Publication Search

67,742 articles from 584 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-20 of 34

Analytics

Teodora Dasilva; Ahmad Shobib; Ery Fatarina; Fadhila Inas Zhafira; Benneth Laurent +2 more

ISAINTEK: Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi 2022 Politeknik Negeri FakFak

Tanaman jarak pagar merupakan tanaman yang digunakan sebagai pembatas atau pagar dan tanaman obat oleh masyarakat Indonesia. Biji jarak mengandung 40 -55% minyak lebih banyak dari kedelai, bunga matahari, dan kelapa sawit. Minyak jarak merupakan trigliserida dari lemak, yang apabila dihidrolisis oleh air akan menghasilkan asam lemak bebas dan gliserol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variabel perbandingan mol pereaktan terhadap konversi hidrolisa minyak jarak, nilai konstatan kecepatan reaksi pada hidrolisa minyak jarak dan nilai konstanta kesetimbangan reaksi pada hirdolisa minyak jarak. Pada percobaan ini hidrolisa dilakukan hidrolia minyak jarak dalam labu leher tiga pada suhu 60oC dan setiap 4 menit sampel diambil untuk dianalisis kadar asam lemak bebas. Kemudian hasil analisis kadar asam lemak bebas untuk menentukan konstantan kecepatan reaksi pada hidrolisa minyak jarak dan arah kesetimbangan reaksi pada hirdolisa minyak jarak. Bahan yang digunakan saat hidrolisa antara lain minyak jarak, aquadest, HCl, NaOH, PP, methanol dan sabun cair (sebagai surfaktan). Pengaruh rasio mol minyak jarak dan air terhadap konversi minyak jarak adalah semakin besar mol reaktan air maka konversi yang dihasilkan semakin besar, untuk nilai konstanta kecepatan reaksi adalah dengan adanya air yang ditambahkan dan semakin lama waktu hidrolisa maka konstanta kecepatan reaksi juga semakin besar. Sedangkan pada konstanta kesetimbangan reaksi hidrolisa minyak jarak adalah semakin cepat waktu pengambilan produk pada reaksi hidrolisis, konversi minyak menjadi asam lemak juga semakin besar.

Reva Yulianizar; Siti Zulfa Waliah

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

In online media, writing errors regarding language are often found. One of them is online media in the process of writing news texts sometimes in a hurry because it is based on a predetermined deadline. This error occurs because it violates two of the three terms of word selection, namely "true" and "right". This study aims to (1) describe the form of language errors in terms of the use of word choice and italics contained in the DetikOto online news text, (2) explain the form of errors and language corrections in terms of the use of word choice and italics that dominantly appear in news texts. online detikOto. This research uses a descriptive method. The data of this research are in the form of errors in words and sentences containing language errors in the DetikOto news text. Data collection techniques used are reading, marking errors, identifying, analyzing, and concluding. While the instrument in this study is the researcher himself and the instructions for errors and improvements. Furthermore, the note-taking technique is used to write down the problems in the reading. The note-taking technique used is to record words or sentences which are a form of language error in the field of spelling. After being analyzed and described based on the form of language errors in the field of spelling, errors in spelling in the news text include: 1. Word Choice Errors, 2. Acronym Errors, 3. Title Writing, 4. Italicized Writing. Then concluded from the improvement of the sentence.

Hartono, Dodik

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang membutuhkan supervisi medis berkelanjutan serta edukasi perawatan secara mandiri, apalagi dalam masa pandemic covid. Pada masa pandemi covid seseorang yang memiliki penyakit bawaan memiliki resiko tinggi untuk lebih cepat tertular penyakit covid dan bisa menyebabkan kematian. Maka dari itu penderita diabetes mellitus perlu melakukan manajemen yang baik untuk menjaga kesehatannya, meskipun tidak datang ke pelayanan Kesehatan. Manajemen diabetes yang dapat dilakukan meliputi kontrol glukosa darah, pola makan, olahraga, minum obat teratur dan perawatan kaki. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan pasien dalam penatalaksanaan diabetes dengan cara manajemen diabetes mellitus. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini dengan cara memberikan konseling manajemen diabetes mellitus kepada pasien saat pelaksanaan posyandu di balai Desa Karangbong. Pemberian edukasi dilakukan dengan 2 metode yaitu dengan memberikan edukasi secara langsung bersamaan dan secara individu kepada pasien. Kegiatan ini dilakukan oleh 3 tim dosen dan 5 mahasiswa keperawatan. Hasil dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini penderita diabetes dapat memahami dan meningkatkan kemampuannya tentang manajemen penatalaksanaan diabetes mellitus secara mandiri, khususnya dimasa pandemi. Pasien diabetes mellitus dapat melakukan melakukan manajemen diabetes mellitus dirumah dengan cara melakukan pengecekan kadar glukosa darah seminggu sekali, selalu melaksanakan aktivitas fisik, menjaga pola makan, minum obat sesuai aturan dan melakukan perawatan kaki setiap hari untuk mencegah terjadinya luka ulkus diabetes.   

Nasrianti Syam

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2022 Universitas Muhamadiyah Manado

Indonesia is one of the countries with the highest biodiversity in the world. Medicinal plants are plants that have properties or contain certain compounds to cure a disease. This study was conducted in Alue Tampak Village, Kaway XVI District, West Aceh Regency. This study aims to determine the plants used by the village community, the parts of the plants used and the diseases treated. The method used is the purposive sampling method which consists of 20 respondents. The results of the interview found 28 plants used by the people of Alue Tampak Village. The most widely used part of the plant is the leaves as much as 68%, the least is the rhizome and flower parts, namely 7%. Plants used as medicine for fever and headaches are 25%.    

Safanny Putri; Huwaydi Azzam Yusuf; Khansa Adristi; Adjrina Dawina Putri; Novita Dwi Istanti

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2022 Universitas Muhamadiyah Manado

Pengelolaan obat merupakan serangkaian kegiatan yang meliputi perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pencatatan, dan juga pelaporan suatu obat yang berperan aktif bagi masyarakat agar terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas. Penyalahgunaan obat ataupun kesalahan dalam penyimpanan, pendistribusian, maupun pelaporan obat sering kali terjadi sehingga disusunlah Peraturan BPOM Nomor 4 Tahun 2018. Pengelolaan obat juga dilakukan untuk meminimalisasi terjadinya kasus pemberian obat kedaluwarsa kepada pasien. Penulisan ini bertujuan untuk membahas studi kasus mengenai pemberian obat kedaluwarsa pada pasien, dampak dari obat kedaluwarsa, sanksi dan perlindungan hukum pada pemberian obat kedaluwarsa, serta pedoman pengelolaan obat kedaluwarsa. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah penelitian yuridis normatif dengan cara menelaah teori-teori, konsep-konsep, asas-asas hukum, serta peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan penelitian ini. Berdasarkan hasil pembahasan, didapatkan bahwa pengelolaan obat di fasilitas pelayanan kesehatan sangat dibutuhkan untuk meminimalisasi terjadinya hal-hal buruk seperti obat kedaluwarsa yang dapat berdampak negatif kepada pasien. Oleh karena itu, diharapkan para tenaga kesehatan dapat meningkatkan kehati-hatian dalam pemberian obat kepada pasien. Selain itu, masyarakat juga perlu untuk lebih berhati-hati lagi dengan mengecek kembali keamanan obat-obatan yang akan dikonsumsi.

Elvira Santi; Basse Yuliana; Asti Vebriyanti Asjur; Tamzil Azizi Musdar

Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Pada tanggal 18 Oktober 2022 telah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk sosialisai dan penyuluhan. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada mayarakat penggunaan obat yang baik dan benar Di Lapangan Syekh Yusuf kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa tentang Pemberian Informasi Obat dan Cerdas dalam menggunakan obat yang baik dan benar. Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini yaitu memberikan solusi dan pengetahuan khususnya di bidang kesehatan mengenai pemebrian informasi obat yang baik dan benar. Peserta dalam program pengabdian ini sangat antusias dalam menerima materi yang dipaparkan. Peserta pada pengabdian ini adalah pegawai kantor, ibu rumh tangga, pensiunan, dan mahasiswa yang sedang melakukan aktivitas olahraga.

Dadang, Dadang; Tedy Subrata; Hendrik F Siregar; Sugino, Sugino

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penyalahgunaan NARKOBA (singkatan dari Narkotika, Psikotropiks, dan Bahan Adiktif berbahaya lainnya) adalah bahan/zat yang jika dimasukan kedalam tubuh manusia, baik secara oral/diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mempengaruhi pikiran, suasana hati, perasaan, dan perilaku dari seseorang. NARKOBA dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik dan psikologis.Masa remaja merupakan masa peralihan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa, yang dimulai pada saat terjadinya kematangan seksual antara usia 11 atau 12 tahun sampai dengan usia 20 tahun. Tahap perkembangan remaja memiliki tugas yang harus diselesaikan. Remaja biasanya merasakan adanya tekanan agar mereka menyesuaikan dengan norma-norma dan harapan kelompoknya bila remaja tidak mampu menjalankan tugasmya dengan baik mereka cenderung menganggap hidup adalah penderitaan, tidak menyenangkan, dan melakukan hal-hal seperti ; menyakiti diri, lari dari kehidupan dan keluarga, terlibat pergaulan, bebas, peminum alkohol, serta lebih jauh terlibat dalam dunia Narkotika.Psikotropika, Obat-Obatan Terlarang dan Zat Adiktif lainya. Berdasarkan latar belakang masalah  di atas maka dapat di rumuskan masalah sebaga berikut ;Bagaimanakah Caranya Mencegah, Pengendalian Terhadap Pengedar,  Penggunaan Narkotika Kalangan Remaja Cipondoh Kota Tangerang  ?Bagaimanakah  Caranya Pengabdian Kepada Masyarakat Sebagai Upaya Pencegahan Terhadap Pengedar, Penyalahgunaan Narkoba Kalangan Remaja Cipondoh Kota Tangerang ?  

Azhari, Nanang Khosim; Rahayu, Desi Ariyana

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Abstrak Prevalensi kekambuhan pada klien skizofrenia terbilang tinggi yaitu berada dalam rentang 50-92%, secara global. Kekambuhan sering terjaid akibat dari kurang pengetahuan dari keluarga terhadap masalah kejiwaan yang dialami oleh klien. Klien dan keluarga perlu mendeteksi secara dini fase prodromal yang terjadi pada klien agar potensial kambuh dapat ditangani. Faktor penyebab kekambuhan adalah ketidakpatuhan pengobatan ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) sebesar 36,1 % tidak minum obat karena merasa sudah sehat dan 33,7% tidak rutin berobat ke fasilitas layanan kesehatan. Dukungan keluarga yang buruk juga memberi peluang terjadinya kekambuhan hingga enam kali lipat pada klien skizofrenia. Klien dengan episode kambuh berulang berisiko tinggi meningkatkan keparahan penyakit, fungsi sosial dan peningkatan risiko bunuh diri. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan ODGJ agar mampu merawat sehingga angka kekambuhan dapat ditekan.

Ria Ceriana; Nova Zarmi Putri; Cut Yuliana

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Kulit buah rambai (Baccaurea motleyana) merupakan salah satu bagian tumbuhan yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar glukosa darah pada mencit yang telah dinduksi aloksan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keamanan dalam penggunaan tumbuhan sebagai obat herbal agar tidak menimbulkan efek berbahaya yang tidak diinginkan, maka perlu dilakukan uji toksisitas pada hati mencit. Hati merupakan organ tubuh sasaran zat toksik karena memegang peranan penting dalam proses metabolisme tubuh. Rancangan penelitian dalam penelitian ini ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri kontrol negatif (akuades), kontrol positif (Glibenklamid), dan ekstrak etanol      kulit buah rambai dengan dosis bertingkat 200 mg/kgBB, 400 mg/kgBB, 800 mg/kgBB, 1600 mg/kgBB yang diberikan secara oral. Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANAVA) dan apabila perlakuan berpengaruh maka diuji lanjut menggunakan uji jarak berganda Duncan dengan taraf kepercayaan 5%. Hasil pengamatan menunjukkan pemberian ekstrak etanol kulit buah rambai berpengaruh nyata terhadap kerusakan pada sel-sel hati mencit diabetes berupa hiperemi dan hemoragi. Perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai uji toksisitas sub kronis dan kronis terhadap pemberian ekstrak etanol kulit buah rambai. Penelitian lanjut yang dapat dilakukan yaitu pengujian toksisitas pada organ lainnya seperti ginjal, otak, jantung, limpa dan lain-lain.

M. Ichsan Attafani Fillah; Lahargo Kembaren

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Mental disorders are one of the public health problems in Indonesia. In general, mental disorders are caused by psychological pressure both from outside the individual and from within the individual. Some of the things that cause this is the ignorance of the family and society about this mental disorder (Hawari, 2007). According to WHO or the World Health Organization (2002) states that the prevalence of mental health problems is currently quite high, 25% of the world's population has suffered from mental health problems, 1% of which are severe mental disorders. The potential for a person to be susceptible to mental disorders is indeed high, every time 450 million people around the world are affected by mental, nervous, and behavioral problems. One form of mental disorder that is found throughout the world is a severe mental disorder, namely Schizophrenia (Hawari, 2007). Schizophrenia comes from two words, namely schizo which means cracked or broken and phrenia which means soul. Thus, people who suffer from schizophrenic mental disorders are people who experience mental fractures or personality cracks. Schizophrenia can arise because of the integration between biological, psychosocial and environmental factors (Sinaga, 2007). In schizophrenic patients there is personal disintegration and personal division. Emotional and intellectual behavior becomes ambiguous (compound), and has serious disorders and has regression or total dementia. Schizophrenic patients escape from the reality of life and remain silent in their fantasy world (Kartono, 2010).  

Afrizal Norcahya Putra; Suparno; Samudi

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Bawang merah merupakan tanaman hortikultura unggulan dan telah diusahakan oleh petani secara intensif. Komoditi hortikultura ini termasuk kedalam kelompok rempah tidak bisa disubstitusi dan berfungsi sebagai bumbu penyedap makanan serta bahan obat tradisional. Tanaman bawang merah merupakan sumber pendapatan bagi petani dan memberikan kontribusi yang tinggi terhadap pengembangan ekonomi pada beberapa wilayah. Indonesia adalah salah satu negara eksportir bawang merah di dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara konsentrasi nutrisi POC dan macam media terhadap bawang merah varietas batu ijo sistem hidroponik, untuk mengetahui pengaruh antara konsentrasi POC terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah varietas batu ijo sistem hidroponik, untuk mengetahui pengaruh antara macam media tanam terhadap Pertumbuhan bawang merah varietas batu ijo sistem hidroponik. Pelaksanaan penelitian ini dimulai pada bulan 11 Desember  2021 sampai  5 February 2022. Bertempat Digreenhouse universitas islam kadiri-kediri, kelurahan maniserenggo, kota kediri. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan perlakuan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor dan setiap faktor di lakukan tiga ulangan. Faktor pertama adalah macam media dengan 3 level yang di lambangkan (M) dan faktor kedua adalah konsentrasi POC nasa yang dilambangkan (D) yang di ulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi interaksi konsentrasi nutrisi POC dan macam media media tanam pada variabel pengamatan jumlah daun di umur tanaman 35 hst hasil uji lanjut DMRT rerata terpanjang 46.80 cm .Pada perlakuan tunggal konsentrasi nutrisi POC ada pengaruh sangat nyata pada parameter jumlah daun umur 35 hst dengan rerata tertinggi 38.16 helai, sedangkan  Perlakuan tunggal macam media tidak ada pengaruh.

Candra Junaedi; Ucu Mawardi; Dimas Danang Indratmoko

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

Public knowledge of drugs is quite limited, especially among teenagers. Adolescence is a developmental change between childhood and adulthood that results in physical, cognitive, and psychosocial changes. The aim of this education is the early introduction of over-the-counter drug classes to teenagers so that awareness is formed regarding the proper and correct use of over-the-counter drugs. The activities were conducted on class 12 students at SMA Mathlaul Anwar Pandeglang Banten. Educational facilities use leaflets that are distributed to activity participants. Evaluation of participants was carried out by asking for answers and filling in pre-test and post-test questions regarding education on the use of over-the-counter drugs. The results of education on the introduction of over-the-counter non-restricted medicines before and after schooling can increase teenagers' knowledge about self-medication over-the-counter drugs, especially adequate information regarding the correct use of drugs, including indications, dosage, method of use, side effects, contraindications, and drug expiration dates.             

Choirul Amin; Rizka Tri Arinta

Jurnal Suara Pengabdian 45 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Traditional family medicinal plants or herbs or often abbreviated as Toga, are very beneficial for health and when planted around the house create a beautiful environment. Currently, people prefer to use chemical-based medicines for several reasons, including: the first is the lack of knowledge about medicinal plants, the second is the limited land for growing family medicinal plants, third, the lack of information dissemination about family medicinal plants on easily accessible media. or informative to citizens.From some of the problems above, we can draw the main points of the problems that are discussed and this writing tries to find ways to provide education to the community in terms of the types of family medicinal plants, as well as the design and implementation of the construction of the toga garden.The scope of this paper is related to the author's discipline, namely in the architectural realm and takes a case study on an empty land next to a security post located in RT 08, RW V, Sumurboto Village, Banyumanik District, Semarang.The purpose of writing related to knowledge of the types of family medicinal plants, toga garden designs and their implementation are: first so that people know about the types and benefits of family medicinal plants, second so that people understand the importance of family medicinal plants for health, third so that people maximize and utilize the land. that exist in their respective environments.

Dian Sibar Oktaningtyas

Jurnal Visi Manajemen 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Kualitas pelayanan publik adalah sejauh mana  sebuah fasilitas umum (publik) dalam memberikan pelayanan kepada  masyarakat umum. Kualitas pelayanan adalah pelayanan yang diberikan kepada pelanggan sesuai dengan standar pelayanan yang telah dibakukan sebagai pedoman dalam memberikan layanan. Klinik HC Pedurungan sebagai salah satu contoh untuk pengembangan informasi teknologi sistem, sehingga antrian di rumah sakit akan menjadi jauh lebih pendek, dengan kehadiran Klinik HC Pedurungan sangat  memberikan pelayanan kesehatan prima kepada pasien, Lantaran di klinik tersebut tersedia dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan dan pelayanan obat serta laboratorium. Sehingga prajurit dan keluarganya bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Kualitas pelayanan publik di Indonesia terutama di bidang kesehatan sudah cukup berjalan dengan baik walaupun masih banyak kabar yang menyebutkan bahwa masyarakat masih saja belum merasa puas atas pelayanan publik di bidang kesehatan yang diberikan oleh salah satu instansi kesehatan di Indonesia. Pelayanan ini dikeluhkan oleh masyarakat pengguna layanan kesehatan banyak asumsi yang menyebutkan bahwa mereka merasa kurang puas terhadap kualitas pelayanan yang mereka terima terutama di klinik-klinik kesehatan.

Ahmad Malik Abdul Aziz

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2022 Universitas 17 Agustus 1945

Provinsi Lampung memiliki kebutuhan mendesak akan fasilitas rumah sakit jiwa yang mampu menangani pasien dengan berbagai penyebab gangguan jiwa. Rumah sakit jiwa yang ada saat ini hanya dapat menangani pasien yang disebabkan oleh ketergantungan obat, dan belum memiliki lingkungan yang memadai untuk rehabilitasi pasien. Mendesain rumah sakit jiwa yang dapat menampung dan mewadahi pasien gangguan jiwa dengan membuat lingkungan untuk penyembuhan yang memadai dengan secara tidak langsung memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pasien. Mendesain rumah sakit jiwa dengan membuat lingkungan yang dapat memberi dampak baik bagi pasien gangguan jiwa melalui konsep arsitektur ekologis. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan survey lapangan, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Mengolah data dengan analisis perencanaan dan perancangan dengan memperhatikan kriteria bangunan ekologis berdasarkan buku arsitektur ekologis versi Heinz Frick. Hasil perancangan berupa rumah sakit jiwa yang menerapkan beberapa elemen arsitektur ekologis, seperti menciptakan area hijau di antara bangunan, memanfaatkan iklim, menyediakan sumber energi dan air, menggunakan bahan yang tahan terhadap perubahan cuaca, dan menciptakan bangunan bebas hambatan.

Darwati, Lestari Eko; Setianingsih; Siti Nur Asiyah

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Hypertension is said to be the silent killer because it often has no symptoms and tends to be left uncontrolled. Management of hypertension such as dietary compliance, adherence to taking hypertension medication, and environmental modification are important things that can control hypertension which in turn can prevent complications. The purpose of this study was to determine the description of medication adherence and changes in blood pressure in patients with hypertension. This study used a descriptive survey design, a sample of 57 patients with hypertension, the sampling technique used the total population. Statistical analysis using frequency distribution. The results showed that the middle age of hypertensive patients was 54 years, male 57.9%, graduated from elementary school 50.9%, and worked as laborers 38.6%, adhered to hypertension medication 54.4%, the mean initial blood pressure systole 190.00 mmHg and diastolic 90.00 mmHg while the final systolic blood pressure is 140.00 mmHg and diastole is 80.00 mmHg. It is recommended that nurses provide continuous information and motivation to respondents about the importance of being obedient or obedient in taking hypertension drugs.

Rizal Rizal; Suwandi I. Luneto

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

Target terapi suatu penyakit dapat tercapai jika pengobatannya rasional. Rasionalitas penggunaan obat meliputi tepat diagnosis, tepat indikasi penyakit, tepat pemilihan obat, tepat dosis, tepat cara pemberian, tepat interval waktu pemberian, tepat lama pemberian, waspada terhadap efek samping, tepat tindak lanjut (follow-up), tepat penyerahan obat, dan patuh terhadap perintah pengobatan. Efek farmakologi suatu obat dalam penggunaanya menimbulkan respon klinis berupa efektivitas atau efek yang dikehendaki dan efek toksisisitas atau efek yang merugikan dari suatu obat. Indonesia merupakan mega centre tumbuhnya berbagai spesies tanaman yang berkhasiat obat. Masyarakat Desa Munte memiliki tingkat pemahaman rasionalitas penggunaan obat yang masih rendah (6,4%), dan persentase penggunaan tanaman sebagai bahan obat yang tinggi (90%). Tujuan pengabdian ini yaitu masyarakat mampu memformulasikan dan memanfaatkan tanaman obat yang rasional untuk penanggulangan penyakit berdasarkan bukti klinis. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu dengan pemberian edukasi dan pelatihan tentang prinsip dasar obat sintesis dan herbal, prinsip dasar penggunaan obat yang rasional, penggunaan obat herbal yang berdasarkan bukti ilmiah, dan praktik formulasi obat dari herbal/ tanaman obat, serta dilaksanakan pemeriksaan deteksi dini penyakit degeneratif. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Munte, Kec. Likupang Barat, Kab. Minahasa Utara, pada tanggal 4 Maret 2020. Kegiatan ini dihadiri oleh 55 orang yang sebagian besar merupakan tokoh masyarakat, kepala-kepala lingkungan, aparat-aparat desa, pemuda masjid dan gereja, serta masyarakat Desa Munte secara umum. Luaran pada pengabdian masyarakat ini yaitu masyarakat Desa Munte mengetahui dan memahami lebih mendalam tentang prinsip-prinsip dasar obat sintesis maupun herbal, mengetahui cara penggunaan obat yang rasional, masyarakat mampu memformulasikan obat herbal yang tepat berdasarkan prinsip-prinsip kefarmasian, rasional, dan berdasarkan bukti-bukti ilmiah.  

Bertina Hermin Korah; Petronela Mamentu

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

Hipertensi adalah keadaan di mana tekanan darah mengalami peningkatan yang memberikan gejala berlanjut pada suatu organ target di tubuh. Hal ini dapat menimbulkan kerusakan yang lebih berat, misalnya stroke (terjadi pada otak dan menyebabkan kematian yang cukup tinggi), penyakit jantung koroner (terjadi kerusakan pembuluh darah jantung), dan hipertrofi ventrikel kiri (terjadi pada otot jantung). Hipertensi juga dapat menyebabkan penyakit gagal ginjal, penyakit pembuluh darah dan penyakit lainnya.   Analisa situasi Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang membutuhkan perhatian karena dapat menyebabkan kematian utama di negara-negara maju maupun negara berkembang. Berdasarkan hasil survey tanggal 16 sampai 18 Februari di Desa Kauditan I  Kabupaten Minahasa Utara, dengan populasi 855 KK, sampel 212 KK didapatkan data  bahwa yang menderita menderita hipertensi ada 167 jiwa dan yang minum obat hipertensi secara teratur hanya 48 jiwa, artinya lebih dari 50% atau sekitar 119 jiwa yang tidak minum obat hipertensi dengan teratur.   Melalui kegiatan pengabdian masyarakat “Peningkatan pengetahuan melalui pemeriksaan tekanan darah, konseling, dan pembentukan kader hipertensi di desa Kauditan I  Minahasa Utara yang dilaksanakan pada tanggal 03 Maret 2020 bertempat di kantor lurah desa Kauditan I didapatkan hasil evaluasi kader yang sudah dilatih dapat melakukan pengukuran tekanan darah dengan BAIK

Rizkan Halalan Djafar; Amir Fatah

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

Pemantauan tekanan darah merupakan salah satu kegiatan posyandu lansia yang dilakukan para kader posyandu, Kader posyandu mempunyai potensi yang sangat besar karena kader sangat dekat dengan masyarakat, sehingga pasien dengan hipertensi menjadi lebih terkontrol tekanan darahnya. Peran serta perguruan tinggi STIKES Muhammadiyah Manado dalam menjalankan Tridharma perguruan tinggi salah satunya pengabdian kepada masyarakat terkait dengan pengukuran tekanan darah dan pemanfaatan herbal untuk pemeliharaan kesehatan dan gangguan penyakit hingga saat ini sangat dibutuhkan dan perlu dikembangkan, terutama dengan melonjaknya biaya pengobatan. Metode : Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan cara pemberian pendidikan kesehatan kepada masyarakat tentang manajemen hipertensi yang terdiri dari gaya hidup sehat bebas hipertensi dan pemanfaatan TOGA untuk menurunkan tekanan darah. Hasil : masyarakat dapat melakukan pengukuran tekanan darah dan mengetahui serta membuat alternatif pengobatan tanaman obat hipertensi.

Rahmat Ismail; Moh. Perdana M. Mo’o; Abulkhair Abdullah

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

  Masyarakat di Kel. Kampung Jawa, Kec. Tondano Utara, Kab. Minahasa, Sulawesi Utara cukup banyak, namun berbagai sarana kesehatan yang minim membuat masyarakat kurang memperhatikan cara menggunakan, menyimpan, serta membuang obat yang baik dan benar. Masalah ini muncul dikarenakan pengetahuan masyarakat tentang obat masih sangat minim. Selama ini pemberdayaan masyarakat belum dioptimalkan sehingga penanganan terhadap masalah kesehatan dan pengobatan belum mendapat perhatian khusus. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan, menyimpan, serta membuang obat yang baik dan benar. Metode pelaksanaan kegiatan dengan melakukan pelatihan Dagusibu dengan metode Cara Belajar Insan Aktif (CBIA) kepada Masyarakat Kel. Kampung Jawa, Kec. Tondano Utara, Kab. Minahasa, Sulawesi Utara. Materi terkait penyimpanan obat menekankan terhadap perlunya memperhatikan aturan pakai dan cara penyimpanan obat yang tertera pada etiket.Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini, masyarakat Kel. Kampung Jawa, Kec. Tondano Utara, Kab. Minahasa, Sulawesi Utara memahami tentang cara mendapatkan obat, menggunakan obat, menyimpan obat dan membuang obat, mengetahui perbedaan klasifikasi obat (obat bebas, bebas terbatas, obat keras) dan bagaimana cara serta dimana tempat legal yang memiliki izin untuk menjual obat-obat tersebut, dan mengetahui cara menggunakan antibiotik dengan cerdas