Publication Search

71,387 articles from 644 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-7 of 7

Analytics

Bunga Paramita; Rabena Aprilla; Aqilla Lajnah Panayitsa; Siti Maisarah; Syabina Febri Fitriana +2 more

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Population growth and lifestyle changes in Indonesia have led to complex waste management issues, negatively impacting social, health, and environmental sustainability aspects. To address this, a sustainable management approach that actively involves community participation is necessary. The concept of a Waste Bank, based on the 3R principles (Reduce, Reuse, Recycle), emerges as a strategic, community-based solution. This community service program aims to encourage active community participation in the Waste Bank program in Tanjung Uban Selatan, Bintan Regency, while supporting the realization of a Smart City based on intelligent and participatory environments. The methodology used is a qualitative approach to gain in-depth understanding. Primary data collection was carried out through interviews, participatory observations, and documentation studies. Key informants were purposively selected from various stakeholders, including Waste Bank administrators, local government representatives, and community members. The results show that, although initially challenging to increase community participation, the program has had a significant positive impact. It successfully shifted the community's view of waste as a valuable economic resource. Quantitatively, this is reflected in stable income from the sale of high-quality inorganic waste, such as metals and electronic waste. The program also led to strategic innovations, including sustainable education, waste savings incentives, social media use, and the "Dasi Umat" empowerment program. The success of this program, strengthened by awards at the district and national levels, makes it a model for sustainable waste management focused on community empowerment and supporting smart city development.

Adinuhgra, Silvester; Sinaga, Louis Fingky Alexander; Ngarani, Nullya

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini mengkaji pengalaman umat Stasi Ibu Teresa Sei Hanyu dalam membangun Gereja Sinodal, sebuah model gereja yang menekankan partisipasi aktif dan kolaborasi seluruh umat beriman. Melalui wawancara mendalam dan observasi partisipan selama tiga minggu, studi ini mengungkap bagaimana prinsip-prinsip sinodalitas diterapkan di tingkat akar rumput. Temuan utama menunjukkan bahwa Stasi Ibu Teresa telah mengimplementasikan berbagai inisiatif untuk mewujudkan Gereja Sinodal, termasuk dialog antar umat, pemberdayaan kelompok kategorial, dan peningkatan partisipasi dalam liturgi serta pelayanan sosial. Meskipun menghadapi tantangan seperti resistensi terhadap perubahan dan kesenjangan generasi, stasi ini berhasil menciptakan ruang dialog yang memungkinkan suara-suara beragam untuk didengar dan dihargai. Dampak penerapan prinsip Gereja Sinodal terlihat dalam peningkatan keterlibatan umat dalam pengambilan keputusan gereja dan penguatan relasi sosial antar umat. Kolaborasi antara Stasi Ibu Teresa dengan Paroki induk juga mengalami peningkatan, terutama dalam perencanaan pastoral dan pelaksanaan program pembinaan iman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi menuju model gereja yang lebih partisipatif dan inklusif membutuhkan komitmen dan keterlibatan aktif dari seluruh umat. Stasi Ibu Teresa mendemonstrasikan bahwa prinsip-prinsip sinodalitas dapat diterapkan secara konkret di tingkat lokal, memberikan kontribusi pada visi Gereja Katolik universal yang lebih inklusif dan responsif.

Pebi Anggreini; Silvester Adinuhgra; Agnes Angi Dian Winei

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

This research examines the application of cultural values towards the participation of the congregation in the Eucharistic celebration at the Parish of Santa Maria Immaculata Wayun Palu-Rejo, located in the district of South Barito, Central Kalimantan. The parish exemplifies unity and tolerance among the faithful from diverse ethnic and cultural backgrounds who participate in the Eucharistic celebration and other pastoral activities. A qualitative research method was employed, gathering data through interviews with 8 members of the congregation and 3 parish officials. The data were analyzed using Miles and Huberman's analysis method. The results of the study indicate that the congregation of the Parish of Santa Maria Immaculata Wayun Palu-Rejo has applied cultural values in their participation during the Eucharistic celebrations. The use of language, music, dance, and traditional attire is evident in the Inculturation Mass and other Eucharistic celebrations. The spirit of mutual cooperation, empathy, and care for fellow believers also influences the congregation's participation in the Eucharistic celebration. Pastoral efforts and catechesis conducted by the priests and parish officials play a vital role in encouraging the congregation to appreciate and apply cultural values in church activities. The priests convey messages and advice on the importance of cultural values during sermons and socialization. The Inculturation Mass serves as one of the initiatives to incorporate cultural values into the Eucharistic celebration. In conclusion, the application of cultural values significantly affects the participation of the congregation in the Eucharistic celebration at the Parish of Santa Maria Immaculata Wayun Palu-Rejo. Pastoral efforts and catechesis by the priests and church officials help raise awareness among the congregation regarding the significance of culture in religious life. Culture and congregation participation in the Eucharistic celebration are interconnected and require cooperation between church officials and the congregation. A suggestion for further research is to gain a deeper understanding and analyze the impact of cultural values on the participation of the congregation in other aspects of church life. Additionally, involving other ethnic groups in the study would provide a more comprehensive overview of the cultural diversity in this parish.

Mawarni Gea; Bartolomeus Sihite; Renata Rufiana Gowasa

Jurnal Magistra 2023 STP Dian Mandala Gunungsitoli Nias Keuskupan Sibolga

The purpose of this writing is to explain the importance of community participation in KBG development in St. Mary, Mother of the Gunungsitoli Nation. Where the presence of the KBG requires the people within it to become more actively involved in every KBG activity. The problem in this research is how the community participates in the development of KBG in St. Mary's Parish. Mary, Mother of the Gunungsitoli Nation. The aim is to encourage congregational participation in the development of KBG in St. Mary, Mother of the Gunungsitoli Nation. This research approach is descriptive qualitative. Data collection techniques through interview observation and documentation. The research carried out revealed that KBG is an association of believers consisting of 10-15 families to pray together, share their faith, and listen to the Word of God. In KBG, people are generally less active in KBG activities, sometimes there are also people who are less aware of their duties and responsibilities in KBG. This research shows that through Ecclesiastical Base Community meetings, people can grow their faith in Christ.

Gita Safitri; Romanus Romas; Silvester Adinuhgra; Fransiskus Janu Hamu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Skripsi Ini Berjudul Musik Liturgi Inkulturasi Dayak Sebagai Pendekatan Pastoral Dalam Meningkatkan Partisipasi Umat Katedral Santa Maria Palangka Raya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran partisipasi umat Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya, peran musik liturgi inkulturasi Dayak dalam perayaan liturgi, dan implikasi dari musik liturgi inkulturasi Dayak. Melalui studi ini diharapkan agar umat yang bersuku Dayak maupun yang bukan bersuku Dayak dapat berpartisipasi secara penuh, aktif, dan  sadar dalam bernyanyi sesuai dengan  hakikat liturgi yang dituntut oleh liturgi dalam dokumen Sacrosanctum Concilium art. 14. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada  bulan  Mei  2021  di  Paroki  Katedral  Santa  Maria  Palangka  Raya.  Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipatif, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 11 orang yang terdiri dari Pastor Paroki, Suster, Katekis, dan Umat. Teknik analisa data menggunakan teori Miles and Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, kurangnya partisipasi umat dalam bernyanyi pada saat perayaan liturgi. Gejala yang nampak atas permasalah tersebut adalah kurangnya keterlibatan umat dalam latihan koor. Kehadiran musik inkulturasi Dayak yang diupayakan Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya dalam menanggapi permasalahan tersebut membuat umat berpartisipasi aktif dalam bernyanyi. Peran dari musik liturgi inkulturasi Dayak membantu umat mengungkapkan iman dengan penuh kerendahan hati melalui budayanya, membantu umat semakin mencintai dirinya, sesama, budaya dan Penciptanya. Implikasi musik inkulturasi Dayak sebagai pendekatan pastoral di Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya  adalah  Universalitas Gereja Katolik atau Kesatuan dalam Gereja Katolik walaupun berbeda Suku dan Budaya melalui Allah Tri Tunggal. Simpulan dari  penelitian ini  adalah kurang partisipasi umat  Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya dalam bernyanyi. Tujuannya adalah melalui perayaan liturgi dan musik inkulturasi Dayak, umat dapat merasakan kehadiran Allah secara lebih sederhana.

Lauransius Lande; Thomas Ehe Tukan; Agnes Angi Dian Winey; Silvester Adinuhgra; Fransiskus Janu Hamu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran katekis untuk meningkatkan pastisipasi umat dalam kehidupan menggereja di Stasi Santo Agustinus Batu Tojah Paroki Santo Klemens Puruk Cahu. Melalu studi ini para katekis  diharapkan  dapat  menyadari  dan  menghayati  peran  mereka  sebagai seorang katekis dan menjadi contoh kehidupan menggereja. Permasalahan yang ditemukan oleh peneliti yaitu kurangnya peran katekis dalam pelayanan pastoral di stasi yang jauh dan jarang mendapat pelayanan pastoral. partisipasi atau keterlibatan umat dalam kehidupan menggereja adalah hal yang penting dalam sebuah Gereja stasi, namun kenyataannya semua kegiatan peribadatan dan kegiatan-kegiatan gerejani lainnya tidak dilaksanakan karena minimnya pengetahuan umat terhadap hal-hal demikian. Metode  yang digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dan dokumentasi. Langkah-langkah penelitian meliputi topik, profil informan, wawancara dengan informan, pemetaan masalah, analisis pastoral, refkleksi teologis, dan perencanaan pastoral. Hasil penelitian menyatakan bahwa peran katekis untuk meningkatkan partisipasi  umat dalam kehidupan menggerja di Stasi Santo Agustinus Batu Tojah Paroki Santo Klemens Puruk Cahu,   masih sangat kurang, kunjungan rutin dilakukan  ketika ada mahasiswa  yang  berpraktek  pastoral.  Penyebabnya  ialah faktor pekerjaan sehingga tidak cukup waktu, kesibukan dalam keluarga, sarana prasarana transportasi, jarak tempuh yang jauh, medan yang sulit dan masih menggunakan akses jalan tanah dan melewati jalan perusahaan. Stasi Santo Agustinus Batu Tojah merupakan salah satu stasi yang mesti mendapat perhatian khusus karena pengetahuan yang soal keagamaan yang masih rendah dan kurang mendapat pelayanan pastoral. Umat sangat membutuhkan pelayanan berupa pengajaran, pembinaan dan pelayanan berbagai peribadatan.

Pritiani Pritiani; Silvester Adinuhgra; Romanus Romas; Titi Christiana

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2021 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

This study aims to find out how the people’s participation  in following the deepening of Scriptures in the Parish of Saints Peter and Paul Ampah.   This research is based on the phenomenon that occurs in the field that the deepening activities of Scripture are still less desirable to the people. The involvement of people in participating in the deepening activities of Scripture in Santo Petrus and Paulus Ampah Parish is still lacking, both before the Covid-19 pandemic and during the current Covid-19 pandemic. The  type  of  research  used  in  this  research  is  descriptive  qualitative research. This research was conducted on May at the parish of Saints Peter and Paul Ampah in particular in four neighborhoods: the neighborhood of Saint Sicily, the neighborhood  of Santa  Maria,  the  neighborhood  of Saint  Joseph  and  the neighborhood of Saint Francis. The informants are 14 people consisting of   1 Parish Priest, 3 Catechists, 4 environmental chairmen and 6 parishioners. Data Collection techniques through observation, interviews and documentation. The data analysis techniques used  is the model of Miles and Huberman wich consist of three stages, data reduction, data presentation and conclusion drawing.