SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

18,135 articles from 385 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-20 of 141

Analytics

Ni Putu Kania Mahadina; I Wayan Sudiarsa; Ni Putu Sri Indah Wulandari; Putu Paramita Rusaldi

Saturnus: Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi 2026 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Rapid developments in the Artificial Intelligence (AI) industry have triggered an increased need for workers with specialized competencies, which has implications for significant variations in salary levels. This research aims to analyze the factors that influence salaries in the AI sector using the multiple linear regression method. The dataset used includes 15,000 AI job vacancies with variables including job and company characteristics. The data was engineered via the one-hot encoding method and divided into two parts: training data (80%) and test data (20%). The analysis results show that the regression model is able to explain 85% of the variation in salary, with an R² value of 0.85 and a Root Mean Square Error (RMSE) of USD 23,221. The three main factors identified as having a significant influence on salaries in the AI field are work experience, company location, and the industry in which the company operates. The experience factor reflects the skills and knowledge developed over many years, which can increase productivity (Rony et al., 2023). Company location also plays an important role, as the cost of living and demand for skilled labor varies by region (Badran, 2019). Additionally, the specific industry in which an employee works influences salary, given that more developed industries can often offer higher compensation (Huang, 2025). This research makes a significant empirical contribution to the understanding of compensation structures in the AI labor market.

Rizal, Syamshul; Pudjiati, Emiliana Sri

Innovation, Theory & Practice Management Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan kinerja pegawai sektor publik yang sering terkendala birokrasi, budaya organisasi hierarkis, dan regulasi ketat. Kepemimpinan autentik dan penyesuaian pekerjaan dipandang sebagai faktor yang dapat   memengaruhi kinerja pegawai baik secara langsung maupun melalui keterlibatan kerja. Kepemimpinan autentik berperan dalam menciptakan iklim kerja yang terbuka dan penuh integritas, sedangkan penyesuaian pekerjaan memberi ruang bagi pegawai menyesuaikan pekerjaan dengan kekuatan dan preferensi pribadi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan survei terhadap 153 pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Pemalang. Instrumen berupa kuesioner berskala Likert yang diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan langsung maupun mediasi antar variabel berdasarkan teori JD-R, COR, dan Authentic Leadership. Hasil penelitian menunjukkan empat hipotesis diterima dan satu ditolak. Penyesuaian pekerjaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterlibatan kerja dan kinerja pegawai, serta menjadi prediktor paling kuat bagi kinerja (β = 0,432). Kepemimpinan autentik berpengaruh positif terhadap keterlibatan kerja (β = 0,335), namun tidak signifikan terhadap kinerja (β = 0,120). Keterlibatan kerja terbukti memediasi sebagian hubungan penyesuaian pekerjaan dengan kinerja, tetapi tidak memediasi pengaruh kepemimpinan autentik. Model penelitian mampu menjelaskan 44,2% varians keterlibatan kerja dan 60,8% varians kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan pentingnya faktor individual seperti penyesuaian pekerjaan dibandingkan faktor kepemimpinan top-down dalam meningkatkan kinerja pegawai di sektor publik. Implikasi praktis penelitian ini adalah perlunya organisasi pemerintah mengembangkan program penyesuaian pekerjaan, memperkuat keterlibatan kerja, serta membangun kepemimpinan autentik sebagai fondasi budaya kerja yang positif.

Fariq Hasril Adiwardana; Hadiyanto Hadiyanto

Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Social media has become an important element in the public relations strategy of government agencies, including the Human Resources Development Agency (BPSDM) of the Ministry of Public Works (PU). Instagram, as the most popular platform in the world, plays a strategic role in disseminating institutional information. This study focuses on analyzing the PR strategy of BPSDM PU through the management of the Instagram account @pu_bpsdm. The method used is descriptive qualitative through observation, interviews with the Public Communication Team, and literature study. The results of the study show that the PR strategy is implemented through four step according to Cutlip & Center, namely situation analysis, planning, communication implementation, and evaluation. Issue identification is carried out through a top-down and bottom-up approach to ensure that the message is in line with public needs and the agency's agenda. Content production is carried out in a structured manner with a multi-layered verification mechanism, while routine evaluations show a significant increase in engagement from 25.2% (June), 29.28% (July), to 40.84% (August). These findings confirm that the BPSDM PU's digital PR strategy is effective and contributes to strengthening the institution's image in the public communication sphere.

Dohim, Mas’ud; Herwindiati, Dyah Erny; Sari, Endah Murtiana; Sari, Endah Murtiana

Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi 2025 Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada pekerjaan elektrikal proyek konstruksi bangunan gedung pemerintah di Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif–evaluatif melalui studi kasus pada delapan lokasi proyek pemerintah. Evaluasi dilakukan terhadap capaian TKDN pada pekerjaan MVMDP, LVMDP, pemasangan kabel, pencahayaan, genset, trafo distribusi, dan biaya transportasi berdasarkan dokumen kontrak dan ketentuan regulasi yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa capaian TKDN antar proyek sangat bervariasi, dengan kecenderungan nilai TKDN rendah pada komponen berteknologi tinggi dan proyek di luar Pulau Jawa. Temuan ini mengindikasikan bahwa keterbatasan material lokal dan ketimpangan distribusi industri menjadi tantangan utama dalam implementasi TKDN. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dalam mengevaluasi kebijakan TKDN pada pekerjaan elektrikal serta menjadi dasar rekomendasi kebijakan peningkatan TKDN yang lebih terarah.

Amalia, Putri Nur Ayu; Salim, M. Afif

Jurnal Teknik Sipil 2025 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan biaya dan durasi proyek sebelum dan sesudah penerapan metode crashing pada pembangunan Gedung Kenanga di Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan (RSPAW) Kota Salatiga. Metode crashing dilakukan dengan mempercepat aktivitas pada lintasan kritis melalui penambahan sumber daya tanpa mengurangi kualitas pekerjaan. Berdasarkan hasil analisis, durasi proyek berkurang dari 150 hari menjadi 124 hari (efisiensi waktu sebesar 17%). Biaya langsung mengalami peningkatan sebesar 1,11%, sedangkan biaya tidak langsung menurun sebesar 17,33%. Secara keseluruhan, metode crashing menghasilkan penghematan total biaya proyek sebesar 0,74%. Temuan ini menunjukkan bahwa metode crashing dapat menjadi strategi efektif dalam percepatan proyek dengan pengendalian biaya yang optimal. Kata kunci: crashing, lintasan kritis, biaya proyek, durasi proyek, percepatan.

Alfianarrochmah, Ilma; Joko Herlambang, Rayfandy; Putri Deni, Delista; Kurnianingsih, Oktavia; Lautan Wijaya Nusantara, Johan

Jurnal Teknik Sipil 2025 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Floor slabs are important structural elements in building construction that function as floor coverings and withstand various loads. The purpose of this study is to identify the implementation method of the slab work and analyze the material requirements for the slab work of the Joglo Elementary School Building Construction project. This research applies quantitative research type. The volume calculation method is manual (conventional). The calculation analysis is only limited to the work of reinforcing iron, formwork, and concrete. The implementation of floor slab work in this project includes reinforcement work, formwork work, casting work, formwork demolition work, and floor slab concrete maintenance work. The reinforcement requirement for the 1st floor needs 8,551.02 kg, the second floor 17,102.04 kg, and the third floor 17,102.04 kg. The formwork requirements for the 1st floor slab amounted to 1038.34 m2, the second floor amounted to 1038.24 m2, and the third floor amounted to 1038.34 m2. The casting requirement for the 1st floor slab is 103.83 m3, the 2nd floor is 124.60 m3, and the 3rd floor is 124.60 m3.

Dhamang Budi Cahyono; Kukuh Wisnuaji Widiatmoko; Hendra Masvika

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2025 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berat beton, kuat tekan dan nilai biaya pada beton campuran styrofoam sebagai pengganti agregat kasar untuk mendapatkan beton ringan dengan cara membuat benda uji berbentuk silinder Ø15-30 cm dengan perbandingan volume 1 Pc: 2 Pasir: 3 Styrofoam, 1 Pc : 1.5 Pasir: 2, 5 Styrofoam dan 1 Pc : 1,25 Pasir : 2,75 Styrofoam serta beton normal dengan komposisi 1 Pc : 2 Pasir dan 3 Agregat kasar sebagai pembanding. Berat volume yang diperoleh untuk komposisi 1 Pc: 2 Pasir: 3 Styrofoam adalah 1323,64 kg/m3,komposisi 1 Pc: 1,5 Pasir: 2,5 Styrofoam adalah 1274,61 kg/m3,dan komposisi 1 Pc : 1,25 Pasir : 2,75 Styrofoam adalah 1112,46 kg/m3, dan beton normal 1 Pc : 2 Pasir : 3 Kerikil adalah 2366,33 kg/m3. Selisih berat beton styrofoam terhadap beton normal kurang lebih 47,73%. Kuat tekan karakteristik komposisi 1 Pc: 1,5 Pasir: 2,5 Styrofoam 85,73 kg/cm2, 1 Pc: 1,25 Pasir: 2,75 Styrofoam 80,39 kg/cm2 sedangkan kuat tekan karakteristik untuk komposisi 1 Pc: 2 Pasir: 3 Styrofoam adalah 110,31 kg/cm2 (>100 kg/cm2) dan beton normal 1 Pc : 2 Pasir : 3 Kerikil adalah 155,29 kg/cm2. Berat volume beton  campuran styrofoam dan karakteristik kuat tekan menunjukkan bahwa styrofoam sebagai pengganti agregat kasar hanya ditujukan untuk pekerjaan konstruksi ringan. Biaya pembuatan beton komposisi 1 Pc: 2 Pasir: 3 Styrofoam adalah Rp. 1.751.365, 1 Pc: 1,5 Pasir: 2,5 Styrofoam sebesar Rp. 1.555.587, dan komposisi 1 Pc : 1,25 Pasir : 2,75 Styrofoam sebesar Rp. 1,604,697, sedangkan untuk beton normal 1 Pc : 2 Pasir : 3 Kerikil hanya sebesar Rp. 631,293. Selisih perbandingan biaya beton campuran styrofoam lebih mahal kisaran 63,95% dari harga beton normal.

Dhony Priyo Suseno; Sodik, Fajar

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2025 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Kondisi jalan idealnya berada dalam keadaan mantap untuk mendukung mobilitas masyarakat, namun keterbatasan anggaran menjadi kendala sehingga diperlukan alokasi yang efektif, efisien, dan sesuai kebutuhan. Analisis prioritas penanganan jalan menggunakan Provincial and Kabupaten Road Management System (PKRMS) menghasilkan rekomendasi jenis penanganan, estimasi kebutuhan biaya, serta urutan prioritas berdasarkan data inventarisasi jalan, kondisi jalan, volume lalu lintas, dan harga satuan pekerjaan. Penilaian kondisi jalan dilakukan dengan menghitung nilai Treatment Trigger Index (TTI) sebagai dasar rekomendasi penanganan, sedangkan prioritas penanganan ditentukan melalui nilai Treatment Priority Index (TPI) yang mempertimbangkan kondisi jalan dan volume lalu lintas. Hasil analisis pada tujuh ruas jalan di Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung menunjukkan kebutuhan anggaran tahun 2026 sebesar Rp38.375,44 juta untuk pekerjaan rehabilitasi, pemeliharaan berkala, rutin kondisi, dan pemeliharaan rutin, dengan prioritas tertinggi pada ruas Jl. Kranggan–Klepu yang memiliki nilai TPI 84,2. Dibandingkan dengan alokasi anggaran tahun 2024 sebesar Rp 40,20 juta/km atau Rp 1.810,20 juta untuk total 45,30 km, dana yang tersedia hanya mampu mencakup pemeliharaan rutin, rutin kondisi, dan sebagian pemeliharaan berkala, sehingga diperlukan optimalisasi alokasi anggaran serta penambahan dana apabila peningkatan kemantapan jalan ditetapkan sebagai target utama

Adani, Hafidh Atha; Kalmah, Kalmah; Hidayati, Ratna; Sangadji, Ramli

Jurnal Universal Technic (UNITECH) 2025 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Working at heights refers to performing tasks in elevated locations, which pose a risk of injury to workers in the event of a fall. To reduce the number of accidents caused by working at heights, one of the necessary steps is conducting hazard and risk assessments using the Job Safety Analysis (JSA) method. JSA is an analytical method used to identify hazards at the workplace and find ways to reduce the risks of accidents. The purpose of this study is to assess the completeness of safety equipment for working at heights, to explain hazard identification, to analyze risks in building structure work, to determine criteria and hazard assessments, and to understand risk control in building structure, plumbing, and electrical work according to the Job Safety Analysis (JSA) method in healthcare facility buildings in Semarang. The results of the study show that the risk level, calculated using the Risk Rating Number (RRN), for all potential hazards in structure, plumbing, and electrical work, reveals the following: for structure work, three hazards fall into the extreme category (43.84%), one hazard falls into the high category (16.44%), four hazards fall into the medium category (39.73%), and no hazards fall into the low category (0%); for plumbing work, three hazards fall into the extreme category (38.55%), one hazard falls into the high category (14.46%), five hazards fall into the medium category (46.99%), and no hazards fall into the low category (0%); and for electrical work, three hazards fall into the extreme category (44.74%), three hazards fall into the high category (31.58%), three hazards fall into the medium category (21.05%), and one hazard falls into the low category (2.63%).

Tumanggor, Lili Suryani; Barus, Mardiati; Naibaho, Romiani

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2025 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Kinerja perawat merupakan kegiatan perawat dalam mengimplementasikan sebaik-baiknya suatu wewenang, tugas dan tanggung jawabnya pada rangka pencapaian tujuan tugas utama profesi untuk terwujudnya tujuan dan target unit organisasi. Berbagai faktor yang dapat mempengaruhi kinerja perawat yaitu kepuasan kerja. Kepuasan kerja merupakan cerminan perasaan pegawai terhadap pekerjaannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi Hubungan Kepuasan Kerja dengan Kinerja Perawat di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan tahun 2024. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling yang berjumlah 130 responden. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 130 responden sebanyak 68 responden (53,3%) memiliki kepuasan kerja rendah dan sebanyak 62 responden (47,7%) memiliki kepuasan kerja tinggi. Sedangkan dari 130 responden sebanyak 67 responden (51,5%) memiliki kinerja sedang dan sebanyak 63 responden (48,5%) memiliki kinerja baik. Data dianalisis dengan uji Fisher Exact Test dengan nilai p Value 0,000 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan kepuasan kerja dengan kinerja perawat. Peneliti menyarankan agar rumah sakit dapat memberikan kepuasan bagi perawat sehingga dapat meningkatkan kinerja perawat.

Jeryco Etwan Resha Putra; Erna Indriastiningsih; Agung Widiyanto

Manufaktur: Publikasi Sub Rumpun Ilmu Keteknikan Industri 2025 Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

According to the circular letter from the Head of the Inspectorate General (KaIT) regarding the review of mining accident cases in September 2024 and the review of mining accidents in the third quarter of 2024, the percentage of accidents occurring in workshops reached 16.13%. Over the past five years, the Plant Department of PT Saptaindra Sejati Jobsite Sera has experienced two major incidents classified as Lost Time Injury (LTI) resulting from working with lifting equipment on undercarriage components. The purpose of this study is to identify risks, analyze risk levels, and provide recommendations for risk control in the overhaul work of the PC210-10M0 undercarriage. This research applies the HIRADC method by identifying potential hazards through calculations of likelihood and severity levels to obtain the risk level using a risk matrix. Control measures are then carried out through administrative actions such as documentation and the use of personal protective equipment (PPE). The results of this study indicate a decrease in risk levels after implementing risk controls—from extreme risk to medium risk, and from high risk to low risk. Suggestions from this study include the need to develop updated HIRADC for each section, actively conduct socialization regarding Job Safety Analysis (JSA) before work, and perform inspections as well as observations related to work behavior.

Setiawan, Dian; Putranto, Leksmono Suryo; Sari, Endah Murtiana; Sari, Endah Murtiana

Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi 2025 Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Pemerintah daerah memiliki kewenangan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk menyediakan dan melakukan pemeliharaan infrastruktur fisik yang digunakan oleh Masyarakat, sehingga diperlukan perencanaan yang komprehensif untuk Pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur fisik agar tepat sasaran dan memiliki kemaslahatan bagi Masyarakat. Pembangunan infrastruktur yang berhasil akan berdampak pada masyarakat untuk memiliki akses dalam melaksanakan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan taraf hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi biaya pemeliharaan infrastruktur jalan di Kota bogor berbasis faktor yang dianggap signifikan mempengaruhi sekaligus memberikan rekomendasi biaya pemeliharaan yang optimal untuk jalan raya di Kota Bogor, Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan melalui metode kuantitatif dan kualitatif (mix method), metode kuantitatif dilakukan dengan menganalisa 30 ruas jalan yang telah dilaksanakan untuk menentukan faktor yang dianggap mempengaruhi dan dominan dalam pemeliharaan jalan. Penelitian kualitatif akan dilakukan melalui interview mendalam (in-depth interview) kepada pakar untuk memvalidasi hasil penelitian kuantitatif yang dihasilkan sehingga dapat menjadi rekomendasi pemeliharaan jalan raya di Kota Bogor, Jawa Barat. Hasil dari penelitian ini adalah hasil evaluasi pemeliharaan jalan beserta faktor yang dianggap mempengaruhi dalam pemeliharaan jalan.  Penelitian ini akan memberikan manfaat  baru dalam mengembangkan knowledge bidang pemeliharaan infrastruktur jalan raya bagi pemerintah daerah, akademisi, kontraktor dan Masyarakat dalam pemeliharaan infrastruktur jalan raya di Kota Bogor, Jawa Barat dan daerah lain untuk dievaluasi dan dikembangkan faktornya agar pekerjaan pemeliharaan jalan di daerah menjadi optimal di masa yang akan datang.

Putra, Hasbi Wicaksono; Suryani Alifah

Jurnal Elektronika dan Komputer 2025 STEKOM PRESS

Abstrak  - Coal handling system berfungsi menangani pekerjaan mulai dari pembongkaran batu bara dari kapal/tongkang (unloading area) yang dipindahkan ke conveyor - conveyor, penimbunan/penyimpanan di stock area, ataupun pengisian ke bunker yang digunakan untuk pembakaran di boiler. Dalam proses pembongkaran tersebut tidak boleh terjadi penyumbatan / plugging terutama pada chute conveyor, maka dari itu diperlukan sensor proteksi untuk mencegah hal tersebut. Sensor lama yang digunakan yaitu berjenis Tilt Switch yang selama pemakaian tidak efektif karena banyak masalah sehingga dilakukan pemeliharaan, akibatnya dilakukan penggantian menggunakan sensor berjenis MBD (Microwave Beam Detector). Dari analisa setelah penggantian menggunakan sensor MBD, permasalahan penyumbatan chute berkurang dapat dilihat dari frekuensi pemeliharaan yang semakin berkurang.

Wicaksono, Addin Widi

Innovation, Theory & Practice Management Journal 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perceived organization support dan motivasi intrinsik terhadap kinerja pegawai baik secara langsung maupun tidak langsung melalui perilaku inovasi pada pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Pemalang. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah seluruh pegawai yang bekerja di Kelurahan Kecamatan Pemalang dengan jumlah 160orang pegawai, dengan teknik pengambilan sampel dengan menggunakan sampel yang benar-benar representatif (dapat mewakili),  untuk menentukan besarnya sampel yang diambil dari populasi peneliti menggunakan rumus yang dikemukakan oleh slovin, maka jumlah sampel yang digunakan sebanyak 114 responden. Sumber data yang digunakan data primer, dengan metode pengumpulan data kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived organization support berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, motivasi intrinsik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Perceived organization support berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku inovasi, motivasi intrinsik berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku inovasi. Hasil uji mediasi menunjukkan bahwa perilaku inovasi dapat memediasi pengaruh perceived organization support terhadap kinerja pegawai, dan perilaku inovasi dapat memediasi pengaruh motivasi intrinsik terhadap kinerja pegawai.

Nayla Hanna Ariza; Wulandari Wulandari; Sandi Prayoga; Abdillah Mursyid; Deny Ernawan

Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil 2025 Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

This study aims to optimize the productivity of Crawler Crane heavy equipment in lifting precast concrete structural elements at PT Wijaya Karya Beton Tbk. The method used is a descriptive qualitative approach with data collection through direct observation in the field. The data is based on the equipment's operating cycle time and work efficiency. The results of the study show that the Crawler Crane heavy equipment used by PT Wijaya Karya Beton Tbk. produces a productivity of 20 tons/hour or 160 tons/day for 8 hours with the need for 2 units of crawler crane heavy equipment, resulting in a work efficiency of 80%. So the productivity results from the calculation have been optimal, so it is hoped that the results of this study can be a reference in the management of heavy equipment, especially Crawler Cranes in construction work at the Company PT. Wijaya Karya Beton Tbk.

Merisa Ayu Pramesti; Ridho Bayu Aji; Nufrizal Faried Hanafi; M. Sigit Darmawan; Budi Suswanto

Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil 2025 Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

This study examines the application of engineering professionalism and ethical conduct in the construction of Building X, focusing on the quality of both substructure and superstructure works. The research was conducted through field observation, interviews with project stakeholders, and literature review, analyzed using a qualitative descriptive approach. Several issues were identified on site, including bore pile misalignment, waterlogging due to excess soil accumulation, poor concrete quality (honeycomb), and work delays caused by reinforcement order errors and subcontractor replacement. The assessment of professionalism and ethics refers to the 2021 Indonesian Code of Ethics for Engineers. The findings indicate that several aspects of professionalism, such as supervisory decisiveness, technical responsibility, and proactive communication, were applied appropriately. However, deviations were also observed, particularly in planning, quality control, and safety implementation. The study recommends improved coordination between supervisors and contractors, technical training for workers, and stronger enforcement of ethical compliance to enhance the overall quality of construction outcomes.

Zabadi, Fairus; Ahmad Fatoni

Jurnal Teknik Sipil 2025 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

The use of heavy equipment is an important factor in facilitating and accelerating the process of a job, especially on large-scale projects and limited time. Work with the use of heavy equipment aims to facilitate the work, so that the expected results can be achieved more easily in a relatively shorter time. The study uses qualitative descriptive. The source of research data was obtained from secondary data and primary data. Data collection was obtained from literature reviews, interview results and observations. The data analysis used was to find the value of production capacity based on the provisions of PUPR Regulation No. 1 of 2022. In this study, what was observed were the factors that determined the value of the production capacity of each heavy equipment in the Madupat - Camplong Road Structure Improvement project, Camplong District. The results of the analysis obtained were, for excavation work, using excavator heavy equipment with a production capacity of 189 m³ / day, a work period of 5 days, and a rental price of Rp. 15,500,000, Dump Truck with a production capacity of 77.77 m³ / day, a work period of 11 days, and a rental price of Rp. 6,600,000, while for aggregate foundation layer work using excavator heavy equipment with a production capacity of 378 m³/day, work duration of 4 days, and equipment rental price of Rp. 10,800,000, Wales (Three Wheel Roller) with a production capacity of 246.96 m³/day, work duration of 6 days, and equipment rental price of Rp. 6,100,000.

Palamba, Widsri

Jurnal Teknik Sipil 2025 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Akurasi estimasi biaya diperlukan dengan perencanaan seoptimal mungkin seperti dengan melakukan perbandingan estimasi biaya konstruksi menggunakan metode AHSP dengan perhitungan dari kontraktor. Perbandingan dapat menjadi referensi untuk mengukur akurasi dan efisiensi penerapan metode dengan objek proyek gudang baja. Penelitian menggunakan metode analisis kuantitatif untuk memperkirakan rencana anggaran biaya dengan mengacu pada AHSP SE Direktur Jenderal Bina Konstruksi No. 68/SE/Dk/2024 yang selanjutnya dibandingkan dengan hasil perhitungan dari kontraktor. Hasil penelitian diperoleh bahwa estimasi biaya konstruksi dari pihak kontraktor lebih ekonomis dibandingkan dengan hasil AHSP 2024. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa total biaya dari perhitungan AHSP 11,02% lebih tinggi dari estimasi kontraktor. Hal ini disebabkan karena upah tenaga kerja, bahan dan peralatan yang lebih tinggi pada AHSP dibandingkan dengan estimasi dari kontraktor. Saran penelitian selanjutnya untuk melakukan perhitungan pada pekerjaan lainnya, untuk menunjukkan keseluruhan biaya konstruksi.

Kurniawan, Goklas; Devia, Devia

Jurnal Teknik Sipil 2025 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan kegiatan yang wajib ada dalam pekerjaan konstruksi termasuk pada proyek jalan lingkungan yang dikerjakan oleh pemerintah ataupun pihak swasta dengan sumber anggaran kecil ataupun besar. Hal ini karena setiap pekerjaan konstruksi memiliki potensi risiko kecelakaan yang harus mendapat perhatian serius. Sasaran pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian penerapan perlengkapan K3 yang telah direncanakan dalam dokumen kontrak, khususnya Rencana Anggaran Biaya (RAB) terhadap regulasi K3 yang berlaku, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui analisis dokumen. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa perlengkapan K3 pada Proyek Peningkatan Jalan Menteng XA di kota Palangka Raya tahun 2024 telah memenuhi ketentuan dasar, namun masih ada perlengkapan yang perlu ditambahkan sesuai ketentuan regulasi k3 seperti masker dan kacamata pelindung yang memiliki fungsi mengantipasi paparan bahan kimia, debu dan asap.

Catur Sasi Kirono; Sri Wahyuningsih; Supartono Supartono

JURNAL EKONOMI MANAJEMEN AKUNTANSI 2025 sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dharma Putra Semarang

This study aims to determine the effect of company reputation, compensation and work environment on interest in applying for a job for at Pt Katolec Indonesia. Respondents to this study were 94 people (population 123 people) Pelita Bangsa students majoring in management class of 2019. This type of research is quantitative and data processing techniques use SPSS version 26.The results of this study indicate that the company's reputation variable has a significant positive effect on the intention to apply variable with a regression coefficient value of 0.319 or 31.9%, the compensation variable has a significant positive effect on the interest in applying variable with a regression coefficient value of 0.256 or 25.6 % while the work environment variable has a significant negative effect on the interest in applying variable with a regression coefficient of -0.109 or -10.9%.