Publication Search

72,574 articles from 669 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-10 of 10

Analytics

Arnest Chania Putri; Safutra Rantona; Yuni Dahlia Yosepha Mogot

Jurnal Ilmu Komunikasi, Administrasi Publik dan Kebijakan Negara 2025 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

he fatherless phenomenon in Bandung City affects family communication patterns and influences how adult women determine partner criteria. This study aims to examine the conversation and conformity orientations in the family communication of fatherless adult women when choosing a life partner. The research employed a qualitative case study approach using purposive sampling, involving four key informants and eight supporting informants. The findings indicate that conversation orientation is more focused on the mother, but is limited by feelings of awkwardness and inequality in speaking positions, reducing openness in discussing life values. The conformity orientation, centered on the mother as the dominant figure, does not always reach the child due to emotional differences and the indirect delivery of expectations, which create emotional distance and tension. The mother assumes a dual role as the source of values, moral guidance, and understanding of family life; however, communication tends to be one-sided and less balanced. The study recommends that individuals who have experienced the loss of a father figure develop self-awareness regarding the influence of past experiences in partner selection, understand the relationship values they believe in, and foster healthy communication to build more stable and meaningful relationships. In addition, the study highlights the importance of creating safe spaces for dialogue within the family, so that openness and equality in communication can emerge. Strengthening social support systems, including peer and community support, can also complement family communication, thereby helping fatherless adult women establish healthier relationship choices in the future.

Haswindah; Adam, Arlin; Alim, Andi

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam peningkatan kualitas hidup perempuan usia subur, terutama di lingkungan kerja perkotaan. Studi ini bertujuan untuk memahami persepsi wanita usia subur terhadap penggunaan kontrasepsi jangka panjang (KJP) dan sikap mereka terhadap deteksi dini kanker serviks. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi terhadap lima informan di lingkungan kerja BUMN Kimia Farma jakarta pusat. Hasil menunjukkan bahwa persepsi terhadap KJP masih dipengaruhi oleh mitos, ketakutan efek samping, serta peran pasangan dalam pengambilan keputusan. Sementara itu, sikap terhadap pemeriksaan pap smear masih rendah karena rasa takut, miskonsepsi, dan kurangnya dukungan institusi. Budaya organisasi yang individualistis dan minimnya program edukasi internal turut memperkuat sikap pasif terhadap kesehatan reproduksi. Studi ini menegaskan perlunya pendekatan edukasi yang partisipatif, dukungan institusional, dan pemahaman budaya dalam merancang intervensi yang kontekstual guna meningkatkan literasi serta akses layanan reproduksi bagi perempuan usia subur di lingkungan perkotaan.

Junkhian Junkhian; Iskak Sugiyarto; Daryanto Daryanto

Anugerah : Jurnal Pendidikan Kristiani dan Kateketik Katolik 2024 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

For a woman, losing a spouse is a process in life that must be dealt with in order to go on. Resilience is the ability and capacity of each individual to deal with adversity. The purpose of this study is to better understand how women develop resilience in the face of obstacles and life stages, as well as the variables that affect women's resilience in the wake of a spouse's death. Serving as an accompaniment serves as a gateway for the church to assist members who are going through a difficult time of mourning. In this qualitative study, three female respondents were interviewed at Christ Oikos Church using a phenomenological technique. The study's findings demonstrate the three female respondents' extraordinary resilience in that they are able to get back up and carry on with their lives.   Keywords: Resilience; Women; Grief

Elfin Warnius Waruwu; Dewita Agresia

Living a Christ-based love is a significant challenge in a contemporary era filled with pressures from popular culture and social media influences. This article presents a biblical guide to finding a life partner with strong Christian principles as the foundation. A library study approach is used to scrutinize relevant theological and psychological literature, which provides insight into the biblical principles of love and their application in the modern-day context. Analysis of the literature shows that living a Christ-based love involves being faithful to values such as unconditional love, sacrifice, and commitment to God and each other. However, great challenges arise in maintaining faithfulness to these values amidst cultural influences that call for perfection and self-gratification. In response to these challenges, the practical guidelines resulting from this study emphasize the importance of corporate prayer, shared Bible reading, and openness to receiving the guidance of the Holy Spirit. These steps help couples to strengthen their relationship in Christ, overcome the obstacles they face, and live a love based on the love of Christ with confidence and sincerity.

Elfin Warnius Waruwu; Dewita Agresia

Living a Christ-based love is a significant challenge in a contemporary era filled with pressures from popular culture and social media influences. This article presents a biblical guide to finding a life partner with strong Christian principles as the foundation. A library study approach is used to scrutinize relevant theological and psychological literature, which provides insight into the biblical principles of love and their application in the modern-day context. Analysis of the literature shows that living a Christ-based love involves being faithful to values such as unconditional love, sacrifice, and commitment to God and each other. However, great challenges arise in maintaining faithfulness to these values amidst cultural influences that call for perfection and self-gratification. In response to these challenges, the practical guidelines resulting from this study emphasize the importance of corporate prayer, shared Bible reading, and openness to receiving the guidance of the Holy Spirit. These steps help couples to strengthen their relationship in Christ, overcome the obstacles they face, and live a love based on the love of Christ with confidence and sincerity.

Agustin, Amellia Veronica; Sa'adah, Fitria Nur; Umaidah, Yuyun

Dinamik 2024 Universitas Stikubank

Childfree terjadi pada individu atau pasangan yang secara sukarela memilih untuk tidak memiliki anak. Fenomena Childfree semakin menarik perhatian masyarakat modern dan mempengaruhi keputusan hidup banyak individu. Data yang digunakan diperoleh dengan melakukan crawling data pada sosial media twitter. Dalam analisis sentimen kali ini menggunakan metode naïve bayes, data akan diflasifikasikan menjadi dua hasil, yaitu sentimen negatif dan positif. Setelah itu, data tersebut akan dinilai menggunakan pengujian dengan confusion matrix untuk mengukur akurasi, recall, dan precision. Hasil pengujian dengan Rapidminer menunjukan tingkat akurasi naive bayes yang tinggi sebesar 96%, untuk sentimen positif menghasilkan nilai precision 84,13%, dan nilai recall 100%. Sedangkan untuk sentimen negatif menunjukkan nilai precision 94,92%, dan recall 100%. Hasil klasifikasi tersebut menghasilkan 254 tweet negatif, dan 74 tweet positif. Analisis sentimen menggunakan metode Naïve Bayes dapat memberikan wawasan yang berharga tentang pandangan dan sentimen masyarakat terhadap Childfree. Hasil penelitian ini penting untuk memahami dan menghargai keragaman pandangan terkait topik ini. Implikasi penelitian ini dapat digunakan untuk pengambilan keputusan yang lebih baik dalam konteks sosial, budaya, dan kebijakan yang berkaitan dengan keputusan Childfree.

Neni Randan, Salti; Srima Ayurein, Nisa; Andarias Allo, Dewi

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2022 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Pernikahan telah dirancang oleh Allah sendiri dengan tujuan kebaikan manusia. Dalam keluarga Kristen, pernikahan adalah sesuatu yang sangat penting. Hal ini telah diamanatkan Allah kepada manusia sejak semula “Beranak cuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi …” (Kejadian 1:28). Pernikahan dianugerahkan agar suami dan istri dapat saling meneguhkan, dengan hidup bersama dengan setia dalam kekurangan dan kelimpahan, dalam suka dan duka. Pasangan suami-istri dapat saling mengenal dalam kasih, dan melalui kesenangan persatuan tubuh dapat meneguhkan persatuan hati dan hidupnya. Karena pernikahan adalah salah satu mandat dari Allah, manusia patut menjaga kekudusan pernikahan. Dengan demikian, kehidupan pernikahan akan menjadi harmonis dengan dasar Takut akan Allah. Namun, telah banyak pernikahan Kristen yang berujung pada perceraian. Pandangan tentang berkat yang terkait dengan pernikahan alkitabiah semakin susut. Padahal, pernikahan merupakan suatu perjanjian sakral. Karena itu, menjadi permasalahan dalam tulisan ini ialah bagaimana teologi Paulus mengenai pernikahan ditinjau dari kitab 1 Korintus 7. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif, melalui studi kepustakaan dengan tujuan bahwa pasangan suami-istri mengerti makna, tujuan, dan dasar yang menjadi keteguhan sebuah pernikahan yakni teladan kasih Kristus, yang sekaligus menjadi hasil dari pembahasan ini.

Alberta Ranti; Timotius Tote Jelahu; Silvester Adinuhgra

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2021 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Judul skripsi ini diangkat untuk mengetahui pentingnya pendampingan keluarga tentang sakramen perkawinan di Stasi St. Petrus Cangkang Paroki St. Theresia Liseux Saripoi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kepustakaan dengan pengumpulan data dari buku-buku jurnal,  dan skripsi yang cocok dengan penelitian. Langkah-langkah penelitian meliputi penentuan judul skripsi dan hasil penelitian terdahulu  yang dapat mendukung penelitian ini. Dalam penelitian ini dijelaskan bahwa Pasangan suami istri belum memahami dan menghayati hakekat  perkawinan katolik dalam hidup berkeluarga terutama di stasi St. Petrus Cangkang. Hal ini terjadi karena kurangnya pembinaan dan pendampingan tentang perkawinan katolik. Hal ini juga dipengaruhi oleh tenaga pastoral yang ada di stasi St. Petrus Cangkang sehinga pembinaan terhadap keluarga katolik juga kurang diperhatikan. Diharapkan  agar pasangan suami istri dapat memahami dan menghayati perkawinan mereka dengan baik. Hal ini diupayakan dengan katekese dan pendampingan tertentu. Progaram pendampngn ini menjadi sangat penting sebab pasangan suami istri memerlukan pendampingan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan iman dalam perkawinannya. Melalui katekese diharapkan agar pasangan suami istri lebih mudah memahami dan menerapkan hidup berkeluarga seturut ajaran dalam  perkawinan seperti setia terhadap pasangan mereka masing- masing.

Ona Priskila; Fransiskus Janu Hamu; Silvester Adinuhgra

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2020 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran pasangan hidup  katekis  dalam  karya  pastoral  di  Paroki  Raja  Semesta  Alam  Nanga  Bulik. melalui studi ini diharapkan agar para pasangan hidup katekis dapat menyadari bahwa mereka  memiliki  peran  yang  sangat  besar  dalam  mendukung  pelayan  pasangan seorang katekis. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif.  Data  diperoleh  dengan  cara  observasi,  wawancara  dan  dokumentasi. Adapun langkah-langkah yang digunakan dalam penelitian ini meliputi dialog dengan para informan yang telah ditentukan, profil informan, penentuan tema, refleksi,implikasi, sintesis, prospek yang akan terjadi kedepan. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran pasangan hidup katekis di Paroki Raja Semesta Alam Nanga Bulik sangat mendukung pasangannya yang memiliki propesi sebagai seorang katekis, namun ada beberapa pasangan hidup katekis yang kurang memahami propesi pasangannya sebagai seorang katekis. Kesimpulan dalam sebuah penelitian ini adalah   peran pasangan hidup sangatlah penting dan sangat berpengaruh bagi tugas pelayanan seorang katekis. Pentingnya sebuah pembinaan para pasangan hidup katekis yang dapat membantu mereka  agar  mereka  tau  bagaimana  tugas  dan  tanggung  jawab  seorang  pekerja pastoral atau katekis. Dari pihak gereja dapat memberikan sebuah katekese atau rekoleksi guna membantu menghadapi sebuah persoalan yang sering terjadi di dalam kehidupan rumah tangga katekis terutama bagi para pasangan hidup katekis.  

Rikardus Jehaut

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2020 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Artikel ini bertujuan untuk membedah disiplin Gereja menyangkut larangan untuk menerima komuni kudus bagi yang bercerai dan menikah lagi dalam terang Kitab Hukum Kanonik dan beberapa penegasan Magisterium. Dengan menggunakan analisis kritis atas berbagai dokumen resmi Gereja, ditemukan bahwa larangan tersebut didasarkan atas pertimbangan bahwa menikah lagi selagi masih terdapat ikatan yang valid dipandang sebagai sebuah dosa berat. Terdapat kontradiksi objektif antara sakramen persekutuan Kristus Sang Mempelai dengan Gereja, yang terpenuhi dalam Ekaristi, dan ketidaksetiaan orang yang bercerai yang hidup bersama yang lain kendati sadar akan ikatan perkawinan sebelumnya. Harus dicatat bahwa norma ini sama sekali bukan sebuah hukuman atau diskriminasi terhadap yang bercerai dan menikah lagi, namun lebih mengekspresikan situasi objektif yang dalam dirinya sendiri menghalanginya untuk menerima komuni kudus. Di lain pihak, mengingat bahwa mereka yang bercerai dan menikah lagi tidak dipisahkan dari Gereja melainkan tetap menjadi anggota Gereja, para gembala harus memperhatikan kebutuhan pastoral mereka dengan menerapkan berbagai solusi pastoral yang sesuai yang disediakan oleh Hukum Gereja dan praksis yang diakui oleh Gereja untuk forum internal.