Publication Search

70,857 articles from 624 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1-7 of 7

Analytics

Diana Dayaningsih; Erni Suprapti; Oktasari Widiya AS; Peni Ika K; Rahmad Yuliyanto +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Posyandu lansia merupakan pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut di suatu wilayah tertentu yang sudah disepakati, yang digerakkan oleh masyarakat dimana mereka dapat memperoleh pelayanan kesehatan. Tujuan umum dibentuknya Posyandu lansia secara garis besar untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kehidupan usia lanjut agar mencapai masa tua yang bahagia dan berdaya guna dalam kehidupan keluarga dan masyarakat sesuai dengan keberadaannya. Agar posyandu berjalan dengan baik maka perlu dukungan dari kader, kader diharapkan bisa menjadi agent of change. Peran kader sebagai agent of change, dalam upaya pembangunan dapat diwujudkan dengan memberikan dukungan berupa berbagi pelayanan yang meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, pengukuran tekanan darah, pengisian KMS (Kartu Menuju Sehat) memberikan penyuluhan atau penyebarluasan informasi kesehatan, menggerakkan serta mengajak usia lanjut untuk hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan posyandu lansia karena itulah kader dituntut untuk memiliki kemampuan membina, menuntun serta didukung oleh keterampilan dan berpengalaman.    

Handini, Oktiana; Mustofa, Mukhlis

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian kepada masyarakat ini berupa penyampaian paparan materi  Optimalisasi Komunikasi Antar Pribadi Dalam Pendidikan  menuju Generasi Emas Pada Guru dan Orangtua Peserta Didik di SD Kestalan Surakarta. Pengabdian kepada masyarakat dengan menghadirkan guru, kepala sekolah dan perwakilan orang tua peserta didik yang tergabung dalam komite sekolah secara bersama-sama dalam acara paparan materi dan tanya jawab interaktif hingga pada level penguasaan guru SD Kestalan Surakarta tentang Optimalisasi Komunikasi Antar Pribadi Dalam Pendidikan Menuju Generasi Emas Pada Guru dan Orangtua Peserta Didik. Dengan Optimalisasi Komunikasi Antar Pribadi Dalam Pendidikan Menuju Generasi Emas Pada Guru dan Orangtua Peserta Didik di SD Kestalan Surakarta ini dimaksudkan agar mampu menumbuhkan atensi peserta didik, interaktif, komunikatif dan suasana yang menyenangkan dalam proses pembelajaran tematik Integratif di kelas. Sehingga dengan kondisi yang nyaman dan menyenangkan ini prestasi belajar peserta didik meningkat. Dengan meningkatnya prestasi belajar peserta didik secara otomatis akan meningkat pula peringkat sekolah tersebut. Sehingga terjalin hubungan harmonis antara guru dengan peserta didik dan guru dengan orang tua peserta didik dalam hal pendidikan dan tumbuh kembang peserta didik menuju generasi emas. Pengabdian kepada masyarakat ini adalah guru-guru di SD Kestalan Surakarta, sejumlah  30 peserta yang terdiri dari  guru ,Kepala Sekolah beserta orang tua peserta didik sebagai perwakilan Komite Sekolah. Pelaksanaan pada hari Senin 15 Juli 2019 di ruang kelas SD Kestalan Surakarta dengan pola waktu pelaksanaan selama 6 jam, mulai pukul 8.00 wib hingga pukul 15.00 wib.  Luaran pengabdian kepada masyarakat ini adalah (1). Memberikan dasar ilmiah bagi guru Sekolah Dasar dalam memahami hakikat komunikasi Antar Pribadi dalam pendidikan guna mendukung kelancaran proses pembelajaran. (2). Memberikan kejelasan secara teoritis dan pemahaman yang lebih baik tentang belajar, obyek belajar serta situasi dan kondisi belajar di Sekolah Dasar.(3). Memberikan kontribusi pemikiran bagi pengelola pendidikan dalam upaya meningkatkan kompetensi profesional guru di Sekolah Dasar melalui komunikasi antar pribadi dalam pendidikan. (4). Menjalin hubungan komunikasi antara guru dari pihak sekol;ah dan orangtua peserta didik di  Sekolah Dasar agar terbentuk komunikasi integratif dalam pendidikan. Selanjutnya hasil pengabdian kepada masyarakat ini dipresentasikan dalam Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyrakat dan dipublikasikan dalam jurnal pengabdian masyarakat terakreditasi dan ber ISSN.   Kata Kunci :   Komunikasi Antar Pribadi   Â

mustofa, mukhlis

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Kegiatan pembelajaran yang dilakukan dalam pengelolaan kelas menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Pelatihan Penyusunan Modul Pembelajaran IPS Berbasis Spasial Bagi Guru Kelas Sekolah Dasar Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Di SD Djama’atul Ichwan menjadi sebuah bagian untuk mendukung keberhasilan pembelajaran. Optimalisasi Pembelajaran berbasis spasial menuju peningkatan kualitas pembelajaran ini akan berlangsung efektif didukung dengan Modul Pelatihan penyusunan bahan ajar. Penerbitan modul pembelajaran perlu disusun untuk mengetahui seberapa optimal pembelajaran dilakukan. Melalui Modul Pembelajaran berbasis spasial tentunya akan didapatkan panduan pelatihan  yang akurat yang membantu guru untuk pengelolaan pembelajaran dan sebagai panduan dalam pengambilan keputusan dan mengikuti perkembangan yang telah dicapai oleh siswanya. Berdasarkan survei di lapangan terdapat fenomena rendahnya pemahaman spasial guru. Oleh karena itu, pada pengabdian kepada masyarakat kali ini tim mengadakan pelatihan untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Tujuan yang hendak dicapai dari program pengabdian ini adalah memberikan Pelatihan Penyusunan modul  IPS Berbasis Spasial Bagi Guru Kelas dalam manajemen pembelajaran kepada guru SD Jama’atul Ichwan Surakarta  sehingga peserta dapat menerapkan pola manajemen sekolah dalam efektif dan efisien dalam pengelolan lembaga pendidikan.Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini  ditujukan untuk Guru Kelas guru SD Jama’atul Ichwan Surakarta sebagai salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan pembelajaran berkaitan ketimpangan yang ada di era modern ini. Pelatihan ini akan membantu para Guru kelas dalam meningkatkan kemampuan penyusunan bahan ajar.Pengabdian masyarakat ini dilakukan di guru SD Jama’atul Ichwan Surakarta. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi: 1) persiapan, 2) pelaksanaan pelatihan meliputi penyajian materi, penugasan membuat pembelajaran berbasis spasial. Target luaran yang diharapkan adalah Guru kelas yang mengikuti pelatihan pembelajaran berbasis spasial dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan  mengaplikasikannya sendiri pada proses kesehariannya, sekaligus mendokumentasikannya dalam bentuk modul pembelajaran yang dapat digunakan bersama bagi guru kelas. Diharapkan modul ini dapat didesiminasikan kepada guru kelas di wilayah lain. guru kelas yang mengikuti pelatihan pun dapat menyesuaikan sesuai dengan perkembangan pengetahuan terkini.katakunci : Pembelajaran IPS BerbasisSpasial, kualitaspembelajaran

Hakim, Luqman Al; Handayani, Sri; Santika, Ria; Melati, Nimas Ayu

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Perkembangan desa Plesungan dalam hal kepariwisataan, seni, dan budaya mendorong peningkatan sarana prasarana, pemberdayaan sumber daya manusia, dan explorasi sumber daya alam. Bidang kepariwisataan berupa sendang plesungan berkembang dengan baik seiring dengan peningkatan jumlah pengunjung sehingga meningkatkan income bagi desa plesungan. Dalam bidang seni dan budaya, beragamnya pertunjukan seni, berupa festifal sendang plesungan, padepokan lemah putih, reog, dan studio plesungan merupakan bentuk pelestarian dan pengembangan seni dan budaya lokal dan wujud regenerasi bagi generasi muda setempat. Peningkatan sarana dan prasarana penunjang kepariwisataan, seni dan budaya desa Plesungan bermanfaat untuk melestarikan eksistensi potensi lokal dan meningkatkan kunjungan wisatawan lokal dan meluas ke wisatawan mancanegara. Eksplorasi sumber daya alam untuk memperluas area kepariwisataan merupakan hal yang penting untuk mengembangkan potensi desa yang bermuara pada pemanfaatan secara optimal sumber daya alam untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa Plesungan.Peranan sumber daya manusia dalam pengembangan potensi desa Plesungan tidak terlepas dari kegiatan yang bersifat kreatif, inovatif, dan memiliki nilai promotif. Penggunaan bahasa yang santun, sopan, dan menggunakan tata nilai yang baik merupakan aktifitas yang bernilai promotif untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung di desa Plesungan. Kecakapan berbahasa daerah dan bahasa Indonesia menunjukkan sikap cinta tanah air dan melestarikan budaya lokal, namun ketrampilan berbahasa mancanegara, khususnya bahasa Inggris juga merupakan hal yang perlu diwujudkan untuk menarik kunjungan wisatawan mancanegara. Mewujudkan sumber daya manusia yang cakap dan terampil dalam berbahasa Inggris memerlukan langkah-langkah konkret, diantaranya adalah analisa kebutuhan bahasa Inggris untuk mengidentifikasi ragam bahasa Inggris yang diperlukan untuk menunjang kepariwisataan desa Plesungan. Respon positif dari masyarakat tentang kebutuhan bahasa Inggris wisatawan mancanegara perlu ditingkatkan sebagai upaya memfasilitasi kunjungan mereka.Hasil pengabdian ini adalah (1) diperolehnya ragam bahasa Inggris yang diperlukan bagi pelaku usaha wisata desa Plesungan, yaitu Pengenalan diri (Introducing myself); bertanya dan memberikan informasi (asking and giving information); menawarkan produk/cinderamata khas desa (offering local souvenirs), memberikan saran (giving suggestion); dan mengundang (invitation); (2) profil warga Plesungan bahwa 75% warga termasuk kategori usia produktif sehingga diharapkan dapat mengembangkan potensi kepariwisataan dan seni budaya lokal; dan (3) optimalisasi promosi desa berbasis digital melalui media sosial diperlukan baik dalam bentuk bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.

Sarafuddin, Sarafuddin; Winarto, Winarto

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran guru dalam mendidik karakter peserta didik melalui media tembang macapat pangkur pupu 2 serat wedhatama di SDN 02 Papahan Tasikmadu Karanganyar. Peran guru di sekolah sangat berpengaruh pada kemajuan dan perkembangan karakter peserta didik untuk mengenali dan mencintai seni dan budaya daerahnya. Pendidikan karakter juga dapat menumbuhkan kepribadian positif pada peserta didik untuk menghargai kearifan lokal daerahnya. Selama ini kadang-kadang guru di sekolah hanya sekedar melaksanakan kewajiban mengajar dengan tuntutan ketercapai ketuntasan materi pembelajaran. Artinya bahwa guru di sekolah kurang maksimal dalam memanfaatkan media pembelajaran terutama media berbasis seni untuk mendidik karakter peserta didik. Kondisi ini diperoleh berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan di SDN 02 Papahan Tasikmadu Karanganyar.Pengabdian ini dilakukan di SDN 02 Papahan Tasikmadu Karanganyar. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi: (1) metode pendekatan yang dilakukan mulai tahap survei, dan perijinan, dan (2) metode pelaksanaan program, meliputi tahap pendahuluan, tahap sosialisasi dan audiensi, tahap pelaksanaan dan kolaborasi, dan tahap evaluasi. Target luaran yang diharapkan adalah guru-guru SDN 02 Papahan Tasikmadu Karanganyar yang mengikuti kegiatan ini memiliki kepekaan dan kepedulian yang tinggi terhadap pendidikan karakter peserta didik sehingga dapat menuai prestasi yang baik. Selain itu juga dapat tersusun artikel ilmiah untuk dimuat dalam jurnal nasional ber ISSN. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta dari guru dan peserta didik SDN 02 Papahan Tasikmadu Karanganyar.Diharapkan dengan adanya kegiatan ini akan dapat memberikan penguatan pemahaman pada guru-guru tentang betapa pentingnya pendampingan dalam menanamkan karakter peserta didik. Kondisi tersebut tidak bisa dipungkiri bahwa apabila peserta didik didekatkan dan diajarkan tentang kearifan lokal seperti tembang macapat pangkur pupuh 2 serat wedhatama, maka pada diri mereka akan tumbuh karakter baik yaitu kecintaan terhadap seni dan budaya daerahnya.  Kata Kunci: Peran Guru, Pendidikan Karakter, Media Tembang Macapat Pangkur          Pupuh 2 Serat Wedhatama.

Sitoresmi, Ulupi; Sumardiono, Sumardiono

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

This community service was conducted for Karang Taruna, a youth organnization, at Perum Graha Kencana RT 01 RW 27 Kadipiro Surakarta. The focus was a training of using Rosetta Stone and Google Translation to improve English skills. The materials were delivered using three phases namely presentation, practise, and production. The training was beneficial for the participants specifically to improve their listening, speaking, reading, and writing skills as well as translation. Having adequate understanding of using Rosetta Stone and Google Translation, the participants were able to develop their English especially when completing school assignments.Keywords: Rosetta Stone, Google TranslationÂ

M. Harry Mulya Zein; Sisca Septiani

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

This study aims to examine the quality of public services in Pusakajaya District, Subang Regency, focusing on citizens' basic needs and civil rights. This study used qualitative and descriptive methods, with data collected through interviews and observations. Data analysis is done through data reduction, presentation, and conclusions. The results showed that the quality of service at the Pusakajaya sub-district office was not satisfactory, mainly due to limited physical infrastructure and service facilities, such as the absence of a comfortable waiting room, inadequate service room, and lack of air conditioning facilities. Despite these barriers, service processes generally conform to existing standards. Supporting factors for service quality are employee work motivation while inhibiting factors include employee shortages and inadequate infrastructure. This study suggests improvements in human resource management, acceleration of infrastructure development, and increased employee motivation as important steps to improve service quality. It is hoped that with this improvement, the quality of service in Pusakajaya District can meet the needs and expectations of the community more effectively.