SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

41,336 articles from 397 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-2 of 2

Analytics

Azarine Carissa Yuniar; Nawir Rasidi; Wahiddin Wahiddin

Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil 2024 Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

This study aims to redesign the superstructure of the Sambungrejo Bridge in Sidoarjo, which has a span length of 16 meters. The Sambungrejo Bridge originally used WF 700.300.15.28 steel girders and C 300.100.10.16.8 diaphragms,that are susceptible to corrosion, especially during floods. The redesign involves replacing the steel girder with a Prestressed Concrete I Girder (PCI Girder) H-900mm, 170mm thick, produced by WIKA Beton, known for its superior corrosion resistance and construction efficiency. The research methodology includes structural analysis using Robot Structural Analysis Professional (RSAP) software, calculation of prestressing forces, and the design of the prestressing cable layout. The results of this study demonstrate that the use of PCI Girder does not reduce the structural dimensions of the bridge but also proves to be more compatible with the flood water conditions at the site. The total cost required for implementing the new bridge superstructure design is Rp. 4.372.201.

Siswanto, Agus Bambang; Afif Salim , Mukhamad; Purwantini; Nurwidiyanti, Agista

Jurnal Teknik Sipil 2022 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Pemilihan metode kerja Erection girder yang tepat dan efektif akan mendukung pekerjaan di proyek. Proyrk percepatan menuntut kontraktor dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Kondisi proyek dan  cuaca berakibat pekerjaan erection girder tidak dapat dikerjakan secara frontal dan jika tidak diberikan solusi yang tepat maka akan berakibat tidak tercapainya target waktu pekerjaan. Penelitian kuantitatif dengan studi kasus memerlukan data berbentuk kuantitatif (angka), pembahasan dilakukan dengan membandingkan biaya, waktu, resiko dan kelebihan kekurangan dari masing masing metode kerja. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini, adalah: Pemakaian Metode Kerja Beam Launcher biaya sebesar Rp. 1.115.049.012,00, sedangkan  Crawler Crane  biaya sebesar Rp. 218,670,575.90. Sementara dilihat dari segi waktu, pemakaian metode Crawler Crane dapat dilaksanakan selama 11 hari, sedangkan  Launcher dapat dilaksanakan selama 38 hari. Meski demikian metode Beam Launcher dipilih untuk proyek jembatan Kedawung ini, disebabkan jembatan tersebut melintas di atas jalan TOL Semarang – Batang yang berakibat fatal apabila dilakukan penutupan total.