Publication Search

80,260 articles from 776 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-7 of 7

Analytics

Ghea Hapshah Loemongga Puspasari; Lisnawati Putri Anggraeni; Mochamad Alif Shihab Al-Farizqi; Najmi Syifa Febriani; Sahrul Juliana +1 more

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Aljabar memiliki peran penting dalam kehidupan sehari – hari di masyarakat, sebab aljabar memberikan metode untuk memecahkan persamaan dan mengekspresikan rumus yang lebih mudah (bagi mereka yang memahami konsepnya) daripada metode konvensional, yaitu menulis semuanya dalam kata-kata.Salah satu peran Aljabar dalam kehidupan sehari-hari adalah untuk menentukan harga jual dalam berdagang.Penerapan aljabar pada  perdagangan digunakan untuk menghitung besar kemungkinan keuntungan dan kerugian yang didapat, serta dapat menentukan jumlah modal yang dibutuhkan untuk membeli dan menjual barang tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu dengan mewawancarai narasumber yakni beberapa pedagang ayam geprek yang ada di wilayah kelurahan Gegerkalong. Adapun hasil dari penelitian ini bahwa mengenai metode yang dipakai oleh para pedagang untuk menentukan harga jual, para pedagang umumnya menggunakan cara yang sama yang didasarkan pada tiga faktor utama. Yaitu : berdasarkan harga kompetitor dan pasar ; penentuan harga secara dinamis ; dan menghitung harga dasar. Nyatanya para pedagang tidak menyadari bahwa metode yang mereka pakai adalah metode perhitungan aljabar. Hal ini disebabkan para pedagang yang kurang mengetahui dan memahami tentang materi aljabar.

Slamet Widodo; Ahmad Saifudin Mutaqi

JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Pemberdayaan masyarakat secara implementatif akan dapat menghasilkan sharing knowledge yang berdampak kemandirian. Kemandirian tersebut dapat dicapai apabila masyarakat mampu merubah cara berpikir, bertindak, dan memiliki kemampuan mengendalikan potensi yang mereka punya. Kegiatan ini menghasilkan transaksi ekonomi antara penyedia dengan pembeli khususnya para pedagang makanan dari berbagai daerah. Proses transaksi, selaras dengan teori rembesan (trickle down effect), menjadi model ekonomi baru yang berkembang diantara para pelaku usaha. CSR ini adalah program PT. Makmur Jaya yang merupakan perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang produksi pakan ternak. Sebagai perusahaan yang beraktifitas di wilayah Kalten, perusahaan tidak hanya sibuk mengeruk sumber daya alam yang ada. Namun perusahaan perlu merubah mindset negatif tersebut. Melalui program ini, CSR PT. Makmur Jaya berusaha membantu masyarakat dengan kemitraan untuk meningkatkan kapasitas produksi ikan khususnya lele bagi kelompok ternak “Lokalele”. Selain itu, program CSR tersebut berupaya untuk mengembangkan wawasan berbasis lingkungan sebagai wujud kemitraan antara perusahaan dengan kelompok masyarakat.

Irwansyah Djohan

Sinov : Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang 2022 Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Semarang

Penelitian ini bertujuan membandingkan pendapatan pedagang di Pasar Projo Ambarawa sebelum dan sesudah menjamurnya Minimarket Berjejaring di Kecamatan Ambarawa. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa 66% responden pedagang menyatakan keberadaan minimarket berjejaring sangat berpengaruh terhadap penurunan pendapatan. Dari hasil Uji Beda membuktikan bahwa terdapat perbedaan rata-rata pendapatan pedagang di Pasar Projo Ambarawa sebelum dengan sesudah menjamurnya minimarket berjejaring. Rata-rata pendapatan pedagang Pasar Projo Ambarawa sebelum menjamurnya minimarket berjejaring sebesar Rp.666.300,-/ hari. Sementara setelah menjamurnya minimarket berjejaring rata-rata pendapatan pedagang Pasar Projo Ambarawa menurun drastis menjadi Rp. 289.700,- / hari atau turun sebesar 56,52 %.

Michael Narwastu Arunglangi; Lazarus Ramandei

JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya rencana relokasi Pasar Induk Regional Youtefa lama ke Pasar Induk Regional Youtefa Baru, yang merupakan himbauan dari pemerintah Kota Jayapura. Karena pemerintah Kota Jayapura melihat bahwa Pasar Youtefa lama memiliki berbagai permasalahan, seperti terjadinya ahli fungsi lahan pada saat pembangunan Pasar Youtefa, dimana sebelumnya Pasar Youtefa merupakan hutan sagu dan daerah resapan air, adapun permasalahan lain akibat dari terjadinya ahli fungsi lahan adalah; banjir, sarana-prasarana tidak berfungsi baik. Akibat dari himbauan pemerintah untuk merelokasi Pasar Youtefa lama ke Pasar Youtefa baru timbul berbagai macam persepsi dari berbagai macam masyarakat yaitu; pedagang dan konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Persepsi masyarakat terkait rencana relokasi Pasar Youtefa lama ke Pasar Youtefa baru (2) Faktor apa saja yang mempengaruhi relokasi Pasar Youtefa lama ke Pasar Induk Regional Youtefa baru (3) Upaya yang dilakukan pemerintah untuk meyakinkan pedagang dan konsumen terkait rencana relokasi Pasar Youtefa lama ke Pasar Yooutefa baru. Dari berbagai macam tujuan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa rata-rata persepsi masyarakat mengenai pemindahan Pasar Youtefa lama yaitu tidak setuju yang di dominas mayoritas adalah pedagang dan konsumen lama yang sudah berjualan lebih dari 5 tahun sedangankan rata-rata yang setuju di dominasi oleh pedagang baru dan kosumen baru yang baru berjualan dan berbelanja di Pasar Youtefa kurang dari  1 tahun.

MUHAMMAD AL QOMAR

Jurnal Visi Manajemen 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, sebagai berikut:1) Bagaimana kehidupan sosial ekonomi pedagang kerupuk kulit ikan di Desa Sriwulan Kecamatan Sayung kabupaten Demak? 2) Bagaimana Strategi pedagang kerupuk kulit ikan di Desa Sriwulan Kecamatan Sayung Kabupaten Demak dalam peningkatankehidupan sosial ekonomi? 3) Bagaimana faktor pendorong dan penghambat pedagang kerupuk kulit ikan di Desa Sriwulan Kecamatan Sayung kabupaten Demak dalam menjalankan Strateginya? Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan maka 1). Kehidupan sosial ekonomi merupakan dua hal yang berbeda. Kehidupan sosial pedagang kerupuk kulit ikan meliputi: pendidikan pedagang kerupuk kulit ikan, dimana pendidikan tertinggi pedagang kerupuk kulit ikan hanya sampai pada jenjang Sekolah Dasar (SD) saja. Kerjasama dalam berdagang kerupuk kulit ikan. Kegiatan rutin seperti pengajian dan arisan. Sedangkan kehidupan ekonomi pedagang kerupuk kulit ikan meliputi: pendapatan sehari-hari pedagang kerupuk kulit ikan berbeda-beda, tergantung dengan kisaran jumlah dagangannya. Kepemilikan harta benda pedagang kerupuk kulit ikan masih dibantu oleh anak-anaknya yang sudah bekerja, karena hasil pendapatan dari berdagang kerupuk kulit ikan hanya mencukupi untuk makan saja. 2) Strategi pedagang kerupuk kulit ikan dalam peningkatankehidupan sosial ekonomi adalah dengan peningkatanpendidikan bagi anak, bergantian berjualan dalam satu los, memberikan harga khusus kepada pelanggan, memberikan hadiah atau bonus kepada pelanggan, modal dari tabungan sendiri, menabungkan hasil pendapatannya, dan sistem penetapan harga. Ternyata antara pedagang kerupuk kulit ikan yang memiliki tingkat ekonomi paling tinggi, pedagang kerupuk kulit ikan yang memiliki masa kerja paling lama, dan pedagang kerupuk kulit ikan yang paling muda memiliki Strategi yang berbeda dalam peningkatankehidupan sosial ekonomi. Peran ketua pengelola Pedagang kecil tidak mempengaruhi pada Strategi para pedagang kerupuk kulit ikan, karena para pedagang kerupuk kulit ikan memiliki Strategi dalam peningkatankehidupan sosial ekonomi secara individual. 3) Faktor pendorong dan penghambat pedagang kerupuk kulit ikan dalam menjalankan Strateginya yaitu dari faktor pendorong meliputi: bantuan dari pemerintah yang berupa peralatan berdagang untuk kelangsungan usaha, membuka mata pencaharian bagi masyarakat, serta adanya faktor turun-temurun yang mempermudah berdagang kerupuk kulit ikan. Sedangkan dari faktor penghambat meliputi: ketergantungan terhadap cuaca yang menimbulkan omzet atau pendapatan menurun karena berkurangnya jumlah pengunjung dan berkurangnya frekuensi konsumen di Pasar, serta sistem pembayaran yang lambat yang dilakukan oleh konsumen akan menimbulkan berkurangnya pendapatan pedagang.

Alliyah, Siti; Maslichan, Maslichan

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2022 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

The Covid-19 pandemic that has hit all countries since the beginning of 2020 has caused all sectors of life, especially the economy, to experience a very large impact. In connection with the existence of WFH and social distancing, the movement of the community in life is slow because with WFH people cannot leave the house and with social distancing people are prohibited from carrying out activities that are gathering or grouping. Rembang city  is one of the areas in Central Java which is included in the red zone, because of the presence of several people who were positive for the Covid-19 virus. So that people also do WFH and social distancing. One of the villages that experienced the impact of WFH and social distancing is Jolotundo village. One of the community activities affected by the covid-19 virus is the activity of the Jolotundo village community “pasar krempyeng”. So that the STIE YPPI Rembang service team is motivated to solve partner problems, where the focus of our activities is so that the “pasar krempyeng” trader group has a new business, where the new business can be carried out both on the production and marketing side. Methods of implementing activities that have been carried out include: counseling, management training and practice of making herbal medicine. The results of community service activities in Jolotundo village, including; There are group participants who open a new business (herbal drink), there is an attractive packaging that supports the marketing program.

Hadi, Syamsul; Dewi, Idah Kusuma; mansur, ahmad

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Desa Branjang memiliki kekayaan alam yang bagus untuk sektor pertanian, khususnya sektor padi, palawija dan buah Kondisi masyarakat Desa Branjang saat ini merupakan masyarakat heterogen dimana mata pencaharian masyarakat Desa Branjang sebagian besar adalah petani, peternak dan pedagang hingga kini. Desa Branjang telah ditetapkan sebagai rintisan desa wisata oleh Bupati Ungaran karena potensinya sebagai daya tarik wisata dinilai dapat memberdayakan masyarakat dan meningkatkan pendapatan sehingga tercapai kesejahteraan bagi masyarakat Desa Branjang. Salah satu pendukung kegiatan event gelar budaya adalah gelar produk UMKM dari pelaku usaha di desa Branjang. Panitia event menyediakan 10 stand yang diberikan kepada pelaku usaha dengan sistim sewa stand. Semua produk UMKM yang dipasarkan di stand dikelola oleh BUMDes UNTUNG MAKMUR