat kemajuan setiap anak dalam menghafal dan memahami Al-Qur'an. Selain itu, orang tua asuh juga dapat mengakses informasi ini secara real-time, sehingga mereka dapat ikut terlibat dalam perkembangan pendidikan agama anak-anak mereka. Melalui penggunaan aplikasi ini, diharapkan akan lebih mudah untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang terstruktur, memberikan motivasi tambahan kepada anak-anak untuk belajar Al-Qur'an, dan menguatkan hubungan antara pengajar, anak-anak, serta orang tua asuh di Panti Asuhan Al-Husna. Dalam rangka menyebarluaskan inovasi ini, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul "Workshop Pembuatan dan Pelatihan Aplikasi Android Untuk Sistem Poin Tugas Mengaji untuk Panti Asuhan Al-Husna." Workshop ini bertujuan untuk memberikan pelatihan praktis kepada para pengajar dan pengelola panti asuhan mengenai cara pembuatan dan penggunaan aplikasi tersebut, sehingga mereka dapat memaksimalkan potensi teknologi dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama anak-anak di panti asuhan.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan wawasan kepada mahasiswa mengenai strategi menghadapi soal-soal dalam TOEFL sehingga dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi tes TOEFL yang sesungguhnya. Penguasaan kemampuan bahasa Inggris khususnya TOEFL harus dilakukan sebagai salah satu alternatif solusi bagi mahasiswa dalam mempersiapkan kelulusan dan pekerjaan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan, pembinaan, monitoring dan evaluasi. Kegiatan ini telah mencapai tujuan yang diharapkan yaitu meningkatkan pengetahuan dan wawasan mahasiswa mengenai cara cepat dan tepat yang dapat diterapkan dalam menjawab soal-soal TOEFL. Berdasarkan pengamatan tutorial selama kurang lebih 3 bulan mengikuti pelatihan TOEFL, menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswa dalam menguasai materi TOEFL mengalami peningkatan yang cukup signifikan
Pengabdian keada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan keterampilan dan pengetahuan kepada para pelaku usaha perempuan yang menggeluti kain batik di sentra tenun kota palembang. Pendekatan pengabdian ini menggunakan metode wawancara, observasi, studi lapangan dan praktek lapangan, Hasil pengabdian ini terkait dengan pemberdayaan perempuan berbasis pendidikan nonformal terdapat beberapa proses mulai dari penyadaran hingga peningkatan minat perempuan untuk terlibat dalam pemberdayaan, proses penyadaran dilakukan dengan mengidentifikasi kebutuhan yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan, program selanutnya adalah mendrong dan mengajak perempuan untuk berpertisipasi dalam program tersebut dengan mensosialisasikan kepada masyarakat luas, Proses tranformasi pengangetahuan dan keterampilan dilakukan dengan pelatihan sebagai upaya memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi perempuan yang diseuaikan dengan kondisi perempuan dan dilakukan dengan metode praktek penyampaian materi membatik yang tujuannya adalah upaya untuk meningkatka kemandirian perempuan dalam pengembangan batik dan sekaligus upaya memperbaiki kualitas produksi batik yang mampu bersaing di pasaran nasional dan internasional.
Laporan keuangan merupakan suatu bentuk pertanggungjawaban kepada pihak internal maupun eksternal. Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi Pendidikan yang menjadi amal usaha Muhammadiyah yang dimiliki oleh Persyarikatan. SD Muhammadiyah 6 Kota Malang masuk dalam kategori organisasi nirlaba. Organisasi nirlaba merupakan organisasi yang sasarannya untuk mendukung suatu kebijakan atau memecahkan masalah penting yang terjadi di suatu Negara. Saat ini pelaporan keuangan nirlaba telah berubah dari PSAK 45 menjadi Interpretasi Standard Akuntansi Keuangan (ISAK) no. 35. ISAK 35 sendiri berlaku efektif di Indonesia per 1 Januari 2020, dan yang sudah beradaptasi dengan peraturan tersebut adalah organisasi nirlaba yang memiliki skala operasional yang luas dan memiliki sumberdaya manusia di bidang keuangan yang mumpuni. Perubahan PSAK 45 menjadi ISAK 35 bagi organisasi nirlaba seperti sekolah tentu membutuhkan adaptasi. SD Muhammadiyah 6 Kota Malang masih menggunakan laporan kas saja dalam melakukan pencatatan atas transaksi keuangannya. Kendala yang dialami SD Muhammdiyah ini karena keterbatasan sumberdaya dalam penyusunan laporan keuangan sesuai dengan ISAK 35. Keterbatasan yang dialami oleh mitra tersebut yang membuat tim pengabdi membuat Pelatihan pelaporan keuangan nirlaba pada SD Muhammadiyah 6 Kota Malang. Hasil Pengabdian ini diharapkan pengelola SD Muhammadiyah 6 Kota Malang mampu mengelola keuangan sebagai bagian pertanggungjawaban sekolah kepada stakeholders.
Sekolah Menengah Kejuruan Putra Indonesia Malang (SMK PIM) berlokasi di Jl. Barito No. 5, Bunulrejo. Sekolah ini memiliki 2 program keahlian yaitu Kimia Industri dan Farmasi Industri. Visi yang dimiliki oleh SMK ini adalah “Menjadi lembaga pendidikan vokasi yang berstandar nasional yang bersinergi dengan dunia industri dan dunia usaha sehingga mampu meluluskan insan berakhlak mulia, cerdas, unggul dalam prestasi, dan berjiwa entrepreneur”. Salah satu cara untuk membentuk jiwa entrepreneur adalah dengan belajar membuat rancangan bisnis/business plan.
Teknis/mekanisme awal pengabdian kepada masyarakat ini akan dilaksanakan secara luring, namun karena adanya pandemi covid-19 hal tersebut menjadi tidak mungkin dilakukan, sehingga pengabdian dilakukan secara daring (tatap muka dengan google meet). Selain dengan menggunakan google meet juga menggunakan google classroom sebagai wadah untuk konsultasi. Pelatihan diawali dengan pemaparan materi mengenai tipe-tipe wirausaha, karakteristik kewirausahaan, faktor-faktor penentu keberhasilan wirausaha dan dilanjut dengan pemaparan materi membuat proposal business plan/rancangan bisnis.
Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) kegiatan berupa pelatihan membuat business plan dapat berjalan dengan baik, (2) motivasi peserta cukup tinggi karena semua ingin mengikuti pelatihan tetapi terkendala dengan adanya program PKL (total jumlah 134 orang siswa, yang dapat mengikuti pelatihan hanya 70 orang siswa), (3) pelatihan membuat business plan mendukung tugas pembelajaran yang diberikan sekolah kepada peserta, (4) template/format business plan yang diberikan bagi peserta dapat digunakan sebagai alat bantu untuk membuat proposal bisnis, (5) meningkatkan ketrampilan dan kemampuan peserta dalam membuat proposal business plan.
Pandemi Covid-19 belum juga bisa dikatakan berakhir, namun kehidupan harus terus berjalan. Dengan diberlakukannya new normal, kita mulai melakukan aktifitas di luar rumah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah diatur oleh pemerintah, sejak mewabahnya Covid-19, guna menghindari terjadinya penularan, sebagian besar aktivitas dilakukan melalui daring (online). Salah satu cara mencegah penyebaran Covid-19 ini adalah dengan adanya pembatasan-pembatasan dalam melakukan kegiatan. Pembatasan yang ada tentunya memiliki dampak yang cukup besar, salah satunya yaitu pendidikan. Permasalahan itu muncul dan memaksa semua masyarakat untuk dapat berinovasi dan memanfaatkan teknologi yang ada terutama teknologi informasi dan komunikasi (TIK). TIK menjadi gaya hidup dan juga kebutuhan utama dalam mempermudah pelaksanaan kegiatan. Melalui pengabdian masyarakat ini dilakukan pelatihan dengan menggunakan Aplikasi Canva dalam pembuatan desain grafis kegiatan.. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar generasi muda dilokasi mitra dapat memahami dan mampu menggunakan aplikasi canva dengan baik dan benar.
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisa kebutuhan awal peran parenting dalam pendidikan karakter sekolah dasar sebagai upaya strategi pembelajaran yang dapat membentuk karakter peserta didik melalui pembelajaran dikelas. Sasaran pada penelitian ini adalah guru SD Gugus Kamboja Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes. Metode yang digunakan pada kegiatan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan intrumen penelitian berupa angket dan wawancara. Penggunaan teknik analisis data meliputi tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisa dari instrumen dihasilkan data bahwa penerapan parenting pendidikan karakter dalam pembelajaran disekolah dasar tinggi. Keseluruhan guru sasaran penelitian berjumlah 18 orang. Selain menjalankan proses pembelajaran juga menerapakan parenting pendidikan karakter pada peserta didik dalam proses pembelajaran yang disusun dengan pembelajaran menarik dan menggunakan metode yang membuat peserta didik merasakan mudah menerima pembelajarannya selain itu, menerapakan parenting pendidikan karakter pada peserta didik dalam proses pembelajaran dengan tujuan untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter peserta didik. Adapun guru yang belum menerapakan parenting pendidikan karakter dalam pembelajaran disekolah dasar dan yang belum pernah mengikuti pelatihan atau seminar penerapan parenting pendidikan karakter dalam pembelajaran disekolah dasar. Hasil penelitian ini berguna sebagai analisa awal peran parenting dalam pendidikan karakter disekolah dasar. Agar Guru dapat menerapkan parenting pendidikan karakter dalam pembelajaran yang disusun dengan pembelajaran menarik dan menggunakan metode, teknik, prosedur, serta perangkat yang diperkirakan cocok untuk mencapai tujuan dalam menerapakan parenting pendidikan karakter pada pembelajaran. Dengan mengupayakan pengembangan kompetensi guru untuk mengelola sebuah kegiatan yang menarik dan mudah dalam kaitannya dengan proses pembentukan karakter peserta didik. Guru juga agar melibatkan peran orang tua dalam pelaksanaannpendidikan karakter karena keluarga mempunyai peran yang sangat penting dalam memberikan pendidikan karakter pada peserta didik
Survei literasi keuangan OJK tahun 2020 menunjukkan indeks literasi keuangan Wanita lebih rendah dibandingkan dengan pria, ditambah dengan rendahnya indeks literasi keuangan masyarakat pedesaan dibandingkan masyarakat perkotaan. Literasi keuangan merupakan kecakapan hidup abad 21 yang harus dikuasai agar tercapai taraf hidup yang baik, Kegiatan PKM dilakukan di dsn balong torong, Ds. Balong Wangi, Kec.Tikung, Kab.Lamongan. Persoalan yang dihadapi masyarakat balong torong adalah pendapatan yang tidak menentu dari hasil bertani serta rendahnya tingkat Pendidikan, ditambah dengan minimnya pengetahuan mengenai literasi keuangan membuat mereka kesulitan dalam mengelola keuangan keluarga.
Sasaran dari kegiatan ini adalah ibu-ibu rumah tangga yang bertugas mengalola keuangan keluarga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membekali ibu rumah tangga mengenai literasi keuangan supaya terwujud ketahanan keuangan keluarga. Metode pelaksanaan dengan penyuluhan dan diskusi interaktif dengan peserta 23 orang, Materi pelatihan yang diberikan mengenai skala proiritas dari kebutuhan dan keinginan, pencatatan kas harian, pentingnya menabung dan bijak dalam meminjam. Kegiatan pengabdian ini mendapatkan respon yang positif dari masyarakat. Implikasi dari kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran ibu rumah tangga dusun balong torong mengenai pentingnya menentukan skala prioritas, menabung, serta dapat mengatur pengeluaran dengan baik setiap harinya sehingga dapat memperkuat ketahanan keuangan keluarga.
Pada Pendidikan anak usia dini, penilaian yang dilakukan untuk mengukur pencapaian perkembangan anak usia dini adalah menggunakan penilaian autentik.dengan melakukan pengamatan terhadap tingkat pencapaian perkembangan masing-masing individu dan dapat merancang pembelajaran sesuai kebutuhan. Dengan demikian, guru harus mencatat setiap perkembangan yang dapat diamati setiap hari. Kegiatan PKM ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru-guru di Gugus 3 dan Gugus 4 PKG PAUD Kecamatan Cimanggis Kota Depok dalam memanfaatkan kemajuan tehnologi khususnya dalam merancang instrumen dan mengimplementasikan Penilaian Perkembangan Anak Usia Dini Berbasis G-Form sehingga memberikan kemudahan dalam melakukan penilaian dan merekap penilaian menjadi laporan perkembangan akhir semester. Pelaksanaan Kegiatan PKM ini dirancang dalam 3 sesi pertemuan. Pada sesi pertama diisi dengan pembekalan tentang prinsip penilaian Anak Usia Dini. Pada sesi 2, peserta mendapat materi tentang bagaimana membuat instrument penilaian dari kompetensi dasar yang akan dicapai oleh anak usia dini. Sedangkan pada sesi ke 3, para peserta mengikuti kegiatan Workshop/ mengkolaborasikan instrumen ke dalam G-form dengan praktek langsung.
Drama sebagai seni pertunjukan memiliki kekhasan tersendiri yang bertumpu pada perpaduan cabang-cabang seni yang dicakupnya, sehingga sulit untuk mengajarkan drama sebagai seni pertunjukan Pementasan drama memasuki domain psikomotor dalam pembelajaran drama, tetapi juga memasukkan komponen kognitif dan emotif secara default. Bermain drama dalam pementasan mendapatkan pelajaran keterampilan drama yang serius dan mendalam. Metode dalam pengabdian ini menggunakan metode ceramah dan metode praktek. Sosialisasi dilakukan di Universitas Muhammadiyah Buton khususnya Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia mengenai pemanfaatan berdrama, karena sangat penting dilakukan oleh mahasiswa, untuk mendalami naskah dalam berbagai persoalan kehidupan. Peserta dalam kegiatan ini sebanyak 13 mahasiswa. Hasil pengabdian ini menunjukan bahwa 9 mahasiswa mendapatkan kategori tinggi atau 69,24%, 3 orang mendapatkan kategori sedang atau 23,08%, dan 1 orang mendapatkan kategori rendah atau 7,69%, Artinya tingkat prkatek mencapai nilai rata-rata sebesar 76,3 sehingga secara keseluruhan, penampilan para peserta terbilang baik. Masalah lain yang perlu dibenahi adalah landasan akting.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pemanfaatan Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) oleh Penderita Hipertensi di Puskesmas Agam Barat Kabupaten Agam. Penelitian ini mengunakan metode penelitian (mixed methods)/Metode pengumpulan data kuantitatif dan penelitian kualitatif dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah Populasi dalam penelitian sebanyak 728 orang Puskesmas maninjau dan Puskesmas Lubuk Basung 320 orang menggunakan Purposive sampling. Penelitian kualitatif menggunakan wawancara, telaah dokumen dan observasi pada informan dan penelitian kuantitatif menggunanakan Analisa univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Pendidikan, pengetahuan, kemudahan akses dan dukungan keluarga dengan pemanfaatan posbindu PTM oleh penderita hipertensi. Faktor yang yang paling berpengaruh adalah kemudahan akses. Input SDM sudah cukup dan untuk dari segi kualitas perlu dilakukan pelatihan, pembinaan, Dana sudah cukup dari BOK dan Nagari. Tempat sarana dan prasana yang kurang, proses pelaksanaan Pelaksanaan skrining PTM sudah maksimal seperti penyuluhan, pemeriksaan labor dan ditindak lanjuti jika ada masalah yang ditemukan saat pelaksanaa. Output PTM yang baik dan berkelanjutan belum mencapai target sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal, hal ini terlihat masih adanya masyarakat usia 15-59 tahun belum terskrining dengan baik. advokasi dan koordinasi kepada camat dan wali Nagari untuk membentuk Masyarakat dan Kampung Peduli Hipertensi, ambilance desa, peningkatan promosi kesehatan.
Artikel pengabdian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kompetensi para guru agama Katolik dalam melaksanakan pembelajaran secara online di tengah tantangan yang dihadapi selama pandemi. Pandemi COVID-19 telah mengubah lanskap pendidikan di seluruh dunia, termasuk pendidikan agama. Guru agama Katolik dihadapkan pada tantangan baru dalam mengajar online, yang memerlukan penyesuaian dan pengembangan kompetensi khusus. Hasil pengabdian ini memberikan rekomendasi praktis dan pedagogis bagi guru agama Katolik, lembaga pendidikan Katolik, dan penyelenggara pelatihan guru. Rekomendasi meliputi pelatihan intensif dalam penggunaan teknologi pendidikan, pengembangan keterampilan komunikasi virtual, dan pemanfaatan sumber daya online yang relevan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman tentang peran dan tantangan guru agama Katolik dalam mengajar online di masa pandemi. Dengan meningkatkan kompetensi guru agama Katolik secara efektif, maka dapat memfasilitasi pembelajaran agama yang bermakna dan akapmendukung perkembangan holistik siswa, bahkan dalam situasi pembelajaran jarak jauh.