Publication Search

70,857 articles from 624 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1-20 of 23

Analytics

Maria Nurwulan Yulliandari; sellina diah rifani; dwi fitri ukgraini

TAWAZUN: Journal of Islamic Finance and Digital Innovation 2026 Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia

Artikel ini membahas pentingnya teologi kasih dan pengampunan dalam pendidikan Kristen, dengan fokus pada penerapannya dalam pembelajaran holistik. Teologi kasih dan pengampunan, yang merupakan inti ajaran Kristus, menawarkan dasar yang kuat untuk membentuk karakter dan nilai-nilai dalam pendidikan. Melalui pendekatan pastoral, artikel ini mengkaji bagaimana nilai-nilai kasih dan pengampunan dapat membimbing proses pembelajaran yang tidak hanya mencakup aspek intelektual, tetapi juga moral, spiritual, dan emosional siswa. Penulis juga menyoroti pentingnya membangun hubungan yang penuh kasih antara pendidik dan peserta didik untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, penuh empati, dan mendukung perkembangan holistik individu. Artikel ini berargumen bahwa penerapan teologi kasih dan pengampunan dapat memperkuat pendidikan Kristen sebagai sarana untuk membentuk pribadi yang utuh dan berkarakter Kristus.

Senda, Siprianus Soleman; Undad, Rikardus; Ergon, Isfilus; Sipho Sewa Uma, Pietro Yustiniano; Kuki, Irene Sunirma +3 more

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2026 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Artikel ini bertolak dari kenyataan bahwa banyak umat telah mendengar sabda Allah dalam Liturgi dan pengajaran Gereja, namun belum sepenuhnya menghidupinya dalam kehidupan sehari-hari. Situasi ini menegaskan pentingnya katekese sebagai proses pembinaan iman yang berkelanjutan, yang tidak hanya menekankan aspek pengetahuan, tetapi juga penghayatan dan perwujutan iman dalam tindakan nyata. Tulisan ini bertujuan merefleksikan katekese sebagai jalan pembinaan iman umat yang menuntun dari sabda menuju kehidupan. Fokus kajian artikel ini adalah peran katekese dalam membantu umat dewasa mengintegrasikan sabda Allah kedalam realitas hidup sehari-hari, baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun kehidupan sosial. Metode yang digunakan adalah refleksi teologis pastoral dengan pendekatan kualitatif melalui studi literatur gereja dan pengalaman hidup umat. Pendekatan ini menekankan ketertarikan antara pewartaan sabda, pendampingan iman, serta partisiasi aktif umat dalam proses pembinaan. Hasil refleksi menunjukkan bahwa katekese yang kontekstual, dialogis, dan berpusat pada sabda Allah, mampu menumbuhkan iman yang lebih dewasa, sadar, dan tanggung jawab. Melalui katekese, umat tidak hanya memahami ajran iman secara intelektual, tetapi juga didorong untuk menghidupinya dalam sikap kasih, pelayanan, dan kesaksian di tengah masyarakat. Pembinaan iman yang berkelanjutan menjadi sarana penting untuk membentuk umat yang tangguh dalam menghadapi tantangan zaman dan tetap berakar pada nilai-nilai injil. Dengan demikian, katekese sebagai jalan pembinaan iman memiliki peran strategis dalam menjembatani sabda Allah dengan kehidupan konkrit umat. Pembaharuan metode dan pendekatan katekese yang relevan dengan konteks umat masa kini sangat diperlukan agar proses dari sabda menuju kehidupan dapat berlangsung secara nyata, mendalam, dan berkelanjutan dalam kehidupan Gereja. Kata kunci: katekese, sabda Allah, pembinaan iman, umat dewasa, kehidupan kristen

Anita Mariana Parulian; Jonatan Octavianus; Hasanema Wau

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study examines the biblical approach to the truth and inspiration of the Word of God in critical dialogue with Progressive Christian Theology (PCT). Using a qualitative-descriptive method and comparative biblical-theological analysis, the research explores the fundamental differences, points of convergence, and potential integration between the two approaches. PCT emphasizes the importance of socio-cultural context, moral development, and human experience in understanding faith. In contrast, biblical theology affirms the authority and unchanging nature of the Word of God as the foundation of absolute truth that undergirds church doctrine and practice. The findings indicate an urgent need to formulate a balanced synthesis between fidelity to the biblical text and sensitivity to contemporary cultural changes. This integrative approach is not intended to weaken the authority of Scripture but to enrich theological understanding so that it becomes more relevant to modern contexts without neglecting divine truth. This synthesis ultimately produces a model of church growth that is contextual, Scripture-centered, and capable of balancing love and truth in addressing contemporary theological, social, and ethical challenges. The model bears significant implications for shaping congregational spirituality, developing pastoral ministry, and guiding the church’s mission amid increasingly complex cultural shifts.

Tio, Teodorus

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai Konsili Trente (1545–1563) sebagai respons resmi Gereja Katolik terhadap tantangan Reformasi Protestan, sekaligus sebagai tonggak pembaruan internal Gereja. Masalah yang diangkat dalam studi ini adalah ketegangan teologis dan historis antara tuntutan pembaruan dari dalam Gereja serta kritik keras yang dilancarkan oleh para reformator Protestan terkait Kitab Suci, sakramen, dan otoritas Gereja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur melalui analisis data sekunder dari dokumen konsili, literatur teologi, serta penelitian historis sebelumnya. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada penegasan peran Konsili Trente bukan hanya sebagai instrumen “kontra” terhadap Reformasi, melainkan juga sebagai wadah refleksi teologis yang menghasilkan reformasi internal mendalam dalam bidang liturgi, sakramentologi, formasi imam, dan disiplin gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsili Trente berhasil mengokohkan identitas Katolik melalui penegasan ajaran iman sekaligus memperbarui praksis pastoral, yang pada akhirnya menjadi landasan teologi dan kehidupan Gereja Katolik hingga Konsili Vatikan II. Oleh karena itu, studi ini menekankan pentingnya melihat Konsili Trente secara seimbang: sebagai benteng iman sekaligus sumber pembaruan yang relevan bagi dinamika Gereja sepanjang sejarah.

Aprilia, Stella

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini mengkaji integrasi nilai-nilai budaya Huma Betang masyarakat Dayak Kalimantan Tengah sebagai fondasi spiritualitas ekologis bagi kaum muda Katolik. Melalui pendekatan diskursus teologis-kultural, studi ini mengeksplorasi bagaimana nilai belom bahadat (hidup bersama secara harmonis), handep (gotong royong), dan filosofi huma betang dapat diintegrasikan dengan prinsip ekologi integral Laudato Si'. Temuan menunjukkan nilai budaya lokal menjadi jembatan efektif antara iman Katolik dan identitas kulturan, menghasilkan spiritualitas ekologis kontekstual yang relevan. Strategi integrasi mencakup: transformasi paradigma iman dari antroposentris ke ekosentris, rekonstruksi pembinaan pastoral berbasis kearifan lokal, dan penguatan komunitas kaum muda sebagai agen perubahan ekologis. Penelitian berkontribusi pada pengembangan teologi kontekstual Indonesia yang mengangkat kearifan Dayak sebagai medium pewartaan iman sekaligus advokasi pelestarian lingkungan, menawarkan model inkulturasi yang responsif terhadap krisis ekologis kontemporer.

Molu, Serlina Baba; Sukarna, Timotius; Windarti, Maria Titik

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran gembala dalam menumbuhkan iman jemaat berdasarkan Mazmur 23:1–6. Gembala dalam konteks Alkitab dipahami sebagai figur yang menuntun, melindungi, dan memelihara umat Allah, yang dalam pelayanan gereja diterjemahkan melalui pengajaran, konseling, teladan hidup, dan strategi pastoral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana data diperoleh melalui studi literatur, observasi, wawancara, dan dokumentasi di lingkungan Gereja Gerakan Pentakosta (GGP) Sanggabuana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gembala memiliki peran penting sebagai teladan rohani, pembimbing iman, serta fasilitator transformasi jemaat melalui strategi penggembalaan yang efektif. Peran ini berdampak pada meningkatnya kesetiaan, kerendahan hati, serta keteguhan iman jemaat dalam menghadapi tantangan kehidupan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan pertumbuhan iman jemaat sangat ditentukan oleh kualitas penggembalaan yang dijalankan oleh gembala sidang secara konsisten dan kontekstual.

Agustina Hutagalung; Rencan Carisma Marbun

The significant increase in the elderly population in Indonesia, along with the rise in global life expectancy, presents new challenges for their well-being, both physically, emotionally, and socially. One of the main challenges faced is the sense of lost meaning in life, which is exacerbated by physical limitations, the loss of a spouse, and social isolation. This study aims to explore the role of spirituality in empowering the elderly to find meaning in life through a pastoral approach. Using a qualitative case study approach, this research identifies the challenges faced by the elderly and analyzes how spirituality and pastoral approaches can enhance their lives. Data were gathered through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis, and were subsequently analyzed using thematic methods. The results show that spirituality provides the elderly with strength to face life’s challenges, such as prayer, worship, and involvement in faith communities. Effective pastoral approaches include emotional counseling, Bible teaching, and engaging the elderly in spiritual community activities. This approach helps the elderly discover new hope and purpose in life, allowing them to live their later years more meaningfully. This study contributes to the development of pastoral care for the elderly and strengthens the role of spirituality in supporting their well-being.

Agustina Hutagalung; Rencan Carisma Marbun

The significant increase in the elderly population in Indonesia, along with the rise in global life expectancy, presents new challenges for their well-being, both physically, emotionally, and socially. One of the main challenges faced is the sense of lost meaning in life, which is exacerbated by physical limitations, the loss of a spouse, and social isolation. This study aims to explore the role of spirituality in empowering the elderly to find meaning in life through a pastoral approach. Using a qualitative case study approach, this research identifies the challenges faced by the elderly and analyzes how spirituality and pastoral approaches can enhance their lives. Data were gathered through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis, and were subsequently analyzed using thematic methods. The results show that spirituality provides the elderly with strength to face life’s challenges, such as prayer, worship, and involvement in faith communities. Effective pastoral approaches include emotional counseling, Bible teaching, and engaging the elderly in spiritual community activities. This approach helps the elderly discover new hope and purpose in life, allowing them to live their later years more meaningfully. This study contributes to the development of pastoral care for the elderly and strengthens the role of spirituality in supporting their well-being.

Anggara, M. Rainaldy Ardha; Simanjuntak, Ferry

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Aborsi merupakan salah satu isu etis paling kompleks yang terus menjadi perdebatan dalam diskursus publik dan keagamaan, termasuk dalam konteks Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan bagaimana prinsip-prinsip deontologi dan teleologi dalam etika Kristen membentuk pandangan terhadap praktik aborsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi pustaka normatif-deskriptif dengan analisis etika komparatif melalui kajian literatur teologi dan dokumen gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan deontologis menekankan nilai intrinsik kehidupan sejak konsepsi berdasarkan perintah ilahi yang mutlak, sementara teleologi mempertimbangkan konsekuensi aborsi bagi individu maupun masyarakat guna mencapai kebaikan terbesar atau mengurangi penderitaan. Kedua pendekatan ini saling melengkapi, meski sering menciptakan ketegangan dalam menentukan sikap. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya diskursus etika Kristen di Indonesia serta menawarkan kerangka analitis bagi pelayanan pastoral dan pendidikan teologi.

Parapat, Hendra; Rencan C. Marbun; Iwan S. Tarigan

Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat 2025 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Physical impairment is a condition of being damaged or disturbed as a result of deformity or obstacles to the bones, muscles and joints in their normal function. This condition can be caused by disease, accident, or can also be caused by a congenital condition that results in total disability. Physical impairment can also be interpreted as a form of abnormality or disability in the muscle, bone, joint and nervous system caused by disease, viruses and accidents that occur before birth, at birth and after birth. The aim of this research is to find out how adult men with disabilities can accept themselves in Manduamas sub-district. This research uses a qualitative description method. The population of this study was 4 adult men with disabilities. In an effort to provide assistance to adult men with physical impairments, researchers provide assistance with problematic aspects, namely, physical aspects, psychological aspects, social aspects and spiritual aspects. In an effort to provide pastoral counseling assistance using the Cilent Center approach to adult men with disabilities who cannot accept themselves, there are several approaches taken by the assistant, namely, listening, reflecting, explaining, and being fully present. From the research results, pastoral counseling with a client-centered approach can help adult men with disabilities accept themselves.

Agrian Wardani; Rossa Hermelia; Andina Marianita; Sarmauli, Sarmauli

Damai : Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Filsafat 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Tulisan ini membahas pendekatan refleksi teologis menggunakan metode lingkaran pastoral dalam konteks pendidikan Kristen. Lingkaran pastoral, yang terdiri dari tahapan melihat, menilai, bertindak, dan merayakan, menjadi alat yang efektif untuk mengintegrasikan pengalaman hidup dengan ajaran Kristiani. Pendekatan ini bertujuan agar pendidikan Kristen tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga membentuk karakter, spiritualitas, dan kepekaan sosial peserta didik. Dalam menghadapi tantangan globalisasi dan kompleksitas sosial, refleksi teologis ini memberikan ruang bagi peserta didik untuk memahami iman secara kontekstual dan menjadi agen perubahan dalam masyarakat. Dengan penerapan yang tepat, pendidikan Kristen berbasis lingkaran pastoral dapat melahirkan individu yang memiliki iman kuat serta komitmen nyata terhadap nilai-nilai Kerajaan Allah.  

Benaja, Semuel; Suharto, Daniel; Lontoh, Julien

Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini meneliti peran pemuridan gereja dalam mendorong pertumbuhan dan kedewasaan rohani jemaat, dengan menggunakan Gereja Gerakan Pentakosta Immanuel Bogor sebagai studi kasus. Gereja dipanggil untuk berfungsi sebagai sekolah rohani, memperlengkapi jemaat untuk menerapkan iman mereka dalam kehidupan sehari-hari dan bertumbuh dalam karakter yang selaras dengan ajaran Kristen. Meskipun telah melakukan ibadah rutin dan berbagai kegiatan pastoral, jemaat sering kali tidak mengalami pertumbuhan rohani yang signifikan, yang disebabkan oleh kurangnya fokus pada program pemuridan yang terstruktur.Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif yang didasarkan pada prinsip-prinsip alkitabiah, penelitian ini mengungkapkan korelasi yang signifikan antara upaya pemuridan dan pertumbuhan rohani jemaat. Temuan-temuan menyoroti bahwa materi pemuridan yang sistematis dan relevan secara kontekstual secara efektif meningkatkan pertumbuhan rohani. Lebih lanjut, Efesus 4:11-16 menggarisbawahi pentingnya memperlengkapi jemaat untuk pelayanan, mencapai kesatuan dalam iman, dan menjadi dewasa di dalam Kristus.Studi ini menekankan perlunya pemuridan strategis yang disesuaikan dengan kebutuhan jemaat, yang mencakup anak-anak, remaja, wanita, dan orang dewasa. Penelitian ini menyerukan pergeseran prioritas gereja dari infrastruktur fisik ke pendidikan rohani para anggota. Selain memberikan wawasan yang berharga, penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan rohani dalam konteks gereja yang berbeda, untuk memastikan keberlanjutan dampak pemuridan.

Ronald Patiar Hutabarat; Rencan Carisma Marbun

Anugerah : Jurnal Pendidikan Kristiani dan Kateketik Katolik 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Basically, God created His creatures perfectly. On the other hand, it turns out that God also created humans who do not have five senses, or incomplete body functions, such as the blind, deaf, physically disabled, even mentally disabled so that they have limitations in carrying out daily activities and are often considered different from others. A person who has physical or mental limitations due to illness or injury is called a disability. Being a person with a disability not only affects the person themselves, but often their families, especially their parents. The purpose of this study was to determine the application of pastoral care for parents who have children with disabilities. This study uses a qualitative descriptive method. The population and sample of this study were parents, namely the father and mother of a child with disabilities in Pamalian village, Sorkam sub-district, Central Tapanuli district. In an effort to provide pastoral counseling assistance with a Client Centered approach to parents who have children with disabilities, there are several approaches taken by the companion, namely, listening, reflecting, explaining, and being fully present. From the research results, pastoral counseling with a client-centered approach can help parents who have children with disabilities understand that what happened to their child is not a mistake or punishment due to sin so that parents can accept their child's condition.

Frenty Sariyati; Rencan Carisma Marbun

Sukacita : Jurnal Pendidikan Iman Kristen 2024 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

GERD anxiety is a combination of GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) or a stomach acid disorder characterized by a burning sensation in the chest and solar plexus area and also a mental disorder called anxiety or anxiety disorder. Apart from medical treatment, GERD anxiety sufferers must receive spiritual treatment. In this case, pastoral counseling can meet the needs of GERD anxiety sufferers in spiritual treatment. Gerd anxiety is a disease that must be treated immediately because if it is not treated it will worsen the sufferer's condition and can even make it difficult for sufferers to carry out activities and socialize, and can also reduce the sufferer's quality of life. This research uses a qualitative approach with a case study method. This research was aimed at a mother who suffered from GERD anxiety for almost two years. The research was carried out using a pastoral counseling process carried out by church ministers during several meetings. The results show that the pastoral counseling approach can complement medical assistance for GERD anxiety sufferers and is an effective aid for recovering sufferers.

Juliana Waruwu; Rencan Carisma Marbun

Sukacita : Jurnal Pendidikan Iman Kristen 2024 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Children who do not want to go to school and cannot complete their schooling and cannot finish their schooling or in other words do not get a diploma. There are various reasons why children can drop out of school, such as lack of attention from parents, economic problems, low interest in going to school, helping parents at work, being involved in juvenile delinquency cases, low intelligence levels, socialization and also the school zoning system. The purpose of the observation is to obtain information from the consequences of the child leaving school and to help the child to accept himself that he is a child who dropped out of school, so as not to be inferior and lose hope and convince the client (counselee) that the counselee can return to school and achieve his goals. This observation uses a qualitative method, in this case collecting data about events or phenomena that occur, and using a client-focused approach (psychotherapy that focuses on the client to solve his own problems), the counselor's presence is to listen empathetically and be fully present, and a rational-emotive behavioral therapy approach (an approach that aims to help someone overcome emotional disturbances and think rationally). From the results of the study, pastoral counseling assistance with a client-centered approach and rational emotive behavior therapy can help people who drop out of school not lose confidence, if they see their peers going to school, can open up, be more diligent in worship and more eager to prepare themselves to return to school.

Andriyanto, Yustinus Dwi

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2024 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Krisis ekologis di Kalimantan Tengah ditandai oleh deforestasi, ekspansi perkebunan monokultur, serta penambangan ilegal yang berdampak serius terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat adat Dayak. Situasi ini menuntut respons yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga teologis dan kultural. Artikel ini menawarkan pembacaan baru terhadap Handep Hapakat prinsip hidup komunal masyarakat Dayak sebagai praksis ekologi integral dan model ekopastoral kontekstual dalam terang ajaran Gereja Katolik, khususnya ensiklik Laudato Si’. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan orientasi hermeneutika teologis-kultural melalui studi kepustakaan terhadap literatur budaya Dayak, dokumen Gereja, dan kajian ekoteologi kontemporer. Hasil analisis menunjukkan bahwa Handep Hapakat tidak sekadar merupakan konstruksi sosial, melainkan praksis spiritual-ekologis yang menegaskan relasi harmonis antara manusia, komunitas, alam, dan Sang Pencipta. Nilai kebersamaan, tanggung jawab kolektif, dan musyawarah yang terkandung di dalamnya sejalan dengan visi ekologi integral yang menghubungkan dimensi ekologis, sosial, budaya, dan spiritual secara utuh. Artikel ini menegaskan bahwa integrasi Handep Hapakat dalam karya pastoral Gereja memiliki potensi transformatif dalam membangun kesadaran ekologis, memperkuat inkulturasi iman, serta mendorong keterlibatan komunitas dalam merawat rumah bersama secara berkelanjutan.

Nopita Solin

Jurnal Magistra 2024 STP Dian Mandala Gunungsitoli Nias Keuskupan Sibolga

This research aims to find out what factors cause delinquency in children with physical disabilities and pastoral care using a behavioral approach that is relevant to dealing with delinquency in children with physical disabilities. The research was carried out using a qualitative approach involving pastoral case studies of a number of children with physical disabilities who experienced naughty behavior. Data was collected through participant observation, interviews with children, parents, and pastoral assistants, and documentation analysis. The research results show that pastoral care using a behavioral approach is able to make a positive contribution in managing the naughty behavior of children with disabilities. This research provides an in-depth understanding of the importance of pastoral care integrated with a behavioral approach in helping children with disabilities manage their naughty behavior. The practical implication of these findings is the development of more structured and evidence-based mentoring programs to support the holistic development of children with disabilities.

Emiliana Javanika Abid Oko; Fitria Ruru; Juliadi Juliadi; Yunice Windia Suba

Jurnal Budi Pekerti Agama Kristen dan Katolik 2024 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study aims to explore the role of pastoral care in the recovery of trauma experienced by landslide victim families in Palangka. Pastoral care, which combines spiritual and psychological approaches, is expected to provide holistic support to victim families in their recovery process. This study uses a qualitative method with a case study approach to analyze the experiences and perceptions of victim families and the pastoral caretakers involved. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation. The results of the study indicate that pastoral care plays an important role in providing emotional and spiritual support, strengthening mental resilience, and helping victim families cope with loss and trauma. The spiritual-psychological approach applied by pastoral caretakers helps rebuild hope, reduce stress, and accelerate the healing process. This study highlights the importance of integrating spiritual and psychological support in post-disaster interventions to improve the mental and emotional well-being of victims.    

Inez Suantika Saleleu; Marisa Aulia Gea

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2024 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

This study reviews the pastoral counseling model approach in dealing with children with special needs using the perspective of Philippians 4:13. In this study the author uses a descriptive qualitative approach with a literature study method. Children with special needs refer to children who face various forms of physical, mental, emotional or learning limitations. In this context, a pastoral counseling approach is applied with the principle that everything can be borne through God-given strength. A deep understanding of the condition of children with disabilities, a holistic approach that pays attention to physical, emotional, mental and spiritual aspects, and self-strengthening through spiritual beliefs are the main focus in dealing with children with disabilities. The conclusion of this study confirms that the pastoral counseling approach in the context of Philippians 4:13 provides a solid foundation in guiding and supporting children with disabilities, emphasizing the integration of spiritual beliefs, holistic understanding of the child's condition, and providing comprehensive support. This research encourages educational practitioners to carry out their roles with sincerity and humility, and to pay attention to the needs and development of children with special needs.

Gita Safitri; Romanus Romas; Silvester Adinuhgra; Fransiskus Janu Hamu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Skripsi Ini Berjudul Musik Liturgi Inkulturasi Dayak Sebagai Pendekatan Pastoral Dalam Meningkatkan Partisipasi Umat Katedral Santa Maria Palangka Raya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran partisipasi umat Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya, peran musik liturgi inkulturasi Dayak dalam perayaan liturgi, dan implikasi dari musik liturgi inkulturasi Dayak. Melalui studi ini diharapkan agar umat yang bersuku Dayak maupun yang bukan bersuku Dayak dapat berpartisipasi secara penuh, aktif, dan  sadar dalam bernyanyi sesuai dengan  hakikat liturgi yang dituntut oleh liturgi dalam dokumen Sacrosanctum Concilium art. 14. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada  bulan  Mei  2021  di  Paroki  Katedral  Santa  Maria  Palangka  Raya.  Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipatif, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 11 orang yang terdiri dari Pastor Paroki, Suster, Katekis, dan Umat. Teknik analisa data menggunakan teori Miles and Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, kurangnya partisipasi umat dalam bernyanyi pada saat perayaan liturgi. Gejala yang nampak atas permasalah tersebut adalah kurangnya keterlibatan umat dalam latihan koor. Kehadiran musik inkulturasi Dayak yang diupayakan Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya dalam menanggapi permasalahan tersebut membuat umat berpartisipasi aktif dalam bernyanyi. Peran dari musik liturgi inkulturasi Dayak membantu umat mengungkapkan iman dengan penuh kerendahan hati melalui budayanya, membantu umat semakin mencintai dirinya, sesama, budaya dan Penciptanya. Implikasi musik inkulturasi Dayak sebagai pendekatan pastoral di Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya  adalah  Universalitas Gereja Katolik atau Kesatuan dalam Gereja Katolik walaupun berbeda Suku dan Budaya melalui Allah Tri Tunggal. Simpulan dari  penelitian ini  adalah kurang partisipasi umat  Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya dalam bernyanyi. Tujuannya adalah melalui perayaan liturgi dan musik inkulturasi Dayak, umat dapat merasakan kehadiran Allah secara lebih sederhana.