Publication Search

65,449 articles from 545 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-2 of 2

Analytics

Achmad Muhaimin, Nadzifurrohman; Aniq Barlian, Akhmad; Muldiyana, Tya

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penyimpanan obat merupakan salah satu aspek penting dalam pelayanan kefarmasian di apotek yang berperan besar dalam menjamin kualitas, stabilitas, dan keamanan obat sampai ke tangan pasien. Khususnya pada obat-obatan yang termasuk kategori High Alert dan Look-Alike Sound-Alike (LASA), penyimpanan yang tidak sesuai standar dapat meningkatkan risiko kesalahan penggunaan obat (medication error) yang berpotensi menimbulkan efek samping serius hingga membahayakan nyawa pasien. Oleh karena itu, diperlukan sistem penyimpanan yang sesuai dengan standar yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengocok penyimpanan obat High Alert dan LASA di Apotek Kaligelang, Kabupaten Pemalang, berdasarkan standar yang tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan observasional langsung dan wawancara terstruktur kepada tenaga kefarmasian yang bekerja di apotek. Evaluasi dilakukan terhadap aspek identifikasi, penandaan khusus, dan pemisahan fisik pada penyimpanan obat High Alert dan LASA. Hasil pengamatan Kesesuaian penyimpanan obat High Alert dan obat LASA di Apotek Kaligelang yang mengacu pada Permenkes RI No. 73 Tahun 2016, diperoleh bahwa sebagian besar aspek penyimpanan telah sesuai. Untuk obat High Alert, diperoleh Jumlah Total Prosentase 80% sudah sesuai, Sedangkan untuk obat LASA, diperoleh Jumlah Total Prosentase 75% sudah sesuai. Secara keseluruhan, tingkat kesesuaian penyimpanan obat High Alert dan LASA di Apotek Kaligelang mencapai rata-rata 77,5%, menunjukkan bahwa sistem pengelolaan obat berisiko tinggi di apotek ini telah berjalan dengan baik. Namun demikian, masih diperlukan beberapa perbaikan untuk meningkatkan keselamatan pasien (patient safety) serta mencegah terjadinya kesalahan pengobatan di lingkungan Apotek.

Diana Putri Arfianingsih; Isna Nur K; Kusumaningtyas Siwi Artini

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Drug management is a cycle including selection, procurement, distribution and use which is supported by an appropriate organizational structure, finances and management information system. The aim of this research is to determine drug management in the Pharmacy Installation at RSUD dr. Soeratno Gemolong, Sragen Regency.This research uses prospective and retrospective methods. Where retrospective data is taken from 2022 data. Prospective data is taken through direct observation. The results of this research are: the percentage of available funds and the required funds is 80%, the percentage of procurement and actual use is 98%, invoice errors are 0.47%, there are no delayed payments by hospitals, compatibility between drugs and stock cards is 100% , drug availability level of 16 months, warehouse management system with FIFO, FEFO and LASA marking systems, average time used to serve compounded prescriptions is 11 minutes and non-mixed prescriptions is 7 minutes, conformity of drug items with the National Formulary is 93%, frequency of procurement of each drug item 4-6x a year, turn over ratio 3 times, percentage of expired and damaged drug value 5.05%, dead stock percentage 3%, number of drug items per prescription sheet 3.5 items, percentage of prescriptions with generic names 88%. These results indicate that drug management in the Pharmacy Installation at RSUD dr. Soeratno Gemolong, Sragen Regency is not yet good.