Publication Search

72,692 articles from 673 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-7 of 7

Analytics

Samosir, Triwira; Siregar, Tiara Anggrini; Clarissya Shatala Revi; Lubis, Nabila; Silaban, Putri Sari Margaret Julianty

Indonesia merupakan produsen padi terbesar di kawasan ASEAN dengan produksi mencapai 60,3 juta ton pada tahun 2025. Meskipun demikian, tingginya produksi tersebut belum mampu meningkatkan ekspor beras secara signifikan dan Indonesia masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pangan secara berkelanjutan. Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan output pertanian belum tentu mencerminkan efektivitas penggunaan faktor-faktor produksi yang mendukungnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh luas lahan sawah, jumlah petani, dan penyaluran pupuk bersubsidi terhadap produksi padi di Indonesia menggunakan pendekatan fungsi produksi Cobb-Douglas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data cross section pada 10 provinsi penghasil padi terbesar di Indonesia tahun 2025. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda setelah model memenuhi pengujian asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan sawah berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi padi dengan elastisitas sebesar 1,038743. Sebaliknya, jumlah petani berpengaruh negatif dan tidak signifikan, sedangkan penyaluran pupuk bersubsidi berpengaruh positif namun tidak signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan produksi padi lebih dipengaruhi oleh ketersediaan dan pemanfaatan lahan yang produktif dibandingkan penambahan tenaga kerja maupun subsidi input pertanian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan produksi padi memerlukan kebijakan yang berfokus pada efisiensi penggunaan sumber daya, perlindungan lahan pertanian produktif, serta penerapan teknologi pertanian yang mampu meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.

Winarni, Marti; Susanto, Anang

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Pemanfaatan sisa-sisa hasil pertanian di Desa Jabung yang berpotensi digunakan sebagai bahan perbaikan tanah masih belum optimal, meskipun ketersediaannya cukup melimpah baik di lahan sawah maupun lahan kering. Hingga saat ini, masyarakat masih memiliki keterbatasan informasi mengenai pemanfaatan biochar sebagai bahan pembenah tanah yang ramah lingkungan dan berpotensi menggantikan penggunaan bahan kimia pertanian. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Jabung mengenai manfaat biochar dalam meningkatkan kualitas tanah dan mendukung produktivitas pertanian. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, serta observasi lapangan. Pemilihan metode tersebut didasarkan pada pendekatan pembelajaran partisipatif dan kontekstual sehingga peserta dapat memahami materi secara lebih efektif melalui pengalaman langsung di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lahan yang diberi perlakuan biochar memiliki kondisi tanah yang lebih gembur dan mampu mempertahankan kelembapan lebih baik dibandingkan lahan tanpa perlakuan. Selain itu, pembelajaran lapangan memberikan pemahaman yang lebih nyata kepada masyarakat mengenai proses pembuatan dan pemanfaatan biochar dari sisa-sisa hasil pertanian yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Dengan demikian, biochar dapat menjadi alternatif yang ekonomis, mudah diterapkan, dan berkelanjutan untuk mendukung perbaikan kualitas tanah serta peningkatan hasil pertanian.

Abas, Mamat; Frans Mitran Ajami; Risti Ristianingsih Badu; Ukhti Nurfajriah Sasmita Ijonu

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Desa Suka Makmur di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo merupakan wilayah beriklim panas dengan kondisi permukiman yang cenderung gersang akibat minimnya pemanfaatan pekarangan rumah. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai teknologi budidaya sederhana menyebabkan pekarangan dibiarkan kosong dan tidak memberikan manfaat ekologis maupun ekonomi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan melalui penerapan teknologi hidroponik Nutrient Film Technique (NFT) sebagai upaya penghijauan lingkungan dan penguatan ketahanan pangan lokal. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, pendampingan perakitan instalasi hidroponik, serta praktik budidaya langsung. Pelaksanaan program menghasilkan peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat secara signifikan, ditandai dengan kemampuan warga merakit sistem NFT, mengelola nutrisi, serta memelihara tanaman hingga masa panen. Selain itu, pekarangan warga mulai mengalami perubahan menjadi ruang hijau produktif yang mampu menurunkan kesan gersang pada lingkungan permukiman. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi hidroponik dan pendekatan pemberdayaan masyarakat efektif dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau, meningkatkan kemandirian pangan, serta mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pemanfaatan pekarangan secara berkelanjutan.

Budi Santoso; Anita Rahmawati; Jalaluddin Mubarok; Rizky Ramadhan

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2026 Universitas 17 Agustus 1945

Model ini diaplikasikan pada Perumahan Green pakis Regency  (PT. Altofindo Sentosa) melalui proses simulasi, berkonsep “Green Area berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 yaitu melindungi lingkungan hidup dan mendukung implementasi target SDGs yang terkait dengan lingkungan, memberikan ruang lebih pada kawasan hijau, menggunakan energi berwawasan yang tidak memicu terjadinya lonjakan carbon, penggunaan material ramah lingkungan. Konsep perencanaan site plan mempertimbangkan kawasan rumah sehat yaitu memberi porsi yang cukup terhadap  ventilasi, pencahayaan, kepadatan hunian. Tujuan dari penelitian ini dengan program “Excel RAB-Pro” mendapatkan model site plan perumahan yang optimal, dari instrumen biaya  perumahan. Metode Penelitian adalah model simulasi site plan dengan merencanakan 3 alternatif untuk rumah type 40, 45, 70 (1 lantai), 68 dan78 (2 lantai) dan Ruko type 90 (2 lantai). Ketiga alternatif site plan tersebut kita ajukan ke perijinan untuk diproses, dievaluasi yang hasilnya ditetapkan satu untuk disetujui dan disyahkan untuk diaplikasikan ke proyek. Instrumen dari biaya meliputi  : biaya tidak langsung, biaya langsung, profit dan biaya penambahan SDGs meliputi eco drainage berupa sumur resapan, penggunaan material sirap dari kayu merbau untuk atap bangunan masjid, penggunaan energi ramah lingkungan untuk penerangan jalan solar panel dan solar water heater yaitu pemanfaatan energi matahari guna memanaskan air untuk kamar mandi.

Frans Mitran Ajami; Abas, Mamat; Iken Meyti Katili; Marwan Bakari Suleman

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pemanfaatan lahan kosong di wilayah perdesaan sering kali belum optimal akibat rendahnya pemahaman masyarakat terhadap fungsi ruang terbuka hijau dan konsep desain lanskap. Desa Suka Makmur, Kabupaten Pohuwato, merupakan salah satu wilayah yang memiliki lahan terbuka cukup luas namun berada dalam kondisi gersang dan belum tertata. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan lahan kosong melalui sosialisasi dan edukasi desain lanskap ruang terbuka hijau sebagai upaya awal pembangunan lingkungan yang berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah KKN-PAR (Participatory Action Research) dengan tahapan identifikasi awal, sosialisasi dan edukasi, serta evaluasi perubahan pemahaman masyarakat. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test terhadap 24 responden. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat pada seluruh indikator yang diukur, meliputi fungsi ruang terbuka hijau, manfaat ekologis dan sosial, serta konsep dasar desain lanskap. Peningkatan pemahaman ini mengindikasikan terjadinya perubahan perilaku awal masyarakat pada aspek kognitif. Hasil pengabdian ini menegaskan bahwa pendekatan edukatif berbasis partisipasi masyarakat efektif dalam membangun kesadaran lingkungan dan dapat menjadi landasan bagi pengelolaan ruang terbuka hijau yang berkelanjutan di wilayah perdesaan.

Dimas Aditiya; Lili Dasa Putri; Solfema Solfema

Jurnal Inovasi Pendidikan 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This literature study examines hydroponic solutions (urban agriculture), particularly through hydroponic methods, as a response to the issue of significant urban agricultural land shrinkage and land conversion. Data shows a drastic reduction in rice fields in Sukawati District, Bali, from 497.24 Ha in 1985 to only 211.42 Ha in 2016, accompanied by a change in the profession of residents from farmers to entrepreneurs. This land conversion not only reduces agricultural areas but also has the potential to eliminate farmers' livelihoods. The method used is a literature review (narrative review) to collect and analyze studies related to the use of hydroponics in maximizing limited land in urban areas. The results of the discussion focus on hydroponic training provided to housewives from the Family Welfare Movement (PKK) and the City Youth Organization (Karang Taruna). This training aims to empower and utilize the free time of housewives, covering materials from the basic concepts of hydroponics, seed preparation, planting, maintenance, to harvesting. Hydroponic practices have been responded to positively by residents, and the PKK/Karang Taruna group is prepared to become mentors for other members. The benefits of hydroponics were emphasized as a highly efficient cultivation method, capable of saving up to 70-90% of water, enabling year-round food production, and providing faster and higher plant growth and yields. The outcome of this activity was the establishment of a communal hydroponic garden and each member's plan to grow hydroponically independently, demonstrating the success of hydroponics as a real solution to improving food security and sustainability in dense urban environments.

Roland Kasim; Mahludin S. Baruwadi; Hasim Hasim

Akhlak : Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Filsafat 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study aims to analyze the compatibility between land use practices and watershed management regulations in Gorontalo Regency through ecological, normative, and axiological approaches. Rapid land cover changes from the upstream to downstream areas, particularly in the Biyonga, Alo-Pohu, and Limboto watersheds, have caused severe impacts such as increased erosion, sedimentation, and reduced hydrological function. The study employs a qualitative analysis using a literature-based method, reviewing key scientific articles from Jurnal Ilmu Lingkungan Universitas Gadjah Mada, Sustainability (MDPI), and Engineering, Technology & Applied Science Research, as well as regulatory documents such as Government Regulation No. 37 of 2012, Government Regulation No. 27 of 2023, Regional Regulation of Gorontalo Province No. 11 of 2014, and Governor Regulation No. 19 of 2019. The findings reveal that, ecologically, the conversion of agricultural lands into settlements has increased sediment yield and reduced soil infiltration capacity. Normatively, most land use activities remain inconsistent with soil and water conservation regulations. Axiologically, there is a gap between sustainability values embedded in policy and the community’s practical behavior in managing land resources. This study highlights the need for integrating scientific, legal, and ethical perspectives to strengthen sustainable watershed management in Gorontalo. Therefore, the findings are expected to serve as a policy recommendation framework for local governments in developing adaptive and ecologically grounded watershed management strategies.