SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

41,520 articles from 397 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-2 of 2

Analytics

Mita Nur Laili; Sri Luayyi; Ninik Anggraini

Kajian Ekonomi dan Akuntansi Terapan 2025 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

This study aims to analyze tax planning for Income Tax (PPh) Article 21 using the net, gross, and gross-up methods to minimize Corporate Income Tax at the Nahdlatul Ulama Hajj Guidance Foundation in Kediri City. Corporate Income Tax is a tax imposed on income received or obtained by an entity, so an appropriate tax planning strategy is needed in accordance with applicable tax regulations. This study uses a quantitative approach with primary data sources in the form of financial reports and payroll data of the foundation. Data analysis techniques include calculating PPh Article 21 using the three methods, fiscal reconciliation, and calculating Corporate Income Tax. The results of the study indicate that there are significant differences in tax burdens between the net, gross, and gross-up methods. The gross-up method results in a lower Corporate Income Tax burden compared to the net and gross methods because tax costs can be deducted fiscally. Thus, the application of the gross-up method is considered more effective in tax planning and can be used as a strategic alternative for foundations in optimizing tax burden efficiency without violating applicable tax regulations.

Robingun Suyud El Syam; M. Yusuf Amin Nugroho; Siti Lailiyah; Muhammad Saefullah

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Artikel ini bertujuan untuk merefleksi satu abad nahdhatul ulama: dialektika capaian dan tantangan. Dengan menggunakan setting teoretik, penelitian menyimpulkan: bahwa Nahdhatul Ulama dalam satu abad, setidaknya memperoleh lima capaian: 1) sebagai organisasi pelestari tradisi, NU sukses mempertahankan diri sebagai organisasi dengan pengikut terbesar di Indonesia, bahkan dunia, 2) berhasil memainkan peran elok dalam percaturan politik Indonesia, dari pra-kemerdekaan, kemerdekaan, pasca kemerdekaan hingga saat ini, 3) dalam konteks pendidikan, berhasil mengintegrasikan sistem pendidikan modern dengan tetap mempertahankan identitas pesantren, 4) pada dimensi budaya, menjadi garda depan sebagai aktor pelestari kebudayaan berbasisi lokal, menjadi media dakwah 5) menjadi penyokong utama beragam agenda pemerintah, terkait isu radikalisme beragama di Indonesia, dan secara gemilang berhasil menjadi representasi Islam rahmatan lil alamin bagi dunia luar.  Adapun tantangan kedepan meliputi: 1) memiliki kelemahan di bidang ekonomi maupun SDM terutama terkait riset dan teknologi, 2) meski selalu berperan penting dalam setiap peristiwa politik Tanah Air, namun kerap ditinggal ketika berbicara sharing kekuasaan, 3) pesantren berhasil eksis hingga saat ini, namun masih kental asumsi hanya melahirkan ulama yang menguasai kitab kuning dan memimpin ritual keagamaan, perlu kurikulum yang berorientasi pada penguasaan teknologi informasi, 4) Secara ekonomi, masih basis massa berada di kelas menengah ke bawah sehingga pekerjaan besar ke depan menciptakan para saudagar baru di NU dengan memobilisasi etos pemberdayaan ekonomi.