Publication Search

65,449 articles from 545 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-2 of 2

Analytics

Juliana Waruwu; Rencan Carisma Marbun

Sukacita : Jurnal Pendidikan Iman Kristen 2024 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Children who do not want to go to school and cannot complete their schooling and cannot finish their schooling or in other words do not get a diploma. There are various reasons why children can drop out of school, such as lack of attention from parents, economic problems, low interest in going to school, helping parents at work, being involved in juvenile delinquency cases, low intelligence levels, socialization and also the school zoning system. The purpose of the observation is to obtain information from the consequences of the child leaving school and to help the child to accept himself that he is a child who dropped out of school, so as not to be inferior and lose hope and convince the client (counselee) that the counselee can return to school and achieve his goals. This observation uses a qualitative method, in this case collecting data about events or phenomena that occur, and using a client-focused approach (psychotherapy that focuses on the client to solve his own problems), the counselor's presence is to listen empathetically and be fully present, and a rational-emotive behavioral therapy approach (an approach that aims to help someone overcome emotional disturbances and think rationally). From the results of the study, pastoral counseling assistance with a client-centered approach and rational emotive behavior therapy can help people who drop out of school not lose confidence, if they see their peers going to school, can open up, be more diligent in worship and more eager to prepare themselves to return to school.

Rizka Rahmadani; Budi Santosa; Afrinaldi Afrinaldi; Fadhilla Yusri

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Penyesuaian sosial merupakan salah satu dari tugas perkembangan diusia remaja. Salah satu tugas perkembangan masa remaja yang tersulit yaitu berhubungan dengan penyesuaian sosial. Remaja harus menyesuaikan diri dengan lawan jenis dalam hubungan yang sebelumnya belum pernah ada dan harus menyesuaikan dengan orang dewasa di luar lingkungan keluarga dan sekolah. Penelitian ini dilatar belakangi dari masalah yang terjadi kepada remaja di Jorong Padang Cantiang Kapau, yang mana remaja tersebut sulit untuk melakukan penyesuaian sosial dengan masyarakat sekitar. Penelitian ini tergolong penelitian Pre-Eksperimen model One Group Pretest Posttest Design. Populasi adalah remaja yang berusia 14-19 tahun yang berjumlah 20 orang, sedangkan sampel penelitian adalah remaja yang terindikasi memiliki penyesuaian sosial yang rendah yang diambil berdasarkan teknik purposive sampling dan hasil pretest yang berjumlah 10 orang. Instrumen pengumpulan data adalah skala Likert. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon, dan dalam pengkorelasian variabel penelitian menggunakan Statistical and Service Solution (SPSS) versi 21. Hasil penelitian diperoleh bahwa berdasarkan hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai sig. p-value sebesar 0,005 lebih kecil dari nilai α yaitu 0.05 yang artinya Hi diterima dan Ho ditolak. Hal ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara penyesuaian sosial remaja di lingkungan sekitar sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Artinya, pendekatan Rational Emotif Behavior Terapi (REBT) berpengaruh untuk meningkatkan penyesuaian sosial remaja. Dengan demikian pendekatan Rational Emotif Behavior Terapi (REBT) dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan penyesuaian sosial di Jorong Padang Cantiang Kapau, Kabupaten Agam.